Tuesday, November 8, 2016

Memotret Promosi Pariwisata, Paket Pariwisata dan Pembangunan Infrastruktur Pariwisata di Indonesia

Apa yang ada di benak kita ketika mendengar kata “Pesona Indonesia” atau “Wonderful Indonesia” ?, ya pastinya kita akan selalu teringat dengan salah satu iklan di Televisi yang dilakukan oleh Kementerian Pariwisata Indonesia. "Pesona Indonesia dan Wonderful Indonesia" merupakan brand pariwisata yang sengaja diciptakan dalam rangka menarik wisatawan baik domestik maupun mancanegara untuk datang ke Indonesia

Kata"Wonderful Indonesia", sebagaimana keterangan di www.indonesia.travel mengandung janji bahwa Indonesia kaya dengan ketakjuban dari segala manusia maupun alamnya. Tak hanya memiliki brand (merek) berupa kata - kata, Kementerian Pariwisata pun menciptakan Logo berupa burung dengan warna yang berbeda - beda dan dengan kandungan makna yang mencerminkan arti kata dari masing - masing warna tersebut. 

Diambil dari sini

Untuk definisi warna pada logo pariwisata dapat dilihat juga dari penjelasan di sini

Ketika sudah memiliki Brand dan Logo ini artinya kita siap untuk melakukan promosi maupun publisitas. 

Sementara untuk tujuan wisata sendiri, Indonesia sebagaimana Brandnya Pariwisata "Wonderful Indonesia" memiliki beragam pilihan destinasi wisata. Seperti destinasi wisata budaya, destinasi wisata pantai/alam, destinasi wisata sejarah dll. 

Untuk destinasi wisata, Provinsi Bali menjadi salah satu destinasi favorite bahkan namanya lebih terkenal dibandingkan "Indonesia" itu sendiri di turis mancanegara. Hal ini bukanlah pernyataan yang mengada - ngada. Ini merupakan pengalaman Saya sendiri ketika "backpackeran" ke negara Tetangga, Malaysia. Waktu itu Saya menginap di dormitory yang berkamar tingkat khusus untuk cewek semua. Salah satu backpacker asing yang sekamar dengan Saya menjadi teman berbincang. Kita saling bertanya  tentang negara asal kita masing - masing. Sewaktu Saya mengatakan I am from Indonesia - Saya berasal dari Indonesia, turis Bule itu memperlihatkan raut wajah yang bingung. Pertanda bahwa dia tidak tahu Indonesia. Tetapi ketika Saya menyebutkan "Bali", dia langsung memasang raut wajah bersahabat. Menandakan bahwa sang bule tahu tentang Bali. 

Apa artinya ini? Ini artinya, Indonesia sebagai negara mungkin tidak dikenal semua orang akan tetapi ada bagian dari Negara Indonesia yang dikenal asing itu suatu keistimewaan tersendiri. Ini artinya masing – masing daerah harus dapat mengiklan daerahnya bisa lewat slogan atau semboyan atau lewat pencitraan yang lainnya (julukan). Beberapa contoh julukan dan semboyan untuk beberapa kota yang ada di Indonesia: 
  1. Jakarta kota Metropolitan.
  2. Bandung kota Kembang/Paris Van Java.
  3. Cirebon kota Udang/Wali.
  4. Kota Solo semboyannya The Spirit of Java. 


Julukan, slogan maupun semboyan sangat penting untuk diciptakan. Hal ini dikarenakan lewat kata - kata yang menarik, singkat padat akan mudah diingat oleh para wisatan yang berkunjung ke suatu daerah. Setelah memiliki julukan, slogan atau semboyan, pemerintah daerah harus dapat memajukan potensi yang ada di wilayahnya masing – masing, Khususnya potensi yang terkait dengan destinasi wisata. Julukan, slogan maupun semboyan merupakan satu kesatuan dengan potensi yang ditawarkan oleh suatu daerah dan akan berkurang maknanya apabila tidak dibarengi dengan upaya - upaya untuk tetap mempertahankan eksistensi suatu kota khususnya dalam memajukan potensi pariwisatanya. 

Mengapa setiap daerah harus dapat memajukan potensi pariwisata di daerahnya?
Pariwisata merupakan salah satu industri yang menjanjikan dan memang salah satu sektor yang dapat mendatangkan devisa bagi negara. 

Kementerian Pariwisata sejauh ini, sudah berupaya maksimal untuk selalu mempublikasikan pariwisata Indonesia ke Dunia Luar. Di TV berlangganan pun saya sempat menyaksikan iklan "Wonderful Indonesia" yang berbahasa Inggris. Suatu usaha yang patut diberikan acungan jempol. 

Selain itu, website yang diluncurkan oleh Kementerian Pariwisata www.indonesia.travel bisa dijadikan referensi untuk memilih dan menandai kapan waktunya kita berwisata dan wisata apa yang hendak kita kunjungi. Situs www.indonesia.travel menyajikan berbagai menu tentunya dengan berbagai bahasa (Indonesia, Inggris, Francis, Arab, Korea dsb ). Menu yang dapat kita akses di web www.indonesia.travel yaitu: 
  1. Destinations.
  2. Experience.
  3. Highlights.
  4. What's Happening.
  5. Inspirations.
  6. Travel Guidances.
  7. Facts.
  8. Map of the Islands.
  9. Brand Guideline.
Untuk Indonesia sendiri web www.indonesia.travel bisa dikatakan saat ini merupakan salah satu website untuk rujukan pariwisata yang representatitf.  Jadi, setelah promosi yang gencar lewat iklan di televisi maupun lewat promosi yang simple seperti merchandise pameran yang menarik, harus ada pembuktiannya. Bahwa gencarnya promosi pariwisata sama dengan kepuasan yang akan dirasakan oleh para wisatawan ketika melancong di wilayah Indonesia. Untuk kedepannya semoga situs www.indonesia.travel dapat selengkap Buku Lonely Planet. Sebuah buku wajib bagi para pelancong yang akan berwisata. 

Selain meluncurkan www.indonesia.travel, Kementerian Pariwisata juga gencar melakukan promosi lewat akun media sosial lainnya misalnya: Twitter @Kemenpar_RI, Instagram @kemenpar maupun Facebook: Kementerian Pariwisata. Ini artinya Kementerian Pariwisata tidak hanya melakukan promosi tetapi lebih jauh lagi dari sekedar Promosi yaitu melakukan Publisitas. 


Untuk kegiatan Publisitas yang dilakukan oleh Kementerian Pariwisata bahkan sudah mendunia yaitu dengan mempromosikan wisata budaya lewat transportasi umum di London. Berikuti pembuktiannya. 




Promosi Budaya Indonesia (Barong Festival- Banyuwangi)  lewat Bus di London , foto dr FB Kemenpar

Di Bus yang lain

Promosi Budaya Indonesia (Barong Festival- Banyuwangi)  lewat Bus di London , foto dr FB Kemenpar
Selain itu, Kementerian Pariwisata pun sangat gencar mendorong warga Indonesia untuk dapat memberikan suaranya dalam rangka World Halal Tourism Award 2016.  


World Halal Tourism Award 2016, Foto dari FB Kemenpar 


Pada ajang World Halal Tourism Award 2016 ini, berdasarkan informasi pada web ini ada 12  (dua belas) perwakilan Indonesia yang masuk nominasi dan dapat di-Vote, yaitu: 


  1. World's Best Airline for Halal Travellers, Garuda Indonesia.
  2. World's Best Airport for Halal Travellers, Sultan Iskandar Muda International Airport.
  3. World's Best Family Friendly Hotel, The Rhadana Hotel, Kuta - Bali.
  4. World's Most Luxurious Family Friendly Hotel, Trans Luxury Hotel - Bandung.
  5. World's Best Halal Beach Resort, Novotel Lombok Resort & Villas, Lombok - NTB. 
  6. World's Best Halal Tour Operator, ERO Tour, Padang - Sumbar. 
  7. World's Best Halal Tourism Website, www.wonderfullomboksumbawa.com.
  8. World's Best Halal Honeymoon Destination, Lembah Sembalun Region, NTB.
  9. World's Best Hajj & Umrah Operator, ESQ Travel - Jakarta.
  10. World's Best Halal Destination, West Sumatra - Indonesia.
  11. World's Best Halal Culinary Destination, West Sumatra - Indonesia.
  12. World's Best Halal Cultural Destination, Aceh - Indonesia. 

Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana kita memajukan industri pariwisata Indonesia? 
Ada banyak hal yang dapat kita lakukan, salah satunya yaitu, dengan mengemas Pariwisata Indonesia menjadi paket  wisata  yang menarik.  Bagaimana caranya?

Rasa – rasanya kita pun sudah tahu bahwa untuk beberapa event wisata sudah ada kalender tetapnya inilah yang akan kita masukan ke dalam paket - paket wisata. Paket wisata ini tentu disesuaikan dengan tema destinasi wisata yang ada, entah itu paket wisata budaya atau sejarah misalnya. 

Mengapa kita harus mengemas pariwisata di Indonesia ke dalam paket wista yang menarik? 

Karena belum semua daerah dapat mengangkat potensi wisata yang ada menjadi sebuah pkaet wisata tahunan yang tetap yang dapat dinikmati semua turis. Selain itu, perlu adanya yang mengkoordinir dari pusat. Kalau di bidang kehumasan atau publikasi kita kenal istilah adanya narasi tunggal, di sinilah kita buat paket - paket wisata ini agar terkoodinir atau satu pemahaman antara daerah dengan pusat.  

Lantas, apa saja paket - paket wisata yag ada yang perlu kita kembangkan? 
sebenarnya istilah paket  wisata ini sudah ada tanpa kita sadari. Hanya saja kita perlu diingatkan kembali. 

Paket - paket wisata itu antara lain: 

1. Paket Wisata Seni, Budaya dan Religi
 Menampilkan wisata Seni, budaya dan religi lokal dari masing - masing daerah, contohnya:


  • Festival Lembah Baliem, merupakan acara festival budaya suku di Papua yang dilaksanakan setiap tahun. 
Bakar Batu, salah satu budaya yang pertontokan untuk turis pada Festival Lembah Baliem. Foto koleksi pribadi. 

  • Paket wisata Seni Pertunjukan. Untuk paket wisata seni pertunjukan kita dapat menikmatinya berdasarkan agenda atau event di beberapa gedung- gedung kesenian atau pertunjukan yang dapat dinikmati oleh umum. Di Jakarta, sebagai contoh  paket wisata kesenian murah dapat dinikmati dengan mengunjungi Gedung Kesenian Jakarta atau Taman Ismail Marzuki.


2. Paket Wisata Sejarah 

Untuk paket wisata sejarah tentunya dapat kita nikmati lewat:



  • Museum 
  • Bangunan Bersejarah, seperti: Candi Borobudur, Taman Fatahilah (Kota Tua).
  • Rumah Bersejarah, seperti: Rumah Bersejarah Inggit Garnasih di Bandung.
KRumah Bersejarah Inggit Garnasih, Bandung. Foto Koleksi Pribadi.


3. Paket Wisata Hasil Kerjasama Antar Negara 


  • Lewat Pusat Kebudayaan:  Di Indonesia bahkan di beberapa ddaerah terdapat perwakilan dari masing – masing pusat kebudayaan. Misanya ada pusat Kebudayaan Prancis (CCF. Begitu pula dengan Erasmus Huis (Pusat Kebudayaan Belanda).  
  • Pameran : Pameran merupakan salah satu bentuk kerjasama yang dapat dilakukan antar negara. Contoh, pada tahun 2011, pernah digelar pameran “CHINESE SEAL CUTTING ART AND CALLIGRAPHY”. Pameran ini merupakan hasil kerjasama antara Embassy  Of The People’s Republic China di Republik Indonesia, National Art Museum Of China dan Museum Nasional Indonesia.  
Pelaksanaan Seni Ukir Stempel dan Kaligrafi Karya Li Lanqing. Foto Koleksi Pribadi. 


4. Paket Wisata yang Ditawarkan Oleh Perusahaan Swasta 


  • Untuk paket wisata ini kita bisa melihat terhadap program yang dimiliki oleh Djarum Foundation sebagai bakti Pada Negeri. Selain bergerak pada usaha komersial, Djarum juga memikliki program yang sangat baik sebagai bentuk apresiasi budaya. Beberapa program yang telah digelar oleh Djarium dalam rangka melestarikan budaya misalnya menyelenggarakan pageralan Drama Sinema GATOT KACA JADI RAJA “BATTLE FOR THE THRONE” pada bulan Februari tahun 2012 lalu. Pagelaran Drama Sinema adalah sebuah konsep pertunjukan yang memadukan aksi panggung, wayang kulit, film, dan Live orchestra, dimana cerita bisa beralih dari layar sinema ke panggung dan sebaliknya. Penuturan cerita dalam konsep Drama Sinema disampaikan menggunakan format film, dimana adegan hanya berlansgung selama 3- 4 menit, sehingga pertunjukan berlangsung dengan dinamis dan padat isi. (Sumber:dari sini)

5. Paket Wisata Alam 


Untuk Paket Wisata alam tentunya setiap daerah memilikinya. Contohnya :

Di Bandung, ada Taman Hutan Raya IR. H. DJuanda atau sering juga disingkat dengan Tahura. Taman Hutan Raya IR. H. Djuanda merupakan Taman Hutan Raya  (Tahura) pertama di Indonesia, yang diresmikan pada tanggal 14 Januari 1985 oleh Presiden Soeharto bertepatan dengan tanggal kelahiran Ir. H. Djuanda.  Di Tahura ini kita dapat menikmati beberapa objek wisata yaitu: 
  • Curug Dago & Batu Prasasti Kerajaan Thailand.
  • Monumen Ir. H. Djuanda.
  • Gedung Informasi Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda dan Museum.
  • Panggung Terbuka.
  • Taman bermain. 
  • Outbond.
  • Goa Jepang.
  • Goa Belanda.
  • Curug Omas Maribaya.
  • Patahan Lembang
Goa Jepang di Taman Ir. H. Djuanda, Bandung. Foto koleksi pribadi.


 6. Paket Wisata Bahari 

Untuk paket wisata Bahari, Indonesia memiliki banyak pilihan destinasi wisata bahari (pantai, laut, penyelaman) yang menarik.  Salah satunya Bali, Lombok, Manado. Berikut adalah beberapa pantai Indah di Lombok yang dapat dijadikan pilihan untuk berwisata. 


Pantai Senggigi, Lombok. Foto Koleksi Pribadi

Ada juga Pantai Malimbu. 


Pantai Malimbu, Lombok. Foto Koleksi Pribadi
Sementara untuk di Kalimantan Utara yang merupakan Provinsi terbaru ada Maratua Resort. Pantai di sini indah sekali dan para wisatawan di sini bisa snorkeling juga.  



Maratua Resort, Kalimantan Utara, Foto Koleksi Pribadi



7. Paket Wisata Artifisial 

Paket wisata artifisial menurut penulis dapat dikategorikan sebagai destinasi wisata yang memang sengaja dibuat khusus untuk tujuan wisata dengan objek wisata di dalamnya hampir semuanya merupakan buatan.  Misalnya Taman Mini Indonesia Indah (Jakarta), Dunia Fantasi (Jakarta), Trans Studio (Bandung), Perkampungan Budaya Betawi (Setu Babakan - Jakarta). 




Kereta Gantung yang dapat dinikmati di TMII. Foto Koleksi Pribadi

8. Paket Wisata Fauna 

Wisata Kebun Binatang dapat dimasukan ke dalam jenis Paket Wisata Fauna. Beberapa Paket wisata Fauna diantaranya :

  • Taman Safari Indonesia: Bogor, Bali dan Jawa Timur.
  • Sea World: Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta.
  • Batu Secret Zoo, Batu - Jawa Timur.
  • Kebun Binatang Ragunan, Jakarta Selatan.
  • Bali Safari and Marine Park, Bali.
  • Kebun Bintang Gembira Loka, Yogyakarta. 
  • Kebun Binatang Bandung.
9. Paket Wisata Kuliner 
Wisata Kuliner terdapat dimana - mana.  Pada dasarnya setiap daerah memiliki kuliner khasnya masing - masing. Misalnya, di daerah Palembang, ada makanan khas yaitu empek - empek. 
Empek - empek Beringin, salah satu makanan khas dari daerah Palembang. Foto Koleksi sendiri. 

Khusus untuk wisata kuliner, perlu kiranya ada dorongan dari pemerintah baik puat maupun daerah, agar setiap daerah mengembangkan atau dapat mengolah potensi Sumber Daya Alam yang ada misalnya, kalau daerah wisata tersebut menghasilkan banyak ikan bisa diolah menjadi makanan seperti empek - empek, kerupuk, dsb, Hal itu tentunya dapat mendorong peningkatan ekonomi yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas hidup dari masyarakat di daerah tersebut. 


10. Paket Wisata Belanja 
Untuk Wisata belanja, Indonesia belum menjadi pusat perhatian yang utama. Meskipun ada daerah yang mendapat julukan kota Mode. Untuk wisata belanja ini biasanya melekat pada wisata yang utama. Misalnya, di Bali ada pasar Sukawati dan Kelewer. 

Lalu, apakah cukup hanya dengan mengemas Pariwisata ke dalam paket wisata tertentu yang menarik? Tentu yang dinamakan paket pasti tidak berdiri sendiri ada unsur lain yang membuatnya menjadi satu kesatuan. Sebuah paket wisata hendaknya merupakan paket wisata yang menyajikan paket lengkap. Contohnya, untuk saat ini, Kementerian Pariwisata sedang mempromosikan Event 20th Nusa Dua Fiesta 2016. 
Nusa Dua Fiesta 2016, gambar diambil dari FB Kemenpar 

Event Nusa Dua Fiesta 2016 merupakan salah satu paket wisata yang lengkap. Dikatakan lengkap karena di dalam event tersebut, pengunjung akan dimanjakan dengan suguhan penampilan atraksi seni, budaya, kuliner, olahraga dan hiburan (untuk selengkapnya bisa lihat di web. Bahkan akan mengundang penyanyi kaliber dunia, Julio Iglesias. 


Paket wisata yang sudah ditetapkan berdasarkan tema, harus didukung oleh sektor lain. Misalnya Transportasi. Oleh karena itu, kita dorong pembangunan infrastruktur agar transportasi ke daerah wisata semakin baik. Kita juga bisa mendorong maskapai penerbangan untuk membuka rute baru ke daerah destinasi wisata yang banyak dikunjungi turis. Kalau sudah ada rutenya, bisa ditambah dengan jadwal penerbangan yang seharinya bisa lebih dari satu atau dua kali, misalnya.

Terkait dengan pembangunan infrastruktur untuk pariwisata,  kita patut memberikan apresiasi terhadap upaya Kementerian Pariwisata yang bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk turut membantu pembangunan infrastruktur di tiga destinasi pariwisata prioritas. Berdasarkan informasi dari Web Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, disebutkan bahwa Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) saat ini tengah menyiapkan rencana Pengembangan Kawasan Terpadu (Integrated Masterplan) untuk pengembangan tiga Destinasi Pariwisata Prioritas diantaranya  Kawasan Pariwisata Danau Toba, di Sumatera Utara, Borobudur di Jawa Tengah dan Mandalika di Nusa Tenggara Barat. 

Selain itu, berdasarkan berita dari web kompas.com Kementerian Pariwisata juga merencanakan membangun 100.000 Homestay Wisata atau Rumah Wisata di 10 (sepuluh) Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) hingga 2019 nanti dengan menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KementerianPUPR). Adapun 10  KSPN ini adalah : Danau Toba, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Borobudur, Bromo-Tengger-Semeru, Mandalika, Labuan Bajo, Wakatobi, dan Morotai. KementerianPUPR dalam hal ini akan membantu dalam membuat rumah percontohan untuk Homestay melalui Sayembara. Upaya - upaya yang dilakukan tersebut diharapkan dapat menarik 20 juta (dua puluh juta) wisatawan pada 2019. 



Selain upaya kerjasama antar Kementerian yang dilakukan dalam mengembangkan infrastruktur pariwisata perlu juga dilakukan upaya mendorong dan memberikan pembinaan kepada Tour Operator agar dapat membantu mempromosikan destinasi wisata yang ada di Indonesia. Dikarenakan saat ini, banyak sekali agen - agen wisata atau Tour Operator yang menawarkan paket wisata baik untuk perorangan maupun kelompok. Terlebih dalam ajang World Halal Tourism Award 2016, ada satu perwakilan Tour Operator dari Indonesia yang masuk nominasi. Hal ini bisa dijadikan lecutan semangat untuk bersaing dalam memajukan dan mengembangkan destinasi pariwisata Indonesia. 


Selanjutnya, jangan melupakan untuk membuat strategi mendorong perusahaan BUMN atau Swasta yang bergerak di bidang trasnportasi (Garuda Indonesia, Kereta Api dsb) untuk memberikan diskon dalam penjualan tiket untuk perjalanan wisata meskipun saat ini upaya sudah dilakukan. Misalnya Garuda Indonesia tiap tahunnya menyelenggarakan event GARUDA INDONESIA TRAVEL FAIR. Bahkan baru - baru ini, Garuda Indonesia bekerja sama dengan Bank BRI menawarkan promo online melalui website Garuda Indonesia itu sendiri. Beberapa penawaran yang diberikan oleh BRI - Garuda Online Fair adalah:

  • Special Offers for Travel Equipment at BRI - Garuda Online Travel Fair 2016.
  • Special Offers for Tour Package at BRI - Garuda Online Travel Fair 2016.
  • Special Offers for Hotel Book at BRI - Garuda Online Travel Fair 2016.
  • Special Offers for Flight Book at BRI - Garuda Online Travel Fair 2016.
  • Special Offers for Your Holiday at BRI - Garuda Online Travel Fair 2016.
Promo-promo tersebut merupakan suatu penawaran yang menarik untuk mendapatkan paket liburan atau paket liburan yang lebih murah dari biasanya dan hal ini dapat mendorong meningkatkan kunjungan pariwisata.

Pada akhirnya,  ketiga hal: promosi, paket pariwisata dan pembangunan infrastruktur pariwisata merupakan hal penting untuk diperhatikan dan perlu terus dikembangkan agar sektor Pariwisata dapat menarik wisatawan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. 

Sebagai penutup tulisan ini, penulis ingin memberikan tips bagaimana cara membuat publisitas yang baik. Di dalam Buku Effective Publicity karya Lawrence dan Dennis L. Wilcox ada delapan tahapan yang harus kita perhatikan ketika kita merencanakan suatu kegiatan publisitas:

  1. Langkah pertama, mengidentifikasi masalah.
  2. Langkah kedua, mengidentifikasi tujuan.
  3. Langkah ketiga, mengidentifikasi audiens.
  4. Langkah keempat, mengembangkan strategi.
  5. Langkah kelima, membuat rencana aksi.
  6. Langkah keenam, menyusun timetable.
  7. Langkah ketujuh, menyusun anggaran.
  8. Langkah kedelapan, melakukan evaluasi. 














Wednesday, May 27, 2015

Menikmati Ritual Pelantikan Sikerei di Mentawai On My Trip Magazine


Helooo ...
Apa kabar pembaca setia blog saya. Sudah lama tidak posting. Kali ini mau sharing cerita tentang kisah perjalanan saya ... sebenarnya ceritanya sudah hampir satu tahun yang lalu. Jadi, sudah  terlalu lama tapi masih layak untuk dishare.

Kisah perjalanan ini sudah dipublished sebenarnya di Majalah MyTrip dengan rubrik "Culture Speak", Volume 21 Tahun 2015.

Sudah beli belum majalahnya? sepertinya sekarang sudah keluar edisi terbaru ... okey ini dia rupa dari publikasinya.
My Trip Edisi 21 Tahun 2015



My name written here:
the contributors


The Article:




Menyaksikan Ritual Pelantikan Sikerei Di Melawai 

and ...

Last Page 
Baiklah, karena baca artikel di atas tidak bergitu jelas, saya akan uraikan sedikit kisah perjalanan ke Mentawai ini ya. Tapi, sebelummya saya infokan dulu kalau Ritual Pelantikan Sikerei baru ini, konon katanya baru perdana dipublikasikan untuk umum.

Let's start our story ....
Saya berangkat sendiri dari Jakarta ke Padang pada tanggal 23 Mei siang naik garuda. Awalnya ragu untuk pergi karena tidak ada budget untuk tiket. Tapi keadaan menguntungkan saya karena ikut keanggotaan GFF (Garuda Frequent Flyer). Dimana kalau kita terbang dengan Garuda akan mendapatkan tambahan point. Kalau pointnya sudah banyak kita bisa meredeem atau menukarnya dengan beberapa pilihan yang diberikan GFF. Nah, saya sendiri menukarnya dengan tiket keberangkatan - Jakarta - Padang. Tidak bisa PP (pulang pergi) karena pointnya tidak cukup. Satu tiket Jakarta - Padang dapat ditukar dengan Point GFF sebanyak 14000 point (kelas ekonomi). Untuk tiket pulangnya saya beli sendiri.

23  Mei 2014 
Berangkat dari Jakarta pada jam 11: 25 WIB menuju Bandara Minangkabau (Padang) yang merupakan meeting pointnya. Tiba jam 13:10 WIB. Sesampainya di Bandara langsung menuju Mushola untuk Zuhur dan menunggu teman - teman yang lainnya di sini. Sekitar dua jam kemudian, baru ketemu Mbak Evi (Eonya dari Indonesia Trip Advisor). Kemudian satu per satu anggota trip Mentawai pun berdatangan. Bagi saya Travelling kali ini kedua kalinya ikut Mbak Evi.

Untuk lebih mendekatkan cerita ini, Saya perkenalkan satu per satu peserta trip Mentawai yak ...
Mbak Evi, Sang EO

 Next,
Pak German Kartasasmita
Next,
Takeo Shindo

Next,
Howardi Godjali
Next,
Pak Kim
Next,


Herman Morisson
Next,

Agung Parameswara
Next,
Sayuri
Next,
Catthy
Next,
It's me dengan Sikerei
Itulah ke sepuluh anggota trip Mentawai. Setelah semua personil kumpul, kita meninggkalkan bandara menuju pelabuhan Bungur - Padang menyebrang ke Siberut. Tapi sebelumnya kita makan dulu di rumah makan Padang dekat pelabuhan tersebut. Sekitar Jam delapan malam kita sudah berada di dalam kapal menuju Siberut - Mentawai. Perjalanan padang - Siberut ada kurang lebih sepuluh jam. Di dalam kapal kita tidur di ruangan ber AC, yang tidak terasa sejuknya. Menurut saya sih volumenya kecil dan orangnya banyak. Jadi panas. Kita tidur di kasur yang bertingkat dua, saya pilih kasur bagian atas.

24 Mei 2014
Jam enam pagi kapal pun sampai di pelabuhan Siberut. Dari pelabuhan, rombongan diangkut sama kendaraan seperti angkutan kota tapi ini belakangnya terbuka. Rombongan dibawa menuju basecamp sementara sebelum melanjutkan perjalanan ke kampung. Di basecamp ini kita istirahat, mandi dan makan.

Jam sepuluh setelah semuanya siap, perjalanan dilanjutkan ke kampung Sikerei naik pong - pong selama kurang lebih tujuh jam perjalanan. Ada empat pong - pong untuk angkut sepuluh orang plus barang - barang. Di setengah perjalanan yang ditempuh melalui sungai ini ada breaknya untuk makan siang.

Sore harinya baru kita sampai kampung yang dituju itu pun masih harus jalan kaki sekitar sepuluh menit. Setibanya di kampung kita menuju rumah Aman Lau. Di sinilah tempatnya untuk rombongan trip menginap  dan tinggal selama enam hari. 

Kita beramah - tamah, istirahat, mandi dan makan. Lalu malam itu juga menuju Rumahnya Sikerei Aman Lau - Lau untuk menyaksikan rangkaian ritual pelantikan Sikerei baru.

Ada beberapa ritual pada malam itu yang disuguhkan kepada kami yaitu: tarian, potong babi, masak, makan bersama dan tarian lagi. Keesokan harinya, tanggal 25 Mei 2014, sorenya kita pergi ke hutan mencari daun untuk obat - obatan dan malamnya ada tarian.

Tanggal 26 Mei 2014, hari ini  merupakan hari closing atau penutupan dari acara ritual pelantikan sikerei baru. Acaranya dimulai dari memotong babi dan masak.

Tanggal 27 Mei 2014,  kita melihat proses pembuatan racun.
Tanggal 28 Mei 2014, kita jalan - jalan ke Kampung Matotonan. Tentunya dengan memakai kendaraan Pong - Pong. Karena jalan yang menghubungkan satu kampung dengan kampung yang lain masih melalui sungai.

Untuk lengkapnya bisa beli majalahnya my trip ya  Volume 21, tahun 2015. Biasanya penerbit suka menyimpan sisa terbitan.

Dan ini ada beberapa kosa kata dari bahasa Mentawai yang kita pelajari di sana.
Matsurabagata = Terima kasih
Simasegei = Selamat pagi 
Sitago = Selamat Siang 
Sisoibo = Selamat Malam 
Naikemei = Good bye
Aluita - Selamat Datang
Mukop = Makanan 
Mulok = Minuman 
Sapo = Rumah kecil atau rumah biasa

Nama - Nama hari :
Senin = Sagoi 
Selasa = Duagoi
Rabu = Telungagoi
Kamis = Empatgoi 
Jumat = Limangagoi 
Sabtu = Enengagoi
Minggu = Pitungagoi 


Sebelum blog ini ditutup, saya ingin tegaskan lagi bahwa daerah Mentawai yang dikunjungi ini terletak di Pulau Siberut, Wilayah Sarereiket, Desa Madobak, Dusun Butui. Di Butui sendiri diperkirakan terdapat sebanyak 30 (tiga puluh) Sikerei. Sementara di Pulau Siberut ini ada banyak Sikerei yang tersebar di beberapa wilayah, diantaranya: Saliuhuma, Saibi, Sempungan, Sirilogui, Sikabaluan, Malacan, Telekan, Bose, Labuan Bajo, Policoman, Sikapona, Tiniti, Simalegi, Betaet, Bojo (Siberut Barat), Simatalu, Paipajet (Barat daya), Kailela, Sagulube, Sakurei, Taileleo, Saumanu, Katurei, dll.



 




Tuesday, December 16, 2014

Solo Traveling Perdana Ke Malaysia Dalam Rangka Stamp Exhibition

Helo ...
What's New?
Yup, i've got something to tell you  ... sebuah cerita tentang Solo Traveling Perdana saya ke Malaysia.

Bukan ini bukan kali pertama saya pergi ke negeri Jiran. Kemarin itu sebenarnya kali kedua saya pergi ke Negeri tetangga. Tapi yang berbeda adalah kalau dulu perginya bareng teman. Yang kedua, atau kemarin perginya sendiri untuk pertama kali ke Luar Negeri. Jadi saya menyebutnya Solo Traveling Perdana. Heheheehee .... akhirnya saya bisa juga pergi sendirian.  Yess.

Saya begitu menikmatinya. Meskipun cuti tiga hari kemarin itu sebenarnya dalam rangka melihat pameran stem atau perangko. Tema pamerannya sendiri adalah WORLD YOUTH STAMP EXHIBITION & 29 TH ASIAN INTERNATIONAL STAMP EXHIBITION.

 Sebelum pergi itu saya melakukan beberapa persiapan atau survei dahulu mengenai keadaan di sana.
Seperti inilah kira - kira persiapan saya:

  1. Mencari tahu info sebanyak mungkin tentang Event Pameran Perangko. Bisa dari facebook atau webnya langsung. 
  2. Ketika sudah tahu lokasinya, seperti lokasi untuk pameran perangko kemarin dilaksanakan di Kuala Lumpur Convention Center (KLCC), maka saya cari tahu bagaimana rute ke sana. 
  3. Tapi sebelum kita mencari tahu dulu rute ke KLCC maka kita harus dapat memastikan akan berangkat menggunakan maskapai penerbangan seperti apa. Saya kemarin dapat promo pakai pesawat Garuda. Nah, kalau pakai Garuda berarti stopnya di KLIA (Kuala Lumpur International Airport). 
  4. Maka saya cari info direction dari KLIA ke KLCC. Informasi itu didapat dari web (video) di sini.
  5. Saya sangat puas sekali dengan Video direction itu dan beberapa hari mendekati keberangkatan saya putar terus dan saya pun mencatatnya di note book.
  6. Setelah tahu direction ke KLCC maka saya cari penginapan di daerah sekitar KLCC. Maka saya putuskan untuk menginap di Le Apple Boutiqe Hotel. Alasannya karena harganya masuk dalam jangkauan saya dan jaraknya dekat ke KLCC bisa jalan kaki. 
  7. Saya mempelajari peta lokasi dan juga print peta lokasi seperti dibawah ini. 
Area Pameran (Diambil dari official webnya)

Nah, dari Video saya dapatkan informasi kalau dari KLIA bisa langsung ke KLCC (Kuala Lumpur Convention Center) lewat West Entrance. Pada map di atas kita bisa lihat letak west entrance disebelah mana. Tapi kalau tidak mengerti, informasi itu bisa disimpan untuk gambaran saja. Agar tidak terlalu membingungkan.

Rail Map

Dari Rail Map (peta kereta) saya bisa mengetahui akan melewati berapa perhentian dan harus berhenti di mana. Nah, kalau saya baca dari rail map di atas, maka di dapat rute seperti ini; Dari KL International Airport menuju ke KL Sentral lalu dari sini dilanjutkan ke KLCC Stasiun sebagai pemberhentian terakhir dengan melewati (dari KL Sentral) -- Pasar Seni -- Masjid Jamek -- Dang Wangi -- Kampung Baru -- KLCC Statsiun (pemberhentian).

Intinya dari pengalaman saya kemarin di Malaysia, dengan adanya KL Express yang terintegrasi dengan beberapa Shoping Mall langsung menuju ke lokasi sangat memudahkan. Cocok untuk tipe solo traveling.

Setelah mendapatkan gambaran mengenai Rail Map dan juga Denah Lokasi, selanjutnya adalah mencari tahu tentang lokasi hotel. 

Le Apple Boutique Hotel

Dari peta di atas saya bisa tahu kalau Le Apple Boutique Hotel letaknya bersebarangan dengan KLCC bahkan bersebelahan dengan Hotel Corus. Tadinya saya mau nginap di Corus, tapi waktu mau booking harganya naik, gak jadilah bookingnya. 

Lanjut ceritanya ya.

Ticket
Pada hari H-nya saya terbang langsung bersama Garuda dari Jakarta ke KLIA. 
Pas sampai di KLIA, bayangan yang ada dibenak saya dengan video tidaklah persis sama. Tapi Video itu membantu saya bertanya secara To The Point. Maksudnya saya tahu next destination yang akan ditanyakan.

Dari KLIA menuju KL Sentral menggunakan KLIA Express harganya 35 RM (Ringgit Malaysia) atau sekitar  Rp. 128.000,- Dari KL Sentral ke KLCC Stasiun pakai Rapid KL, harga Coinnya sekitar 1,50 RM.

Sampai di KLCC Stasiun yang terintegrasi dengan KLCC Suria (Itu lho shopping mall yang terkenal di Malaysia), saya tanya satpam arah ke Kuala Lumpur Convention Center.  Di dalam mal ini saya tinggal jalan lurus belok kanan ke arah Foodcourt lalu naik ke atas dan sampailah di venue Convention Center.

Standing Banner pameran perangko telah menyambut saya waktu itu dan sebagai petunjuk jalan juga sih.

Standing Banner
Nampak pula spanduk yang digantung di luar ruangan pameran.
Spanduk di luar Hall
Tapi sewaktu masuk ke dalam hall pameran, sayang banget sepi ya. Maksudnya tidak banyak negara yang berpartisipasi. Ketika ditanyakan kepada salah satu pengunjung katanya memang tidak terlalu ramai karena pameran ini temanya "Youth" bukan pameran "Dunia". Kalau tahun 2013 kemarin yang di Thailand rame, tambahnya lagi.

Seperti inilah situasi pameran di dalam hall.
Salah satu booth pameran

 Peserta Pameran yang melayani pengunjung.

Mencap perangko


Dan ini dia Philatelic Passport Book, sesuatu point yang khas dan diuber dalam setiap pameran perangko.

Buku untuk Hunting Perangko


Philatelic Passport Book ini diberikan secara free dari panitia untuk setiap pengunjung. Nah, pengunjung yang datang nantinya hunting perangko dari setiap booth peserta pameran. Rata - rata satu perangko ada yang dijual 1 RM. Sewaktu tahu satu perangko dijual 1RM, senangnya luar biasa. Tapi ketika beralih ke booth yang lain, harganya berbeda. Ini dikarenakan tidak semua negara datang ke Pameran Perangko. Jadi kalau ada salah satu negara bagian yang datang dan yang lainnya tidak datang, misalnya ada satu negara bagian dari United States datang dan dia punya perangko dari negara bagian lain yang tidak datang maka dia akan menjualnya dengan harga yang lumayan tinggi. Kemarin saja ada satu booth  yang menjual 11 (sebelas) perangko dari negara bagian lain yang berbeda, dia jual cukup tinggi sekitar 60 RM.   

 Lantas bagaimana konsep sebuah pameran perangko itu?
  1. Pameran perangko itu disesuaikan dengan temanya. 
  2. Pesertanya bisa dari organisasi perwakilan dari setiap negara kalau itu sifatnya internasional.
  3. Masing - masing perwakilan dari negara peserta pameran biasanya akan membuat perangko spesial edisi pameran yang dimaksud. 
  4. Tuan rumah biasanya akan mengeluarkan edisi perangko khusus untuk setiap harinya dengan design yang berbeda. Misalnya hari pertama designnya anu, hari kedua designnya anu.
  5. Cap yang dikeluarkan pun akan berbeda untuk setiap harinya karena pada capnya akan disesuaikan dengan tanggal pelaksanaan.
  6. Kenapa Cap? karena cap bagian penting dari pameran ini. Biasanya para pengunjung akan membeli postcard untuk dikirimkan sesuai dengan alamat yang tertera. Otomatis selain dibutuhkan perangko, dibutuhkan juga capnya. 
  7.  Pameran perangko biasanya dipadukan juga dengan unsur hiburan yang lain, seperti musik atau mungkin kalau ada booth perangko prisma dan juga games. Selain itu suka ada miniatur produk post yang sudah lama.
  8. Souvenir, tuan rumah biasanya menyediakan souvenir;  kaos, mug atau yang lainnya.
  9. Selain pameran perangko, ada juga pameran display produk post yang lama. Seperti perangko kuno, postcard kuno (lama) sesuai eranya.
 Berikut ini beberapa perangko hasil hunting saya.
Perangko Hasil Hunting
Dan ini dia legal perangko yang didesign khusus untuk hari pertama oleh tuan rumah.
Perangko Hari Pertama

Waktu hari pertama pelaksanaan pameran perangko, saya belilah itu perangko khusus untuk hari pertama. Untuk perangko hari kedua hanya dijual pada hari kedua saja tegas petugasnya. Katanya sih sengaja dibuat seperti itu agar pengunjungnya datang lagi. Tapi ketika hari kedua saya ke sana lagi ternyata semua perangko yang seyogianya dijual pada hari-hari berikutnya ternyata dijual semuanya. Kalau menurut saya sih itu karena gak terlalu ramai. 
Seri Perangko Khusus Pameran Perangko

Diantara para peserta pameran perangko ini, ada negara seperti Taiwan yang memanfaatkannya sebagai ajang untuk promosi untuk Next 30 Asian Stamp Exhibition pada tahun 2015.
Perangko Taiwan, Promo untuk Next 30 Asian Stamp Exhibition

Display Postcard dan Perangko Lama
Nah, selain ada booth - booth perangko ada juga display postcard dan perangko lama. Seperti ini:

Display Surat Lama
Jadi, pada surat lama di atas itu yang didisplay sebenarnya adalah pemakaian perangkonya. Dari gambar di atas bisa kita ketahui surat itu memakai perangko jenis Dai Nippon "Buffalo" Large Type.
Ada juga perangkonya yang bergambar rumah adat Minangkabau. Seperti ini.
Surat yang didisplay
 
Peserta yang mengikuti pameran untuk sesi display ini banyak. Salah satunya dari Indonesia. Sebagaimana dapat di lihat pada gambar di atas tersebut.


Next, kita alihkan pembicaraan ke tempat saya stay selama satu malam. Hari Senin, setelah mengelilingi pameran saya keluar dari Convention Center menuju KLCC Park yang ada di luar. Lalu saya tanya penjaga jalan ke luar dari Convention Center. Si penjaga meminta saya untuk jalan lurus menelurusi taman. Nah setelah beberapa meter jalan ketemulah sebuah air mancur yang terletak di bagian belakang pintu dari KLCC Suria.


Air Mancur Di Bagian Belakang KLCC Suria 
Dari sini saya terus jalan mencari jalan ke luar. Ketika lagi jalan saya sempat tidak sengaja melemparkan pandangan ke seberang. Dan that's it ... Le Apple Boutique Hotel berdiri tepat di seberang KLCC Suria.

Le Apple Boutique Hotel
Ketika Penginapan sudah terlihat saya terus berjalan mencari jalan ke luar.  Nah kalau sudah keluar dari kompleks KLCC Suria dan memasuki jalan raya, akan terlihat sign jalan menuju Jalan Ampang, seperti ini.

Silahkan dilihat signnya

Dan inilah bedroomnya.
Bedroom
Kamar yang saya pesan ini memiliki view yang bagus menghadap ke Twins Tower. Kalau direview, hotel ini memiliki fasilitas: LCD TV, Wifi, Bedroom, Kamar Mandi, Hairdresser, Setrika (ya beneran lho ada setrikaan).

Nah, sekarang kita bicarakan dimana saya dapat makan. Saya makan di Restauran Ampang.
Restauran Ampang
Restauran ini letaknya tepat di seberang hotel Le Apple Boutique dan hadir selama 24 jam. Makanannya enak ya bumbu khas India gitu. Sayurannya segar, begitu pula dengan ikannya.  Total sekali makan sekitar 8 RM. 

Secara keseluruhan Solo Traveling saya sangat menyenangkan. Apa yang dibutuhkan ada disekitar. 

Hari Kedua 
Untuk hari kedua saya kembali lagi ke Kuala Lumpur Convention Center (KLCC) untuk melihat pameran perangko. Tetapi sebelumnya mampir dulu di Aquaria Suria KLCC. Saya pun baru tahu Aquaria Suria KLCC itu sewaktu lihat sign di seputar Convention Center.  Letaknnya Aquaria ini dibawah dari Kuala Lumpur Convention Center.

Masuk ke sini tentu harus beli tiket dulu. Tiket masuk dijual 50 RM. Nah pas sebelum beli tiket saya diminta untuk difoto dulu sama petugas di sana. Katanya fotonya bisa diambil pas ke luar. Inilah Fotonya ketika sudah jadi. Meskipun fotonya ditempel tapi tidak masalah soalnya ciri khasnya masih ada.               

Hasilnya
Pas saya mau ambil foto itu duh ya kukira harganya paling dibawah 50 RM, ternyata lebih mahal dari tiket masuknya. Satu foto dijual 60 RM.

Album Foto
 
Saya pikir kenapa harganya mahal ini mungkin karena albumnya ya bagus. Tuh seperti dapat dilihat di atas.

Dan inilah fasilitas di Aquaria yang dapat kita nikmati.

Bergaya di Depan Ikan Piranha

ke Aquaria itu saya jadi ingat Sea World di Ancol tapi masalahnya adalah saya belum pernah ke sana. Jadi tidak bisa membandingkan antara ke dua Aquarium besar yang ada di Malaysia dan Tanah Air. Tapi, marilah kita nikmati saja beberapa foto - foto yang saya ambil.

Ikan

Beberapa Video yang berhasil saya abadikan.
video


Lucu benar itu. Kura - Kura menggendong ikan. Saya berkunjung ke tempat yang seperti ini jadi ingat keponakan. Harusnya kalau wisata seperti ini bawa anak kecil jadi akan lebih  menyenangkan.

Tabung Ikan
Sangat kreataif sekali, ada tabung besar diisi ikan.
Ada Ikan Hiu


Ya seperti itulah kira - kira pameran perangko di awal bulan Desember yang saya ikuti. Bagaimana menurut teman - teman?

NB: Jangan lupa untuk tahun 2015, World Stamp Exhibition akan diselenggarakan di Singapura. Don't Miss it ya ....