Search This Blog

Wednesday, May 30, 2012

Kartu Kredit Pertamaku

Hari ini benar-benar hari bersejarah harus dimomentumkan heheheee... Apa coba?
Pokoknya mau dikata kampungan itu tidak masalah ya. Intinya lagi senang saja hari ini, Rabu, 30 Mei 2012.

Ceritanya begini,  sewaktu lagi fokus-fokusnya gak mau ada yang ganggu apalagi disuruh karena lagi buat release, tiba-tiba Mbak Lin teriak.... "Tuh Sri berhasil"...
Ada apa pikirku, masih belum sadar, lalu waktu kulihat ada seorang Bapak-bapak pengantar surat bediri aku langsung mengerti, sontak menjerit hehehehe.... menjerit kegirangan gitu. Biasalah dari dulu kalau dapat kebahagiaan seperti misalnya dapat nilai yang bagus, suka berteriak, makanya teman-temanku dulu ada yang bilang "si riweuh" .... Ya, tidak setiap hari khan riweuhnya itu mah tergantung dari momentnya. Ada tidak momentnya sehingga kita bisa meluapkan kegembiraan itu dan tidak perlulah didramatisir apa kata orang :)


It has been approved :)
Yup, ternyata ya aku juga latah ikut gaya hidup di Ibu Kota. Lho apa maksudnya? ya,  Mereka yang setiap hari kita saksikan dengan gayanya yang up to date itu pastilah salah satunya didukung dengan credit card. Mungkin tidak semua orang mengandalkan credit card, tapi percayalah orang itu bisa berganti-ganti gaya hanya karena sebuah kartu ajaib.

Pertanyaannya sekarang bisakah orang yang tidak punya credit card bisa mengupdate misalnya gadget?
Jawabannya tentu bisa. Ada seorang temanku yang biasanya dia membeli gadget terbaru dengan menggunakan kartu kredit milik pihak ketiga atau dari temannya lagi. Di kantor kami itu ada yang punya kartu kredit banyak dan biasanya memang dia bersedia untuk membantu yang lainnya yang ingin ambil kredit. Malah, dia yang bersemangat mencarikan perbandingan harga gadget dari satu toko ke toko lain. Memang, sih Mbak Nia itu orangnya smart dan teliti dalam pemakaian kartu kredit.

Seperti kejadian waktu itu, ketika temanku membeli kamera dengan menggunakan fasilitas kartunya, dia menemukan ada perbedaan harga dari satu toko ke toko lainnya, dia sampai mengecek dan mempertanyakan langsung ke penjualnya. Padahal ya, kalau menurut kita sih, untuk apa dia capek-cape cek harga dan konfirmasi ke penjual, tokh bukan dia yang membeli melainkan orang lain, tapi itulah sekiranya kita jangan mau jadi konsumen yang hanya terima ya-ya saja tanpa mempertanyakan sesuatu yang tidak jelas.

Lalu, apa sih mauku sampai segitunya ingin punya kartu kredit?
Heheheee, iya ada tiga Gadget yang memprovokasi pikiranku:
  1. Ipad, whuaaa,  mau sekali punya Ipad ini, pikirku karena aku suka ngeblog. Jikalau punya Ipad ini setidaknya bisa menambah semangat untuk menulis dan bisa diakses dengan mudah dimana saja tentu selain  praktis juga bawaannya. 
  2. Kamera EOS 60 D. Yup, masih teringat waktu itu di ruangan, aku berkoar-koar ingin EOS 60 D.  Eh, malah temanku Nurul, yang berhasil mewujudkan mimpiku terlebih dulu.  Aku masih mikir-mikir waktu itu, antara mau dan sayang uang. Makanya aku niatkan saja untuk nunggu suatu saat jika punya kartu ajaib :)
  3. Galaxi Note/Iphone, ya gadget yang ketiga ini pilihan saja ya. Yang utamanya sih No 1 dan 2. 
Sebenarnya ya, membeli tunai suatu gadget itu masih mampu, tapi sayang khan kalau harus bayar tunai sejumlah anu, jadi lebih  baik kita bayar nyicil lah dan gunakan uang tunai yang ada untuk urusan yang lain. Seperti itu kira-kira yang ada dibenakku itu.

Oh ya, dibalik keberhasilan mendapatkan kartu ajaib ini ada peran dari adek dan nenekku heheee... Ya, ceritanya khan aku sudah mengajukan kartu kredit pada salah satu bank, tapi sampai saat ini tidak diapproved. Mungkin faktor orang ketiga ya untuk konfirmasinya gak jelas. Dan memang Saldo di rekening bank ini minim. Karena bank ini khan aku pakai hanya untuk transfer salary saja bukan untuk menabung. Hm... tapi entahlah apakah saldo di rekening itu berpengaruh atau tidak.

Nah, karena ditunggu-tunggu gak kunjung datang makanya buat permohonan baru. Kali ini permohonannya di Bank dimana adekku bekerja. Ya ceritanya dibantu dialah. Dan untuk konfirmasinya aku mencantumkan nenekku. Ya, lengkap sih ada ada nop Telp rumahnya.  Dan berhasil. Kartu Kreditku yang pertama, hehehehee THANKS YA ...

NB: Orang di ruangan mewanti-wanti supaya tidak lupa bayar tagihan kalau sudah diaktifkan. Tenang saja bro :)

Sunday, May 27, 2012

Jembatan Kota Intan "Drawbridge"

Okey teman-teman, ini dia tayangan Jembatan Kota Intan "Drawbridge" di Kawasan Kota Tua yang saya kunjungi beberapa waktu yang lalu bersama Komunitas Jelajah Budaya. Silahkan dinikmati.



Jangan Lupa ya untuk berkunjung ke sana. Tks :)

Thursday, May 24, 2012

Pertunjukkan Les Yeux Noir

Okey teman-teman ini dia pertunjukkan Les Yeux Noir yang saya rekam beberapa waktu yang lalu di Gedung Kesenian Jakarta. Sayangkan kalau tidak saya publish di blog meski sudah saya publish di Youtube. Selamat Menikmati saja ya :))

SATU
DUA

TIGA

EMPAT


Semoga menikmatinya ya dan Selamat beraktivitas ......

Sunday, May 20, 2012

Menelusuri Kali Besar Barat - Timur Sampai Jembatan Kota Intan

Thanks to KJB (Komunitas Jelajah Budaya) yang kemarin sudah ngajak kita menelusuri Kali Besar Barat -Timur sampai Jembatan Kota Intan dan menikmati pula bangunan tua peninggalan kolonial Belanda yang masih tersisa saat ini.

Kalau saja jadi pulang kampung maka tidak akan transfer sejumlah uang dan tidak akan pernah ada cerita hari Sabtu Sore dan bisa dipastikan sampai saat ini tidak tahu dimana letak Kali besar dan, toko merah dan Jembatan Kota Intan yang aku tahu ceritanya dari Majalah itu.

Setelah ke sana kemarin sore itu,  ohh terkejut sekali, ternyata Jembatan Kota Intan dan Toko Merah itu letaknya ada di belakang dari Taman Fatahillah lho... Hello, kemana saya aku :))

Jadi ya, kalau aku mau main ke Kota Tua itu biasanya mengunjungi Taman Fatahilah dan Museum yang ada di sekitarnya. Rutenya khan dari pertama kita berhenti di Halte Busway Stasiun Kota itu turun ke bawah jembatan lalu naik ke tangga atas sebelah kiri lalu belok ke kanan, sampailah kita di Museum Bank Mandiri. Dari Museum Bank Mandiri ini kita jalan saja lurus sampai ujung Museum Bank Indonesia lalu menyeberanglah dan sampailah kita di Taman Fatahilah Kota Tua. Oh ya Kawasan Kota Tua itu terbentang dari Glodok Pancoran, Museum Fatahilah hingga Pelabuhan Sunda Kelapa.

Tapi teman, kalau kita mau menelusuri Kali Besar Timur-Barat maka ketika kita sampai ujung Museum Bank Indonesia itu belok kiri jalanlah beberapa meter lalu nanti menyebrang ke kanan. Dari sini mulailah kita menelusuri Kali Besar Timur- Kali Besar Barat sampai Jembatan Kota Intan. Kalau rutenya  dari Museum Bank Indonesia maka bangunan-bangunan tua peninggalan kolonial abad 19-20 itu seperti Toko Merah adanya di sebelah kiri kita dan Kali ada di sebelah kanan kita.

Berikut ini saya perlihatkan Kali dan bangunan -bangunan tua itu.

KALI BESAR

RAHMI-KALI BESAR
Kali Besar Barat

Gambar di atas adalah Kali Besar Barat yang dekat degan Toko Merah. Sayang ya, kabel-kabel itu tidak tertata rapih dan membuat jelek pemandangan saja :))

Nah Kali besar ini dibangun oleh Gubernur Jenderal Jan Pieterszoon Coen, sebagai bagian dari Kota Batavia pada abad ke 17, arsiteknya Simon Stevnis.

TOKO MERAH

TOKO MERAH

Nah ini dia Toko Merah. Lagi-lagi kabel yang tidak tertata rapih. Mohon ya ditata ya.

Toko Merah ini bangunan yang sangat tua dan bersejarah dengan gaya rumah Belanda, Boer. Dibangun pada tahun 1730 oleh Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Baron van Imhoff. Berusia hampir 300 tahun atau berusia 282 tahun. Toko merah ini katanya bekas rumah tinggal elite zaman VOC. Beberapa Gubernur Jenderal VOC pernah tinggal di sini.
Mas Kartum dari KJB mengatakan bangunan ini kembar ya. Benar kok, Coba perhatikan saja, jumlah pintu dan jendela yang berada disisi  kiri dan kanan maupun atas kalau dibagi dua imbang jumlahnya.

KANTOR PAJAK

Bangunan Tua juga

Bangunan Tua Lainnya

Chartered Bank
Yup, gedung yang berkubah itu dulu adalah Gedung Chartered Bank of, India, Australia and China yang kemudian dinasionalsiasi dan digabungkan menjadi Bank Bumi Daya. Lalu disebelahnya itu adalah gedung Bank Of China.

Berdasarkan keterangan dari Mas Kartum dari KJB mengatakan Chartered Bank itu baru dinasionalisasi pada tahun 1964. "Bangunan yang lainnya dinasionaliasi pada tahun 1950an sementara gedung Charter Bank dinasionalisasi pada tahun 1964 karena pada tahun 1960 Presiden Soekarno fokus pada nasionalisasi peninggalan Belanda", tutur Mas Kartum.



Lihat pada Koridornya ya
Yup, pada gambar di atas coba teman-teman perhatikan ada koridornya bukan?
Berdasarkan keterangan Mas Kartum, memang pada awal abad ke 20 itu ada peraturan katanya gedung yang dibangun di sekitar Kali Besar harus dibuatkan koridor untuk pejalan kaki. Makanya kalau lihat Toko Merah itu khan tidak ada koridornya karena itu dibangunnya sudah lama.

Hotel Batavia
Ada yang tahu tahun berapa Hotyel Batavia ini dibangun?
Ya, jawabannya jangan tertipu. Hotel ini memang dibangun pada abad ke -20 atau tepatnya tahun 1995 dan memang arsitekturnya disesuaikan dengan bangunan disekelilingnya. Supaya Maching ya maksudnya. Konon kata Mas Kartum berdasarkan literatur, kira-kira letaknya keraton Jayakarta itu di sini. Oh ya Hotel Batavia ini persis letaknya di depan Jembatan Kota Intan ya.

JEMBATAN KOTA INTAN

Jembatan Kota Intan
Jembatan Kota Intan atau "Drawbridge", dulu jembatan ini bisa dibuka tutup dan ditarik ke atas sehingga terbuka dan bisa dilalui oleh kapal. Kata Mas Kartum, dahulu jenis kapal yang lewat ke sini itu bukan berdasarkan lebar atau besarnya tapi berdasarkan tingginya.  Jembatan ini menyambungkan antara Kali Besar Barat dan Kali Besar Timur Tapi Sekarang Jembatan ini tidak bisa dibuka tutup jadinya bisa kia injak.  Kalau Kali besar ini dahulu dilewati kapal artinya Kali Besar ini sebagai jalur transportasi. Dulu di tepi Kali Besar terdapat Dermaga untuk bongkar muatan.

Kira-Kira seperti itulah teman-teman Ceritanya.
Kalau teman-teman tinggaal di Jakarta ayolah datang ke sana. Tempatnya indah kok. Berjalan pun akan membuat kita puas. Kita akan bisa merasakan sesuatu yang berbeda, takjub pokoknya. Jangan Lupa bawa Kamera ya untuk mengabadikan moment. Mumpung Gedungnya masih ada nanti kalau sudah hancur khan menyesal  tidak bisa mengabadikan moment.

Oh ya tukh saya jadi kepikiran, tempatnya ini bagus lho untuk Prewedding, mau siang atau malam :)

NB: Tinggal di Jakarta tidak afdol kalau tidak mengenal Kota Tua :))


Saturday, May 19, 2012

Musikal Lutung Kasarung Hiburan Khas Jabar

Akirnya bisa nonton Musikal Lutung Kasarung lho... dibela-belain nonton sampai tidak pulang kampung padahal di rumah itu ada acara keluarga. Dan thanks Mom ya sudah memakluminya :)

Ceritanya saya beli tiket pertunjukkan untuk tanggal 18 Mei atau untuk pertunjukkan tadi malam. Patokannya adalah ingin nonton perdana maksudnya yang hari pertama.  Khan jadwalnya itu mulai tanggal 18-27 Mei 2012. Dipilihlah tanggal 18. Itu pun tidak lihat kalender. Pas lihat kalender kantor ternyata tanggal 18 itu (merah warnanya) Cuti bersama alias long weekend dari tanggal 17 Mei 2012. Mestinya pulang tapi sayangnya waktu tanya ke bagian tiketing mereka bilang gak bisa diganti harinya karena tiketnya sudah distampel. Kalau harga tiketnya yang biasa sih bisa kutinggalkan tapi sayang belinya yang VIP harganya Rp. 350.000,- Jadi diputuskan untuk lanjut nonton saja dan tidak pulang kampung. Lagi pula di Long weekend  ini ada agenda lain.

Tiketnya VIP :)
Lalu, mengapa saya keukeuh untuk nonton Musikal Lutung Kasarung, apakah ada alasan lain?
Jawabannya: YA  ada.

Begini, cerita Lutung Kasarung itu ada filmnya. Pertama kali nonton itu sangat berkesan. Dari dulu sampai sekarang ini baru satu kali nontonnya. Itu pun waktu SD. So, it has been for ages. Meskipun sudah lama tapi masih ingat dengan pemeran Purbasari. Siapa lagi kalau bukan Enny Beatrice. Dari semua aktor dan aktris yang ada diingatan sampai sekarang hanya Purbasari alias Enny Beatrice. 
Tahukah dimana saya nonton Lutung Kasarung waktu itu? Ya, di rumah orang.

Waktu itu, malam hari sepulang dari Masjid saya diajak oleh ... hmmmm lupa lagi siapa ya yang ngajak ... enggak tau Bi Aah atau Nenek Ucih ya, pokoknya kita rame-rame. Menontonlah kita di rumah orang atau "The Have" istilahnya di kampung kita itu. TV, dulu itu adalah barang langka, tidak semua orang punya TV. Jadi,  kalau mau nonton itu  bareng-bareng ikut di rumah orang. Makanya saya keukeuh ingin nonton musikal Lutung Kasarung seperti apa ya. Kangen saya ...

Berbicara soal Cerita rakyat, saya punya cerita lain. Dulu, sewaktu SD itu, saya punya buku Cerita Rakyat. Ada buku Cerita Ralyat I, II, III, IV, V. Intinya ada serinya. Setiap buku itu tentu berbeda-beda isinya. Ada yang mengisahkan cerita rakyat dari daerah tertentu. Tapi sayangnya, bukunya hilang ya. Saya dapatkan buku itu dari Perpustakaan sekolah My mom. Soalnya dulu bersekolah sama dimana My mom mengajar. Waktu saya cari-cari lagi ke perpustakaan ternyata gak ada lagi stocknya. Sayang. Cerita rakyat itu khan dongeng yang  membuat kita bisa berpikir, bertanya-tanya, penasaran dan dari cerita yang kita baca bisa tahu suatu daerah. Uniknya di sana.

Untuk Cerita Lutung Kasarung ini memang tidak terlalu terkenal dan alasan itulah mengapa  Didi Petet mengangkatnya ke dalam Musikal Lutung Kasarung.

"Mungkin tidak banyak yang mengenal Lutung Kasarung jika dibandingkan dengan cerita rakyat Jawa Barat yang lain seperti Kabayan atau Sangkuriang. Akan tetapi, Lutung Kasarung dianggap sarat akan makna dan pesan moral. Banyak pelajaran yang bisa dipetik melalui cerita tersebut", DIDI PETET dalam sambutan yang saya kutip di "Program Book".


Pertunjukkannya sendiri digelar di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki. Di bagian belakang. Dan inilah suasana malam hari.

Teater Jakarta, TIM


Baiklah sekarang saya kasih SINOPSIS LUTUNG KASARUNG ya.

Taken from the book :)

Pasir Batang adalah Negeri yang kaya akan sumber daya alamnya. Negeri ini menjadi pusat tujuan para pedagang dan menjadi tempat para petani merasa betah karena ladang-ladangnya yang luas, ternak-ternak yang sehat dan banyak, hutan yang menghijau sepanjang tahun dan air yang mengalir di seluruh penjuru.

Suatu hari, Baginda Prabu Tapa Ageung, Raja Pasir Batang memutuskan untuk pergi bertapa meninggalkan ke-tujuh orang puterinya yaitu Purbararang, Purbamanik, Purbaendah, Purbaleuwih, Purbadewata, Purbakencana dan Purbasari. Baginda Prabu Tapa Ageung menyerahkan pucuk pimpinan sementara kepada Purbararang sambil menungngu Purbasari adiknya cukup dewasa untuk memimpin Negeri Pasir Batang.

Tapi sejak Purbararang memimpin, ketidakadilan dan keserakahan mulai merajalela. Ladang-ladang yang luas mulai menyempit, ternak-ternak tinggal tulang dan air bersih sudah tidak mengalir lagi.

Suatu ketika Purbararang marah karena merasa kebijakannya untuk menaikkan pajak ditentang oleh rakyat. Dalam kemarahannya itu dia dihasut oleh Indrajaya calon suaminya. Indrajaya di sini adalah sosok putera daerah yang dikaruniai ketampanan luar biasa. Merupakan seorang rakyat dengan segudang ambisi bercita-cita untuk menjadi seorang raja dikemudian hari.

Indrajaya menghasut Purbararang dengan mengatakan bahwa rakyat berani menentang kebijakannya karena ulah Purbasari. Dari situlah Purbararang marah dan berencana menyingkirkan Purbasari. Selain memfitnah Purbasari, Indrajaya juga sebelumnya menggoda Purbasari tapi dia ditolaknya. Indrajaya marah dan malah memiftnah Purbasari bahwa Pubasarilah yang menggodanya.

Karena kemarahan dan kebencian Purbararang yang sudah mendalam itu dia menjalankan akal liciknya dengan berpura-pura baik kepada Purbasari, hingga Purbasari pun mau untuk dibaluri lulur yang sudah diracuni. Luluran ini ceritanya kebiasaan yang dilakukan mereka sewaktu kecil. Alhasil dari luluran itu, wajah dan tubuh Purbasari menjadi menyeramkan. Muncul bercak merah yang menutupi kecantikannya.

Purbasari pun menyikir dari kerajaan ditemani inangnya ke Hutan Cupu Mandalayu. Di hutan ini dia merasakan kedamaian, ketenangan dan menikmati keindahan alam. Purbasari akhirnya bertemu dengan Lutung Kasarung (lutung yang tersesat) di sini.

Untuk merayakan keberhasilan menyingkirkan Purbasari dari kerajaan, Purbararang memerintahkan Aki Panyumpit (Seorang pemburu kenamaan Pasir Batang. Keahliannya berburu menggunakan sumpit) memburu lutung untuk dijadikan santapan pesta . Ceritanya sampailah Aki Panyumpit ini di Hutan dimana Purbasari dan Lutung Kasarung berada. Ketika bertemu dengan Aki Panyumpit, lutung merasa iba makanya dia mau dibawa ke istana.

Ketika sampai di Istana, barulah Lutung sadar bahwa Aki Panyumpit telah membohonginya. Lutung dibawa ke Istana untuk dijadikan santapan. Akhirnya lutung marah dan memporak-porandakan Istana.

Singkat cerita lutung balik ke Hutan dan Purbasari pun sembuh dari penyakitnya. Kecantikannya telah kembali. Kalau di film, Purbasari mendapatkan kecantikannya kembali setelah mandi di air pancuran ya yang telah diberikan doa oleh si Lutung. Tapi di drama musikal ini tidak seperti itu.

Kemudian, di Istana terjadi pemberontakan oleh rakyat. Purbasari pun akhirnya diundang kembali ke Istana oleh Purbararang tetapi dengan catatan harus menghadapi tiga tantangan. Imbalannya "Siapa yang memenangkan tantangan berhak menjadi ratu dan yang kalah akan pergi meninggalkan istana tanpa kepala"..

Dorongan dari lutunglah yang membuat Purbasari berani menghadapi tantangan Purbararang. Dimulailah pertarungan memenangkan ketiga tantangan. Tantangan pertama dan kedua dimenangkan oleh Purbasari. Apa itu? hehehehe... maaf ya, tantangan pertama aku tidak fokus, kalau di cerita umumnya sih Purbararang itu menantang Purbasari dengan panjang rambut.  Yang kedua, tantangannya adalah menaklukkan banteng ganas. Akhirnya Purbasari berhasil menjinakan banteng ganas ini. Lucu ya, banteng ini soalnya dia ketika dilepas dari kandang menyanyikan lagu "Halo-halo Bandung" mungkin kangen ya setelah diringkus di kandang heheheeee...

Tantangan ketiga ini yang konyol tapi memang orang di dunia ini pun termasuk saya menjadikan penampilan fisik itu salah satu perhatian dengan kata lainnya dibanding-bandingkanlah dengan yang lain heeeee, maaf,, maaf ya.

Adapun tantangan Purbararang di sini adalah dia menantang ketampanan sang pacar. Purbararang memiliki Indrajaya tetapi Purbasari dia hanya memiliki lutung. Hasil akhirnya dari tantangan ini dimenangkan oleh Purbararang dan dia berhak untuk tetap menjadi ratu. Lutung memandang ini tidak adil, karena bagaimana pun Purbasari telah memenangkan dua dari tiga tantangan. Apa mau dikata Juri telah memutuskan hasil akhir menentukan siapa yang jadi juara.  Kemudian terjadi peristiwa, ketika Purbasari akan dipancung, Indrajaya menusuk Lutung hingga akhirnya tidak sadar diri. Purbasari menangis dan mengatakan bahwa dia sangat mencintai lutung. Nah, di adegan ini kemudian muncullah sang Pangeran. Ya, lutung itu tersadar kembali dan berubah menjadi sang pangeran tampan. 

Sang Pangeran itu adalah Guruminda, pangeran dari Kerajaan Langit atau Kahyangan yang di utus ke bumi dalam wujud seekor lutung.

Begitulah akhir cerita dari Musikal Lutung Kasarung.

Kalau kita tarik pesan dari cerita Lutung Kasarung ini, ada beberapa Point, diantaranya:
  1. Menjadi pemimpin itu adalah amanah (harus memberikan keamanan, ketentraman, kepercayaan, keadilan dsb). 
  2. Rakyat adalah sumber kekuatan dan pertanggungjawaban amanah. 
  3. Tali Persaudaraan itu jangan sampai terputus.
  4. Ingat di atas langit masih ada langit. 
  5. Jujurlah.
  6. Setialah.
  7. Berbaktilah.
  8. Bijakasanalah.
  9. Tidak memandang Rendah Orang.
  10. Jadilah Panutan yang Baik.
  11. Menjaga Keseimbangan Alam.
  12. dsb. 
Seperti itulah kira-kira. Oh ya sebelum menutup postingan kali ini. Saya ingin menegaskan kembali, kalau saya sangat menyukai pertunjukkan Musikal Lutung Kasarung. Sangat Jawa barat, ada tari Jaipong ada tembang sundanya. Intinya tidak menghilangkan ciri khas. Saya menyukai ini bukan karena Musikal Lutung Kasarung adalah tontonan yang di dalamnya khas "Jawa Barat" tapi memang harus kita akui idenya mereka untuk "Mengangkat dan Melestarikan Cerita Rakyat" inilah yang patut mendapat pujian.

Musikal laskar Pelangi dan Musikal Lutung Kasarung adalah dua hal yang berbeda. Konteksnya beda. Tapi keduanya sangat berkesan. Semoga nanti akan ada musikal lain yang menyusul dari daerah lain. dari konteks atau konsep yang berbeda mungkin. Siapa tahu nanti ada Musikal yang mengangkat cerita dari tokoh-tokoh Kerajaan yang pernah ada di wilayah tanah air.  Bukan hanya dari tokoh pewayangan atau tokoh semu belaka.

Selamat Menikmati Musikal Laskar Pelangi ya .... 

NB: Sayang tidak boleh memotret padahal ingin memotret hehehehehe......

Wednesday, May 16, 2012

Jalan-Jalan ke Garut Jangan Lupa Chocodot

Okey deh teman-teman khan ceritanya mau Long Weekend nih, jadinya saya mau share soal buah tangan. Tepatnya sih oleh-oleh khas Garut, Jawa Barat. Ya, siapa tahu ada yang mau jalan-jalan ke Garut besok :)

Yup, beberapa waktu yang lalu Saya dan rombongan Jelajah pergi ke Garut dan kami pun tidak lupa membeli oleh-oleh khas Garut. Utamanya makanan ya dan yang lagi booming adalah produk baru yang bernama Chokodot. Yup, dilihat dari namanya Chokodot itu berati Chocolate Dodol Garut atau Cokelat Dodol yang berasal dari Garut :)

Pas kita berkunjung langsung ke tokonya kesan saya itu menarik dan tergoda untuk membeli. Mengapa?
Karena chokodot yang mereka pajang di rak-rak itu terlihat rapi dan begitu menggoda. Dikatakan menggoda karena kemasannya itu lho menarik dan rasa yang ditawarkannya pun bervariasi. Tempatnya sih kecil tapi Cokelatnya ini lho yang membuat kita betah memilah-milah. Bukan hanya Chokodot saja yang mereka jual tapi ada juga cemilah lainnnya.

Dan Chokodot yang mereka jual itu diantaranya seperti ini:

Rasa Chilli

Nah Chokodot di atas sesuai dengan yang tertera di kemasannya rasanya Chilli. Rasa Cabe gitu ya maksudnya. Tetapi pas saya coba, gak terlalu pedas yang ada adalah rasa hangat-hangat seperi itulah ....

Chokodot Isi Dodol

Chokodot yang ini dia ada isi dodol dengan rasa yang berbeda ada dodol rasa susu, cokelat dan keju. Tak kasih bocoran ya, kalau Cokelat yang isinya Dodol Cokelat rasa dodolnya itu gak kentara atau tidak begitu terasa. Ini dikarenakan dodolnya di potong-potong kecil jadi ya rasanya tetap saja yang dominan itu ya rasa cokelatnya.


Chokodot Unik ada Lambang Palang Merahanya :)
Dan  Chokodot yang di atas itu unik. Saya akui beli itu cokelat gara-gara kemasannya bikin penasaran gitu.  Kok bisa ya idenya itu memasang lambang palang merah hehehehe... Selain itu sebenarnya ada juga yang lambangnya smile, tapi sayang gak difoto cokelatnya. Oh ya, ada yang unik lho dari cokelat di atas itu. Gambar di atas khan tampak bagian muka, kita bisa baca ya khan ada kata-kata yang lucunya dan di bagian belakang pun tidak mau ketinggalan ya. Coba kita lihat gambar berikut ini:

Chokodot Tampak Bagian Belakang
Bisa terbaca khan apa kata-katanya xixixxixi: Saya suka idenya... lanjut ya ..

Chokodot dengan Hazelnut
Ini baru Cokelat dengan isi Kacang Hazelnut. Rasanya sama sih seperti Hazelnut umumnya :)

Ada Chokodot Cinnamon
Yup kalau Chokodot yang ini ada rasa Cokelat kayu manisnya  (cinnamon) ya :)

Ada yang kemasan isi 4 buah 
Ya ada juga cokelatnya dengan kemasan isi 4 buah ya. Menarik bukan?

Chokodot dengan campuran  Kopi
Variasi yang mereka lakukan juga tidak lupa mengkombinasikan Cokelat dengan Kopi. Nih, menarik juga bukan kemasannya?

Dan dimanakah kita bisa mendapatkan Chokodot itu?

Daftar Distribusi Chokodot
Tenyata ada agennya ya di Jakarta bahkan sudah sampai Bali.
Begitulah kira-kira tentang Chokodot ini ya. Kalau datang ke tempatnya langsung sih lebih seru. Karena kita bisa memilah dan menurut saya, teman-teman bisa kalap apalagi yang suka cokelat. Hadirnya Chokodot dengan kemasan yang menarik itu lumayan tuh bisa membuat keranjang belanjaan kita penuh. Jangan khawatir masih terjangkau lah harganya oleh kita-kita ini.

Satu hal lagi, Chokodot ini tekstur cokelatnya khan agak basah atau agak lembek jadi tidak terlalu keras. Kalau ingin yang agak keras atau tidak lembek ya simpan di kulkas ya....

NB: Chokodot yang saya foto ini semua adalah cemilanku ... Happy long weekend :)

Saturday, May 12, 2012

Saudara Laki-Lakimu Pengganti Ayahmu

Selamat siang pembaca blog setiaku. Apa agenda weekend di hari Sabtu ini?

Nah, kalau saya  ceritanya habis dari pernikahan teman kantor dan hadir ketika Akad nikahnya, pulang ketika akan resepsi. Memang moment yang paling sakral dan terbaik untuk dihadiri sih akadnya. Karena di dalam akad nikah itu ada ijab-qobul. Ketika wali dan calon mempelai laki-laki mengucapkan Ijab-Qabul dan sah berarti mereka sudah resmi lho menjadi suami istri. Selain itu ada Khutbah Nikah.

Kalau diperhatikan ya, pada beberapa moment Akad Nikah itu ada yang khusyuk ada yang kurang khusyuk atau kurang khidmat jadi terkesan kurang serius. Apa benar ya mereka itu menikah? apa mereka sudah mengerti artinya pernikahan itu? hehehehee.. 
Ohya begitu pun di dalam Ijab-Qabul. Ada yang lancar hanya satu kali ucap, ada yang dua kali baru sah dan ada juga yang harus latihan Ijab-Qabul dahulu. Berdasarkan pengalaman dari pernikahannya sepupu waktu itu, jadi ya ketika laki-laki akan mengucapkan Ijab-Qabul itu lebih baik jangan terburu-buru dan usahakan tetap tenang supaya pengucapannya tidak perlu diulang.

Ada satu hal lagi yang saya perhatikan dari moment Akad Nikah, yaitu mengenai Wali. Hari ini ketika menghadiri akad nikahnya teman itu saya  dibuat terharu. Mengapa? 
Ternyata yang menjadi wali alias yang menikahkan itu adik laki-lakinya yang masih muda.

Akad Nikah Rahma dengan Wali adiknya

Saya perhatikan ketika sang adik mengucap Ijab dan dalam hati berkata "Masih muda tapi sudah menikahkan kakaknya"... bagaimana ya perasaannya sang adik? Saya melihatnya dia khan masih ABG. waktu saya tanya saudaranya usianya masih 19 tahun.
Ketika selesai melaksanakan tugasnya sebagai wali pengganti ayahnya yang telah meninggal dia langsung diciumi ibunya berkali-kali. Bagaimana tidak terharu coba melihat adegan itu.

Tapi sayang ya, satu hal yang terlupakan dari Akad Nikah itu adalah soal Sighat Taklik. Kok tidak dibacakan ya. Sighat Taklik itu lho pembacaan isi buku nikah yang menyangkut hak dan tanggung jawab suami- istri. Lebih bagus itu dibacakan ya, supaya kita atau pengantin baru itu diingatkan sedari awal tentang hak dan tanggung jawabnya.

Jadi, inti dari cerita di atas adalah, Saudara kita khususnya laki-laki itu adalah sebagai Wali pengganti ayah ketika Ayah kita meninggal. So, jalinlah hubungan yang baik dengan mereka.
Saya jadi teringat nenek pernah bilang katanya ingatlah adikmu. "Ingatlah sama adikmu utamanya yang laki-laki karena dia itu sebagai pengganti Bapakmu nanti" ..... sekarang begitu meresapinya perkataan nenekku itu. Alhamdulilah hubunganku dengan mereka baik-baik saja kok.

Dan itulah mengapa pasangan suami istri ingin memiliki anak laki-laki dan anak perempuan. Rupanya salah satu alasannya karena mereka memiliki peranannya masing-masing. 

Atas kejadian ini, saya akan tetap mendorong pernikahan adik saya semoga berjalan lancar. Menikahlah selagi Bapak masih sehat, masih ada mamah dan kedua nenek masih sehat. Doakan Ami semoga bisa dapat segera menyusul dan mendapatkan yang terbaik, Amien :)

NB: Semakin mengerti artinya keresahan orang tua ketika anak-anaknya sudah Matang dari segi usia  khususnya :)

Thursday, May 10, 2012

Firasat Sebagai Penyelamat

Atas kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 yang terjadi kemarin, saya  turut berduka. Semoga pencariannya tidak berlarut-larut ya. Mudah-mudahan ada keajaiban korbannya ada yang selamat.

Baiklah kita lanjut ngeblognya, seperti yang teman-teman ketahui semuanya, postingan blog saya sebelumnya khan menceritakan tentang Provinsi Gorontalo. Dan pagi ini ketika sedang siap-siap mau ke kantor tiba-tiba  teman dari Gorontalo BBM  tanya perihal mantan big boss kami yang juga berasal dari Gorontalo.
Teman saya bilang mantan big boss kami itu nyaris celaka dengan pesawat Sukhoi kemarin. Lalu saya jawab "Gak tahu, kalau dari daftar nama korban kecelakaan tidak ada namanya sepertinya gak jadi tapi kalau lihat dari status ajudan bilang sujud syukur gak jadi naik gus ... " seperti itu....

Temanku itu ternyata diceritakan sama keluarganya big boss yang di Gorontalo. Katanya sih Istrinya yang melarang "gak usah ikut pah" ....  (katanya penerbangan "joy flight" itu diperkirakan memakan waktu satu jam dan mantan big boss kami ada rapat satu jam lagi jadi istrinya melarangnya"


BBM dengan mas Ashin


Dan waktu saya tanya ajudan Bapak (mantan Big boss-red),  dia bilang "ia sudah naik ke atas pesawat duduk ngobrol sama petugas Sukhoi karena dengar mas Agus cerita kalau semalam mimpi tenggelam kapal akhirnya gak jadi ikut", jawab Pak Talo.

BBM dengan Pak Talo


Mas Agus yang diceritakan di atas dia adalah pengawal pribadinya Bapak.  Ketika diajak ikut naik pesawat, mas Agus katanya menolak dan hanya berkenan menunggu saja.

Saya pun tanya Mas Agus langsung  tentang mimpinya, dia bilang "Aku mimpi saya lagi tugas naik kapal laut, di tengah laut tiba-tiba ada tsunami dan menenggelamkan kapal yang saya tumpangi. Tapi tidak tahu kok saya bisa berenang sampai pantai", jelasnya.

BBM dengan Mas Agus


Alhasil dari kejadian ini kami di ruangan nonton video streaming TVOne, maklumlah karena baru pindahan, TV pun belum dipasang jadinya nonton live streaming kebetulan Bapak ada di wawancara.

Live Streaming

Nah, Pak Harso ketika diwawancara bilang "kalau ragu jangan pernah berangkat, jangan abu-abu tanyalah pada orang yang dipercaya",  katanya....

Jadi, beruntunglah kalau kita punya firasat itu, lewat mimpi barangkali.  Firasat itu tidak semua orang mendapatkannya ya. Orang-orang yang mendapat firasat itu spesial. Selama saya tugas atau dinas luar kota alhamdulillah belum pernah mengalami firasat yang buruk.  Dan Mudah-mudahan Tuhan memberikan jalannya ya kepada kita agar diberikan keselamatan dalam langkah kita. Terakhir, jangan mengabaikan firasat yang ada karena firasat bisa sebagai penyelamat kita.

Untuk keluarga korban semoga diberikan ketabahan ... Dan untuk Pak Harso yang pernah memimpin kami lanjutkan cita-cita dan mimpinya. Sukses selalu Pak.

Monday, May 7, 2012

Khas Gorontalo

Yup, postingan kali ini untuk menepati janji sharing cerita lain sewaktu kunjungan kerja ke Provinsi Gorontalo.
Langsung saja ya gak perlu kata-kata pengantar lagi, soalnya sudah jam 21:03 ini, heheheh apa hubungannya ya?

DANAU LIMBOTO

Ada yang tahu atau barangkali  teman-teman sudah pernah pergi ke Danau Limboto?
Tempatnya sebenarnya indah ya. Tapi sayangnya keindahannya itu jadi berkurang karena tertutup oleh eceng gondok.

Terlihat Eceng Gondoknya ya, foto ini diambil dari Bis
Hhm, pengen tertawa jadinya kalau mengucapkan eceng gondok. Padahal ya eceng gondok itu bisa bernilai positif kalau bisa diolah tapi maknanya sudah lain kalau kata "eceng"nya dihilangkan dan hanya menyisakan kata "gondok" di dalam percakapan heheheee :)
Penasaran, kata Eceng itu darimana ya asalnya? :)

Baiklah kita lanjut lagi ceritanya.  Menurut keterangan Bapak dari dinas PU yang menjadi narasumber kunjungan kami itu, luas dari danau Limboto awalnya mencapai 8000 (delapan ribu) hektar tapi tapi sekarang luasnya menyusut jadi 2000 hektar. Sementara kedalamannya itu pada tahun 1930 sekitar 15-30 meter. Tapi sekarang ini kedalamannya hanya 2 (dua) meter saja.
Mengapa bisa seperti itu?
Hal ini terjadi karena pendangkalan yang disebabkan oleh endapan lumpur.

Himbauan dari pemerintah pusat ya dalam hal ini Komisi V DPR RI yang saya dengarkan seperti ini:
  1. Dibuat pokja yang memiliki otoritas khusus menangani masalah danau Limboto. Pokja ini katanya nanti diharapkan bisa memperkuat program terkait penanganan Danau Limboto dan juga untuk menguatkan anggaran.
  2. Bapak Gubernur diminta ketegasannya menangani masalah Danau Limboto.
  3. Melokalisir perumahan yang berada di pinggiran danau Limboto. (Tapi menurutku sepertinya maksudnya itu adalah merelokasi ya).
  4. BPN diminta untuk tidak menerbitkan sertifikat untuk penggunaan/pemberian hak atas tanah untuk rumah-rumah di danau Limboto.
  5. Danau Limboto agar dipasangi patok.
  6. Kerjasama antar K/L terkait untuk menangani permasalahan di Danau Limboto.
Nah,, Narasumber kami itu harapannya dari penanganan Danau Limboto sih tidak muluk-muluk katanya minimal bisa mengembalikan luasan danau Limboto.

MUSEUM PENDARATAN PESAWAT AMPIBI

Saya tidak tahu ceritanya atau sejarahnya apa yang terjadi sehingga mendiang Presiden Pertama kita, Ir. Soekarno mendarat dengan pesawat Ampibi di danau Limboto atau di Provinsi Gorontalo. Harus baca sejarah lagi ini ya, dan kemarin  tidak tanya karena fokusnya kunjungan khan ke Danau Limboto. Tapi museum yang ada di tepi danau Limboto itu sudah bercerita sedikit.
Ya, teman-teman, terjadi di tepi danau Limboto ini ada sebuah cagar budaya yaitu sebuah Museum yang bernama Museum Pendaratan Pesawat Ampibi.

Museum Pendaratan Pesawat AMPIBI

Di dalam museum sendiri ya, ada foto-foto Ir. Soekarno bersama keluarga dan juga ada mata uang zaman dulu. Tapi sayang bagian ini aku missed, tidak kupotret :)

Lebih dekatnya papan yang menggantung di museum itu bunyinya begini

MILU SIRAM

Milu Siram, makanan Khas Gorontalo
Ke Gorontalo kurang pas kalau belum mencicipi makanan khasnya yaitu Milu Siram. Milu sendiri dalam bahasa daerah artinya Jagung. Milu Siram itu seperti apa sih?
Yang pasti dia bentuknya kalau sup jagung seperti terlihat dalam foto di atas. Milu Siram ini dimasak dengan parutan kelapa, lalu ada bawangnya dan juga daun kemangi.

Pertama kali mencicipinya waktu ada jamuan makan malam di rumah dinasnya Gubernur Gorontalo. Waktu itu karena gak tahu cara makannya jadinya dicampur pakai nasi. Tapi saya sudah ngeh, sepertinya sup jagung ini yang merupakanmakanan khas Gorontalo seperi yang saya baca di Majalahnya Garuda. Sampai saya bawa pulang lho Majalah Garudanya. Mungkin karena penerbangan ke Gorontalo, jadi isi majalahnya pun ada tentang Gorontalo.

Kemudian, waktu sarapan pagi di hotel ada juga Milu Siram. Kali ini saya makannya dipisah dengan nasi. Nah, waktu kunjungan ke pelabuhan penyebarangan Gorontalo, kita disuguhi pula Milu Siram, banyak sekali. Bisa dilihat ya di gambar atas. Pokoknya hidangan jagung itu hampir selalu ada di setiap suguhan. Entah itu jagung bakar, jagung rebus, puding jagung atau Milu Siram.
Oh ya, Jagung yang sudah diolah jadi Milu siram itu rasanya tidak terlalu manis ya. Tapi kalau jagung bakar atau rebus manis ya.

Dan Saya dapat tips nih dari Mbak Cinthia Lamusu waktu transit di Bandar Udara Sultan Hasanuddin katanya makan Milu Siram itu pasnya memang tidak dimakan dengan nasi tapi itu makanan tersendiri. Dimakannya pun seperti makan baso. Jadi diberi kecap dan sambal sesuai dengan selera kita.

Jagung Bakar manis


Jagung bakar ini disajikan untuk kita waktu berkunjung ke Proyeknya PU ya..


BENTOR dan TRANS GORONTALO


Di setiap daerah itu pasti ada saja kendaraan khasnya. Seperti di Jakarta ada Bajaj dan Trans Jakarta begitu pula di Gorontalo tidak ketinggalan ada kendaraan yang namanya Bentor dari singkatan Becak dan Motor, juga ada Trans Gorontalo.

Bentor Khas Gorontalo
Ada sebuah joke dari pegawai di Gorontalo katanya Bentor itu singkatan dari Bibir Jontor karena kalau ada accident itu yang beresiko adalah penumpang di bagian depan xixixixiii ...
Saya pernah sekali mencobanya waktu pulang dari jamuan makan. Kebetulan khan hotelnya dekat dengan tempat acara jadi kita tidak takut kalau pulangnya memisahkan diri dari rombongan naik bentor. Kita bayar Rp. 10.000,- Rasanya seperti naik bajaj saja sih.. hanya saja bentor tidak terlalu Noisy layaknya Bajaj.

Trans Gorontalo
Trans Grotontalo ini tidak jauh berbeda dengan Trans Jakarta. Hanya saja ukuran Trans Gorontalo lebih kecil dari Trans Jakarta dan untuk para pelajar atau siswa/siswi digratiskan. Patut mendapat pujian nih untuk pemdanya. Saya bisa masuk ke dalam trans ini karena waktu itu diparkir di depan hotel dan ada penjelasan dari dinas Perhubungan...

HOTEL QUALITY

Hotel The Best di Gorontalo, Quality
Kalau teman-teman ada kesempatan berkunjung ke Gorontalo, tak perlulah pusing-pusing mencari hotel. Karena di sana hanya ada satu hotel yang boleh dikatakan the best untuk saat ini yaitu hotel Quality. Di samping hotel quality ini ada juga penginapan biasa atau hostel.

Nah, seperti itulah ceritanya, belum habis sebenarnya. Disambung saja ya untuk postingan berikutnya. Akhirnya saya ucapkan Selamat berkunjung ke Gorontalo dan selamat beristirahat ya.