Search This Blog

Showing posts with label Kuliner. Show all posts
Showing posts with label Kuliner. Show all posts

Monday, November 21, 2011

Makan Siang di Moro Lejar

Yup, hari ini saya sedang DL alias Dinas Luar ke Kota Gudeg alias Yogyakarta. Berangkat dari Jakarta dengan pesawat GA jam 7:50 WIB sampai Yogya sekitar jam 9:00 WIB. Dari Bandara kita langsung menuju  penginapan yang berada di Sekitar Malioboro.
Dikarenakan kita baru bisa check in sekitar jam 13.00 WIB akhirnya kita makan dulu di Moro Lejar, Kaliurang. kata teman saya Moro itu artinya datang dan Moro lejar itu artinya bisa diasumsikan dengan Datang lalu bersemangat. Nih kondisi Moro Lejar seperti ini:


Lihatlah ikan kecil-kecil itu

Tempat makan di Moro Lejar


Saung dan Kolam




Ikannya :)


Nah, adapun menu favorit  saya adalah:

Bir Pletok Moro Lejar
Nah, minuman ini yang menjadi favorit saya. Tapi maaf sebelumnya gambarnya tidak saya edit vertikal, asal tidak mengurangi esensi informasinya ya hehehehe...Bir Pletok ini rasanya seprti wedang jahe, maksudnya ya ada rasa jahe, hangat tapi yang ini diberi selasih. Selain minuman ini saya juga suka sama masakan tradisional lain seperti kangkung dan ini saya baru coba.

Terancam
Unik sekali memang Tumis yang satu ini, bagaimana tidak, namanya saja "Terancam" tapi saya suka ini.
"bacanya harus disatukan jangan dipisah:, ujar teman saya.
Ya, karena kalau bacanya dipisakan jadi "menakutkan"

Nah, tapi menu yang spesial di sini adalah :
Mangut

Ya, menu spesial di sini adalah "Mangut" ini adalah menu masakan dari "Lele" tapi sayang karena saya kurang suka lele maka hanya mencicipi kuahnya saja. Ternyata kuahnya enak. Menurut saya yang membuat makanan ini enak adalah kuahnya.
Tapi menurut saya menu seperti itu bukan sesuatu yang baru. Karena kuahnya itu pernah di  menu keluarga saya membuatnya. Ya, seperti kita mau membuat semacam pindang ikan atau apalah namanya itu. Yang jelas cara memasaknya adalah, ikannya di goreng dulu lalu nanti dimasukan ke dalam kuah.

Nah, untuk tempat seperti Moro Lejar sendiri juga bukan suatu hal yang baru. Semisal di Bandung itu banyak sekali tempat makan yang mensetting tempatnya lebih mendekati alam. Misalnya di tengah saawah, atau ditengah kolam seperti yang bisa teman-teman saksikan. Bahkan kalau di kampung halaman saya Ciamis, ada yang namanya Man Jabal.....

Ya, seperti itulah kira-kira kuliner saya di hari pertama di Yogyakarta.
Oh ya, saya juga ke Gudek Yu Djum, itu Gudeg letaknya dekat dengan kosan teman saya, Eli, dulu dia kuliah di UGM, Jadi, kalau menjelajah ke wilayah sekitar kampus UGM itu artinya napak tilas ( dulu waktu mau skripsi sampai ke Yogayakarta). Karena waktu itu saya ingin mewawancarai Ketua PSW (Pusat Studi Wanita) ....alhamdulilah waktu itu semuanya berjalan lancar.

Jadi,  kalau teman-teman pergi ke Yogyakarta, bolehlah mampir ke sini... makanannya enak khok.. harganya tejangkau Bir Pletok dibandrol  Rp. 4000,-

Sunday, August 21, 2011

Ke Palembang Tidak Afdol Tanpa Pempek Palembang

Sudah lama tidak update blog di sini ya, ada kurang lebih satu mingguan. Sekarang baru mau update lagi karena memang lagi nyantai dan memang ada semangat untuk ngetik lagi.
Kalau tidak ngupdate berarti memang lagi malas atau kecapaian. Biasanya kalau capek, pulang dari kantor itu langsung tidur.

Baiklah sekarang saya hendak berbagi cerita tentang perjalanan saya ke Palembang, khususnya saya mau bercerita tentang makanan khasnya yang tidak lain adalah Pempek Palembang. Sebenarnya ini ceritanya minggu yang lalu, tapi tak apalah saya share sekarang.. tokh cerita tidak akan hilang ...

Tanggal 15 Agustus tepatnya hari Senin yang lalu saya ditugasi ke Palembang bersama dengan seorang teman lainnya, Fenty. Jadi hanya berdua. Kalau tugas berdua itu, yang satu bertugas sebagai Protokol (fenty-red) dan saya bertugas untuk dokumentasi serta membuat release (berita-red) ...

Kita pergi ke Palembang dengan menggunakan GIA. Berangkat dari kantor, diantar pengawal dan supir hehehehehe, karena  kita membawa mukena dan juga sarung untuk bantuan anak yatim piatu sebanyak 300 buah total. Sebenarnya acara di Palembang itu ada 3 (tiga) yaitu: Meninjau rumah murah, buka puasa bersama anak yatim piatu dan juga memberikan bantuan berupa mukena dan sarung tentu semuanya dilakukan oleh Big Bos.

Nah, perjalanan ke Palembang ada kurang lebih satu jam ya. Setelah satu jam kita mendarat di Bandara Sultan Mahmud Badarudin.

Bandara Sultan Mahmud Badarudin


Ketika pesawat mendarat itu saya perhatikan Bandara Sultan Mahmud Badarudin sedang dibangun maksudnya masih dalam proses pembangunan dan ada bagian yang masih ditutup. Persiapan Sea Games rupanya.

Setelah mengambil bagasi dengan bantuan potter akhirnya kita bertemu dengan panitia acara. Kita dijemput yang empunya acara, tentu saja setelah teman saya sebelumnya melakukan koordinasi.

Kegiatan yang kita lakukan pertama tentu berkoordinasi dan meninjau lapangan. Setelah itu kita berkoordinasi dengan Pemda terkait dengan penggunaan VIP Room Bandara.

Melihat Palembang terutama cuacanya tidak berbeda jauh dengan Jakarta, Panas. Dan Padat sekali lalu lintasnya. Kalau macet tidak, tapi karena volume kendaraannya yang banyak jadi padat merayap.
Saya lihat Palembang ini sedang berkembang  (membangun) ya.....

"ya, setelah PON itu memang Palembang menjadi terkenal, dan sekarang berkembang, apalagi nanti mau ada sea games", ujar yang mengantar kami.

Dan saya perhatikan juga ya, seperti hotel yang kita gunakan untuk transit juga baru dibangun.... memang mereka sedang mempersiapkan diri untuk Sea Games.

Intinya rangkaian acara di Palembang berlajan lancar. Kita makan beratnya di VIP Bandara sambil nunggu boarding untuk pulang...

 Nah, kebetulan ya kalau tugas itu ada teman yang titip beliin oleh-oleh, tentu saja request mereka adalah Pempek Palembang. Karena kita tidak ada waktu maksudnya kita khan difasilitasi mobil panitia dan memang koordinasi belum selesai, jadinya tidak bisa berputar-putar dulu sebenarnya kalau mepet-mepet bisa tapi khan tugas harus diutamakan dulu kata teman saya. Jadinya  saya berinisiatif untuk meminta bantuan petugas bandara VIP saja membelikan pempek sekaligus bantuan untuk chek in tiket. Akhirnya dibelilah empek-pempek CANDY untuk oleh-oleh ruangan dan titipan serta untuk pribadi.

Pempek Candy, harganya bervariasi ada yang seratus ribu , 200 ribu dll.


Eh, sebelum pulang itu, ternyata kita diberi lagi oleh-oleh Pempek sama yang empunya acara. Lumayan gede ya...satu dus.. jadi ada 4 orang yang diberi, saya dan teman saya serta yang lainnya.

Nah, empek-empek yang diberikan kepada kita mereknya bukan CANDY tapi Beringin ya. Setelah dibuka isinya seperti ini...

bentuknya bulat
 Saya sudah coba yang bulat ini (atas-red), tidak diberi aci ya, kayak baso gitu ... tapi masih rasanya pempek sih ...
Ini lenjer dan kapal selam

Ini yang bulat
cukanya

How to cook
Yup, pempek ini diberi taburan tepung sagu atau aci ya, kalau menurut saya supaya awet dan tahan lama...Pempek Beringin masih ada dan saya simpan di freezer mudah-mudahan tahan lama ya.

Next, setelah pulang kembali ke kosan saya beritahu teman kosan yang dari Palembang bahwa saya habis berkunjung ke kampung halamannya.

Saya : " habis dinas ke Palembang, ternyata Pelembang panas dan padat ya lalu lintasnya"

HS : "Iya tuh mbak, Hes tidak suka dengan keadaan sekarang tapi panasnya Palembang itu tidak akan membuat hitam kulit".

Saya : " Di Palembang ada pantainya gak sih?"

HS : "tidak ada mbak" 

Saya : " Lalu ikan yang dipakai buat pempek itu gimana, memangnya pakai ikan sungai?'

HS : "Oh mbak kalau orang Palembang itu bisa mengolah ikan menjadi makanan apa saja, orang palembang memang pintar "

Saya : "Palembang itu memang cocok untuk wisata kuliner"

HS : "Iya mbak, makanannya itu yang dicari"

Saya : "Nah, kalau pempek sendiri tahannya sampai berapa hari?" (karena di kemasan tidak ada kadaluwarasanya-red)

HS: "Oh itu tergantung sih mbak, gak dapat memastikan juga, tapi jangan beli yang di Bandara takutnya sudah lama" ...

Jadi, antara pempek Beringin dan Candy mana yang lebih enak?
Oh tentu saya hanya bisa menjawab cobalah cicipi. Sebenarnya banyak sekali jenisnya ya pempek Palembang ini ada Slamet dan juga yang lainnya. Tapi intinya setelah mencoba kedua jenis pempek dapat saya katakan rasa ikannya terasa sekali ya .... saya juga mencicipi makanan Palembang lainnya seperti Burgo, bentuknya seprti pempek, rasanya nyaris pempek, dan ada juga semacam martabak ya dengan kuahnya itu seperti sate padang.

Memang kalau kuliner itu, tiap daerah pasti beda cita rasanya. Jawa misalnya yang manis, nah kalau Palembang itu kemarin saya cicipi lebih ke pedas dan asin ya  ...

Jadi, jangan lupa pempek Palembang ya kalau berkunjung ke Palembang ....karena tidak afdol kalau ke Palembang tanpa Pempek Palembang :D

Monday, July 11, 2011

Tahu Yun - Yi

Mampir dulu Yuk Beli Tahunya
Paling enak ya kalau pergi ke luar kota itu sambil kuliner. Menocba makanan baru. Nah, minggu kemarin sehabis acara kantor di Puncak, Bogor dan sebelum pulang, saya dan rekan-rekan kantor mampir dulu di Toko Yun-Yi .... yup karena toko ini brandnya adalah Tahu, maka saya pun belinya hanya berupa tahu. Tapi sebenarnya toko ini menjual roti yang rasanya berbagai macam..tapi saya tidak sedang ingin beli roti. Alasannya sih persediaan cemilan masih banyak di kosan . Jadi, cukup beli satu kantong plastik tahu.

Tahu Yun-Yi

Yup, Tahu ini yang saya beli ..

Komposisi Tahu
Tahu ini dijual pekantongnya seharga Rp. 13.000,- sedangkan kalau untuk tahu yang masak, misalnya teman-teman ingin tahunya digoreng di tempat bisa, mereka menjualnya seharga Rp. 20.000,- tapi  karena saya anak kosan dan memang ada dapur saya putuskan beli yang mentah saja. Lagipula kalau beli yang masak belum tentu habis.

Nah, kalau beli tahu  biasa dipasar tradisional 10 buah harganya sekitar Rp. 3500,-tapi apa bedanya tahu Yun-yi dengan tahu biasa? Hmm kata orang sih lembut tahunya.... setelah dicoba menurut saya juga sama seperti itu lembut, tapi catatan ya, tidak Selembut TOFU ya hehehe... tapi cukuplah untuk cemilan.

Biasanya kalau saya beli tahu, saya belinya yang tidak berwarna alias beli yang putih saja. Saya tidak suka makanan yang berwarna mencolok. Tapi untuk Tahun Yun -yi ini merupakan sebuah pengecualian. Entahlah saya hanya percaya saja, kalau Tahu ini dijual di tempat yang "resmi" alias sudah terkenal memiliki brand, rasa-rasanya mereka bisa mempertanggungjawabkannya....kalau dibaca dari komposisinya sih, katanya mereka pakai kunyit. Ya, kunyit yang kita tahu untuk memberi warna pada makanan. Itu lebih aman... 

Selain itu, kalau memasak tahu, biasanya saya merebusnya dahulu, katanya sih untuk mengamankan dari Formalin, sebaiknya sebelum dikonsumsi, tahu itu direbus dahulu. Setelah direbus, saya simpan di kulkas. Tahu yang sudah direbus terlebih dulu akan awet  di simpan di kulkas dan tidak bau...

Wednesday, June 22, 2011

Tidak wah Lagi Jajan Di Cimory Shop

Plastic bag ...
Yup, ceritanya beberapa minggu yang lalu saya ada tugas untuk menghadiri suatu acara yang diselenggarakan di salah satu Hotel di Puncak.. baiklah, saya bantu promo ya pihak Hotel.. Hotelnya bernama GRAND USSU Hotel & Convention... Jl. Raya Puncak Km, 79 Cisarua Bogor, Jawa Barat. Harga inapnya tentu saja reachable.... tempatnya nyaman... seperti sebuah village, cottage, atau pun kompleks perumahan...yang terbagi menjadi beberapa cluster... dan cluster yang saya tempati, ada tiga buah kamar tidur tentu dengan kamar mandi di setiap kamarnya, serta ada juga ruang tamu dan TV. Menginap di cluster itu seperti baru pindah rumah ya, dengan type, 45 ada ya...kurang lebih... nah pihak hotel menyediakan pula kendaraan untuk mengantar tamu hotel dari satu gedung ke gedung lain dan merupakan kendaraan yang direcharge. Pokoknya recomended tempatnya...

Baiklah sekarang kita beralih lagi ya ke Cimory. Setelah acara selesai tentu saja kita kembali ke Jakarta. Tapi sebelumnya kita mampir dulu Ke Cimory Shop, yang terletak di Jalan Raya Puncak No. 415.. atau lengkapnya lihat gambar plastik itu.

Saya dan rekan-rekan pun masuk kedalam Cimory Shop. Dan saya pun membeli beberapa cemilan seperti ini:
Vanilla Cheese

Pelayannya katakan kepada saya bahwa cheese ini merupakan salah satu makanan yang paling dicari Orang dan harganya Rp. 22.500,-.

Cookies Mette ini harganya Rp. 21.000,-
Widaran Manis              





Nah, kalau ingat widaran ini saya ingat nenek saya. Termasuk salah satu makanan favoritnya... hmm saya baru tahu kalau namanya widaran.. dan sesuai dengan  keterangannya juga, "Traditional Snack" harganya
Rp. 23.500,-

Keripik Rasa Keju

Ya, saya beli ini kripik tak ketinggalan harganya Rp. 16.000,-

Ada Brem harganya Rp. 15.000,-

Nah, teman-teman, Brem ini termasuk salah satu makanan favorit saya. Jadi, kalau ingin memberi saya oleh-oleh, jangan lupa yak, untuk memasukkan Brem di salah satu jinjingannya ya hhhehehee... ...

Itu semua adalah cemilan yang saya beli di Cimory Shop, Puncak.
Lalu, adakah masalah yang saya temui?
Saya rasa bukan masalah ya namanya, tapi lebih kepada, "keanehan"...
Ya, ketika memasuki Cimory Shop ini, saya tidak merasakan keistimewaan dari segi makanannya. Karena kalau kita bicara mengeni Youghurt dan Susu produk Cimory, bukanlah sesuatu yang asing. Karena produk ini dengan mudah bisa kita temukan di Supermarket  ya.. dan Untuk Cimory Shop, cabangnya sudah ada di Jakarta. Jadi, tidak perlulah ke puncak. Tapi kalau teman-teman ingin menikmati tempatnya dan pemandangannya ya, bolehlah datang ke puncak... bagus tidaknya nanti suasananya, teman-teman bisa memberikan penilaian..

Jadi, bagi saya belanja di sana itu, terasa aneh saja...  tidak istimewa dan tidak wah... karena tadi produknya bisa kita dapati dimana saja.
Bagi saya, istimewa itu ya ketika, kita datang ke suatu tempat dan memang produknya itu belum pernah kita dapati dimana-mana, kecuali di tempat asalnya ........... itu yang akan menjadi sesuatu yang baru dan istimewa.

Kemudian, untuk cemilan atau snacknya sendiri ada yang bukan dari Produk Cimory. Ada diantaranya yang merupakan dari Supplyer.. Itu salah satunya seperti Cookies di atas  ya ...
Nah, berhubung saya sudah masuk ke dalam shop itu, dan saya merasa kurang afdol kalau tidak membeli salah satu produk ciri khas Cimory, maka saya putuskan untuk membeli susu ini saja.

Susu Tawar Cimory

Nah, teman-teman susu ini beraneka macam rasanya. Saya beli yang  tawar dan harganya satu botol adalah Rp. 13.000,-

Jadi, teman- teman, bagaimana tertarik untuk jajan di Cimory Shop Puncak?

NB: Saya sebenarnya sudah foto tempatnya pakai HP, tapi sayang fotonya kehapus. Dan salah saya sendiri, menunda-nunda untuk dipublish hehehe







Saturday, June 4, 2011

Makan Ice Cream Ragusa

"Banana Split" - Ice Cream Ragusa
Nah, malam ini saya hendak bercerita mengenai makanan. Pasti banyak yang ngidam nih setelah lihat foto di atas hehehe...
Ceritanya saya siang ini habis mencicipi Ice Cream Ragusa yang terkenal itu lho... saya pertama kali lihat itu ditayangan kuliner salah satu TV Swasta. Makanya saya penasaran dan ingin mencobanya. Oleh karenanya saya ajak teman saya Windry.

Awalnya saya ajak teman yang lain.. tapi dikarenakan dia sakit, Sinusnya kambuh dan memang sedang sibuk mengerjakan Thesis, maka tidak jadilah perginya. Rencana semula seperti ini, hari ini, pagi-pagi, saya dan teman pergi ke TIM (Taman Ismail Marzuki) untuk membeli tiket konser Musikal Laskar Pelangi. Setelah itu saya mau ajak dia pergi kuliner, mencoba ice cream ragusa. Tapi sayangnya itu batal.

Mengenai tiket laskar pelangi itu,  saya akan menunggu penjualan berikutnya. Yang dari hari Jumat itu khan katanya Early Bird. Jadi, ya, saya tunggu kloter berikutnya, siapa tahu bisa ditrasnfer cara pembayarannya. Kalau harus mengantri di Tiket BOX TIM itu khan capek...belum tentu dapat tiketnya.
Dan menurut info yang saya dapatkan di Twitter semua tiket sudah Sold Out....

Kita lanjut ceritanya tentang ice cream Ragusa ya. Dikarenakan teman saya sakit,  diputuskanlah untuk pergi mencari teman yang free alias off dari kerja...dan akhirnya Windry setuju untuk kuliner  dan ketemuan karena memang kita sudah lama tidak bertemu  juga ya...

Saya berangkat sehabis solat Zuhur. Nah berdasarkan hasil Googling itu, Ice Ragusa ini berada di JL. Veteran 1. atau di belakang Masjid Istiqlal. Duh, siapa yang tidak tahu ya Masjid Istiqlal.. semuanya pasti tahu. Dan ketika saya tahu bahwa itu di Jalan veteran, maka saya langsung ingat kantor SETNEG. Itu khan di sekitar jalan Veteran Juga.

Saya pun berangkat, dari BLOK M naik busway, menuju halte Harmoni. Selanjutnya dari Halte Harmoni menuju Halte Juanda dengan menggunakan Busway ke arah Pasar Baru dan turun di Halte Juanda. Kebetulan saya janjian bertemu dengan temannya di Halte Juanda. Dari Halte Juanda kita bisa melihat masjid Istiqlal. Menuju ke Ice Ragusa dari Halte Juanda tentu saja kita hanya perlu untuk menyebrang saja dan hati-hati dalam menyebrang karena memang tidak ada jembatan penyebrangan. Setelah menyebrang kita tinggal jalan kaki saja ke arah Ice Cream ragusa ada mungkin sekitar 100 meter lah dari Halte Juanda. Dekat kok....

Sesampainya di tempat Ice cream itu, memang bangunannya bangunan tua dan sempit sedangkan pengunjung banyak. Jadi, kita harus menunggu pengunjung/pembeli yang sudah selesai makan pulang lalu kita bisa mendapatkan kursi duduk. Atau kita juga bisa ikut bergabung dengan meja yang lain. oh ya Karena tempatnya kecil dan banyak orang,  jadi panas ya...

Suasana Di Ice Cream Ragusa


Nah, saya putuskan untuk membeli ice cream "Banana Split" seperti tampak pada foto diatas. Itu harganya Rp. 27.000,- jenisnya memang banyak ya... isinya ada pisang, ada sokade, ada taburan kacang dan dilapisi cokelat....

Bagaimana rasanya?
Rasa itu khan tergantung seleranya masing-masing.  Jadi ya, saya hanya menyarankan teman-teman untuk pergi saja langsung ke sana. Dan jangan heran ya kalau nanti teman-teman menemukan ganjalan dalam pelayanan.  heheheheh...................... Misalnya kok kurang senyum sih dsb..... hehehehe.... maklum, peminatnya banyak....

NB: Bisa dibawa pulang atau dinikmati  langsung ..Sebenarnya sterofoam itu tidak aman ya, jadi sebaiknya kalau mau makan nanti request jangan pakai sterofoam....saya lupa tidak meminta itu ......

Friday, June 3, 2011

Kue Subuh Blok M

Ya, dikarenakan hari ini masih libur dan tidak ngapain-ngapain...hmmm tidak kok siang ini saya les, hehehe... Baiklah mari kita balik lagi ke cerita inti. 
Ya,  pagi ini sesuai dengan rencana yang dibuat sejak kemarin, saya ingin sekali pergi ke Pasar Kue Subuh BLOK M. Akhirnya keinginan saya kesampaian juga. 

Kue Subuh Blok M, Sudah buka semenjak pagi :)
Jam 6 am saya pergi ke Blok M. Jaraknya yang dekat dari kosan inilah yang membuat saya pergi sepagi itu.
Sesampainya di Blok M Square saya perhatikan memang ramai. Masuk lebih dalam lagi ada aneka ragam penganan... coba perhatikan gambar berikut ini.

Dijual aneka penganan ada sus, pastel, keroket, lemper, agar, dlll

Yup, saya perhatikan beberapa penganan dari satu penjual ke penjual yang lainnya kok sama. Heran saya. Lalu perkara ini saya tanyakan kepada seorang penjual.

"Ibu dari mana ambil kue-kue ini", tanyaku
"Oh, kita mengambilnya dari Senen, tapi ada beberapa yang dibuat di sini", jawab seorang penjual.

Yup, penganan yang dibuat di tempat jualan berupa pastel dan gorengan,  dll...
Dan selain penganan ada juga yang jualan lauk untuk makan. Seperti goreng ayam keremes (digoreng ditempat) dan krecek....Kebanyakan memang Makanan Jawa. Lagi-lagi Orang jawa ini memang pandai berdagang dan merantau.

Kerecek, ayam goreng keremes, dan gudeg

Untuk gudek dan kerecek kita bisa membeli @Rp. 5000,- saya tahu harganya karena saya perhatikan seorang ibu membelinya.

Oh ya, kata si penjual yang saya tanya Kue Subuh Blok M ini sudah ada sejak lama. 10 tahun ada.

"Kue subuh ini sudah ada sejak anak saya kecil sampai dewasa", tutur Ibu penjual.

Nah, Ternyata untuk jualan Kue subuh ini setiap pedagang akan ditarik tarif sebesar Rp., 20.000,- oleh petugas... Uang ini termasuk sewa meja yang disediakan pihak terkait.

"Kami menyediakan sebanyak 261 meja", kata petugas.

Satu meja biasanya berlaku untuk 3-4 orang....
Dan biasanya pembeli yang membeli grosiran atau banyak akan mendapatkan potongan harga. Misalnya, sebuah lemper dijual Rp. 1000,- tapi kalau kita ingin membeli dalam jumlah besar maka harga satuannya menjadi Rp. 600,-

Melihat penganan yang begitu banyak saya menjadi giung...niat awal saya kahn untuk melihat-lihat, jadi saya tidak membeli banyak. Hanya membeli 2 buah lemper, 2 buah agar dan gorengan. Saya beli gorengan karena dibuat di tempat dan saya bisa melihat langsung komposisinya hehehe...


Goreng tahu dan martabak asin
Yup, saya beli  2 martabak dan 2 goreng tahu semuanya Rp. 5000,- ukurannya pun besar.  Jadi tidak rugi, karena mengenyangkan. Beda dengan gorengan yang dijual di gerobak..

Martabak dan Goreng Tahu  (4, Rp. 5000)

Ada yang jualan cake ulang tahun juga lho.

Cake Ulang Tahun


Tentu ada juga nasi uduk dan bubur...lengkap pokoknya....
Jadi, kalau anda mencari penganan, coba pergi ke Kue Subuh Blok M. Tapi jangan terlalu siang ya. Mereka bisa saja sudah tutup. Kalau mau pergi ke sana jangan lupa, untuk langsung menuju pintu Zamrud 1-3. Karena Kue Subuh adanyan di sekitar pelataran itu.
















Wednesday, April 13, 2011

Lesehan di BLOK M

Selamat malam semuanya. Saya hendak mengabsen teman-teman satu per satu. Ada berapa banyak para pembaca blog saya yang berasal dari Jawa atau Suku Jawa?? atau dari berbagai macam suku bangsa yang ada di seluruh Wilayah Indonesia dan pernah tinggal lama di Jawa?
Apakah teman-teman rindu akan tanah Jawa? rindu dengan suasana Jawanya? apa yang teman-teman rindukan? gudegnya? atau lesehannya?

Nah bagi teman-teman yang merindu suasana lesehan yang biasanya kita dapati di tanah Jawa...teman-teman jangan khawatir..ternyata di Ibu Kota kita tercinta juga ada yang namanya Lesehan. Dimana tempatnya?
Ya, tempatnya adalah di BLOK M Square. Tepatnya di sepanjang pintu masuk BLOK M Square. Sebelum saya bercerita lebih lanjut mari kita lihat bersama-sama suasana Lesehan yang ada di BLOK M Square...

Lesehan di BLOK M
Ya, saya juga baru tahunya belakangan ini. Sudah ada tiga kali saya beli makan di Lesehan itu. Harganya terjangkau...standar baku lah. "Lesehan" sendiri itu hanya dari istilah saya saja. Entahlah apakah para pedagang yang didominasi orang Jawa itu, memiliki nama tersendiri untuk event itu. Berdasarkan informasi yang saya peroleh dari seorang informan yang juga salah seorang pedagang "lesehan" itu, mengatakan bahwa mereka buka setiap hari. Dimulai dari pukul 20:00 WIB s/d pukul 2:000 WIB.

Ya, teman-teman bisa mengunjungi lesehan itu setiap malam. Tapi yang harus teman-teman INGAT adalah Cari Pintu Berlian. Karena Lesehan itu hanya ada di bagian Gate BERLIAN (mengingat BLOK M itu terdiri dari berbagai gate ada gate mutiara dsb).

Nah, semoga informasi yang saya sampaikan bisa mengobati rindu teman-teman akan suasanan Lesehan ya. Jangan lupa untuk mampir yak

Sunday, March 20, 2011

Kue Cucur

Kue Cucur
Ya, ceritanya pagi ini sehabis jogging saya beli kue Cucur yang merupakan foodstreet yang ada di seberang Taman atau tepatnya di depan Gereja SantoYohanes dari ibu langganan saya.
Kue Cucur ini dijual seharga Rp. 1500/buah.
Nah, bicara soal kue Cucur saya jadi teringat kampung halaman.

Ceritanya saya ada seorang teman yang Ibunya suka membuat kue Cucur. My mom yang juga kenal sama dengan teman saya itu sekaligus tahu juga Ibunya yang  suka membuat kue cucur, My mom suka memberikan beras kepada teman saya itu untuk kemudian diolah jadi kue Cucur.  Maksudnya  minta Ibu dari teman saya itu untuk menyulap beras yang kami berikan menjadi kue cucur.  Yup, My Mom tidak pernah mengeluarkan uang lagi selain beras saja. Karena nantinya memang hasilnya dibagi dua dengan si pembuat kue cucur tersebut.

Nah, biasanya teman saya sendiri yang suka mengantar kue cucur itu ke rumah kami kalau sudah jadi. Beras  yang diberikan My mom berubah menjadi kue cucur sebanyak ada setengah kantong plastik. Biasanya dikirim ke rumah selagi masih panas. Memang Kue cucur itu enak dinikmati kalau masih panas atau hangat. Karena kalau kelamaan menjadi dingin dan agak keras, kalau dimakan jadinya tidak terlalu enak. "Originalitas kue Cucurnya" terjamin, karena memang berasnya dari kami.

Bahan inti untuk Kue Cucur memang tepung beras selain ada tambahan bahan lainnya. Kue Cucur ini dibuat dengan cara digoreng. Cara membuat adonannya sendiri saya kurang tahu.

Untuk kue Cucur yang saya beli tadi pagi, rasanya kurang maknyus. Sepertinya adonannya dicampur dengan tepung lainnya. Hehehehe...

Saya jadi kangen ya sama waktu itu, kalau tidak salah ketika masih sekolah SD. Ingin mencicipi lagi Kue Cucur buatan dari Ibunya teman. Tapi saya sendiri sudah tidak tahu lagi bagaimana kabarnya dengan teman saya itu, apakah ibunya masih produktif atau tidak, saya tidak tahu. Lama sudah kita tidak bertemu hehehehe......Tapi terima  kasih sudah membuatkan kami Kue Cucur, saya menyukainya  dan sampai sekarang masih yang terbaik yang pernah saya cicipi :D
   

Friday, December 31, 2010

Nge"Bakmie Jhon"

Pagi ini sebelum pergi ke kantor saya makan Bakmie Jhon dulu yang letaknya di Jl. Sampit melawai sebelah Bank BNI, atau dekat dengan karaoke INUL  Jl. Melawai. Saya beli dengan menu Bakmie Yamin Manis. Total harganya Rp. 12.000 plus dengan minuman Teh Botol Sosro satu buah. Niatnya awalnya sih ingin investasi alias menabung, Tapi berhubung jam 7an Banknya belum buka, saya ngebakmie dulu lah, padahal sebenarnya di kosan sudah sarapan Koko Crunch plus susu (tumben ya sarapannya ala west) heheheh. Tapi tidak masalah 2 porsi untuk melengkapi nutrisi :D


Isinya ada pangsit, ada bakso,  ada sayuran , ada jamur, ada cincang daging ayam plus mie

Nah pertama kali saya beli Bakmie ini pegawainya berpakaian seragam orange, seperti ini :

Pegawainya Berpakaian Orange dengan brand mereka dibelakang kaosnya

Yup, Tapi hari ini, Jumat ketika saya beli Bakmie ini lagi ada yang berbeda. Coba lihat apa yang saya dapati ini:

Pegawainya Memakai Batik.

Ya, saya merasa terharu dan salut terhadap mereka dengan memakai batik. Mereka melakukan hal itu layaknya seorang pekerja kantor.  Walaupun tempat jualannya dipinggir jalan dan hanya dipasangi tenda kecil dibagian belakang gerobak itu serta dilengkapi bangku yang panjang. Tapi, pelanggannya banyak.  Bagus menurut saya patut di contoh oleh yang lainnya. Pertama, selain terkesan rapi, itu juga mempromosikan dan melestarikan warisan budaya bangsa. Perajin batik pasti bangga kalau mengetahui hal ini : D

Tuesday, December 28, 2010

Wingko Babat Yummy!

Yup, ceritanya liburan natal kemarin ada teman saya yang "pelesir" ke Semarang. Ceritanya bukan pelesiran sungguhan tapi pelesiran dalam rangka memenangkan calon sang hati Bapak dan Ibu Mertua heheee.
Nah biasanya kalau ada salah satu rekan yang pergi ke luar kota dan memang diketahui oleh semua rekan kerja, jadinya "berita nasional" hehehe dalam artian biasanya kalau sudah kembali pulang dan kerja ke kantor maka akan banyak rekan-rekan yang tanya.Salah satu prediksi pertanyaannya yang akan dilontarkan adalah "mana-oleh-olehnya" hehehe..
Nah, Jadi merupakan suatu "budaya" bagi kami kalau ada tugas atau mungkin di luar dari tugas biasanya kami membawa buah tangan alias oleh-oleh. Tapi, memang itu juga kalau ada waktu dan kesempatan serta dana untuk alokasinya.
Senin yang lalu teman saya sepulang dari Semarang membawa oleh- oleh ini. Yup, wingko babat. Nah pas saya lihat ternyata ada berbagai macam rasa ada yang original, ada rasa durian, rasa nangka, dan rasas cokelat:


Yup, karena kita keluarga besar, jadi paling banyak setiap orang kebagian dua biji saja. Hehehe saya pilih yang rasanya Durian dan Kelapa Muda (original). Yup, kalau yang original saya sering makan.. Tapi kalau yang beraneka rasa baru kali ini. Kalau untuk saya sendiri lebih suka yang original ya. Tapi rasa durian dan rasa original rasanya gak jauh beda. Hanya saja yang durian tercium wangi aroma durian ya. dan makan wingko babat ini memang harus orang yang suka manis, karena rasanya yang manis :D
Jadi, kalau nanti anda ke Semarang jangan lupa untuk membeli Wingko Babat Dyriana ya, alamatnya : Jl. Pandanaran 51 A. Telp. 8318531, 8318242, 8318711 Semarang.

Wednesday, December 15, 2010

Oleh-Oleh dari Surabaya

Baiklah, pada kesempatan ini saya mau sharing atas perjalanan atau tugas yang saya lakukan di Kota Pahlawan a.k.a Surabaya.
Saya berangkat ke Surabaya tanggal 12 Desember 2010

 Dan Kembali Pulang Ke Jakarta tanggal 14 Desember 2010 dengan menggunakan pesawat garuda yang delay penerbangannya.

Pertama kali mendarat di Surabaya menuju lokasi acara saya merasaada ssesuatu yang berbeda dengan kota ini terlihat rapi dan bersih. Menurut pak wall, dulu di sepanjang jalan di Surabaya banyak Pelacurnya yang selalu berjejer setelah maghrib tidak ada pohon hijau. Tapi sekarang  lihatlah kota Surabaya situasinya menjadi berbeda rapi dan bersih. Mungkin ini dipengaruhi  oleh gaya pemimpinnya.
Nah, setelah mendarat di Bandara Juanda Surabaya, saya, rekan saya, seorang wartawan dan supir dari mitra kerja kami, membawa kami ke Soto wawan dulu. Konon soto ini terkenal di Surabaya. Kami ke sana karena arahan dari rekan kerja saya Mr A. Yang sepertinya mengenal banyak kota Surabaya.


 Kami makan berempat, hanya menghabiskan sekitar Rp. 96500... itu pun plus minuman dan dua kerupuk kulit.
Nah, pada malam harinya semua panitia makan di Layar.  Sebuah Tempat makan seafood sama seperti D'Cost lah.


Nah, tidak lupa pas senin malam nih, sebelum esoknya kita pulang kembali ke Jakarta, saya dan beberapa panitia membeli oleh-oleh di toko Bhek, Jl. Genteng Besar No. 68 Surabaya.


Sebenarnya tokonya sudah mau tutup, tapi karena kami memaksa akhirnya mereka mengijinkan kami untuk berbelanja. Mbak D yang ikut  rombongan bilang "mereka rugi lho kalau tetap tutup"..yup karena kita calon pembelinya banyak....jadi bisa dihitung berapa jumlah uang yang bisa keluar dari kantong kami untuk pedagang.
Nah saya tanya mbak D, apasih oleh-oleh khas Surabaya, mbak D bilang, coba deh, sambal khas Bu Ruddy. jadi saya pun membeli salah satunya sambal ini.



Saya  sudah mencobanya enak kok. Resepnya seperti membuat sambal tomat tanpa pakai terasi, bahannya ada  cabek dan bawang serta minyak goreng....nah waktu saya tanya ke rekan kerja, oleh-oleh khas dari surabaya itu adalah bandeng panggang. hohoho, entahlah pada waktu itu saya kurang begitu memperhatikan bandung itu adanya. Pokoknya, banyak sekali pilihan oleh-oleh ya, disesuaikan saja dengan kantong kita ya.
Nah, kalau sewaktu-waktu pergi ke Surabaya cobalah mampir ke tempat yang saya sebutkan ya..selamat berkunjung  : D


Tuesday, June 8, 2010

Makanan Tradisional

Apakah Anda menyukai makanan tradisional?
Jika iya jawaban Anda, makanan tradisional apa sajakah itu?
Yup untuk saya sendiri saya tentu saja memiliki rasa suka yang sangat akan makanan tradisional Indonesia.
Alasannya sederhana saja, karena saya berasal dari kampung yang memang tidak lepas dari makanan tradisional jadi pembawaannya kemana pun saya pergi pasti makanan tradisional itu akan selalu ada di hati saya. Makanan tradisional itu bukan sesuatu yang aneh. Apalagi di kota besar ini, yang setiap hari menyediakan berbagai macam cemilan atau makanan internasional yang bisa kita dapatkan hampir disemua tempat dengan mudah dan tentu saja dengan harga yang menguras dompet juga, makanan tradisional akan dicari orang.


Dikarenakan harganya yang muarah dan juga rasanya yang tetap terjaga. Kita akan merasakan Kerinduan pada makanan tradisional itu. Contohnya saya. Saya merasa tergoda ketika lewat di depan kantor melihat ada gerobak yang menjual makanan tradisional dan saya pun membelinya. Beberapa hari kemudian ketika saya ingin menikmatinya kembali, eh ternnyata gerobak, penjual dan makanan tradisional itu tidak saya dapati di depan kantor.Alangkah rindunya saya, eh mungkin ini karena penjualnya nongkrong di tempat yang lain dulu, baru jualan di depan kantor. Tapi hari ini saya ketemu lagi dan beli makanan tradisional itu. Hmmm...enak kok...lima macam seharga 3000....ada getuk lindri, gemblong, onde pokoknya banyak pilihannya......jangan lupakan makanan tradisional ya....kalau  ketemu beli saja ya...