Search This Blog

Showing posts with label Show. Show all posts
Showing posts with label Show. Show all posts

Sunday, July 3, 2011

Musikal Laskar Pelangi 2

Hm ............ akhirnya saya bisa kembali lagi ke Teater Jakarta. Itu pun dengan usaha dua kali untuk mendapatkan tiketnya. Pertama kali saya datang ke Signature untuk membeli tiket, orangnya katakan bahwa tiket untuk kelas 2 habis.

Antree menunggu masuk


Lho lho, kenapa tidak telepon dulu? Sudah. Sehari sebelumnya saya telepon tempat penjualan tiketnya. Waktu itu orang diseberang sana bilang masih tersedia tiket kelas 1 dan 2. Eh sehari sesudah saya telepon tiketnya sudah habis yang masih tersedia adalah tiket VIP dan memang saya tidak telepon lagi waktu itu. Tapi seorang petugas penjual tiket memberikan jawaban yang menenangkan untuk saya. Dia bilang nanti akan ada penjualan lagi dan diberikannya No. Hpnya pada saya.

"Mbak tunggu aja, nanti akan ada lagi penjualan untuk kelas 1 dan 2, nanti kalau ada saya beritahu lagi", tuturnya.

Saya tunggu-tunggu tapi tidak ada sama sekali orangnya menghubungi saya. Oleh karenanya saya telepon orang tersebut.  Dan akhirnya kabar gembira pun aku dapatkan. Dikatakannya pada saya kalau tiket untuk kelas satu dan dua ada dijual kembali tapi untuk hari itu saja. Bersegeralah saya ke tempat penjualan tiket dan beli 2 tiket, satu untuk saya dan satu untuk teman saya. Tidak berupa tiket sih. Tapi baru voucher. Saya baru menukarnya tadi satu jam sebelum pertunjukkan dimulai.

Menonton lagi untuk kedua kalinya

Siang ini saya pergi ke TIM dengan taxi dan menonton sendiri. Lho kok sendiri? yup, karena teman saya bisanya nonton tanggal satu, hari Jumat. Sedangkan saya ngotot ingin menonton yang hari Minggu Siang. Sebenarnya saya bisa tanggal satu tapi hari Jumat khan jadwalnya hanya ada malam, dan saya malas. Tapi saya sudah coba untuk merubah tiketnya dari Hari Minggu menjadi hari Jumat tapi sayang tiket tidak bisa dirubah lagi.

Menontonlah saya sendiri jadinya. Memang tidak seru, tidak seperti yang dulu pertama kali. Dulu waktu menontonnnya khan bertiga, jadi ya sehabis pertunjukkan itu kita bisa foto-foto bareng dengan para pementasnya. Sekarang tidak foto-foto ya langsung pulang.

Nah, kalau dulu pertama kali nonton tidak ada calo ya, seingat  saya seperti itu. Tapi sekarang banyak calonya. Ada yang menawari saya tiket bahkan ada yang mau beli kelebihan tiket pada saya.

"Mbak punya tiket lebih gak, kalau ada saya beli", tuturnya.
"mau dijual kembali Pak?" ...
"Ya dijual kembali, kalau ada yang membeli untung kalau tidak ada ya rugi"....

Hehehehe saya tersenyum dan bilang tidak ada tiket lebih.

Nah, untuk Musikal laskar pelangi ke dua yang saya tonton ini para pemainnya ada yang berbeda. Ibu muslimah diperankan oleh Eka Deli. Untuk lengkapnya lihat gambar berikut ini:

Para pementas  MLP tanggak 3 Juli 2011 jam 14:00

Jadi ya teman-teman adegan di MLP baik itu yang terdahulu ataupun yang sekarang tidak berbeda jauh. Memang ada penambahan adegan tapi itu tidak banyak. Penambahan adegannya pada tarian yang dibawakan oleh para kuli.

Ya, adegan yang memukau saya dari dulu sampai sekarang itu masih sama yakni, adegan tarian yang dibawakan oleh para kuli laki-laki. Saya begitu takjub melihatnya. Mereka semua menari dengan hati. Semuanya semangat dan bernyanyi. Mereka menghayatinya. Dan untuk suara yang paling memukau di hari ini pilihan saya jatuh pada sosok Pak Bakri yang diperankan oleh Gabriel Harvianto. Energik, powerful, tebal dan merdu suaranya. Saya baru melihatnya.... Oh ya Untuk Patton sekarang dia memerankan Mahar.. Hmmm pantesan saya merasa yang jadi Mahar kok suaranya bagus hehehe...


Salah satu adegan para kuli ....


Oh ya, menurut teman saya, waktu dia nonton perdananya, ada beberapa bagian yang eror. Seperti ada yang tersangkut. Tralala........hari ini pun saya melihat ada bagian yang kurang berjalan baik. Seperti ketika ada seorang penari perempuan yang propertinya tersangkut. Alhasil dia menari tanpa properti. Tapi dia tetap menari dengan baik.
Apapun yang terjadi hari ini secara umum pertunjukkannya tetap menarik dan orang-orang pun memberikan standing ovation....

Ada insiden kecil lain. Ini berhubungan dengan penonton. Jadi, ceritanya ada seseorang yang datang duluan tapi teman-temannya datang belakangan. Oleh karenanya ada 10 kursi yang dia tandai. Saya juga tadinya mau duduk dikursi itu tapi orang itu bilang kursi itu sudah penuh. Kalau saya sih cari lagi tempat yang lain. Tapi ada seorang ibu, dia kesal dengan orang tadi...
Kalau menurut saya sih, ya sah-sah saja, orang mau kesal atau menandai kursi.. hehehehe...

Saya memang tidak merasa bosan, tapi saya berkurang antusiasmenya. Karena adegan itu saya tahu... jadi tidak seperti pertama kali menonton tumbuh rasa penasaran untuk adegan berikutnya. Pertunjukkan hari ini saya santai ya...
Nah, semoga nanti ada MLP lanjutannya ya... beda topik tentu...

Oh ya ada beberapa hal yang penting untuk diperhatikan:
  1. Mengenai tiket, teman-teman sebaiknya membeli tiketnya di agen resmi dan kalau pun kehabisan tiket, jalan pintasnnya bisa saja dengan membeli dari calo tentu dengan harga yang mahal. 
  2. Hati-hati kalau ingin membeli dari Calo. Dan pastikan tiket yang teman-teman beli itu asli. Karena saya perhatikan ketika masuk ada pemeriksaan menggunakan sinar untuk mengecek keaslian tiket kita...
  3. Harus diingat tidak boleh memotret dan tidak boleh bawa kamera, apalagi bawa makanan. Nah kalau teman-teman bawa kamera, nanti petugas akan mengamankan baterainya dulu, dan ketika pulang bisa diambil kembali tentu dengan menunjukkan buktinya...
  4. Kalau teman-teman beli tiket kelas satu atau dua, jangan datang belakangan karena kalau belakangan  bisa tidak mendapatkan tempat duduk yang strategis, kecuali sudah menitip kursi pada teman yang datang duluan. 
Dan akhirnya saya ucapkan selamat menonton. Ajaklah keluarga, teman-teman dan sahabat.... ada yang sampai dua kali terus-terusan menonton pertunjukkan ini lho....

Saturday, May 28, 2011

Wayang Orang "Trigantalpati"

Suasana Di dalam Gedung Kesenian Jakarta

Yup, ceritanya Rabu malam, saya menonton pagelaran Wayang Orang di Gedung Kesenian Jakarta. Rasa penasaranlah  yang mendorong saya untuk menontonnya.
Seusai Solat Magrib saya pergi ke Gedung Kesenian Jakarta dengan naik ojeg yang mangkal di depan kantor. Pertimbangannya adalah naik Ojeg akan lebih cepat daripada Taxi  yang memang pada jam-jam itu waktunya pulang kantor. Benar dugaan saya. Jalanan malam itu padat dan ramai.

Saya akhirnya tiba di Gedung Kesenian Jakarta sekitar jam 7 pm kurang. Ternyata waktu tiba di sana  loketnya belum buka dan gedungnya pun masih tutup. Tapi sudah ada beberapa orang yang datang.
Lalu, saya tanya  salah seorang satpam yang sudah bekerja 8 tahun di sana. Ia katakan kepada saya bahwa pertunjukkan dibuka sekitar jam 8 pm.

Sekitar Jam 7.30 pm. penjulan tiket pun dibuka. Yang menjualnya adalah panitia acara bukan dari pihak Gedung Kesenian Jakarta. Harga tiket pun bervariasi, mulai dari 700 ribu, 300 ribu dan yang balkon dijual 200 ribu. Nah, saya beli yang termurah saja alias yang di Balkon.

"Mau pesan berapa tiket,"tanya petugasnya
"satu saja"., jawab saya
"oh anda cinta budaya ya", kata panitia yang lain (Bapak-bapak).

Lalu saya pun keluar membawa tiket. Tapi tak berapa lama kemudian Bapak itu memanggil saya.
"Mbak, kemari sebentar, saya tukar tiketnya ya dengan yang VIP", ujar Bapak itu.
"Kenapa Pak harus ditukar", tanya saya heran.
"Kasihan duduknya jauh, tidak terlihat dan karena mbak Sendiri, jadi saya kasih  spesial", jelasnya.
"o terima kasih", kata saya.

Tiket VIP Kursi P No. 16

Ketika acara dimulai saya perhatikan balkon atas. Ternyata memang kosong, maksudnya tidak kosong sama kali bisalah penontonnya itu dihitung dengan jari tangan. Saya kira, Bapak itu ketakutan kalau tidak ada lagi penonton yang beli tiket di Balkon. Tapi nyatanya ada.  Atas tempat duduk VIP yang diberikan kepada saya, dihaturkan terima kasih ya Pak. Sepertinya saya adalah pribadi yang selalu dilingkupi keberuntungan... Dan saya masih tersanjung dengan sikapnya Bapak itu. Mengapa? karena ternyata Bapak Itu berpikir ke arah yang namanya "kasihan",  "rasa kemanusiaan" apapun itu istilanya. Kalau cuek khan ya, tidak perlulah memberikan kursi duduk di VIP kepada saya hehehehe...

Adegan Wayang Orang tersebut diawali dengan tarian.

Salah satu adegan dalam Wayang orang


Oh ya, saya berikan inti ceritanya saja ya. Tapi  Sebelumnya saya hendak memberitahu Arti dari "Trigantalpati" yang merupakan judul wayang orang tersebut. Trigantalpati itu artinya Sangkuni Kembar Tiga.

Inti Cerita:

TRIGANTALPATI, HARYA SUMAN, atau SANGKUNI adalah kesatria Plasajenar yang terkenal sangat licik, culas atau julig. 

Dilatarbelakangi oleh kekecewaan atas kegagalannya mempersunting Dewi Kunthi, karena kalah dalam sayembara pilih dengan Pandhu. Di lain pihak, ia harus merelakan kakak perempuannya yang bernama Dewi Gendari diperistri oleh Dhestharastra, kakak Pandhu yang buta sejak lahir. Dendam membara SANGKUNI senantiasa terus bergetar di dalam hati, kepada siapa pun yang menikmati hidup tentram penuh kedamaian.


SANGKUNI yang identik dengan manusia berbisa, telah berhasil memadukan kelicikan dan kebohongan untuk mengadu domba siappa pun. Tidak Kurang dari enam tokoh yang berhasil diadu domba; Prabu Baladewa Raja Madura dengan Wrekudara, Salyapati Raja Mandaraka dengan Setyajid penguasa Lesanpura, serta Burisrawa dan Setyaki. Keenam tokoh tersebut masih ada ikatan persaudararaan. 


Juga dengan kejuligannya, ia peralat Prabu Kridhakawaca Raja Himamintaka guna memenuhi keinginannya; melecehkan Dewi Kunthi yang berbudi luhur, untuk meladeni nafsu bejatnya yang telah tiga puluh tahun terendam dalam lumpur asmara SANGKUNI. 


Pendek kata, semua tatanan ia jungkir balikkan kerukunan ia cerai-beraikan, ketentraman ia porak-porandakan, demi kepuasan pribadi dan golongan. 
"Hidup tanpa kelicikan adalah semu." itulah semboyan SANGKUNI. 

Satu Sangkuni saja dapat memporak-porandakan berbagai tatanan kehidupan, baik sosial, budaya maupun politik, apalagi jika sebuah negara terdapat tiga Sangkuni.

Sebenarnya  pementasan wayang orang ini ada terbagi menjadi beberapa adegan. Dan disetiap adegan itu ada ceritanya. Tapi sayang, saya tidak mendokumentasikan setiap adegan. Wayang orang ini meskipun kita bisa membaca dibuku Acara tapi memang tidak ada dialog atau narasi yang detail.  Kalau di dalam opera yang saya pernah ikuti itu, setiap lakon atau narasi bisa diikuti  dan ada naskahnya. Jadi, ini membantu jalan pikiran kita sinkron dengan adegan.

Yang saya sayangkan Dominannya  dalam adegan tersebut penggunaan bahasa Jawa. Saya sudah tahu mengenai hal ini. Tapi saya tidak menyangka tidak akan ada dialog yang lumayan panjang dalam bahasa Indonesia di adegan itu. Alhasil saya mengantuk diengah-tengah adegan sampai menjelang akhir, Monoton.  Rasa kantuk itu disebabkan selain karena monoton, juga karena pikiran saya itu diam. Karena bingung, apa yang harus diketawakan seperti penonton yang lain.  Saya tertawa ketika ada adegan Punakawan.

Oh ya, saya rasakan Wayang orang itu syarat dengan ritualnya. Coba perhatikan gambar berikut ini:

Taburan Bunga Melati


Entahlah saya tidak mengerti dengan maksud taburan bunga melati ini. Hehehehe..
Dari Wayang orang yang saya tontonan tersebut., musik gamelanlah yang menurut saya begitu universal. Walaupun tidak mengerti tapi kita semua bisa menikmati.
Dan menonton Wayang orang ini saya diingatkan lagi dengan tokoh seperti ini:

Punakawan

 Saya masih ingat ya, pertama kali lihat tokoh di atas diacara "RIA JENAKA" TVRI... tapi sayang sekarang tinggal kenangan. Teman-teman bisa mengidentifikasi tidak, dari ketiga tokoh diatas?
Hm...ya, yang ditengah itu adalah Petruk, yang sebelah kanan, Bagong dan sebelah kiri yang kurus dan kecil itu adalah gareng. Nah, Punakawan itu khan ada 4 satu lagi Semar. Semar ada di foto berikut ini:

Salah satu adegan Wayang Orang
Nah, tokoh Semar bisa kita lihat dalam foto diatas. Semar cirinya dibagian botomnya yang menggelembung heheh atau bongkok ya...

Lalu, apa artinya dari PUNAKWAN???
Setelah saya googling, saya dapatkan arti sebagai berikut:

Konon Sunan Kalijaga telah menciptakan wayang kulit tersebut untuk sarana dakwah, agar manusia senantiasa Eling marang GUSTI ALLAH.

Sekarang mari kita simak, apakah arti dari punakawan itu dan arti dari nama-nama tokoh dalam punawakan itu.

Punakawan itu berasal dari kata-kata Puna dan Kawan. Puna berarti susah; sedangkan kawan berarti kanca, teman atau saudara. Jadi arti Punakawan itu juga bisa diterjemahkan teman/saudara di kala susah.

Ada penafsiran lain dari kata-kata Punakawan. Puna bisa juga disebut Pana yang berarti terang, sedangkan kawan berarti teman atau saudara. Jadi penafsiran lain dari arti kata Punakawan adalah teman atau saudara yang mengajak ke jalan yang terang.

Penafsiran lainnya, Puna atau Pana itu berarti fana. Jadi Punakawan juga bisa ditafsirkan teman/saudara yang mengajak ke jalan kefanaan.

Tokoh-tokoh Punakawan itupun namanya memiliki arti. Semar berasal dari kata Samara (bergegas), Nala Gareng berasal dari kata nala khairan (memperoleh kebaikan). Sedangkan Petruk berasal dari kata fat ruk (tinggalkanlah), sementara Bagong berasal dari kata al ba gho ya (perkara buruk).

Jadi jika digabungkan maka arti dari tokoh Semar, Nala Gareng, Petruk, Bagong itu memiliki arti 'bergegaslah memperoleh kebaikan, tinggalkanlah perkara buruk'.

Seperti itulah kira-kira Wayang Orang yang saya tonton, saya pun sedikit tahu tentang tokoh pewayangan.  Dan juga tokoh dalam Mahabharata yang dimasukkan dalam wayang ini (Mahabharata dulu pernah lihat serialnya tapi tidak sampai akhir hanya sepotong itu pun sudah lama seklai)  ....

Berikut adalah tim dari Pagelaran wayang Orang:

Semua Kru Wayang Orang


Adapun Hikmah yang dapat kita ambil dari Wayang tersebut, banyak. Tapi yang pasti tokoh Sangkuni ini  bukan untuk ditiru oleh kita. Kita harus tetap waspada dalam hidup ini. Setiap orang memiliki karekteristik yang berbeda. Dan mengakui kekalahan dengan lapang dada adalah merupakan sikap  kesatria. Tidak mendendam, menjunjung nilai-nilai kehidupan yang luhur, dll...........

NB: Mohon ya, kalau ada pagelaran lagi, Dialog bahasa Indonesianya dibanyakin, Terima Kasih atas atensinya :)