Search This Blog

Showing posts with label Sight Seeing. Show all posts
Showing posts with label Sight Seeing. Show all posts

Monday, January 23, 2012

Ada Foke di Petak 9

Gong Xi Fat Coi, Selamat Tahun Baru Imlek 2012. Karenanya kita dapat cuti hehehe dan saya tentunya bisa kembali lagi Ke Petak Sembilan seperti tahun yang lalu. Perayaan imlek di Vihara Dharma Bhakti, Petak Sembilan tentu saja masih sama. Membakar dupa, menuangkan minyak, berdoa, membakar "kertas" dan melepaskan burung. Kurang lebih seperti itu. Dan saya pun pergi ke sana seorang diri saja. Tadinya dua orang teman mau ikut. Tapi batal, karena yang satu sakit, yang satu lagi ada acara keluarga.

Ritual masih tetap sama tapi hari ini Vihara Dharma Bhakti, Petak Sembilan menjadi spesial karena ada Gubernur DKI datang. Ya Foke Datang ke sana dengan busana dan topi khas. Coba lihat ini:

Foke Datang


Wah tidak pakai baju merah ya, sementara saya pakai baju merah hehehehe...
Nah, Foke di sana memberikan beberapa sambutan. Untuk selengkapnya apa yang dia bicarakan bisa di lihat di video jikalau sudah saya upload.

Nah, ketika saya keluar dari Vihara Dharma Bhakti itu saya menguping pembicaraan orang terkait kedatangan Foke di sana.
Ibu Anu : "Jadi Foke mencalonkan diri lagi gak untuk jadi Gubernur DKI"
Bapak Anu: " Dia khan datang ke sini untuk promosi supaya di pilih lagi".

Seperti itulah kira-kira perbincangannya.
Kita kembali lagi ke cerita. Jadi, hari ini saya tidak interview alias tanya-tanya banyak sama orang. Karena itu sudah pernah saya lakukan dulu. Coba lihat Postingan saya waktu  Liburan ke Petak 9 tahun 2011. Di sana lumayan banyak informasinya. Nah, untuk hari ini saya hanya khusus memotret evennya saja.

Saya Share beberapa fotonya ya :

berdoa

Lalu,
Menuang Minyak

Ya menuang minyak itu merupakan salah satu bagian dari ritual. Heran saya mengapa gitu harus pakai minyak goreng, sayang khan kalau terbuang. Tapi waktu saya tanya itu minya-minyaknya dikemanakan, petugas itu bilang minyak-minyak itu diolah kembali atau dibagikan ke pakir miskin.

Ada juga minyak yang berwarna
Ya, selain minyak goreng yang dituangkan ada juga minyak yang berwarna merah. Waktu saya tanya ada yang bilang itu minyak wangi ada juga yang bilang minyak goreng yang sudah diberi warna merah. Hm...

Melepas Burung



Masih sama ada ritual melepas burung. Intinya kalau mau penjelasan informasi silahkan kunjungi postingan saya liburan ke Petak 9 .... Foto_foto lengkapnya akan saya Upload di FB :)


Wednesday, November 9, 2011

Lobang Jepang

Hallo teman-teman, hehehehe .... yuk simak lagi cerita dari saya, masih terkait dengan hasil Kunker ke Prov. Sumatera Barat. 
Cerita yang akan saya bagikan sekarang adalah tentang Lobang Jepang tepatnya di Bukittinggi.
Ya, sebenarnya tempat wisata Lobang Jepang ini saya temukan dengan cara tidak disengaja. Ketika itu saya jalan Pagi sama Bu Tri, tadinya mau cari makanan disekitar hotel, tapi kita tidak menemukan toko yang siap melayani. Jadi kita jalan-jalan saja sekitar hotel. Nah waktu jalan-jalan itu saya menemukan sebuah tempat pariwisata. Pagi itu masih sepi dan belum ada penjaga loketnya tapi kita bisa masuk karena pintunya tidak terkunci.

Saya masuk ke dalam sebentar, waktu itu diputuskan untuk kembali lagi sehabis mandi.
Saya tepati janji kepada diri sendiri. Nah, waktu kembali lagi memang penjaga loket sudah ada tapi masih sepi dan pengunjung pun baru aku yang pertama. 

Saya ditemani salah seorang guide lokal. Hal pertama yang dilakukan di lokasi wisata Lobang Jepang adalah, berfoto ria di depan pemandangan Ngarai Sianok dan Ngarai Koto Gadang.
Setelah itu ,masuk ke Lobang Jepang, dengan bayar tiket seharga Rp. 5000,-

Denah Lobang Jepang

Kalau kita lihat denah di atas, maka Lobang Jepang ini  sepertinya akan dibuat seperti gambar di atas, tapi masih belum.

Mari Kita lihat lebih dalam lagi apa yang ada di Lobang Jepang ini.

Pintu Masuk ke Lobang Jepang

Jadi, menurut Reno, guide lokal yang menemani saya, bahwa Jepang dahulu membuat Lobang ini dari bawah bukan dari atas dulu.
Kita Lihat lebih dekat lagi ke bagian dalam :

Tangga Masuk
Ya, tangga untuk masuk ke Lobang Jepang ini berjumlah 132 anak tangga ya.
"Tadinya pemerintah akan membuat eskalator tapi tidak jadi", sahut Guide itu.
Nah, berbicara mengenai anak tangga itu, jujur tidak saya hitung. Tapi cukuplah untuk berkeringat.

Setelah berada di dalam kita bisa melihat:

Lorong masih asli dindingnya dari tanah

Seperti yang bisa dilihat teman-teman pada bagian di atas itu dindingnya masih asli ya, dari semacam tanah liat. Tapi ada juga yang sudah berubah. Ada sebagian yang ditembok seperti ini:

Ada dindingnya yang ditembok
Pemerintah setempat menembok Lobang Jepang ini karena terkena gempa. Sebenarnya Lobang Jepang ini tidak pengap, karena terdapat ventilasi udara yang cukup. Dan lorong-lorong yang ada di Lobang Jepang ini mendapatkan udara sebagainnya masuk dari ngarai Sianok. Seperti terlihat seperti ini:

Pemandangan menuju Ngarai
Ya, teman-teman pemandangan yang saya ambil tersebut diambil dari dalam Lobang Jepang. Jadi, memang Orang Jepang ini sudah memperhitungkan segala sesuatunya dengan matang. Ventilasi udara yang cukup inilah yang membuat Lobang Jepang ini dibuka untuk umum.
Menurut Sang Guide, dikatakan bahwa Lobang Jepang ini terdiri dari 21 Kamar, 5 Kamar rahasia, satu dapur dan Penjara. Seperti berikut:

Penjara

Jadi, ketika saya lihat bagian Penjara ini, sempit adanya, tapi kata Reno, Sang Guide, sebenarnya panjangnya mencapai 50 meter persegi. Tapi memang ditutup oleh pemerintah setempat.

Dapur
Jadi, dapur ini berdasarkan penjelasan dari sang guide, merupakan Dapur kamuplase. Sebenarnya bagian ini dipakai untuk penyiksaan. Sampai Sang Korban meninggal.
Setiap korban yang meninggal, dibuang melalui lubang berikut ini:

Lobang untuk membuang mayat
Korban yang sudah mati dibuang melalui Lobang seperti terlihat di atas. Mayatnya tentu jatuh ke ngarai yang ada di bawahnya. Lobang ini sekarang ditutup.

Lubang Pengintaian
Lubang yang di atas itu digunakan oleh tentara Jepang untuk mengintai aktivitas penduduk. Jadi, nanti dari hasil pengintaian itu tentata Jepang bisa melakukan penyergapan atau perampasan makanan/hasil bumi penduduk.
Ini tanah aslinya seperti ini lebih dekat.

Jenis tanahnya lebih dekat, jadi semakin terkena air maka dia akan semakin padat. Kalau aslinya kita bisa melihat kilauan di tanah itu ya.

Baiklah pertanyaannya sekarang adalah, untuk apa Jepang Membangun Lobang Jepang ini?


"Jepang membangun Lubang Jepang ini  sebagai benteng pertahanan untuk menghadapi Perang Dunia II", ujar Reno.
Namun, Lobang ini belum sempat terpakai karena Jepang terlebih dahulu kalah oleh sekutu setelah dijatuhi Bom atom, di Nagasaki dan Hiroshima.

Pembuatan Lobang jepang, ini dilakukan secara rahasia. Dimulai pada Tahun tahun 1942 dan baru dijadikan objek wisata pada tahun 1986. Karena untuk menjaga kerahasiaan Lubang ini, Jepang memperkerjakan orang-orang dari luar Sumatera. Supaya tidak ada yang buka mulut, maka setelah selesai menjalankan tugasnya para pekerja itu dibunuh.

"Bahkan untuk para pemuda, mereka langsung memubunuhnya, sedangkan untuk anak-anak,diperbantukan untuk membuat rel, dan perempuan dijadikan sebagai budak nafsu", ujar Reno.

Karena Begitu rahasianya pembuatan Lobang Jepang ini sampai  tanah hasil galiannya tidak pernah diketemukan sampai sekarang, ujar sang guide.
Nah, Lobang Jepang ini ditemukan oleh masyarakat setahun setelah kemerdekaan.

Oh ya, menurut Reno, bangunan semacam ini ada tiga di Indonesia, yaitu, di Bukitinggi sendiri, di Biak (untuk kuburan masal, dan di Dago Pakar, Bandung.
Lama tinggal di Bandung, tapi belum pernah lho teman-teman, saya masuk ke Goa Jepang yang ada di Dago Pakar, Ya karena tidak ada yang mengajaknya juga dan yang saya dengar cukup angker ya. Jadi, tidak berani kalau pergi sendiri hehehehe...

Bagaimana temna-teman ada yang sudah pernah ke Bukittinggi dan berkunjung le Lobang Jepang?
Kalau belum maka bersegeralah ya ajak keluarga dan teman-teman.....


Friday, August 5, 2011

Indahnya Boko

Okey, satu lagi uploadan  saya dari Yogyakarta. Ini dia Boko yang Indah ...



Yah, indah bukan?
Sayangnya keterbatasan waktu, kita tidak bisa berkeliling-keliling lebih lama.
Tapi ini adalah sisa oleh-olehnya. Selamat menikmatinya...

Tuesday, February 15, 2011

Kerak Telor Pakai Telur Bebek!

Hari ini Selasa, Kantor libur karena bertepatan dengan Maulid Nabi Saw. Pada awalnya saya tidak ada kehendak untuk keluar dari kamar akan tetapi berhubung satu hal dan lainnya akhirnya saya putuskan untuk pergi saja dan memulai adventure. "Sayang kalau melewatkan hari ini begitu saja pikirku"...... Kawasan Kota Tua, ya akhirnya jatuh sebagai pilihan.  Banyak hal yang ingin saya share mengenai temuan saya di sana, akan tetapi karena sesuatu alasan saya tidak bisa bercerita panjang dan mendetail.

Tapi sekarang saya hendak berkisah tentang pengalaman saya yang pertama kali mencicpi kerak telor, makanan tradisional Betawi heheheh ............

kerak telor cobalah :)
Ya, di kawasan kota tua itu ada penjual kerak telor. Berhubung dari kosan baru sarapan Mie Goreng akhirnya diputuskanlah untuk mencoba kerak telor. Saya pesan satu. Pada mulanya saya pikir telur ayam dan telur bebek itu disatukan tetapi tidak. Nyatanya ada dua plihan, kita bisa pilih yang pakai telur ayam atau telur bebek.  Harganya pun berbeda. Kerak telor yang pakai telur bebek harganya Rp. 12.000; sedangkan kerak telor yang pakai telor ayam harganya Rp.10.000;

Setelah pesanan saya selesai, lanjutlah dengan mencicipi kerak telor,, saya kira rasanya mau seperti rasa apa gitu, eh ternyata rasanya tidak beda jauh ya dengan dadar telur heheehe... mungkin karena memang telurnya yang dominan. Hanya saja diberi beras ketan. Ya, penjual itu mengatakan kepada saya bahwa beras yang dipakai adalah beras ketan. Sebelum dimasak, beras ketan itu  direndam dulu dalam air biasa. "kalau sorenya mau dipakai, paginya saya rendam dulu", ujar penjual kerak telor yang saya pun lupa bertanya nama :)
Ya, jadi beras ketan itu direndam dalam air bisa semalaman atau setengah hari .....campuran kerak telor yang lainnya ada surundeng yang berasal dari kelapa parut dan telah diberi bumbu, ada ebi, garam dan bawang goreng. Kata Penjualnya untuk hari libur/satu hari omzetnya bisa mencapai 50 telur. Nah, untuk lebih jelas lagi mari kita lihat video pembuatannya.







Selain, kerak telor masih ada lagi jajanan yang lain yaitu, es potong/lilin...ingat es potong ingat masa kecil ;)

Es ini sebenarnya panjang tapi dipotong jadinya kecil harganya Rp. 3000;
Ya, teman-teman harganya memang mahal benar ya....air minum juga harganya Rp. 4000; hampir semua merek dihargai sama. Es potong itu memang rasanya beraneka, tapi saya pilih yang ada ketan hitamnya. Oh ya selain membeli es potong atau es lilin saya juga membeli cincin.

Cincin berukir nama

Yup, kita bisa beli cincin itu dengan ukiran nama kita. Bahan untuk cincin tersebut ada yang dari baja dijual RP. 5000 dan dari stainless steel Rp. 10.000, saya beli yang harganya RP. 10.000 dan terukir nama lengkap saya. Sebenarnya saya beli karena merasa seru saja. Dan ingin tahu bagaimana caranya mengukir nama kita di cincin. Ternyata caranya adalah mereka menggunakan besi yang diujungnya sudah ada hurufnya lalu mereka tinggal memukul saja pakai palu agar huruf tersebut terukir di cincin.

Seperti ini hurufnya


Besi yang ada hurufnya tersebut dipukul seperti ini
Ya, hanya saja kalau memakai cincin itu perlu untuk memperhatikan hal-hal lain seperti misalnya saja kalau kita pakai cincin disebelah kiri identik dengan orang yang sudah tunangan dan kalau kita pakainya sebelah kanan  pertanda sudah menikah, tapi itu semua belum tentu namun pada umumnya memang seperti itu adanya.....semuanya terserah anda saja :)

NB: I had wonderful time today dan telah mendapatkan inspirasi tapi untuk membuat inspirasi menjadi sempurna dan  menjadi nyata perlu dilakukan berulang-ulang kerja. Jadi tanpa mengesampingkan rasa simpati saya terhadap teman-teman yang sedang berkoordinasi atau ada tugas besok saya tulis blog ini......selamat bertugas dan tetap semangat!

Sunday, February 13, 2011

Ke Batam Ya Ke Jembatan Barelang!

Jembatan Barelang, Batam Taken by me on Feb 12, 2011
Yup, teman-teman apabila kalian punya waktu untuk pelesiran atau barangkali ada tugas ke Batam, Provinsi Kepulauan Riau, jangan lupa ya untuk mengunjungi Jembatan Barelang. Tempatnya pokoknya menakjubkan dan bisa berhenti di jembatan ini untuk melihat pemandangan sekitar dan jangan khawatir ada penjual makanan di sepanjang jembatan Barelang ini. Dan beberapa meter dari jembatan balerang ada dijual kelapa muda dan juga jagung bakar manis seharga Rp. 6000. Satu pesan saya, kalau ingin melihat Jembatan Balerang lebih baik teman-teman mengikat rambut dan pakailah hairspray,  agar teman-teman memperoleh foto yang bagus dan terhindar dari tiupan angin besar yang pastinya bisa menyapu rambut kalian, hal ini tidak baik untuk teman-teman yang narsis alias suka photo hehehee........


Pemandangan di bawah jembatan barelang, menakjubkan ;D

Oh ya, apabila teman-teman dan pembaca blog setia saya memiliki paspor lebih baik dibawa ya jangan lupa dan yang belum punya seperti saya lebih baik cepat membuat, karena kalau pergi ke Batam akan lebih afdol langsung menyebrang ke negeri Merlion itu. Katanya hanya satu jam perjalanan laut. Kalau saya ada paspor tentunya  ingin menyeberang, tapi bukan untuk berbelanja ya melainkan hanya ingin snapshot saja alias ambilpicture dan mencari inspirasi lain untuk selanjutnya dishare dengan semuanya  ..........  akhirnya saya ucapkan selamat beradventure ria....

Thursday, February 3, 2011

Liburan ke Petak 9

Apa kabarnya teman-teman sekalian. Apa yang teman-teman lakukan di  hari Libur Imlek ini?
Apakah diam saja di rumah, ke mall, ke cafe atau barangkali menonton?? sayang sekali ya kalau memang tidak ada aktivitas....hehehehe...

Ingin tahu apa yang saya lakukan di liburan Imlek ini? ya, saya pagi-pagi benar sudah mandi dan sudah mempersiapkan diri untuk pergi ke Vihara yang ada di petak sembilan. Tujuannya tentu saja untuk melihat perayaan imlek di sana. Lama sudah saya merencanakan hal ini. Berdasarkan informasi dari Pak Wall, berangkatlah saya dari Blok M Menuju Petak Sembilan dengan rute hanya satu kali naik busway turun di Halte Busway Glodok.

Gerbang masuk menuju  Vihara atau Perkampungan China

Nah, teman-teman dari halte busway Glodok kita menyeberang ke sebelah kiri dan nanti masuk ke gang atau jalan kecil seperti nampak pada gambar di atas. Dari sini kita jalan ada kurang lebih 5 menit menuju Vihara Dharma Bhakti. Sesampainya saya dilokasi Vihara saya lihat sudah banyak mobil liputan dari beberapa media. Saya tadinya tidak begitu yakin untuk masuk Vihara. Tapi, seorang Bapak yang sudah lanjut usia meyakinkan saya untuk masuk saja ke dalam Vihara karena tidak ada larangan. Dan masuklah saya ke dalam Vihara itu. Di dalam vihara itu sudah banyak wartawan, fotografer dan juga masyarakat biasa seperti saya. Terlihat juga orang-orang China keturunan sedang melakukan ritual ibadah dengan membawa dupa. Saya menyempatkan diri untuk bertanya kepada seorang pengunjung berwajah oriental juga, tapi alangkah terkejutnya saya ketika dia mengatakan bahwa dia datang mengantar ayahnya, dan dia sendiri bukan Beragama Budha. Pantas saja, dia tidak mengerti dengan pertanyaan yang saya ajukan. Setelah itu saya masuk ke bagian dalam vihara.

Oh ya saya ingin infokan bahwa di sana terdapat beberapa Vihara, atau istilahnya dipetak-petak. Jadi, memanjang (mungkin alasan ini ya mengapa orang menyebutnya dengan petak sembilan). Akh sayangnya saya lupa bertanya tentang hal ini. Vihara  yang Saya kunjungi adalah Vihara Dharma Bhakti dengan Dewanya Dewi Kwan Im. Setiap Vihara itu berbeda namanya dan Dewa yang utamanya juga berbeda-beda. Satu Vihara terbagi menjadi beberapa bagian, ada bagian luar yang tidak ada atapnya, bagian dalam, bagian kanan kiri yang dlengkapi pagoda, dan juga bagian belakang. 

Nah, setelah masuk di dalam ternyata asap dupanya begitu kentara karena ruangannya tertutup. Pedas di mata saya sampai berair. Tapi saya harus bertahan demi menikmati liburan dan mencari inspirasi.
"Mbak, doa apa yang diminta?", tanya saya kepada salah seorang jemaah.
"Keselamatan", jawabnya  singkat.
"Mbak, di sini khan banyak sekali dewanya, ada sembilan,  mbak tahu dewa apa saja itu?', saya bertanya lagi.
"Saya kurang tahu, karena saya baru pertama kali ke sini diajak teman, saya biasanya merayakan imlek di rumah saja"..jawabnya lagi
"Ooh, nama mbak siapa?",  ingin lebih dekat saya.
"Lisa", jawabnya singkat

Oh rupa-rupanya teman, dia tidak terlalu tahu substansi.... ah itu juga sama saja halnya dengan saya yang dangkal terhadap kehidupan religi, hehehehe.................
Atas beberapa jawaban tidak memuaskan yang saya dapatkan itu, saya lalu bercerita kepada sepasang anak muda, yang perempuan membawa buku yang laki-laki membawa kamera.  Rupa-rupanya curhatan saya itu didengar oleh salah seorang jemaah. Jemaah yang seorang laki-laki itu pun lalu menjelaskan beberapa hal kepada kami, dan saya pun jadinya autis alias banyak bertanya. Berlagalah saya bak seorang jurnalis......tanya ini itu. Rupanya ketika saya mengajukan beberapa pertanyaan, sepasang muda-mudi itu menikmatinya juga. Yang perempuan sibuk mencatat yang laki-laki memotret. Setelah sesi pertanyaan usai yang perempuan itu mengucapkan terima kasih kepada saya.
"Kakak seorang jurnalis?"...........tanya yang perempuan
"Bukan, saya hanya pengunjung saja, saya penasaran tentang imlek, jadi saya datang ke sini", jawab saya
"kakak mahasiswa juga?", tanya perempuan itu lagi
"Bukan", saya jawab.
"Tadi pertanyaannya seperti jurnalis saja, terima kasih ya kak", ujar yang perempuan lagi (saya lupa namanya heehehehe)
 
Oh teman-temanku yang budiman, ternyata mereka berdua adalah mahasiswa yang sedang melakukan tugas liputan.  Mereka merasa terbantu dengan informasi yang mereka peroleh dari hasil wawancara itu. saya maklum dengan mereka, pastinya mereka kebingungan harus melakukan wawancara kepada siapa. Saya yang dari tadi bertanya pun selalu tidak puas dengan jawaban yang saya peroleh sampai akhirnya beretemu dengan jemaah laki-laki itu. Oh ya saya pun merekam wawancaranya hehehehe....

Nah, sekarang saya ingin berbagi tentang isi wawancara itu dengan visualisasi gambar ya. Oh ya sebelumnya saya ingin menyampaikan bahwa istilah vihara dengan Wihara itu sama saja ya....

Bagian terluar dari Vihara
Pak Apun, demikian nama orang yang kita wawancara itu mengatakan bahwa dibagian luar inilah, seperti yang nampak pada gambar diatas, tempat sembahyang utama atau Ketuhanan Yang Maha Esa, jadi tidak ada patung. Untuk sembahyang ini dibutuhkan beberapa perlengkapan seperti hiong atau dupa, lilin dan uang kertas atau Shin Tin. Jumlah dupa yang di tancapkan atau digunakan untuk menyembah setiap patung atau melakukan sembahyang utama adalah 3 buah. Jadi, 3 buah untuk setiap penyembahan. Adapun arti dibalik pembakaran dupa adalah sebagai bentuk penghormatan, meminta rezeki dan meminta segala macam hoki.

Berdoa dan meminta air suci kepada Dewi Kwan Im
Nampak pada gambar diatas seseorang tengah berdoa. Dan dibagian ini orang tidak boleh menyalakan dupa, tapi di sini orang memint air suci. Saya lihat mereka membawa sendiri air itu. Tidak hanya menyalakan dupa saja, para jemaah pun ada yang menuangkan minyak. Seperti ini:

Menuangkan minyak
Saya lihat mereka menuangkan sejenis minyak goreng.  Ketika seorang jemaah saya tanya, mengenai makna penuangan minyak kedalam mangkok itu, ia hanya menjawab  itu semua dilakukan untuk meminta keselamatan.

Membakar Uang kertas di Pagoda
Orang yang nampak pada gambar tersebut sedang membakar uang kertas atau Shin Tin di tempat pembakaran yang berbentuk sebuah pagoda. "Membakar uang kertas ini sebagai simbol untuk mendapatkan Rezeki", ujar Pak Apun.

Patung Budha Ghautama

Yup menurut penuturan Pak Apun, antara Budha dan Kong Hu Chu itu berbeda. "Tapi ketika zaman Pak Harto, Kong hu chu itu dianggap Budha,", jelas Pak Apun. Budha itu tingkatannya lebih tinggi dari Kong hu chu dan dewa dewi.  Sementara Kong hu cu itu sebuah nama dari seorang nabi kalau dalam islam. Jadi, dalam pikiran saya kalau umat Budha bersembahyang di luar tadi katanya menyangkut ketuhanan yang maha esa  dan tingkatannya lebih utama, ini berarti dia juga mengakui ada tuhan yang paling tinggi di atas Budha....bukan begitu teman??? saya lupa tanya tadi hehehehe

Ini Namanya: Naga Liong Kecil atau semacam dupa
Naga liong kecil ini di jual di dalam Vihara seharga Rp. 8000, di pasok dari Tanjung Priuk.

Angpao

"Ini untuk rezeki",  tiba-tiba saja Pak Apun menyodorkan sebuah angpao kepada saya, "silahkan ambil", serunya. "Boleh ya Pak ?!".  "Boleh", katanya.....
Teman-teman, ternyata kita boleh mengambil angpao yang diletakan di sebuah baskom. Saya pun ambil satu. Pas diraba ternyata isinya uang koin. Bisa menebakkah teman-teman, kiranya berapa jumlah isi angpao itu?
Ya, ketika saya buka, ternyata isinya Rp. 400, (empat ratus rupiah)...ya namanya juga simbol hehehehe..

Selain, pembakaran dupa, ada juga adat melepas burung. Burung-burung ini dibeli ya harga perekornya  ada yang Rp. 1500, ada dijual di luar Vihara...

Melepas Burung
Melepas burung ini artinya membebaskan dan supaya panjang umur. "Anggap saja kita penjara lalu kita membebaskan dan kita mendapat pahala", terang Pak Apun.
Oh ya, Pak Apun juga sempat menjelaskan mengenai pagelaran barongsai. Dia katakan bahwa barongsai itu digelar setelah perayaan imlek atau ketika event Cap Gomeh yang merupakan puncak imlek setiap tanggal 15.
"Apa artinya cap gomeh pak", tanya saya padanya.
"Cap Gomeh artinya Barongsai mengusir roh jahat. Dulu khan banyak roh jahat, jadi disuir sama barongsai naga," terang Pak Apun.

Dan, Saya pun sempat melontarkan pertanyaan yang agak unik.
"Bapak tidak terganggu dengan asap-asap ini", tanya saya padanya
"Tidak, saya sudah biasa", jawab Pak Apun yang berprofesi sebagai seorang mandor di Pecinan.
"Apa harus disiapkan kaca mata khusus?", tanya saya lagi
"Tidak"
"Tapi Khidmat ya pak?".
"Iya, itu sudah biasa", tegas Pak Apun...

Tapi, ketika saya tanya sejumlah orang dan meskipun jawabannya "sudah biasa" tetap saja matanya berair....tapi memang saya lebih parah...

Menit-menit terakhir sebelum saya meninggalkan Vihara saya juga sempat menayakan tentang arti warna merah pada perayaan Imlek.
"Mengapa ketika imlek identik dengan warna merah, apakah ada kaitannya dengan arti keberanian?"
"Bukan, merah itu lambang kemakmuran, membawa rezeki dan Hoki. Kalau putih di Cina  melambangkan orang yang meninggal dunia, kalau merah itu khusus untuk imlek, bukan berani, tapi sebagai lambang mendapatkan rezeki  banyak", tutur Pak Apun...
 "Jadi, semuanya harus merah termasuk bangunan dan pernak-perniknya?"...
"Iya, orang menikah juga pakaiannya harus merah"...jawabnya lagi
 "Lalu ajaran tertinggi dari kong hu cu itu apa?"
"kalau di sini doanya masing-masing"...

Setelah dirasa cukup dengan Vihara, saya putuskan untuk pulang. Tapi langkah saya terganjal. Saya masih ingin berputar mencari kue keranjang karena sewaktu saya ingin membeli di Departement Store, ternyata sudah habis. Alhasil saya mengelilingi kampung China dan saya pun jadi tahu. Seperti inilah kira-kira Perkampungan China itu ...
Tampak tidak rapi

Di sepanjang lorong jalan ada yang berjualan


Ada yang jual kepiting





Ada yang menjual buah lontar

 Saya pun beli buah lontar ini harga satu kantong plastik tadinya di bandrol Rp. 15.000, tapi saya tawar jadi Rp. 10.000., dan akhirnya pedagangnya mau juga kasih. Buah lontar sendiri mirip dengan kolang kaling tapi berbeda. Lontar ya lontar. Rasanya seperti makan buah dawegan atau kelapa muda, kenyal dan apabila kita menggigitnya maka buahnya akan langsung pecah dan keluar air karena di dalamnya mengandung air serta kulitnya lunak seperti makan kelapa muda..

Ada yang jual perhiasan. Banyak jenis "Giok" katanya :D

saya pun beli satu cincin
Ya, tadinya hanya ingin melihat-lihat saja, tapi karena memang punya hasrat yang terpendam ingin cincin jadinya beli deh. Si encinya bilang "giok".  Makin tergiur deh. Semula dia menawarkannya dengan harga Rp. 25.000, tapi saya tawar dengan harga Rp. 15.000, dia masih tidak mau memberikannya. Malah dia hanya menurunkan Rp. 5000, tapi saya bersikukuh dengan harga penawaran yang saya ajukan. Akhirnya, Encinya menyerahkan juga itu cincin dengan nilai jual Rp. 15000, sepertinya Rp. 10.000 juga bisa tuh. Sudahlah yang penting saya dapat cincin dan dapat uang receh untuk bayar beli buah lontar yang tidak ada kembalinya itu. 

Apa benar ya itu giok? Hm, setelah saya bandingkan dengan cincin yang terbuat dari gelas, ternyata yang katanya giok itu,  lebih berat daripada cincin yang terbuat dari gelas dan pada cincin yang saya beli itu ada degradasi warna. Menurut seorang penjual pernak-pernik salah satu cara untuk membuktikan bahwa sebuah perhiasan itu giok  bisa dilakukan dengan cara memegangnya atau merabanya, kalau dingin berarti itu benar giok dan katanya lagi giok yang bagus warnanya suka berubah. Hm...kepunyaan saya tidak begitu dingin ya, tapi kalau dikeluarkan dari jemari dingin kok heheheh.....ah saya tahu, ibarat safir saja, khan ada berbagai macam ada yang tidak istimewa, istimewa dan sangat istimewa. Yang  sangat istimewa bisa dilihat dari warnanya yang cerah atau matang dan juga dari kilauannya. Duh, jadi ingin giok berkualitas "paling"  wkwkwkwkw.....Begitu pun dengan giok ada beberapa macamnya.....ah yang pasti saya beli cincin itu dari orang keturunan Cina, di perkampungan Cina...

Dan kalau kita berjalan ke arah jalan raya atau sekitar Jl. Pancoran Raya dan menyeberang, banyak toko manisan dan permen, yang menjual kue keranjang juga ada.


Permen dan Manisan


ada kue keranjang yang dibungkus daun

Ada tips dalam membeli kue keranjang yaitu, belilah yang masih emoy atau masih lembek  pertanda masih baru tidak mengeras. Harga satunya Rp. 12500.....saya pun beli satu saja, rasanya seperti biasa kenyal dan memeang tidak terlalu manis, cukuplah daripada terlalu manis. Ingat kue keranjang ingat nenek saya :D

ada manisan buah kering

Yup, saya beli manisan buah kering Plum dan kayu manis..harga 2,5 ons Rp. 20.000 dan 1 ons Rp. 10.000, jadi berapa setengah kilo?, ya hitung saja sendiri :p

 Ya, seperti itulah teman-teman liburan imlek saya... saya senang bisa tahu perkampungan China.
lagi libur saja lumayan ramai apalagi kalau  hari-hari biasa ya :D
Rupa-rupanya saya ingin beli Kamera ya hohohoho....CANON EOS........

Jadi, teman-teman kalau ada waktu sempatkanlah main ke Pancoran, itung-itung liburan murah meriah, bawa uang Rp. 100.000 juga cukup disesuaikan saja intinya.....

NB: Mohon Maaf apabila ada salah penulisan nama maupun istilah.

Saya tutup blog ini dengan kutipan dari Pak Apun " harapannya di tahun baru imlek 2562 ini  bisa tambah umur, tambah rekezi, biar negara kita maju, dan tidak banyak musibah".....Amien.

Tuesday, July 20, 2010

Ke TMII

Yup, ceritanya sabtu kemarin tanggal 17 Juli 2010n saya bersama dengan adek saya pergi ke TMII.
Duh dikiranya mau mahal masuknya tapi ternyata harganya masih terjangkau oleh kita-kita.
Nah, berhubung ke TMII adalah pengalaman saya yang pertama ya karena saya memang belum pernah pergi kesana sebelumntya jadi saya sangat antusias saja.

Rute yang saya tempuh dari Kosan saya, oh ya karena saya tinggalnya dekat dengan Blok M,  jadi saya ambil rute BLOK M - Harmoni (Transit) - PGC (pusat Grosir Cililitan) dan dari sana naik Angkot.. sampailah ditujuan akhir TMII.
Habis berapakah uang yang saya habiskan ...Hmm sebenarnya tidaklah besar ...begini perinciannya
Ongkos Trans Jakarta Rp. 3500,- PP jadi  RP. 7000,-,..Naik angkot  AT15 sampai ke TMII hanya Rp. 2500,-


Nah untuk masuk ke TMII nya sendiri murah kok yang dewasa dikenai biaya Rp. 9000,-

Dan kalau sudah masuk TMII terserah kita mau mengunjungi anjungan atau objek mana saja. Tapi dikarenakan halaman TMII yang luas, jadi mereka menyediakan kendaraan keliling atau mobil wisata. Harganya juga murah kok hanya Rp. 3000, dan kita pun bisa menyewa sepeda atau motor..ada kok di TMII, tapi saya lebih menyukai pakai mobil wisata keliling yang harganya murah...tapi memang kalau kita ingin menikmati anjungan atau beberapa objek kita bisa sewa sepeda atau motor ( kalau gak salah jenis skuter yang mereka sediakan)...
 Pokoknya banyak sekali fasilitas hiburan yang bisa kita pakai di sana dengan berbagai macam harga....saya sih yang paling berkesan adalah menikmati kereta gantung atau Skylift..yup harganya agak mahal Rp. 25000,- tapi itu menantang adrenalin...duh smpai saya berdebar-debar...ada bunyi annoying ketika kereta gantung itu melewati yang kata petugasnya bilang "rem"....jadi  ada bunyi 'dug--dug--dug'....pokoknya anda ketika ingin menikmati skylift harus persiapkan mental dulu...

Selain itu, kita masih bisa berfoto ria bersama dengan Clown yang berkostum berwarna-warni. Nah jangan takut ya, karena di dalam boneka yang besar itu adalah manusia. Tapi Kalian jangan lupa sehabis berfoto dengan para clown atau boneka besar yang berisi orang itu, kalian harus bayar, alias memberi uang. karena pengalaman saya dulu saya lupa, sehabis foto malah pergi. ALhasil boneka besar itu mengegrak-gerakkan saku depannya pertanda dia minta bayaran. Duh, maaf ya saya yang kurang sensitif...hehe
Jadi untuk kalaian semuanya,selamat menikmati liburan bersama keuarga ya.

Tuesday, April 27, 2010

Main Yuk Ke MONAS

Yup Main Yuk Ke Monumen nasional alias Monas. Sudahkah anda pergi ke sana?


Yup saya sudah. Tepatnya Minggu kemarin, tanggal 18 April 2010. Saya pergi bareng dengan Adik saya. ceritanya sudah ada dua tiga bulan saya kerja di batavia,otomatis saya juga sudah tiga bulan kurang lebih tinggal di Ibu kota ini. Memang belum banyak tempat yang saya kunjungi. Maklumlah kalau pergi sendiri rasa-rasanya tidak nikmat. Tidak ada ada orang yang bisa diajak ngobrol. Nah, kebetulan minggu yang lalu adik saya datang ke Batavia ini. Dia mengajak saya pergi ke Monas dan foto-foto di sana. Saya pun mengiyakan ajakan adik saya itu. Toh saya juga belum pernah mendekti monumen bersejarah itu apalagi masuk melihat apa yang ada di dalam Monumen tersebut.
Monumen tersebut letaknya berada di dekat Stasiun Gambir. Kalau dari Blok M kita bisa naik Busway Rp. 3500 untuk sekali perjalanan turun di Halte harmoni. Nah perjalanan dilanjutkan dengan naik Busway arah Pulogadung, turun di Halte Monas/ Istiklal...Nah kita jalan dari halte ini menuju Monas. Dan kalau sudah masuk lapangan monas, jangan lupa untuk  masuk ke tugu monas tersebut ada jalan khusus. Jalannya terletak  ditengah-tengah lapangan ada jalan ke dalam. Sperti ini tandanya:


Yup Anda masuk lewat pintu yang berada tanda atau tulisan Tugu Monumen Nasional. Nah pas sudah ada di dalam nanti Kita harus Mengantri untuk membeli karcis.

Yup Kita di dalam nanti harus membeli karcis masuk. untuk dewasa harga karcisnya RP. 2500. dan nanti setelah anda membeli karcis anda masuk ke Tugu Monas. Di dalam tugu Monas ada sebuah Hall yang besar.



Di dalam hall terdapat banyak Diorama yang mengisahkan berbagai sejarah bangsa ini. seperti ini misalnya:


Gambar tersebut di atas merupakan gambar Diorama tentang pemilu pertama di Indonesia. Nah setelah menikmati Diorama, kita bisa naik ke lantai Tiga. Tapi harus mengantri di lantai dua. Di lantai dua kita harus membeli  karcis masuk ke lantai 3.


Yup Karcis ini seharga Rp. 7500. Nah menuju lantai 3 ini harus lewat lift. dan lift ini hanya ada satu-satunya. jadi harus antri. karena lift hanya berkapasitas untuk 11 orang. Yah jarak dari lantai 2 ke lantai 3 atau ke pass alias puncak memang jauh. jadi kita harus bersabar mengantri agar dapat giliran naik ke lantai atas.

Nah kalau sudah tiiba di lantai atas atau lantai 3 kita bsia menikmati pemandangan dengan menggunakan teleskop. Rp. 500 per koin.



Nah sudah di atas Koin kita masukan ke teleskop. Kita bisa melihat pemandangan dari atas lantai 3.


Dan nikmatilah pemandangan dari atas yang indah.


Atau kita bisa foto-foto di pelataran Monas. Bagus kok. ada "Dinding Bercerita" tentang sejarah bangsa kita.


Yup jangan khawatir kalau ingin ke kamar kecil mereka menyediakan toilet di luar atau di sepanjang monas. Hanya bayar Rp. 1000 kok...Nah kalau untuk di dalam monasnya sendiri pastinya kamar kecilnya juga ada tersedia....jadi kamar kecil ada dua yaitu di dlam gedung monas dan di luar gedung alias di halaman luar..


So, enjor your day....dan pergilah ke Monas ... tidak butuh banyak uang kok...liburan ke Monas merupakan LIBURAN KELUARGA yang MURAH MERIAH........