Search This Blog

Friday, July 17, 2020

Covid19 and Benefit Subsidy

Halo,

Bagaimana kabarnya teman-teman? 
Sekarang sudah bulan Juli ya, kalau di Jepang lagi memasuki summer dan perkuliahan sedang libur. Itu jadwal perkuliahan di kampusku ya.  Beda sih memang dengan kampus lain di Jepang. Per termnya di kampusku itu selama 3 bulan sementara di kampus lain ada yang 6 bulan. 

Nah, doakan saya bisa selesai dan tamat kuliah pada bulan Desember tahun ini (expected graduation). 
Meski sedang libur summer tapi saya tetap sibuk dengan thesis. Maklum dulu saya datangnya telat, jadi extend satu term. 

Okay, itu tadi update sedikit tentang perkuliahan ku di Jepang. 

Karena masih dalam kondisi Covid19, ruang gerak saya sebut saja ruang gerak buat main jadi terbatas.
Saya memang hanya bisa main di sekitar Niigata Perfecture. Itu pun belum semua kota terjelajahi. Maklum, alasan yang pertama karena transportasinya yang susah, atau sudah ada niatan tapi belum terwujud dan alasan yang terakhir memang ingin saving. 

Nah, dengan adanya Pandemic ini, planning saya yang awalnya ingin menikmati summer dengan menonton pertandingan olympic jadinya batal. Bahkan, rencana konferensi yang saya jadwalkan bulan Juni juga batal. Ya sudahlah ya, tidak bisa apa-apa lagi. Pandemic ini terjadi di mana-mana. 

Alhamdulilah, selama Covid19, saya sehat selalu dan selalu ditanya juga kabar kesehatan oleh JICA sebagai pensupport saya kuliah selama di Jepang. Di sini saya merasa aman dan yang terpenting adalah ikuti protocol pemerintah Jepang dan juga universitas (cuci tangan dan selalu pakai masker, refrain dari visiting tempat yang terkena dampak covid tinggi). 

Selain itu, alhamdulilah banget ya, saya tidak menyangka ternyata pemerintah Jepang sangat care terhadap masyarakatnya. Bukan saja masyarakatnya tapi saya sendiri sebagai mahasiswa asing telah menjadi bagian perhatian dari pemerintah Jepang. 

Sebagai bentuk perhatian dari pemerintah Jepang terhadap masyarakatnya termasuk mahasiswa asing, kami diberikan benefit subsidy sebenar 100.000,- yen. 

Awalnya, ini hanya berita saja tapi kami selalu pantau apa benar atau tidak. Ternyata seiring dengan berjalannya waktu berita itu benar. 

Pihak univiersitas sudah memberitahu kami bahwa akan ada semacam brosur yang harus diisi oleh kami mahasiswa. Brosurnya dikirim ke mailbox di dorm kami. Kami harus isi dan menyertakan copyan Resident Card dan juga buku tabungan. 




Gambar di atas adalah moment ketika saya mengembalikan brosur yang telah disi lengkap dengan attachementnya. Bahkan pihak dari pemerintah Minamiuonuma sini memberikan lengkap dengan amplopnya dan itu gak perlu lagi ditulisi alamatnya. 


Dari proses pengiriman brosur sampai benefit subsidinya diterima ada sekitar dua mingguan kurang lebih.  Apabila uangnya telah ditransfer, pemerintah local di sini menyurati kembali. Isi suratnya sebagai konfirmasi saja bahwa uangnya telah ditransfer. 


Seperti itulah cerita selama Covid19 di Jepang. Memang ada hal yang patut kita syukuri dari setiap ujian hidup yang dihadapi.