Search This Blog

Sunday, March 27, 2011

Isi Ulang Paket BB

Yup, to point saja ya ceritanya, begini, paket BB saya masa aktifnya berakhir pada hari Sabtu kemarin, tanggal 26 Maret 2011 Pukul 23:59. Begitu menurut info BB di *889# ..........
Nah, hari Jumat sore kemarin ceritanya saya pergi ke Bandung, dan saya tidak memperpanjang masa aktif paket BB saya, meskipun saya tahu masa aktifnya akan habis pada hari Sabtu lalu.
Saya tadinya hendak membeli voucher BB sesampainya di Bandung, tapi apalah daya ketika hari Sabtu sore itu, toko yang saya datangi tidak menjual voucher Indosat. Saya pun tidak jadi memperpanjang paket BB. Kalau mencari ke tempat lain, rasa-rasanya malas, karena hari semakin malam sedangkan kedua tangan saya membawa barang. Jadi, terlihat tidak praktis kalau saya menenteng barang yang lumayan berat sambil mencari voucher. Akhirnya saya putuskan untuk tidak mengisi dulu paket BB.


Dikarenakan hari Sabtu itu adalah masa-masa akhir aktifnya paket BB, saya perhatikan ada beberapa hal yang berbeda dari tampilan BB. Pertama  di sudut kanan, ikon BBnya tidak muncul, tapi sinyal 3G penuh. Saya juga tidak bisa menggunakan fasilitas BB diantaranya FB, BBM dan twitter. Padahal hari Sabtu siang itu, masa aktifnya masih ada. 

Nah, Minggu pagi ini sekitar pukul 8.45 WIB saya beli voucher electric di salah satu minimarket. Lalu saya aktifkan paket BB. Dari *889# muncul sms seperti ini bunyinya:
"Terima kasih telah menggunakan layanan Blackberry Indosat. Permintaan Anda sedang diproses"

Lalu, beberapa menit kemudian saya pun merasa penasaran mengapa ya belum ada lagi pemberitahuan bahwa aktivasinya telah berhasil. Saya pun  tekan *889# untuk cek status BB. Dan didapat jawaban seperti ini:
"Paket Blackberry Anda belum terdaftar. Telepon *889# u/info, registrasi & perpanjangan"

Nah, setelah ada komentar seperti itu, saya pun mendiamkan BB dan menunggu saja hasil akhirnya nanti. Ada kurang lebih satu jam, ada pemberitahuan dari *889# seperti ini:
"Mohon lakukan CABUT&PASANG BATERE (HARD RESTART). Layanan BB IRIT BULANAN (ECO MONTH) Anda sdh dpt digunakan s/d tgl 27-4-2011 pukul 00:00. Telepon *889# untuk perpanjangan"

Apa arti dari pemberitahuan tersebut???
Ya, itu artinya, Paket BB kita sudah terdaftar dan kita sudah bisa menggunakan kembali layanan BB. Kemudian saya perhatikan juga setelah Paket BBnya diperpanjang dan berhasil, di ujung kanan HP BB, ikon BB yang tadinya menghilang muncul kembali.

Jadi, apa inti dari cerita diatas?
Ya, intinya adalah saya hanya ingin menshare kalau kita mengaktifkan atau mengisi ulang paket BB setelah masa aktifnya habis akan terjadi hal seperti itu, dan jangan heran.
Kemudian bagaimana kalau kita mengisi ulang Paket BB sebelum masa aktifnya habis???

Oh, tentu saja saya juga pernah melakukannya.
ketika saya mengisi ulang paket BB sebelum masa aktifnya habis, misalnya, masa aktifnya akan berakhir besoknya, akan tetapi sehari sebelum masa aktifnya habis, saya melakukan isi ulang, dan apa yang terjadi?
Ya, setelah kita registrasi mengisi ulang paket BB akan ada pemberitahuan dari *889# seperti ini:

"Paket BB IRIT BULANAN (ECO MONTH) aktif s/d 26-3-2011 pukul 00:00. Bagi pelanggan GSM, telepon *889#  u/ aktivasi atau perpanjangan"  

Dan pemberitahuan tersebut tidak lama, tidak sampai satu jam, melainkan setelah kita registrasi isi ulang langsung ada pemberitahuan seperti itu. Artinya kita berhasil dan bisa langsung menggunakan layanan BB.

Nah, jadi jelaslah dua cara pengisian ulang paket BB: setelah dan sebelum masa aktifnya lewat. Mana yang Anda pilih??? semoga sharing ini bisa bermanfaat ya (^.^)

Sunday, March 20, 2011

Kue Cucur

Kue Cucur
Ya, ceritanya pagi ini sehabis jogging saya beli kue Cucur yang merupakan foodstreet yang ada di seberang Taman atau tepatnya di depan Gereja SantoYohanes dari ibu langganan saya.
Kue Cucur ini dijual seharga Rp. 1500/buah.
Nah, bicara soal kue Cucur saya jadi teringat kampung halaman.

Ceritanya saya ada seorang teman yang Ibunya suka membuat kue Cucur. My mom yang juga kenal sama dengan teman saya itu sekaligus tahu juga Ibunya yang  suka membuat kue cucur, My mom suka memberikan beras kepada teman saya itu untuk kemudian diolah jadi kue Cucur.  Maksudnya  minta Ibu dari teman saya itu untuk menyulap beras yang kami berikan menjadi kue cucur.  Yup, My Mom tidak pernah mengeluarkan uang lagi selain beras saja. Karena nantinya memang hasilnya dibagi dua dengan si pembuat kue cucur tersebut.

Nah, biasanya teman saya sendiri yang suka mengantar kue cucur itu ke rumah kami kalau sudah jadi. Beras  yang diberikan My mom berubah menjadi kue cucur sebanyak ada setengah kantong plastik. Biasanya dikirim ke rumah selagi masih panas. Memang Kue cucur itu enak dinikmati kalau masih panas atau hangat. Karena kalau kelamaan menjadi dingin dan agak keras, kalau dimakan jadinya tidak terlalu enak. "Originalitas kue Cucurnya" terjamin, karena memang berasnya dari kami.

Bahan inti untuk Kue Cucur memang tepung beras selain ada tambahan bahan lainnya. Kue Cucur ini dibuat dengan cara digoreng. Cara membuat adonannya sendiri saya kurang tahu.

Untuk kue Cucur yang saya beli tadi pagi, rasanya kurang maknyus. Sepertinya adonannya dicampur dengan tepung lainnya. Hehehehe...

Saya jadi kangen ya sama waktu itu, kalau tidak salah ketika masih sekolah SD. Ingin mencicipi lagi Kue Cucur buatan dari Ibunya teman. Tapi saya sendiri sudah tidak tahu lagi bagaimana kabarnya dengan teman saya itu, apakah ibunya masih produktif atau tidak, saya tidak tahu. Lama sudah kita tidak bertemu hehehehe......Tapi terima  kasih sudah membuatkan kami Kue Cucur, saya menyukainya  dan sampai sekarang masih yang terbaik yang pernah saya cicipi :D
   

Saturday, March 12, 2011

Tsunami Jepang dan Rumah Tanpa Jendela

Ya, pertama saya ikut prihatin dan turut berduka untuk bencana tsunami yang terjadi di Jepang.
Saya lupa apa yang sedang saya lakukan waktu itu di kantor ketika ada berita tentang tsunami. Teman saya yang pertama kali melihat beritanya di TV. Kebetulan  waktu itu TV di ruangan kami menyala, dari pagi kalau tidak salah. Pertama melihat bencana Tsunami di Televisi begitu tenangnya saya. Seakan itu tidak ada dampaknya hehehehe...........

Setelah beberapa menit saya memperhatikan berita tsunami itu, tiba-tiba saya teringat sepupu saya. Oh Tuhan ternyata ada keluarga kami di sana. Ya, selama ini memang teman-teman saya dan juga keluarga kami semuanya ada kumpul di Indonesia. Tidak ada yang di seberang lautan. Alasan inilah yang membuat saya berpikir seolah-olah mereka semuanya ada di sini.

Akan tetapi ternyata ada salah seorang anggota keluarga kami di seberang lautan. Setelah saya sadar lalu saya tanya kabarnya lewat FB dan saya juga tanya tentangnya lewat sepupu saya yang kecil (adeknya). Sepupu kecil saya itu katakan bahwa kakaknya itu tidak apa-apa karena berada jauh dari pusat kota. Hanya saja merasakan gempa. Alhamdulilah akhirnya komentar saya di FB sepupu saya itu dibalasnya. Ini pertanda bahwa  memang dia baik-baik saja dan masih tercover oleh jaringan komunikasi.

Kemudian saya ingat paman dan bibi saya juga recananya minggu-minggu ini akan berangkat sekeluarga menjenguknya. Ketika saya tanya lewat BBM ke sepupu saya yang kecil, dia katakan bahwa mereka sekeluarga belum pergi ke Negeri Sakura itu. "Belum teh, tadinya mau malam ini tp nunggu kabar dari kedubesnya", kata dia.

Ketika saya menulis blog ini saya belum mendapatkan informasi terbaru apakah sudah berangkat atau belum karena BBMnya belum dibalas.
Nah, untuk saudara saya di sana be tough ya, selalu waspada dan berhati-hati. Semoga peristiwa ini bisa membuat Ita tambah tough dan bisa mengambil banyak hikmah ya dan suatu saat ini kita bisa berkumpul kembali ya :D
Saya juga bisa memahami keadaan paman dan bibi, yang namanya orang tua pasti penuh kekhawatiran walaupun dikatakan  saudara saya itu baik-baik saja...tetapi memang keadaanya belum stabil di sana jadi masih harus waspada
Dan untuk keluarga yang lain  semoga tidak terjadi masalah yang besar dan semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa bersama kita..memberikan perlindungan dan kekuatan

Selanjutnnya saya juga hendak berbagi cerita yang lain.
Malam ini (tadi malam) saya habis menonton film "Rumah Tanpa Jendela" di BLOK M square.  Saya menonton pun diajak teman Fenty sama Nurul.

Rumah Tanpa Jendela


Bersama Penulis, Produser dan juga suaminya Mbak Asma Nadia dan teman-teman saya (fenty dan Nurul)
Berfoto setelah nonton ...........

Sutradara: Aditya Gumay dan ada Mensos

Ya teman-teman menonton film tesebut telah berhasil membuat mata saya meleleh. Dan ini terjadi pada pertengahan dan juga akhir film tersebut. Saya kagum sama pemeran aldo kalau gak salah ya namanya itu. Seorang anak laki-laki yang digambarkan  memiliki disability atau cacat seperti downsyndrom yang kemudian ada sebagain keluarganya yang merasa malu untuk mengenalkannya pada lingkungan luar. Padahal anak tersebut rasa solidaritasnya masih tinggi. Dia care dengan anak-anak jalanan atau pemulung.......oh ya dia juga berakting hebat...pada akhirnya keluarganya sadar bahwa aldo adalah bagian keluarganya...

Nah,selain itu, ada cerita lain yang mengisahkan rara dan juga keluarganya... rara ini memiliki seorang ayah yang sehat bugar dan juga seorang nenek yang sakit. Mereka tinggal di lokasi pembuangan sampah... rara memiliki keinginan untuk punya rumah dengan jendela. Tapi kemudian ayahnya  yang diperankan Rafi Ahmad mengisahkan cerita tentang tupai pada rara. Inti dari cerita tupai tersebut adalah kita harus selalu bersyukur dengan apa yang telah kita miliki. Ya, rupanya sang ayah mengajak anaknya untuk bersyukur dengan keadaannya dan tidak melupakan nikmat yang telah diberikan Tuhan...

apakah Rara mendapatakan rumah tanpa jendela??
Tentu tidak. Mengapa??
Ceritanya sewaktu pulang kerja ayahnya rara yang berprofesi menjual ikan hias bertemu dengan tukang rongsokan. Pada gerobak tukang rongsokan atau pemulung saya katakan seperti itu ada sejenis frame bekas dari kayu. Ayahnya rara ingin mendapatkan frame itu (untuk dijadikan jendela-red). akhirnya dia menukarkan dagangannya dengan frame. Dan sang tukang rongsokan pun menerima sistem barter dengan alasan bahwa anaknya suka ikan.

Nah, ketika pulang itu, ia mendapati bahwa rumahnya kebakaran. yang ada di rumah pada waktu itu adalah neneknya rara karena rara sendiri sedang ada di pesta ultahnya kakanya Aldo. Waktu terjadinya kebakaran itu nenek rara pingsan dan kebakaran itu sendiri dari kompor yang dinyalakan oleh neneknya rara.  Melihat kebakaran itu, ayahnya rara langsung masuk kedalam rumah dan menyelamatkan neneknya rara. Namun, apa hendak dikata ketika akan membawa neneknya rara itu, ayahnya rara tertimpa puing dan pingsan. Sehingga dua-duanya dibawa ke rumah sakit.

Kemudian apa yang terjadi?
Anda bisa menebak tidak?  ya, yang terjadi kemudian adalah salah seorang meninggal. Siapakah dia? Ia adalah ayahnya rara. Neneknya rara sendiri selamat. Bahkan ceritanya semakin sembuh dari penyakitnya. Jadi pelajaran yang dapat diambil adalah, kematian bisa datang kapan saja tanpa pandang bulu. Dan bisa terjadi pada kita yang sehat bugar. Oleh karena itu, ingatlah kepada kematian dan semoga kita bisa memanfaatkan sisa waktu hidup di dunia ini.

Akhirnya rara dan neneknya tinggal di vila milik orang tua aldo. Mereka tinggal seraya menjaga dan merawat Vila tersebut. Begitulah gambaran yang seharusnya. untuk cerita lengkapnya tontonlah ke BLok M.
Oh ya ketika kita selesai menonton film tersebut, baru kemudian  Mensos menonton. Ayo siapa lagi yang ingin menonton???

Saya juga bertemu langsung dengan penulis cerita tersebut. Asma Nadia. Dia mengatakan bahwa film ini layak ditonton. " kalau ada film yang bagus sebaiknya diinformasikan kepada yang lain agar menontonnya"...Tapi sayang memang karena penontonnya sedikit, tidak bisa  bertahan lama di bioskop. Tapi saat ini 21 di BLOK M masih menayangkan kalau penontonnya tambah banyak itu semakin bagus. "kalau penonton bertambah banyak maka film ini bisa diperpanjang penayangannya di Bioskop", ujar  Asma Nadia. 

Ayo, teman-teman yang telah mempunyai anak, agar membawa anak-anaknya menonton FILM Rumah Tanpa Jendela karena uang pembelian tiket ini akan disumbangkan nantinya......jadi namanya menonton sambil menderma.

Wednesday, March 9, 2011

Mengenal Obat Antibiotik Generik

Ceritanya baru sembuh dari pilek dan batuk. Tepatnya ada sekitar satu mingguan.
Kemanakah saya pergi berobat jikalau sakit?
Ya, jawabannya adalah ke Poliklinik, selain gratis tanpa biaya administrasi, saya juga mendapatkan  obat gratis pula.
Kok bisa? tentu saja bisa terlebih lagi kita adalah pegawai  pemerintah ada layanan untuk pegawai.
Obat apa yang saya dapatkan?
Tentulah jawabannya obat generik.
kalau kita sakit tentunya tidak hanya satu macam obat yang diberikan kepada kita, jumlah obatnya tergantung dari jenis penyakit yang kita idap. Namun kali ini saya akan bahas obat antibiotik yang generik... saya tidak mengerti tentang antibiotik, tapi coba kita uraikan saja ya...

antibiotik pertama


Ya, boleh saya katakan selama saya kerja dan tinggal di batavia saya kenal dengan obat antibiotik ini (yang diatas), kalau tidak salah ini yang pertama kali saya konsumsi di Jakarta. Satu hal yang selalu dokter katakan kepada saya ketika memberikan obat antibiotik adalah harus sampai habis diminum. Nah, penglaman saya ketika minum obat antibotik yang mengandung Amoxicillin 500mg ini dengan label generik, saya sembuh..dengan kata lain seiring dengan habisnya obat antibiotik tersebut  (yang saya minum 3Xi sehari) sakit saya pun hilang hehehehe


antibiotik kedua

Gambar diatas adalah jenis antibioik kedua yang saya dapatkan di tempat yang sama dengan  obat antibiotik pertama. Tapi kali ini berbeda dokter yang memberikan resep tersebut. Obat antibiotik yang kedua ini mengandung  erythromycin 500 mg. Sama dengan yang diatas harus diminum 3XI sehari. Ada yang membuat saya aneh akan obat antibiotik kedua ini, yaitu dalam hal label generik. Pada obat tersebut tidak ada label generik. Dan ketika obat ini habis pilek saya tidak sembuh bahkan penyakit lain kambuh, yaitu batuk kering.. ya batuk karena gatal oleh dahak. Saya pun berniat untuk kembali lagi pada poliklinik yang sama. 

antibiotik ketiga


Akhirnya saya kembali pada poliklinik yang sama. Tadinya berharap tidak berjumpa lagi dengan dokter yang saya temui kemarin. Tapi memang sudah takdir akhirnya saya bertemu kembali dengan dokter itu. Saya pun mengatakan kepada dokter itu bahwa obatnya sudah habis tapi saya tidak kunjung sembuh malah tambah kambuh lagi satu penyakit.

Saya: "Dok, bisa kasih obat generik, biasanya kalau saya minum obat generik cocok, suka sembuh", sahut saya polos..
Dokter: "mana ada di sini obat selain generik, di sini semuanya obat generik", sahut dokter itu.
Saya: senyum dan bilang "oh begitu ya, soalnya di obatnya tidak ada label generiknya"
Dokter: "Kamu itu ya malah minta diturunin kualitasnya orang kalau sakit itu minta obat  berkualitas yang baik"
Saya: wkwkwkwkwkwk

Akhirnya saya diberi obat antibiotik ketiga seperti gambar di atas. Obat itu kandungannya ciprofloxacin 500 (tidak ada tulisan " mg "- nya), nah untuk obat ini saya hanya dianjurkan minum 2XI sehari...
lalu apa reaksi setelah minum obat ini..ya seiring dengan habisnya obat antibotik ini penyakitnya saya pun reda, akhirnya....hehehehe..

Saya tidak tahu obat yang apa yang sangat efektif dalam membantu penyembuhan, obat pilek kah? obat batukah atau antibiotik? berapa persen sih efektivitas obat antibiotik dalam menyembuhkan penyakit?? tentu saya tidak bisa menjawabnya...apakah kasus yang terjadi pada saya misalnya ketika meminum antibiotik jenis kedua kurang dosisnya sehingga saya tidak kunjung sembuh meskipun obatnya sudah habis? tentu saya tidak bisa menjawabnya...

Selama ini saya hanya tahu kalau yang dinamakan obat generik itu adalah obat yang ada label atau merek "generiknya" ternyata saya dapat informasi itu salah sesuai apa yang dokter itu katakan...dan saya mendapatkan informasi lain bahwa obat generik itu ada dua macam. Pertama obat generik yang berlogo dan kedua obat generik bermerk. Anehnya tidak ada istilah obat generik yang tidak berlogo dan tidak bermerk.(padahal ya obat generik yang saya dapatkan ada yang tidak berlogo dan tidak bermerk tuh seperti diatas).

Obat generik yang sesungguhnya adalah obat generik yang tidak mencantumkan merek, tapi hanya mencantumkan nama zat aktifnya misalnya dalam hal ini parasetamol. Obat generik yang tidak menggunakan merek inilah yang biasanya dijual dengan harga lebih murah. (Oh begitu ya)

Sementara itu, Obat Generik Berlogo (OGB) adalah istilah yang dimunculkan oleh pemerintah pada tahun 1989. Tujuannya adalah menandai obat-obat generik yang kualitasnya dijamin oleh pemerintah, yakni obat generik yang diproduksi dengan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB).

Untuk mendapatkan info lebih lanjut  bisa dilihat di sini....

Saya masih tidak mengerti tapi setidaknya kita dapat gambaran sedikit mengenai obat generik..
pertanyaan saya sekarang adalah...kalau obat antibiotik pertama jelas ada logo "generik" nah yang kedua dan ketiga tidak berlogo "generik"....lalu pada antibiotik jenis ketiga ada nama MECOQUIN itu nama merek bukan? kalau Ciprofloxacin jenis kandungan zatnya bukan??? hohohohoho....

NB: yang tahu jawabannya silahkan menjawab pertanyaan saya dari awal... terima kasih saya ucapkan untuk kesediaanya membaca dan menjawab :D

Tuesday, March 8, 2011

Semangat 45 Sang Nenek

Hm... saya hendak bercerita lagi teman.
Start diawali dari perjalanan pulang saya dari kantor malam ini.
Pulang dari kantor naik Kopaja 19 turun di terminal Blok M hendak berganti kendaraan. Tiba-tiba waktu akan mencari Metromini pandangan saya terhenti pada dua orang nenek-nenek yang sedang berjualan di pinggir terminal Blok M.



Dua Orang Nenek yang sedang berjualan Buah

Seperti yang bisa teman-teman lihat mereka berjualan dua orang. Buah-buahan yang dijual nenek itu ada salak, lengkeng dan jeruk. Melihat kedua nenek yang sudah lanjut usia itu saya pun langsung berinisiatif untuk mendekatinya. Saya hendak membeli buah salak.

"berapa nek harga salak ini", tanya saya
"14 ribu satu kilo", jawab nenek yang tidak berambut dan sudah bungkuk itu
"Manis enggak nek", tanya saya lagi
Nenek itu lalu mengupas satu buah salak dan memberikannya kepada saya untuk dicicipi.
Ternyata salaknya manis teman-teman. (walaupun tidak manis saya akan tetap membeli entah itu jeruk atau lengkengnya). Saya takjub melihat kedua nenek itu. Seharusnya diusia senja mereka  bisa istirahat dan menikmati hidup.
Saya pun beli satu kilo. Nenek yang bungkuk dan plontos itu kemudian membawa timbangan besi dan menimbang salak yang saya beli.
Oh lagi-lagi saya takjub, nenek itu sudah bungkuk tapi masih kuat untuk memegang timbangan besi bahkan menimbang salak. Saya jadi penasaran entah darimana mereka mendapatkan pasokan buah-buahan itu dan bagaimana caranya mereka membawa dagangannya ke Terminal.

"Nenek mengapa berjualan? dimana anak-anaknya", tanya saya...
Akh nenek itu tidak menjawab. Tiba-tiba saja seorang Bapak-bapak mengatakan kepada saya bahwa mereka berdua adik kakak dan sudah lama bahkan semenjak gadis sudah berjualan di Blok M, mereka tidak bisa bicara dalam bahasa indonesia.
'Di sini banyak yang melindungi mereka" bapak itu menambahkan informasi pada saya. 

Rupanya, ada pendapat dari bapak itu yang mental...waktu saya serahkan uang salak itu ternyata nenek yang tidak bungkuk bisa bebicara dalam bahasa Indonesia tapi mungkin terbatas ya...
Ketika mau pulang saya ajak kedua nenek itu di foto.
"Nek kita foto yuk", pinta saya
Nenek yang sudah bungkuk diam tidak ada masalah tapi nenek yang satu lagi mendekati saya, tanda keberatan untuk diambil fotonya.. lalu saya pun diam tidak menggerakkan lagi HP padahal saya sudah dapat fotonya secara diam-diam hehehe...

Nah, teman, seorang abang usia sekitar 35 tahun mengatakan kepada saya bahwa Orang Jawa itu memiliki pemahaman bahwa kalau di foto itu bisa mengurangi usia.. jadi itulah kiranya alasan mengapa nenek itu menolak untuk saya foto.  Apakah benar seperti itu teman-teman?
Oh ya abang itu juga membantu saya menanyakan kepada nenek itu apakah mereka benar adik kakak. Ternyata setelah dikonfirmasi oleh abang itu, kedua nenek itu bersaudara....
Susah mengorek informasi dari kedua nenek itu teman, karena saya tidak bisa bicara bahasa Jawa dan mereka terus saja berbicara dalam bahasa jawa.... tidak nyambung jadinya hehehe...
Satu hal lagi, kalau saya pergi ke Jawa, saya lihat memang perempuan Jawa ini tangguuh-tangguh. Mereka bekerja, entah suaminya dimana. Bahkan Nenek yang sudah tua pun masih sanggup untuk menggendong barang yang berat. Semangat kerja mereka masih 45 :) :)

Iba saya terhadap mereka... Ingat nenek sendiri tiap kali melihat orang seperti mereka. Untuk kedua nenekku yang masih hidup semoga selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan, kami cucu dan juga anak-anakmu mencintaimu :D

Untuk nenek yang saya jumpai itu semoga dagangannya laris ya dan bisa istirahat.


NB: serba salah kalau melihat hal yang mengibakan. Baiknya tidak menjumpai hal itu, tapi kalau tidak menjumpai berarti saya tidak akan berpikir heheehehe.................

Saturday, March 5, 2011

ISLAMIC BOOK FAIR (IBF) di Istora Senayan


Malam ini malam minggu, tapi nuansanya JAZZY sekali ya, hehehehe
Adakah teman-teman di luar sana sedang menonton Konser atau mungkin barangkali sedang dalam perjalanan ke JCC? baiklah kalau teman-teman menonton agar berhati-hati saja ya.  Oh ya, salah seorang teman kami di kantor juga saat ini sedang menonton konser di sana di status BBMnya saya baca seperti ini " Mohon maaf saya tidak ada sinyal jadi tdak balas BBM". Baiklah selamat menikmati konser saja dari saya untuk anda semuanya, jadilah penonton yang tertib :)

Billboard, ayo ke IBF : D

Sekarang saya ingin berbagi cerita tentang apa yang saya lakukan hari ini. Seperti yang bisa teman-teman lihat pada gambar di atas, saya pergi mengunjungi ISLAMIC BOOK FAIR atau IBF di Istora Gelora Bung Karno. Menyoal Istora, saya jadi terkenang akan masa lalu, dimana saya untuk pertama kalinya datang ke istora dalam rangka ujian CPNS. Heran juga saya waktu itu karena pesertanya banyak dan duduknya pun berdempetan. Tidak ada sekali rasa kenyamanan. Saya juga mempertanyakan bagaimana ya panitia memeriksa hasil ujian peserta yang beribu-ribu hehehehe...tapi sudahlah itu masa perjuangan lagipula tokh sekarang sudah jadi CPNS, alhamdulilah : D

Balik lagi ke IBF, saya mendapatkan informasi pertama kali tentang adanya pameran buku-buku islami dari iklan di sebuah koran. Ya, kliping yang saya lakukan tiap pagi di kantor ternyata membawa ke-uptodate-an hehehe.......itu  juga pas kalau membacanya.

Kita kupas IBF  ya.....
Apakah masuk IBF itu gratis?
Saya katakan kepada para pembaca blog saya yang budiman ya, tentu saja gratis. Kita tinggal masuk saja ke dalam Istora Senayan.

Apa saja yang ada di IBF?
Ternyata pas saya ke sana pameran tersebut tidak semata-mata pameran buku-buku islami ternyata ada juga yang jualan baju,,,selengkapnya lihat saja foto-foto di bawah ini ya:

Ada Buku Fiqih dsb dengan Diskon tentu ;)
Harga dari buku-buku tersebut berbeda dari harga toko tentunya karena diberikan diskon. Saya beli beberapa buku  diantaranya Fiqih Shalat, kalau di toko harganya Rp. 74.000 di IBF jadi Rp. 50.000; tentu dengan HARD COVER ya....

Ada yang jualan madu

Aksesoris Kerudung

Saya beli aksesoris kerudung yang seperti peniti untuk dua buah seharga Rp. 15000; Itu pun setelah saya keliling-keliling dan saya bandingkan, yang saya ambil fotonya tersebut yang the best, memang buatan si penjualnya sendiri.  Padahal ya, saya tidak memakai kerudung. Tapi itu saya tertarik untuk membelinya, karena saya percaya pasti akan dipakai meskipun itu hanya pada lebaran saja. Jangan salah lho, saya orangnya lebih senang kalau membeli baju khususnya untuk lebaran sedini mungkin karena kalau menjelang lebaran terkadang modelnya pasaran dan tidak ada yang mengena ke hati. Jadi, kalau menemukan barang yang bagus belilah dan simpan untuk dipakai pada saat yang tepat. Nanti menjelang hari H, kita tidak perlu repot berdesak-desakan mencari barang lagi. Bayangkan saja oleh kita, menjelang idul fitri itu di Mall-mall penuh dipadati para calon pembeli hehehehe.........    

Ada Yang jualan Baju Muslim

Ada Kaos Kaki
Ya saya beli juga kaos kaki itu, hargannya Rp. 5000;

Jualan Kerudung






















Kaligrafi Arab
Ada sarana bermain anak
Jadi, jangan khawatir kalalu anda ingin membawa anak-anak anda karena ada sarana bermain anak.

Ice cream

Saya coba beli ice cream yang bulat itu. Seperti bukan ice cream saja ya, tapi ice cream. Ada berbagai macam rasa. Saya beli yang putih bulat itu di dalamnya ada potongan oreo berbalut kulit moci namanya Ice Cream Moci, enak lho rasanya, tapi kecil porsinya. Harga semua jenis Ice Cream tersebut Rp. 7000;

Es lilin dengan berbagai macam rasa
Es lilin ini memang special mengingat sudah jarang dari peredaran dan biasanya hanya kita temukan di beberpaa event seperti pameran ini heehehehe...atau barangkali di tempat wisata hanya bisa kita temukan : D

Kuliner
Nah, teman-teman berhubung waktunya masih panjang, coba deh kunjungi IBF. Jangan khawatirkan soal toilet dan Musholla, semuanya ada di sana. Bahkan  untuk Musholla panitia membuat tenda sendiri di pelataran parkir... nikmatilah liburan anda dengan mengunjungi pameran buku-buku Islami ya, pengetahuan yang akan kita dapatkan jauh lebih berharga jadi jangan menyayangkan uang yang anda keluarkan dari dompet ya  : D

Dari pengalaman saya mengunjungi pameran tersebut, ternyata ya, saya pikir-pikir, untuk penempatan stand pameran, lebih baik kita cari tempatnya yang strategis,  dengan pintu masuk, jangan ditempat tersembunyi heheehehe.....supaya lebih cepat menarik perhatian pengunjung, karena begitu masuk pameran, yang pertama kali dilihat adalah stand kita : D

NB: kalau anda ingin mengunjungi pameran tersebut, lihatlah dulu keseluruhan stand, atau berkeliling-kelilinglah dahulu melihat semua barang yang ada kemudian bandingkan oleh anda dan lakukan transaksi apabila dirasa ada yang cocok dan kualitasnya bagus.

Thursday, March 3, 2011

Wanita Seksi dan Pandangan Laki-laki

Ya, ceritanya sore ini ketika dalam perjalanan pulang kantor ternyata saya berjalan beriringan dengan seorang perempuan seksi. Saya katakan demikian karena memang perempuan itu dari pakaiannya sangat minim. Sampai betisnya pun terlihat bahkan 5 cm diatas lutut masih terlihat. Maaf sebelumnya bukan maksud saya sinis terhadap perempuan, tokh kita sama-sama sebagai seorang perempuan. Saya hanya ingin sharing sedikit tentang apa yang saya lihat.

Ya, perempuan yang saya maksudkan tersebut perawakannya tinggi semampai. Kulitnya sawo matang dan rambutnya panjang dibiarkan terurai, parasnya cantik. Saya hanya berpikir seperti ini saja, saya juga sebagai seorang perempuan kalau melihat sesama perempuan lagi apalagi yang seksi  pastinya akan kita lihat, apalagi seorang laki-laki ya.

Lanjut ceritanya, dikarenakan perempuan itu berjalan melewati saya otomatis dia ada di depan saya. Saya bisa melihat dari belakang terhadapnya. Perempuan itu lalu berjalan ke pinggir dan saya tetap berjalan di tengah. Kebetulan di jalur bagian pinggir yang diambil perempuan itu ada laki-laki yang sedang berdiri. Saya kemudian memperhatikan reaksi laki-laki itu. Ya, saya hanya ingin tahu saja bagaimana reaksi laki-laki secara langsung kalau melihat perempuan yang seksi apakah berkedip, memalingkan  wajah atau melotot? hehehehehe

Ternyata dari jauh saya perhatikan, laki-laki itu memandangi perempuan itu sampai ke bawah. Lalu ketika perempuan itu sudah berlalu dari hadapannya laki-laki itu tidak serta merta mengikuti gerak searah dengan perempuan itu. Akan tetapi laki-laki itu membalikkan badannya. Dari hadap kanan menjadi  balik kiri lalu dia menoleh ke kanan searah dengan langkahnya perempuan tadi.

Dari kejadian tadi, ternyata ya seperti itulah laki-laki "normal".  Ada pandangan yang berbeda antara pandangan perempuan dan laki-laki. Hehehehe..............
Saya suka merasa tidak pakai baju minim pun rasa-rasanya ada seperti memakai baju minim selutut. wkwkwkwk............Tapi itulah godaan. Baik laki-laki maupun perempuan pasti akan merasakan yang namanya godaan apapun itu bentuknya......... lalu siapakah yang salah? perempuan itukah? bajunyakah? designernyakah? penjualnyakah?...........................semuanya tersangkut paut...saya juga bukan orang yang bersih dari dosa :D

Tuesday, March 1, 2011

Payung Dari Jembatan Busway

seBox Payung


Ya, ceritanya sehabis pulang les malam ini seperti biasa saya melewati jembatan busway, dan saya lihat untuk malam ini berbeda dari malam-malam sebelumnya. Saya jumpai ada seorang pedagang payung dan seorang wanita muda yang sedang membeli. Terpikir oleh saya untuk melihat-lihat payung tersebut. Barangkali ada yang cocok mengingat payung yang saya miliki saat ini perlu ganti. Saya tanya bapak penjual payung itu harganya. Penjual itu bilang harganya ada yang Rp. 55.000; dan ada juga yang Rp. 30.000; Saya langsung melihat-lihat yang harga kedua. Hm.....ternyata model-modelnya pun menarik. Saya pilih satu yang bermotif binatang....hehehehe tadinya ingin warna merah tapi tidak ada...

Saya merasa penasaran mengapa bapak itu berjualan di jembatan. Lantas saya pun bertanya.
"Mengapa Bapak berjualan di sini", tanya saya.
"Ya kalau berjualan di toko mahal, harus bayar, ada sampai 5 juta untuk bayar sewa dan tidak mungkin juga saya menjual payung seharga Rp. 30.000", jawab si pedagang.
"Kalau berjualan di jembatan ini bapak harus bayar atau tidak?", tanya saya yang masih penasaran.
lalu Dia pun melanjutkan ceritanya. "kalalu jualan di jembatan seperti ini  tidak bayar tapi ada resikonya, kalalu ada petugas ketertiban harus lari karena bisa-bisa ditangkap bersama barang dagangannya", jawab bapak itu.

Ternyata ya, memang tidak boleh berjualan disembarang tempat.  Tapi bagi para pedagang itu artinya memanfaatkan kesempatan. Kalau beruntung ya, alhamdullilah, kalau lagi buntung ya bukan rezeki. Tapi saya bisa merasakan bahwa seorang pedagang itu, ketika ada orang yang membeli dagangannya, perasaannya pastilah senang luar biasa. Begitulah gambaran orang yang bekerja mencari nafkah  ada yang sampai harus kucing-kucingan dengan petugas. Tapi yang terpenting adalah bekerja dengan halal untuk menghidupi keluarga.