Search This Blog

Tuesday, April 26, 2011

Hati-Hati Memberikan Kartu Pengenal

Pengupas Buah 

Yup, ceritanya malam ini sehabis les, saya tiba-tiba saja diberikan sebuah pengupas buah gratis.  Tapi bukan diberikan oleh tempat di mana saya les melainkan diberi dari seorang SPB Alias Sales Promotion Boy hehehe....
Memangnya di tempat les ada SPB? itu pasti pertanyaan yang ingin teman-teman tanyakan? Ceritanya tempat saya les ada di mall.  Jadi, sudah menjadi hal yang lumrah kalau setiap kali saya datang pastinya akan melihat para SPG/SPB ataupun barang-barang yang didisplay  di etalase.

Nah, seketika mendapatkan pengupas buah itu saya langsung mikir "lumayanlah nih pengupas buah jarang-jarang ada yang ngasih gratis harus dimilki", pikir saya. Lalu setelah beberapa langkah saya menjauh dari orang yang memberikan pengupas buah itu, tiba-tiba orang itu minta saya untuk mengisi absensi.  DIkarenakan dari awal pikiran saya ingin pengupas buah itu lalu saya ikuti saja apa maunya. Lagipula saya penasaran ingin tahu apa cerita berikutnya.

Saya isi absensi tapinya tidak lengkap hanya nama dan tandatangan.

"Mbak selain dapat pengupas pisau, mbak juga dapat voucher", kata si SPB
"Baiklah kalau seperti itu saya ambil satu," jawab saya. Setelah diambil satu lalu...
"Wah mbak selamat yak, mak dapat komor gas", katanya.
"Benar nih, boleh dibawa pulang?", tanya saya.
"Iya mbak", tegasnya.

Tiba-tiba saja salah seorang temannya bilang bahwa saya boleh membawa kompor itu dengan satu syarat. Dia minta KTP saya (copy -red).

"Buat apa minta KTP?, tanya saya
"Buat garansi mbak", jawab si SPB
"Kalau di suruh bawa bonusnya saya mau tapi kalau diminta KTP saya tidak mau", tegas saya
"Tapi mbak khan perlu  buat nanti kalau ada yang meriksa bagaimana?" kata si SPB
"Akh, biasanya juga kalau saya bawa barang tidak pernah ada yang tanya mana KTP nya, sahut saya sambil berlalu dari orang itu.

Dalam hati saya berkata, yang penting pengupas buahnya saya dapat!!! 

Jadi, teman-teman, sebenarnya sudah saya prediksi dari awal kalau orang itu tanya atau minta KTP  apalgi minta DP artinya ada sesuatu hal yang tidak beres. Jangan dipercaya lagi. Nah, selain itu,  saya ingat juga nasehat dari kolega saya yang mengatakan bahwa harus hati-hati dalam memberikan identitas kita pada orang lain. Termasuk ketika kita mengisi aplikasi Kartu yang suka ada di Mall-Mall. Kolega saya bilang bahwa identitas kita bisa disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Selain itu, saya juga sering mendengar cerita dan nasehat dari orang tua akan kejadian yang serupa.

Tapi, berbicara mengenai masalah Kartu, khususnya produk dari sebuah Dep. Store atau supermarket dsb, saya cenderung untuk membuatnya. Contoh saja, saya punya kartu Yogya Dept. Store. Nah kebetulan kartu ini berfungsi sebagai diskon. Lumayanlah dapat potongan 10%. hehehehe...Dan memang saya lebih suka kartu itu berfungsi sebagai potongan harga daripada berfungsi  sebagai penambah poin ketika kita berbelanja.

Memang teman-teman seperti kita ketahui bahwa pedagang itu pastinya pintar. Mereka sudah memperhitungkan untung dan rugi, Mana ada pedagang yang mau rugi.  Dan membuat kartu yang merupakan produk Dept. store dsb, memang tidak  bisa menrunkan harga secara drastis, tapi saya pikir dengan membuat kartu itu artinya kita meminimalisir harga pembelian yang besar. Terkadang saya pikir, kalau kita tidak mengikuti cara mereka, sulit juga untuk kita atau kita rugi..contoh kalau tidak pakai kartu harganya Rp. 350.000 tapi setelah ada kartu belanja harganya berkurang 10%.  Mengerti khan maksudnya?

Ya, intinya dari peristiwa ini, kita harus hati-hati dan tetap waspada.

Sunday, April 24, 2011

Opera 3 Babak Tan Malaka

Yup Akhirnya saya menonton juga sebuah Opera. Rencana awal adalah saya pergi menontonnya dengan teman saya pada hari minggu. Rupa-rupanya teman saya belum bisa memberikan kepastian apakah bisa menonton atau tidak. Hal ini dikarenakan ia ada acara keluarga. Alhasil saya putuskan untuk menonton sendiri saja. Jadilah saya menonton pada malam minggu ini dengan tiket VIP Rp. 250.000, tadinya mau tiket kelas satu seharga Rp. 100.000 tapi untuk hari Sabtu sudah habis. Kalau hari minggu masih ada, tapi saya agak malas kalau harus pergi malam senin karena esoknya akan kembali ngantor.

VIP Tiket

 Nah, sekitar jam 19.00 saya sudah standby di Taman Ismail Marzuki untuk menyaksikan opera itu. Saya lihat ada beberapa publik figur yang datang  seperi ada pengacara kondang, Adnan Buyung Nasution, Para Aktivis bahkan orang No 2 di Republik ini juga hadir. Ada cerita nih dari kedatangan Bapak Wakil Presiden, Budiono ketika memasuki ruang pementasan. Seorang MC meminta kami sebagai penonton yang hadir pada saat itu untuk berdiri menyambut kedatangan Bapak Wakil Presiden. Terdengar oleh saya ada suara yang berseru  seperti "UUuuuu". Itu pertanda mereka tidak mau mengikuti perintah si MC. Saya pun yang ada di situ sudah Nyaman dalam posisi duduk. Jadi, saya tidak ikut berdiri.  

Saya kerja di bagian Humas dan Protokol tapi belum menguasai tentang keporokolan. Setahu saya, hadirin biasanya diminta berdiri apabila akan menyanyikan lagu kebangsaan. Kalau pun ada menteri atau orang penting yang datang biasanya hanya di Announce saja tanpa embelan meminta hadirin untuk berdiri menyambutnya.

Baiklah itu sebagai pembukaan blog saja. Sekarang mari kita lanjutkan lagi ke Opera 3 Babak Tan Malaka.
Di sini saya hanya ingin share jalannya opera tersebut. Tapi sebelumnya saya ingin katakan kalau opera ini merupakan pengulangan dari tahun 2010. Dipentaskan lagi dalam rangka ulang Tahun Tempo ke-40.  Tapi tentunya ada beberapa bagian yang disempurnakan. Diantara bagian yang disempurnakan adalah Sifat kontemplatif dari opera ini lebih ditunjukkan. Lebih banyak asksen diberikan kepada yang simbolik: dalam sosok orang ramai, dalam gerak, dalam imaji-imaji lain.

Babak Pertama:
Pada babak pertama diceritakan ada seseorang yang bertanya mengenai keberadaan Tan Malaka.

Suara Seseorang: " TAN MALAKA, BUNG DIMANA?"
Pada akhirnya orang tahu bahwa Tan Malaka masih hidup.  "Tan Malaka, Tuan ternyata masih hidup"

Kemudian ada sebuah Narator:

Nama itu menjebakmu , 
seperti sel sempit
dari mana kau ingin lari.


Mungkin ia bukan nama itu
dan Tan Malaka
hanya bunyi
yang menandai
yang tak ada.


Mungkin ia namamu
tapi juga suara serak
dari liang gunung
yang diulang tapi tak kembali.

Kemudian muncul Penyanyi ARIA  I yang menyanyikan lirik  sebagai berikut:

Dulu ada seorang ibu
yang bercerita
tentang anaknya
yang pulang
dari batas ombak

Dulu ada seorang ibu
yang mendengar anak itu berkata:
"aku datang untuk durhaka"

Dulu ada seorang ibu
yang tak mengerti kalimat pertama
Sinbad, si Malin Kundang,
di sebuah bandar
yang tak diinginkannya.

Saya potong ya cerita di babak pertama ini. Langsung ke bagian ini:
Ada tokoh dalam sebuah sel yang seakan-akan bercerita kepada bendera merah:

"Kau tahu, revolusi bukan kerjaku. Bukan kerja seseorang--- juga orang yang luar biasa. Revolusi sendiri adalah sejarah---tepatnya: sejarah sebagai jenius. Kau harus menuliskannya dengan R, huruf R  besar.  Kau meminta agar aku ada. Tapi ada atau tak ada, bukan itu persoalannya.
Sebab pada mulanya adalah perbuatan. Dengan kata lain: ketidakpastian "

Masih dibabak pertama. Tokoh dalam sel itu juga berkata seperti ini:


Aku bukan Faust. Aku tak diciptakan dalam puisi. Aku jauh lebih sederhana. 
Yang dekat, yang diketahui, itulah yang menakjubkan aku: Serangga yang bekerja, semut yang kukuh karena organisasi, sayap dan kaki krempeng yang berproduksi, lebah yang sehari-hari menyusun tugas--merekalah yang aku ketahui. 
Aku tidak takjub kepada anak panah yang berubah jadi naga.
yang ingin kukatakan ialah: matahari telah membunuh  mistik. Kau tak punya lagi hal ikhwal yang gelap, Aku tak ingin teka-teki 

Kemudian ada Narator seperti ini:
 Di Bayah, di wilayah Banten itu, ia membuauku curiga.
"Tuan Tan Malaka?"
ia tak menjawab
"atau Tuan Ilyas Hussein?"
Ia juga tak menjawab.

DI bawah alisnya yang tebal, ia malah bertanya: "apa yang kalian katakan tentang Indonesia? Timur yang tak berhenti karena takdir?"
Pertanyaan yang aneh dan mendadak. Aku Tak bisa menyahutnya. 
"Tuan telah berjalan jauh", begitulah kukatakan kepadanya.

Ia menyahut:"Benar. Kita yang telah berjalan jauh, harus durhaka."
Aku Tak tahu pada maksudnya dan ia pun melanjutkan: "Aku tak akan pulang ke sebuah Hindia yang ditegakkan dari dongeng Sri Rama. Aku tak akan pulang ke sebuah negeri yang mengelakkan ilmu bukti. Aku menginginkan sebuah rumah dimana iman takn pernah asing dan Tuhan bagain dari kerja."
AKu mencocba membantah:"Tapi Negeri ini dijajah".

Ia berkata: Apa yang bisa kalian katakan tentang penjajahan? Kau menyebutnya Barat. AKu menyebutnya kekalahan kepada teropong 10 inci yang bisa melihat ke semua penjuru alam pada jarak 500 juta tahun cahaya."

Dan, Babak kedua ini ditutup dengan Kutipan dari MARK: " ICH BIN NICHTS, UNDICH MUSSTE ALLES SEIN."
Artinya: Sebab politik pembebasan adalah sebuah proses: ia lahir dari ”aku/kami” yang bukan apa-apa menjadi ”aku/kami” yang harus merupakan segalanya.


BABAK KEDUA:

Babak kedua ini diawali dengan sepotong sajak  "LIBERTE" dari ELUARD

Sur les pages lues
Sour toutes les pages blanches
Pierre sang papier ou cendre
J'ecris ton nom
Sur la jungle et le desert
Sur les nids sur les genets
Sur L'echo de mon enfance
J'ecris ton amon

Versi dalam bahasa Indonesia yang dibawakan oleh Aria-1 sebagai berikut:

Di pagina yang terbaca 
Di buku putih yang terbuka
Di kertas merang dan abu
Aku tulis namamu
"Kemerdekaan"

Pada hutan dan pada gurun
Pada sarang dan semak ranum
Pada gema masa kanakku
Aku tulis namamu
"Kemerdekaan" 

Saya potong kembali di babak kedua ini, langsung pada bagian Narator:

Seperti yang lain-lain, ia bermula dari sebuah nol. Ia pernah tak ada. Kemudian seseorang mengambil pena dan kertas. Ada yang menulis. Ia lahir dari huruf. Ia menyusun sebuah buku. Ia angker seperti guru: Materialisme, Dialektika, Logika, katanya, adalah jalan pembebasan -- tapi paragarf-paragraf itu seperti batu-batu besar yang ditongkrongkan: kedap, berat, ganjil.  

Lalu ARIA -1:

Di manakah 
Tan Malaka?
Dari mana 
ia datang?

Kemudian masuk Narator :

Kita tak tahu dari mana ia datanga. Mungking ia tak pernah datang. 
Ia sendiri mengatakan ia sampai di Jakarta 11 Juli 1942. Ia bertolak dari Telukbetung. Menurut cerita, selama empat hari ia berada di atas kapal empat ton yang tua dan bocor. 
Saya tak tahu bagaimana ia selamat. Tapi dengan bangga ia mengatakan, kira-kira,  --"Aku berbeda dari Sukarno."

"Aku berbeda dari Sukarno karena kapalku dibela ombak dan angin, sedang kapalnya ditarik sekunar Jepang. Sukarno hidup di panggung tentara pendudukan, sedang aku hidup dekat lumpur dan puing, sampah dan lorong rendah."

Saya kira, dengan itu ia ingin mengatakan, Sukarno adalah burung merak, dan Tan Malaka seekor berang-berang. Ia bersembunyi di lubang yang dibikinnya sendiri. 

ARIA-II;

Tan Malaka 
Tan Malaka:
suara serak
dari liang gunung
suara retak
dari palung laut
Suara yang diulang dan tak kembali
ARIA I:
Tapi Sunyi... 

Lalu, Adegan berikutnya Tokoh dalam  Sel berbicara kembali ke arah Bendera Merah yang dibawa seorang buruh:

Ingat. Di gua-gua yang gelap, di dalam tambang-tambang Siberia, di dalam penjara yang mesum, dingin dan sempit, angan-angan dan kemauan revolusi belajar dan lahir kembali tiap pagi.

Lalu ada sajak/Puisi :
Sur L'absence sans desir
Sur la solitude nue
Sur les marches de la mort
J'ecris ton mon

Kemudian KUR membawakan nanyinya lagi (kalau menurut saya ini versi bahasa Indonesianya)
KUR:
Pada hasrat yang tak lagi
Pada sepi tak terbagi
Pada derap saat nanti
Kutuliskan namamu

Kemerdekaan
Kemerdekaan

TOKOH  DALAM SEL:
Pemberontakan memerlukan lupa. Si durhaka dalam sejarah punya amnesia yang tak diakui. Dari situ revolusi lahir: sesuatu yang baru---yang terasa baru.

Langsung ke Bagian ARIA II aja ya:
Dan Lenin berkata,
"Jadikanlah Genesis Kedua!"
"Jadikanlah fajar jadi pijar
jadikan pijar jadi listrik 
di bumi Bolsyewik!"
 
Lenin,
Lenin-lah.
Lenin---
Tak lagi
hari kemarin

Sebab kita bukan apa-apa, 
Tak ada 
yang jadi Segalanya.

Langsung kebagian Huruf-Huruf muncul di layar:

AKULAH PARTISAN
DARI TEMPAT SEMBUNYI YANG SEMPIT

AKU MENEMBAK MEREKA
DARI TEMPAT SEMBUNYI YANG SEMPIT

AKU MENEMBAK MEREKA
YANG DILUAR GARIS DEMARKASI

AKU MENEMBAK MEREKA AGAR TAK ADA LAGI
BATASAN DAN DEMARKASI

REVOLUSI ADALAH PERISTIWA RIUH
REVOLUSI ADALAH PERISTIWA SUNYI

REVOLUSI MELAHIRKAN AKU
REVOLUSI MELENYAPKAN AKU

Dan Babak ke dua ini ditutup dengan SEORANG ATAU DUA MENGABARKAN KE SEBUAH KERUMUNAN ORANG: "SUDARA-SAUDARA, SUDAH DENGAR? TAN MALAKA DITEMUKAN. IA DITEMBAK MATI !."
BABAK KETIGA
NARATOR:
Ia menyebut dirinya berang-berang. Ia menyebut dirinya hewan yang bersembunyi di lubang yang dibikinnya sendiri.
TOKOH:
Tan Malaka mesti bersendiri. Inilah yang ditulisnya: "Bukankah seseorang pelarian politik mesti ringan bebannya, seringan-ringannnya?"

Ia tak boleh diberatkan oleh benda. hatinya tak boleh diikat oleh anak isteri, keluarga serta handai tolan. Ia setiap detik siap sedia buat berangkat, meninggalkan apa yang bisa mengikat dirinya lahir dan batin."

NARATOR: 
Memang, memang agak aneh. Kepadaku ia menyebut dirinya berang-berang.
Seharusnya ia seekor elang-elang , burung yang sendiri. Dari atas, sambil terbang berputar mengelilingi sasaran, ia akan melihat dengan mata tajam apa saja yang terjadi di sana, di bawah yang luas.

Seekor elang akan melihat dengan akurat bagaimana sejarah Indonesia sedang berubah. Sedang diubah. Kian lama kian cepat - di bulan Agustus 1945 itu.
Tapi Tan Malaka tak melihatnya.

TOKOH-I (TAMPAK DALAM SEL) :

Aku katakan tadi, ia mesti sendirian. Tapo apa artinya sendirian? ia juga menghimpun orang. Ia membangun Persatuan Perjuangan, ia jadi guru para pemuda.

Untuk merekalah ia menulis buku: tinggal di dekat pabrik sepatu Kalibata di Jakarta, selama delapan bulan, tiga jam tiap hari, ia menulis, menulis. 

NARATOR:
Kata orang ia berada di Jakarta hari-hari itu. Tapi Proklamasi kemerdekaan disiapkan para pemuda, dan ia tak di sana. Tan Malaka tak tampak bahkan beberapa meter saja dari jalan Pegangsaan. Ia tak kelihatan di tanggal 17 Agustus itu. Tak seorang pun memberitahunya.

Aneh, Ia seorang penggerak revolusi. Ia bisa jadi Lenin. Tapi ia kehilangan jejak. Atau ia tidak berjejak.

Ia bilang ia menggeleng-gelengkan kepala mendengar pernyataan kemerdekaan oleh Bung Karno hari itu. Mungkin ia menganggap seluruhnya lembek, atau semu, atau,___

Mungkin ia selamanya asing.
Ia lahir dari buku, hidup dari pustaka, dan menghilang di halaman terakhir sebuah risalah.

Tapi bisakah Revolusi lahir dari kitab yang sudah ada?

TOKOH:
Sering saya pikir, kita selamanya perlu Tan Malaka. Sejarah membutuhkan nama, manusia selalu membubuhkan nama___sejak Adam di surga.

Kemudian para penulis riwayat akan memasang nama itu di tempat yang luhur, tinggi, seraya dikosongkan isinya. Seperti patung Buddha di kuil Kamakura: ia growong, ia besar.

Mungkin itu sebabnya di tiap Taman Pahlawan ada tempat istimewa untuk "prajurit tak dikenal". Kita menghormatinya, tapi sebenarnya tak penting siapa di sana yang dikuburkan. Mungkin liang lahad itu kosong. 

Tapi ia lebih baikn kosong. Tiap kali kita akan bisa mengisinya dengan fantasi. Tafsir kita.
Itu sebabnya Tan Malaka, akan selamanya absen__palsu atau tak palsu, mati atau hidup. Ia tak akan pernah hadir. Dan itu penting sekali.

Lalu di layar nampak Huruf-huruf, dengan bunyi mesin ketik:

DIKABARKAN SESEORANG DITEMBAK MATI
DIKABARKAN TAN MALAKA DITEMBAK MATI
DI DAERAH KEDIRI.

MUNGKIN DI BULAN FEBRUARI
MUNGKIN APRIL 1949.

SIAPA YANG MENEMBAKNYA, 
DI MANA MAKAMNYA, DAN
APA SEBBANYA, ITU ADALAH ___

Babak ketiga ini diakhiri degan REQUIEM dan seseorang yang membaca sajak: 

Barangkali telah kuseka namamu
dengan sol sepatu
Seperti dalam perang yang lalu
kau seka namaku

Barangkali kau telah menyeka bukan namaku
Barangkali aku telah menyeka bukan namamu
Barangkali kitamalah tak pernah di sini
Hanya hutan, jauh di selatan, hujan pagi.




Nah adapun catatan saya terhadap Opera 3 babak Tan Malaka adalah sebagai berikut:
  1. Dari awal sampai akhir cerita memang tidak ada yang memerankan seorang tokoh. Namun di sini sang sutradara Goenawan Mohamad mengatakan bahwa yang hadir di pentas adalah seorang yang menceritakan pertemuannya dengan tokoh revolusi yang misterius itu, yang merenungkan dan mengomentari gagasan dan ucapan - ucapannya. Ia  berkisah, berdiskusi dengan bayangan Tan Malaka, dan dengan audiens. 
  2. Mengomentari No. 1 adalah wajar apabila sang sutradara tidak menampilkan sosok Tan Malaka. Dikarenakan untuk menampilkan seorang tokoh, itu berarti kita harus menampilkan perkataan atau ucapan maupun perbuatan dan lain sebagainya yang original dari tokoh tersebut. Dengan kata lain memang dalam kehidupan realnya orang itu berbuat, berkata atau berucap seperti yang dilakonkan.   Tapi masalahnya di sini Tan Malaka adalah tokoh yang temasyur dalam keserba-tidak-jelasan. Selain itu, juga untuk lebih bisa berimajinasi atau mengeksplore cerita maka lebih baik tidak dilakonkan atau tidak diperankan satu sosok tertentu.
  3. Orang yang berperan seperti yang  digambarkan pada point satu adalah Seorang NARATOR dilakonkan oleh Landung Simatupang. Saya menilai Naratornya bagus. Mengapa? ia bisa berkisah atau berdiskusi dengan audiens. Jadi, tidak ada jarak antara Narator dan Audiens. Saya melihatnya seperti ia mengajak audiens untuk ngobrol atau berdiskusi langsung. Penekanannya  atau intonasinya bagus.
  4. Ada satu sosok lain. Yaitu yang di dalam sel. Saya kira tadinya itu adalah Tan Malaka tapi bukan. menurut Sutradara, sosok itu seakan-akan berada dengan jarak dari peristiwa-peristiwa, menampilkan sisi lain dari gagasan perjuangan: dalam sel yang pengap sekali pun, Revolusi berlanjut, setidaknya sebagai ide, sebagai kesetiaan, sebagai harapan. 
  5. Kemudian ada Istilah ARIA I dan ARIA II. ya, Aria merupakan Nyanyian. Nyayian tunggal dalam sebuah adegan Opera atau Oratorio. Atau cara penyampaian emosi sebuah lagu berdasarkan jalan cerita dalam struktur melodi. Nah, Aria I diperankan oleh Binu Doddy Sukaman seorang penyanyi soprano Indonesia. Saya baru tahu tentang Binu. Suaranya bagus. Aria II diperankan oleh Nyak Ina Raseuki atau lebih dikenal dengan Ubiet. Hmmmm, penampilan kedua Aria ini cukup Apik. Mereka bernyanyi dengan style Seriosa. Terlebih Binu, Ia bagus sekali melantunkan lirik dalam bahasa Jerman.   
  6. Untuk istilah Requiem sendiri artinya adalah ungkapan yang diucapkan untuk menghormati dan mendoakan orang yang meninggal dunia. Jadi Requiem ini ada hubungannya dengan sesuatu hal yang menyedihkan atau kematian. (Teman-teman bisa mencari referensi lain).
  7. Kur, kalau saya perhatikan dari adegan Opera itu berarti nyanyian yang dibawakan oleh Paduan Suara. Digunakan untuk memberikan ulasan kepada suatu aksi di pementasan Opera.
  8. Kemudian kita lihat di dalam adegan Opera tersebut seorang Narator mengucapkan istilah: Materialisme, Dialektika, dan  Logika. Itu ternyata   merupakan istilah baru dalam cara berpikir, dengan menghubungkan ilmu bukti serta mengembangkan dengan jalan dan metode yang sesuai dengan akar dan urat kebudayaan Indonesia sebagai bagian dari kebudayaan dunia. Bukti adalah fakta dan fakta adalah lantainya ilmu bukti. Bagi filsafat, idealisme yang pokok dan pertama adalah budi (mind), kesatuan, pikiran dan penginderaan. Filsafat materialisme menganggap alam, benda dan realita nyata obyektif sekeliling sebagai yang ada, yang pokok dan yang pertama. Bagi Madilog (Materialisme, Dialektika, Logika) yang pokok dan pertama adalah bukti, walau belum dapat diterangkan secara rasional dan logika tapi jika fakta sebagai landasan ilmu bukti itu ada secara konkrit, sekalipun ilmu pengetahuan secara rasional belum dapat menjelaskannya dan belum dapat menjawab apa, mengapa dan bagaimana.
  9. Nah, kemudian di babak ketiga ada Narasi yang mengatakan bahwa ketika proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 di Pegangsaan itu, Tan Malaka tidak terlibat. Ini berati memang sosok Tan Malaka ini begitu menyendiri dan tersendiri. Istilah lainnya Pahlawan  tak dikenal. Kenapa Ia tidak ikut dalam proklamasi? nah dalam hal ini saya setuju dengan Gunawan Muhammad yang mengatakan dalam narasinya bahwa "Aku berbeda dari Soekarno karena kapalku dibela ombak dan angin, sedang kapalnya ditarik sekunar jepang. Soekarno hidup di panggung tentara pendudukan, sedang aku hidup dekat lumpur dan puing, sampah dan lorong rendah."  kemudian di dalam narasi yang lain "Ia menyebut dirinya berang-berang. Ia menyebut dirinya hewan yang bersembunyi di lubang yang dibikinnya sendiri."  dan pada bagian Narasi yang lainnya juga ada perkataan "Memang, memang agak aneh. Kepadaku ia menyebut dirinya berang-berang. Seharusnya ia seekor elang-elang, burung yang sendiri . Dari atas, sambil terbang berputar mengelilingi sasaran, ia akan melihat dengan mata tajam apa saja yang terjadi di sana, di bawah yang luas. Seekor elang akan melihat dengan akurat bagaimana sejarah Indonesia sedang berubah. Sedang diubah. Kian lama kian cepat - di bulan Agustus 1945 itu.  Tapi Tan Malaka tak melihatnya".
  10.  Pada bagian akhir ada pernyataan yang mengatakan bahwa Tan Malaka ditembak mati di dareah Kediri pada tahun 1949.  Namun, siapa pelaku penembakan dan dimana makamnya serta apa sebabnya itu merupakan misteri. 
  11. Tapi setelah saya googling, ternyata Makam Tan Malaka ini ditemukan di Kediri dan akan dipindahkan ke Kalibata apabila hasil uji DNA membuktikan Jasad tersebut adalah Tan Malaka.  Ketika saya menulis blog ini pun hasil uji DNA nya belum ada. 
  12. Nah, menurut kabar, sejarah Tan Malaka ini ditenggelamkan karena dituding terlibat komunis. Tapi Tan Malaka sendiri dan sebagain kawannya memisahkan diri dan kemudian memutuskan hubungan dengan PKI, Sardjono, Alimin dan Musso. Menurut versi dari Opera 3 babak Tan Malaka dikatakan bahwa Tan Malaka sendiri seorang Bolsyewik, meski pun kemudian ia dimusuhi oleh Partai Komunis Indonesia. Tan Malaka pernah punya partai dan kader-kader, tapi berbeda dengan Partai Komunis dan Partai Sosialis Indonesia, mereka tak mampu melanjutkan gagasannya.   
  13. Di dalam opera ini menyebutkan tentang Malin Kundang, adapun Penjelasan dari Pihak Opera 3 babak Tan Malaka adalah:  perantauan Tan Malaka yang panjang, seperti si Malin Kundang, adalah sebuah antitesa bagi alam yang mandeg. Komunisme dan modernisasi berjalan satu hati dalam gagasan Tan Malaka. Tapi pada gilirannya, ia jadi bagian dari mitos. Seorang aktivis komunis di bawah tanah yang berpindah dari kota ke kota di ASia, selalu tak terttangkap oleh polisi kolonial, ia jadi tokoh yang makin hidup karena  dikhayalkan oleh penyusun cerita fiksi, penulis sejarah atau para pengagum pahlawan.
  14. Setelah saya perhatikan ternyata Menonton Opera apalagi yang bertema sejarah perjuangan berbeda dengan menonton pertunjukkan musikal. Menonton opera membuat kita berpikir dari awal sampai akhir. Sementara Pertunjukkan musikal yang  pernah saya tonton temanya tidak seberat opera. Jadi kita bisa langsung mencerna jalan ceritanya. Bahkan kita bisa langsung menangkap ekspresi dari para pemainnya. Itulah yang membuat saya terharu dan menangis ketika menonton pertunjukkan musikal. Karena kita mengerti langsung maknanya.
  15. Wapres Budiono yang hadir pun mengakui hal itu. Dia bertutur "Karya Goenawan Mohamad itu selalu tidak ringan, jadi saya tidak mengaku bisa menangkap semuanya, Ini karya yang berat bagi orang awam seperti saya, tapi benar-benar saya enjoy (menikmati- Red) tadi," ...."Mengenai tokoh yang misterius tadi jadi semua harus serba kita intepretasikan dengan penuh refleksi dan kontemplasi, ini puisinya Goenawan Mohamad yang kita terjemahkan dalam musik dan pentas mengenai tokoh yang misterius, jadi harus benar-benar kita cerna," katanya.
  16.  Adapun tema dari pementasan Opera 3 babak Tan Malaka adalah: Renungan tentang Revolusi dan pembebasan yang diperjuangkan Tan Malaka.
  17. SIfat teater epik, yang merupakanteater revolusioner di tahun 1920-1930-an di Jerman yang bergolak, masih dipertahankan: Opera ini, dengan menampilkan juga elemen film, poster, teks secara visual, hendak menegaskan bahwa pentas bukanlah sebuah ilusi tentang realitas. Pentas adalah tempat dimana realitas itu diproses dan para hadirin ikut dalam proses ke arah pembebasan kita dari ilusi --dengan aktif merenungkan soal-soal sejarah sebagai gerak ke arah pembebasan. 
  18. Versi Opera 3 babak Tan Malaka mengatakan bahwa semangat Tan Malaka itu adalah " mencita-citakan sebuah revolusi yang akan menegakkan dunia baru yang bukan "Timur", sebuah dunia dimana rasionalitas jadi pegangan ---sesuai dengan semangat Aufklarung yang memodernkan Eropa.
  19. Menonton Opera ini berarti menambah khasanah tentang dunia Seni dan sastra. Oh ya kita juga perlu untuk memiliki kamus musik selain googling. Semoga akan banyak lahir karya-karya agung di dunia seni dan budaya.
  20. Oleh karena itu mari kita pelihara, lestarikan dan nikmati TAMAN ISMAIL MARZUKI.

Nah, sebelum menutup blog ini saya ingin membagikan satu kunci bagaimana kita memahami jalannya cerita sebuah Opera. 

 
Buku Panduan Opera Tan Malaka
Nah, kunci yang bisa membantu kita mempermudah dalam memahami sebuah Opera bagi saya adalah buku panduan. Gambar tersebut diatas sebenarnya terdiri dari dua buah buku.  Buku putih berisi bagian lengkap dari ketiga babak dan didalamnya ada narasi. jadi, melaui buku putih kita bisa tahu apa yang akan dipentaskan oleh masing-masing lakon. Sepanjang Adegan opera itu saya tidak lepas dari buku putih untuk mensinkronkan apa yang ada dihadapan saya. Sementara buku yang merah itu berisi kata-kata pengantar dari sang sutradara dan juga mengulas tentang Opera 3 babak Tan Malaka. dari sanalah saya bisa mengetahui apa tema dasar dari Opera ini. Jadi, kalau teman-teman ingin menonton Opera jangan lupa untuk membaca buku panduannya ya....

Saya ucapkan selamat menikmati hari terakhir long weekend, Oh ya Opera Tan Malaka masih ada nanti malam terakhir. ya..di TIM  ^-^

Wednesday, April 20, 2011

Butuh Lebih dari Satu Kartu ATM

Kartu ATM DEBIT
Yup, pada kesempatan kali ini saya ingin share sedikit pengalaman berbau banking. Ternyata ya kita itu butuh lebih dari satu kartu ATM. Kartu yang saya maksudkan di sini adalah kartu ATM Debit  bukan kartu Kredit.
Mengapa kita butuh lebih dari satu?
Ya,  contoh saja, dua minggu ke belakang kartu ATM saya habis masa berlakunya. Dan ketika menulis blog ini pun saya belum pergi ke Bank lagi untuk memperbaharui kembali masa berlakunya. Mengapa? Ya, di minggu pertama waktunya belum ada, kalau minggu-minggu belakangan ini, ya rada "malas" pergi ke banknya.

Beruntungnya saya masih punya cadangan  kartu ATM Debit. Tentu saja ini  dikarenakan saya menabung tidak hanya di satu Bank.  Lalu apa hubungannya dengan kartu ATM? tentu saja ada. Ketika kita membuka rekening baru di sebuah bank  kita akan ditawari untuk membuat Kartu ATM Debit. Apabila kita setuju dan pada dasarnya memang selalu disetujui oleh nasabah untuk membuat ATM maka kita akan memiliki kartu ATM Debit yang baru. 

Nah, permasalahannya adalah, efektifkah kita punya lebih dari satu tekening bank atau  kartu ATM?
Menurut saya efektif saja. Oh ya sebelumnya saya ingin bercerita, seorang teman saya ada pernah mengatakan bahwa memiliki lebih dari satu rekening itu tidak efektif. Tapi ternyata itu bisa dipatahkan dengan kejadian ini. 

Mau berapa pun jumlah rekening kita, asal kita bisa mengaturnya, itu fine-fine saja. Intinya, Permudah saja hidup kita kalau menurut diri kita itu memang pantas untuk diambil atau dijalani, okey!  ^-^

Saturday, April 16, 2011

Bermain Foursquare Harus Bisa Mengatasi Problemnya

Yup, begitu banyak jejaring sosial yang bisa kita akses dengan berbagai tujuan. Masing-masing memiliki karakterisik yang berbeda. Ada twitter yang hanya untuk update status maksimal 140 karakter. Twitter ini disebut juga  microblogging. Twitter ini termasuk favorit saya. Mengapa?? saya tidak bisa tidak bercicit cuit. Karena setiap detik itu kita pasti akan mendapatkan suatu pengalaman baru atau updating terbaru yang berhubungan dengan diri kita. Dan saya senang menggunakan twitter ini, untuk meluapkan sesuatu yang ada dipikiran saya setiap detik. Oleh karena itu saya buat private, karena lebih personal. Saya hanya mengadd teman-teman yang saya kenal dan saya inginkan. Ini adalah hak saya.

Tapi twitter itu, kalaupun sudah private, teman-teman kita bisa melakukan "retweet" terhadap status kita. Seperti kita ketahui  Ubersosial  sudah berintegrasi dengan twitter dan  ubersosial lah yang memiliki fasilitas untuk meretweet status kita selain seesmic. Jadi, kalau ada teman kita yang meretweet status kita, otomatis status original kita akan terlihat di timelinenya teman kita dan itu bisa dilihat oleh teman dari teman-teman kita. Lebih luas lagi kalau teman kita tidak private profile maka seluruh dunia akan bisa melihat. Pada mulanya saya keberatan kalau ada yang meretweet, tapi akhirnya saya legowo. ya, silahkan saja, tapi tolong saja ya yang teramat personal jangan diretweet apalagi status yang bisa mentrigger sesuatu yang negatif (ada kalanya orang lepas kendali). Saya juga suka meretweet kok, tapi percayalah itu status yang normal yang saya retweet. Jadi, kita sama-sama ambil enaknya saja ya.

Selain twitter ada juga FB alias facebook. Saya tidak hendak membahas facebook di sini. Tapi saya senang menggunakan FB.

Nah, sekarang masuk ke inti cerita. Saya ingin sharing sedikit pengalaman tentang Foursquare. Apakah Anda bermain foursquare???
Saya sendiri bermain. Tadinya kupikir apaan sih foursquare. Ternyata saya tergoda untuk bermain Foursquare. Apa yang membuat saya tergoda???
Foursquare itu berbeda dengan yang lain. Foursquare digunakan untuk melakukan check IN pada lokasi atau tempat-tempat yang kita kunjungi. Tapi harus dari HP, baru bisa check IN. Ya, dengan sistem GPS tentunya yang dapat mengenali keberadaan kita.

Nah, tidak hanya check IN saja, kita juga bisa memberikan TIPS pada lokasi yang kita kunjungi.  Ini bagian yang saya sukai. Tapi yang paling menarik bagi saya adalah BADGE nya...Ya, ketika kita Check In di suatu tempat, kita bisa mendapatkan BADGE...Dan Badge itu yang menarik saya, karena bentuknya yang beragam. Dan mendapatkannya pun misteri...karena tanpa kita sangka-sangka ketika kita check IN,  kita unlock suatu BADGE. hehehehehe.........Coba lihat Badge berikut ini :

Newbie ini didapat untuk yang pertama kali pakai Fousquare :)

Jetsetter, Ini didapatkan kalau kita sering check in di Bandara atau kita pakai layanan pesawat terbang
Seruu Bukan???

Selain itu, pemikiran saya menggunakan Foursquare adalah adakalanya Tugas ke luar Daerah. Ini yang menarik bagi saya. Dikarenakan bisa mengeksplore wilayah yang kita kunjungi. Tentu dengan Jaringan 3G. Tapi sayang tidak semua daerah yang dikunjungi tercover jaringan 3G. Nah, baru-baru ini saya ada tugas ke Bandung. Eventnya sendiri diadakan di sebuah hotel. Tapi ada yang membuat saya heran, di Kota tapi sinyal 3Gnya mati. Beberapa waktu kemudian saya baru tahu ternyata hotel dimana kita mengadakan acara, bekerja sama dengan operator lain. Jadi, jaringan 3G yang dari operator yang saya pakai mati atau di block.

Dan ketika meninggalkan hotel karena acaranya sudah  selesai, sinyal 3G saya kembali tapi sayang ketika mau bermain Foursquare tidak bisa loading ke current venue atau lokasi terbaru. Agak menjengkelkan. Lalu saya unsintall dan reinstall, tapi tetap tidak mau terhubung dengan lokasi terbaru.  Nah kemarin sore saya "otak-atik " ternyata saya berhasil memecahkan teka-teki/masalahnya.

Bagaimana caranya?
Caranya adalah: Saya Log in ke Foursquare di HP saya -----> Lalu saya klik Help ---->Lalu klik Setting Permission ----> dari sini ada Info seperti ini:
Setting Permision:
For some users, you may need to change your permission so foursquare can properly connect to its server. IF you are having issues signing into foursquare, you c an change your app permission as follows:

  1. On your Blackberry, go to  "Option" ---> Advanced Options ---> Application
  2. Scroll through  the list to find the 'foursquare' app
  3. Hit the menu button and select 'Edit Permission' from context menu
  4. For 'connection', 'interaction', and 'User  Data' set all of these to 'Allow'
  5. On exit, save the changes.
*make sure that you exited prior to changing settings.

Begitulah kira-kira pengumumannya.
Jadi, berdasarkan guidance itu saya ikuti tahap-tahapannya. Tentu hal yang pertama yang bisa kita lakukan adalah mematikan atau---> log out dulu dari foursquare. ---> kemudian ke menu utama di BB dan klik option ---> setelah itu klik applications --->lalu klik Foursquare---> lalu klik edit permision ---> lalu di connection klik Allow ---> di Interaction klik Allow  ---> di user data klik Allow juga ---> perhatikan gambar berikut ini: 

Nah, seperti ini gambaran untuk no 3 di atas. Klik yang Edit Permission Yak. 

Nah ini untuk gambaran No. 4  di atas. Semuanya harus di Allow. 
Setelah semua rangkaian itu dijalankan. Jangan lupa, untuk mensave ya. Dan setelah itu coba Log in kembali. Niscaya foursqurae kita kembali lagi seperti sediakala. Bisa mengidentifikasi lokasi terbaru. Itu yang terjadi pada saya. Semoga pengalaman ini bermanfaat ya. Dan mari kita berfoursquare kembali :)

Wednesday, April 13, 2011

Lesehan di BLOK M

Selamat malam semuanya. Saya hendak mengabsen teman-teman satu per satu. Ada berapa banyak para pembaca blog saya yang berasal dari Jawa atau Suku Jawa?? atau dari berbagai macam suku bangsa yang ada di seluruh Wilayah Indonesia dan pernah tinggal lama di Jawa?
Apakah teman-teman rindu akan tanah Jawa? rindu dengan suasana Jawanya? apa yang teman-teman rindukan? gudegnya? atau lesehannya?

Nah bagi teman-teman yang merindu suasana lesehan yang biasanya kita dapati di tanah Jawa...teman-teman jangan khawatir..ternyata di Ibu Kota kita tercinta juga ada yang namanya Lesehan. Dimana tempatnya?
Ya, tempatnya adalah di BLOK M Square. Tepatnya di sepanjang pintu masuk BLOK M Square. Sebelum saya bercerita lebih lanjut mari kita lihat bersama-sama suasana Lesehan yang ada di BLOK M Square...

Lesehan di BLOK M
Ya, saya juga baru tahunya belakangan ini. Sudah ada tiga kali saya beli makan di Lesehan itu. Harganya terjangkau...standar baku lah. "Lesehan" sendiri itu hanya dari istilah saya saja. Entahlah apakah para pedagang yang didominasi orang Jawa itu, memiliki nama tersendiri untuk event itu. Berdasarkan informasi yang saya peroleh dari seorang informan yang juga salah seorang pedagang "lesehan" itu, mengatakan bahwa mereka buka setiap hari. Dimulai dari pukul 20:00 WIB s/d pukul 2:000 WIB.

Ya, teman-teman bisa mengunjungi lesehan itu setiap malam. Tapi yang harus teman-teman INGAT adalah Cari Pintu Berlian. Karena Lesehan itu hanya ada di bagian Gate BERLIAN (mengingat BLOK M itu terdiri dari berbagai gate ada gate mutiara dsb).

Nah, semoga informasi yang saya sampaikan bisa mengobati rindu teman-teman akan suasanan Lesehan ya. Jangan lupa untuk mampir yak

Sunday, April 10, 2011

Tak Kenal Makanya Tak Sayang

Mungkin teman-teman sudah bosan ya mendengarkan pepatah ini "Tak Kenal Makanya Tak Sayang"...
Tapi memang pepatah itu benar adanya.
Sebelum saya bercerita lebih lanjut, coba perhatikan dialog antara saya dan penghuni kos baru di bawah ini:

Penghuni Kos Baru = "Kenalan dong, saya yang baru di sini"
Saya = (berpikir dalam hati "tumben nih orang someah") "ya, tapi maaf tangan saya basah"
Penghuni Kos Baru = "Nama saya Brigita, saya yang kamarnya disebelah mbak"
Saya = (terkejut waktu dengar namanya, kok western banget yak), "sri"
Penghuni Kos Baru = "Mbak sudah lama di sini?"
Saya = " iya sudah lama"
Penghuni Kos Baru = "Saya pergi dulu"
Saya = "ya" (entah ia mau kemana sehabis maghrib ini)

Dengan adanya perkenalan dari Penghuni kos baru itu kepada saya, akhirnya saya pun agak luluh. Apa Maksudnya?
Maksudnya adalah sebenarnya pagi ini saya hampir menegurnya. Mengapa? karena semenjak kehadirannya, saya dengar lagu-lagu korea dan juga barat tanpa henti-hentinya. Suara musiknya itu yang membuat saya terganggu. Saya tidak tahu sejak kapan persisnya ia memutar lagu-lagu itu. Tapi ketika saya terbangun jam 2. AM lagu-lagu itu sudah sedang diputar.

Saya membatalkan untuk menegurnya karena saya berpikir lagi, mungkin saya sedang sensitif.  Karena kalau kita tidur terlelap, tidak akan terganggu oleh bunyi apapun. Dan asalkan suara musiknya itu tidak ditambah volumenya.

Lalu apa hubungannya dengan Pepatah "Tak Kenal Makanya Tak Sayang" ???
Ya, setelah saya pikir dan rasa, ternyata ketika seseorang mengajak kenalan  kepada kita, khususnya bagi saya, merasa tadinnya yang tidak mau tahu atau cuek terhadap lingkungan akhirnya menyadari bahwa ada seseorang selain mereka yang telah kita kenal.   
Jadi kuncinya adalah minimal komunikasi.

Dengan dia mengajak saya komunikasi, artinya hati saya agak luluh. Karena jarak yang tadinya jauh menjadi agak mendekat. Lantas apakah saya akan tetap menegurnya? lihat situasinya nanti.
Maksud saya, ketika kita sudah mulai akrab dengan seseorang....ketidaksukaan sedikitpun menjadi bisa dikompromikan.....

Aikh Rahmi, Rahmi....

Friday, April 8, 2011

Batal Kirim Sambal Lewat Pos

Petugas pos yang sedang membongkar paket
ya, ceritanya pagi ini saya hendak kirim paket untuk orang tua di kampung. Nah, saya pun lalu membungkus paket yang akan dikirim. Sejak awal rencanya akan dikirim lewat pos yang dekat dengan kantor. Setelah sampai kantor dan keruangan dulu sekitar 30 menit, lalu saya putuskan untuk segera kirim paket ke kantor pos terdekat. Ketika sampai di kantor pos yang dimaksud, ternyata di kaca jendelanya sebuah pengumuman menempel. Isinya berupa pemberitahuan  pindahnya kantor pos tersebut ke Jalan Prapanca, atau tepatnya pindah ke kantor pusat.  

Karena dari awal saya sudah niat akan mengirimkan paket, saya putuskan untuk datang ke kantor  tempat dimana kantor pos itu pindah. Sesampainya di kantor pos itum, kepada petugasnya saya katakan bahwa saya hendak mengirimkan paket ke kampung halaman.

Petugas Pos A= "ini apa isinya"?
Saya = "ini isinya  hanya makanan saja, ada abon, ada sambal ...."
Petugas Pos A = (diam untuk sejenak), lalu bicara "sambal ya, tidak boleh kirim paket yang berupa cairan lewat pos, seperti milk, bahkan jelipun tidak diperbolehkan karena paket ini terkadang dilempar-lempar dan bias jadi bahan air itu pecah tertindih oleh barang yang lebih besara"
Saya = (Oh keceplosan)..."masa sih pak tidak boleh"
Petugas A = "iya peraturanya seperti itu, karena nanti suka ada pemeriksaan dari kantor pusat, terkadang mereka membongkarnya, nanti kami bisa dihukum kalau meloloskan paket ini "
Saya = "memangnya tidak ada cara lainya pak?"
Petugas Pos A =" dibongkar dulu paketnya lalu ambil sambalnya, nanti ditutup kembali"
Saya = "yah, pak, khan saya sudah niat untuk kirim sambal ini"
Petugas Pos A = "ini khan hanya sambal saja, lagipula bisa dibuat"
Ssaya = "yah, Bapak ini khan sambal dari Kupang saya belinya"
Petugas Pos B= " ada nilai historisnya ya"
Saya = '"iya pak saya beli dari jauh, lagipula belum tentu akan kembali lagi kesana, masa harus saya lempar kemudian langsung sampai di rumah"
Petugas A = "gimana nih jadi enggak dibongkar dulu, lalu diambil sambalnya".
Saya = "ya sudahlah Pak dibongkar saja"

Sambal dari kupang, rasanya asin dan pedas ada daun kemangi pula

Akhirnya paket saya dibongkar lalu diambil sambalnya dan paket yang akan dikirmkan itu dibungkus kembali.
jadi, ini hanya gambaran saja untuk kita semua. Apakah kita nanti akan berbicara secara jujur atau diplomatis. semuanya tergantung dari skill kita ketika berbicara. Tapi tentu saja dari kejadian ini bisa kita ambil positifnya  heheehehehe..........

Saturday, April 2, 2011

Oh Teman-teman Kosanku

Yup  ceritanya sore ini saya ada encounter class . Waktunya memang tidak lama hanya satu jam. Setelah rapi, dan melihat hari yang  masih sore dan cuacanya yang bagus, sepertinya enak untuk jalan sore-sore, pikirku. Sampai maghirb saya mengililingi BLOK M Plaza.

Pulangnya saya bawa "fastfood"... saya belum makan sebenarnya dari pagi. Tapi entah kenapa perut saya tidak rewel dan saya pun tidak pusing. Biasanya kalau terlambat makan pasti perut melilit. Eh, belum pun makanannya habis tapi perut sudah kenyang.

Lalu, entah kapan tepatnya, tiba-tiba saya jadi ngeh, kalau salah seorang teman di samping kosan saya sudah pindah. Sepertinya pindahnya baru saja. Mengapa saya sangat yakin dia baru pindah? ya, karena di Rak sepatunya sudah bersih. Tidak bersisa satupun sepatu.

Hm, rupa-rupanya teman-teman kosan saya sudah pergi satu persatu meninggalkan kosan ini. Padahal mereka yang pindah itu adalah penghuni kosan sebelum saya ada.
Yang pertama kali pindah itu adalah (saya hitung dari mereka yang pernah berkomunikasi sama saya) Mbak Wahyu. Ia bekerja di BUMN. Ia pindah ke Surabaya, karena suami   dan anaknya di sana. Bayangkan saja ada sudah bertahun-tahun ia terpisah dari suami dan anaknya, hanya bisa bertemu dikala weekend datang.  Tapi alhamdulillah sekarang sudah bisa berkumpul kembali dengan keluarga kecilnya dan untuk selamanya Mbak Wahyu akan tinggal di sana.

Setelah mbak Wahyu ada Mbak Vid. Dia tenaga honorer di salah satu BUMN sama dengan Mbak Wahyu. Akhirnya ia pun memutuskan untuk pulang kampung. Saya rasa mengapa dia pulang kampung, hal ini dikarenakan kontraknya tidak diperpanjang lebih. Teman saya mengatakan dia akan melanjutkan perusahaan keluarganya.

Kemudian, yang pindah ada lagi yaitu mbak R, dia saya dapati sedang mengepak barang-barangnya. Waktu saya tanya katanya sih mau pindah ke daerah lain. Tapi bukan ngekos lagi, melainkan sewa rumah alias ngontrak.

Dan, Mbak AN pun pergi mengikuti langkah mereka. Dikarenakan sudah terikat sekarang. Statusnya bukan single lagi, kini seorang istri yang harus mengikuti suaminya.

Eh, beberapa hari yang lalu, teman saya dari Bandung yang baru bekerja di Jakarta dan kos dekat kosan saya kirim sms seperti ini:

"Assalam ...Teh, Pim rcn mau pindah kosan ke daerah Salemba UI, spy ga tllu jauh dr ktr, mungkn pindhnya bebrpa hr ke dpn. makasih bnyk atas bantuan tt slm ini ya ...."

Saya jawab seprti ini:

"walkm salam Pim, iya terserah ipim saja bagaimana baiknya ya, pastinya juga kalau dari sini capek. Ya, sama-sama ya Pim. Semoga betah dan sukses buat Ipim ya"

Ya,  Pim adalah teman semenjak di kosan Bandung..


Ya, apa intinya dari cerita ini??
Yup, saya hanya ingin bernostalgia dan rupanya sebagian dari teman-teman sudah menjalani beberapa tahap dalam hidupnya yang belum saya lalui tahap itu.
Saya jadi kuncen. Tapi masih ada yang lebih senior dari saya hehehe...
 Dan sekedar info, dua bulan ke depan ada satu teman kosan yang akan keluar lagi. Hal ini dikarenakan ia akan menikah dan memang katanya calon suaminya itu sudah mempersiapkan rumah.....

Sepertinya saya hanya akan keluar dari kosan ini kalau Ada seorang suami yang membawa saya keluar atau saya akan keluar kalau sudah punya rumah sendiri.
Saya tidak akan pindah kosan, kalau memang tidak ada alasan yang urgent untuk pindah. Di sini lokasinya dekat ke kantor bahkan kalau lembur pun tidak takut untuk pulang larut malam. Selain itu, diongkos pun murah. PP hanya Rp. 4000,- wkwkwwkwkw

Sekali lagi saya tekankan, kalau treman-teman saya pulang kembali ke kampung halamannya, saya sendiri tidak mau. Malahan saya ingin terbang jauh melihat dunia luar sambil belajar. Mudah-mudahan itu tercapai...amieen...