Search This Blog

Showing posts with label Credit Card. Show all posts
Showing posts with label Credit Card. Show all posts

Wednesday, June 6, 2012

Apabila Transaksi Melebihi Limit

Akhirnya jadi bertransaksi dengan kartu kredit.. karena penggunaan yang pertama jadinya masih meraba-raba.
Hari Sabtu yang lalu, aku pergi ditemani Nurul ke Fatmawati, menuju sebuah toko kamera dan merupakan tempat yang sama di mana dulu beli kamera digital.

Barang yang dicari tentu kamera SLR Tipe Canon EOS 60 D. Aku tahu barang itu ready stock dari BBM tokonya, karena sebelumnya khan tanya-tanya dulu. Biar kalau pergi itu tidak sia-sia.
Sesampainya kita di toko kamera itu lihat-lihatlah barangnya dan ketika akan bertransaksi sejumlah uang aku tanyalah call center bank yang mengeluarkan produk kartu kreditku.

Ternyata pilihan pertamaku jatuh sama CANON EOS 60D, Let's hunt  :)


"Mas mau tanya penggunaan kartu kredit, ceritanya saya mau beli kamera, kira-kira bank memberi charge berapa ya" tanyaku.

"Bank tidak memberikan charge tapi toko yang memberikan. Mbaknya sudah transaksi belum?" tanya costumer center itu.

"Oh belum bertransaksi"

"Mbaknya bertransaksi dulu, nanti kalau sudah bertransaksi hubungi kami kembali"

Kira-kira seperti itu teman, percakapan babak pertama.

Jadilah aku  membeli EOS 60 D lengkap dengan filter, dan juga fastbacknya (tas punggung khusus kamera).

Lalu, menuju kasir. Di kasir ini saya bilang sama mbaknya untuk menjumlah total berapa belanjaanku.

"Mbak ini dihitung dulu, nanti dari jumlah total disisakan Rp. 3 juta,  karena itu yang akan dikredit"
(Gak papalah ya pembaca jadi tahu limitnya berapa)

Transaksi pun diproses. Ada dua transaksi. Pertama Transaksi cash dengan menggunakan kartu debit. Kedua, transaksi kredit dengan kartu kredit tentunya.

Nah, pas waktu mau transaksi kredit, si mbaknya bilang, jumlah kredit yang akan menjadi tanggunganku itu kena charge Rp. 3%, karena mesin geseknya menggunakan mesin gesek dari produk beda bank dengan kartu kreditku. Kalau dinominalkan 3% dari Rp 3 juta itu adalah Rp. 90.000,- jadi total kredit yang harus aku bayar dengan charge Rp. 3.090.000,-   Jumlah itu yang aku masukan kredit.

Ceritanya sudah pulang dari toko,  saya telepon call center kartu kredit, menanyakan cara pembayaran.

"Oh mbak transaksinya sudah masuk sejumlah Rp. 3.090.000, tapi mohom maaf tidak dapat diproses karena melebihi jumlah limit. Seharusnya Rp. 3 juta pas. Lebih dari Rp. 1, pun tidak bisa diproses"

(aku lalai, harusnya yangRp. 90.000 dibayar cash sisanya dikredit, aku sadar sebenarnya cuma terkesan membiarkan, jadi "biarkan saja nanti kita lihat apa yang terjadi" begitu istilahnya)

"Jadi saya harus bagaimana", tanyaku.

"Oh transaksinya harus di cancel dulu oleh tokonya, lalu yang Rp. 90.000,- mbak bayar tunai baru nanti sisanya bisa dikredit".

Karena tidak puas dengan jawabannya, saya telepon lagi call center. Yang menerima pun berbeda. Dari sekian call center yang saya tanya hampir jawbannya sama, katanya tidak bisa diproses.  Sudah seperti ini saya hari Minggunya pergi ke tokonya lagi, maksudnya mau minta mereka untuk mencancel transaksi atau dengan kata lain minta prosesnya diulang.

Si kasir yang saya jumpai hari Sabtu itu bilangnya tidak bisa dicancel karena transaksinya sudah berhasil. Dia bilang tunggu beberapa hari. Kalau uangnya sudah masuk ke mereka tidak perlu dicancel. Lalu dia bilang "Apa konsekuensinya kalau tidak dicancel"

"Kalau tidak bisa dicancel saya tidak bisa membayar mbak, karena banknya tidak mau memperoses" terangku polos.

"Ya udah kalau gitu tunggu saja sampa hari senin, nanti saya kabari lagi, mbaknya tempat tinggalnya gak jauh khan".  Kata sang kasir itu.

"Dekat kok mbak, ini kartu pertamaku dan transaksi pertamaku" menegaskan. 

Lalu apa yang terjadi kemudian?
Kemarin hari Selasa, saya dapat telepon dari  Mbak kasir itu. Dia bilang kalau transaksinya berhasil atau bank sudah melunasi kredit atau jumlah terutang saya.

Oalah pantesan si mbaknya malas mencancel transaksi rupanya seperti itu teorinya. Tunggu dua sampai tiga hari untuk mengetahui berhasil atau tidaknya transaksi pembayaran oleh bank.  Karena masih  belum jelas dengan urusan kredit, lalu saya telepon call center kartu kreditku.

"Mbak saya sudah beli kamera, tapi saya lalai, kredit yang saya ajukan melebihi batas limit, kata call center yang saya hubungi beberapa waktu yang lalu tidak bisa diproses, tapi kata toko dimana saya belanja transaksinya berhasil dan sudah dibayar sama banknya, bagaimana ini mbak?" tanya ku

"Oh, kalau lebih dari limit memang tidak bisa diproses. Cara pembayarannya tetap bisa melalui cicilan, tapi dengan bunga retail sebesar 2,95% fix,  dan mbak bisa memilih batas minimum pembayaran sejumlah 10% dari jumlah yang terutang atau membayar  maksimum atau lunas"...

Legalah aku mendengar penjelasan dari call center kali ini.

"Lalu, kalau yang bisa diproses itu maksudnya seperti apa sih" ...

"Kalau yang bisa diproses itu maksudnya transaksi kredit sesuai dengan batas limit yang diberikan, dan mendapat bunga fix sebesar 0,8 persen, dan kita bisa memilih tenor waktunya".

Oh seperti itu rupanya. Jadi, jangan khawatir teman, meskipun  melebihi limit tetap dibayar sama banknya namun itu bunganya besar ya. Seperti yang sudah disebutkan di atas. Tapi lebih baik sesuai dengan limit supaya dapat bunganya yang kecil.

Dan satu hal lagi, bank belum bisa mengirim tagihan kalau jatuh temponya belum masuk ya.
Aku sudah hitung ya, khan kata teman jangan ambil pembayaran yang minimum, jadi kalau saya ambil pembayaran pertama 20 persen dari total terutang lalu berikutnya, 30 persen dan selanjutnya ditambah dengan bunga ya, bisa 4 kali pembayaran. Kalau dapat rezeki bisa kurang dari itu.

Oh ya, ternyata maksud aku dengan menanyakan pada bank "charge" itu mestinya adalah "bunga" ya istilahnya. Ya iyalah pantesan mereka bilang tidak memberikan charge hehehehe...  benar-benar ngeblank ...

Hal itu semua tidak masalah, namanya lagi belajar mencari pengalaman baru. Sekarang targetnya menaikkan batas limit ya...
Akh saya mau menikmati hidup heheheheheee..............

  

Wednesday, May 30, 2012

Kartu Kredit Pertamaku

Hari ini benar-benar hari bersejarah harus dimomentumkan heheheee... Apa coba?
Pokoknya mau dikata kampungan itu tidak masalah ya. Intinya lagi senang saja hari ini, Rabu, 30 Mei 2012.

Ceritanya begini,  sewaktu lagi fokus-fokusnya gak mau ada yang ganggu apalagi disuruh karena lagi buat release, tiba-tiba Mbak Lin teriak.... "Tuh Sri berhasil"...
Ada apa pikirku, masih belum sadar, lalu waktu kulihat ada seorang Bapak-bapak pengantar surat bediri aku langsung mengerti, sontak menjerit hehehehe.... menjerit kegirangan gitu. Biasalah dari dulu kalau dapat kebahagiaan seperti misalnya dapat nilai yang bagus, suka berteriak, makanya teman-temanku dulu ada yang bilang "si riweuh" .... Ya, tidak setiap hari khan riweuhnya itu mah tergantung dari momentnya. Ada tidak momentnya sehingga kita bisa meluapkan kegembiraan itu dan tidak perlulah didramatisir apa kata orang :)


It has been approved :)
Yup, ternyata ya aku juga latah ikut gaya hidup di Ibu Kota. Lho apa maksudnya? ya,  Mereka yang setiap hari kita saksikan dengan gayanya yang up to date itu pastilah salah satunya didukung dengan credit card. Mungkin tidak semua orang mengandalkan credit card, tapi percayalah orang itu bisa berganti-ganti gaya hanya karena sebuah kartu ajaib.

Pertanyaannya sekarang bisakah orang yang tidak punya credit card bisa mengupdate misalnya gadget?
Jawabannya tentu bisa. Ada seorang temanku yang biasanya dia membeli gadget terbaru dengan menggunakan kartu kredit milik pihak ketiga atau dari temannya lagi. Di kantor kami itu ada yang punya kartu kredit banyak dan biasanya memang dia bersedia untuk membantu yang lainnya yang ingin ambil kredit. Malah, dia yang bersemangat mencarikan perbandingan harga gadget dari satu toko ke toko lain. Memang, sih Mbak Nia itu orangnya smart dan teliti dalam pemakaian kartu kredit.

Seperti kejadian waktu itu, ketika temanku membeli kamera dengan menggunakan fasilitas kartunya, dia menemukan ada perbedaan harga dari satu toko ke toko lainnya, dia sampai mengecek dan mempertanyakan langsung ke penjualnya. Padahal ya, kalau menurut kita sih, untuk apa dia capek-cape cek harga dan konfirmasi ke penjual, tokh bukan dia yang membeli melainkan orang lain, tapi itulah sekiranya kita jangan mau jadi konsumen yang hanya terima ya-ya saja tanpa mempertanyakan sesuatu yang tidak jelas.

Lalu, apa sih mauku sampai segitunya ingin punya kartu kredit?
Heheheee, iya ada tiga Gadget yang memprovokasi pikiranku:
  1. Ipad, whuaaa,  mau sekali punya Ipad ini, pikirku karena aku suka ngeblog. Jikalau punya Ipad ini setidaknya bisa menambah semangat untuk menulis dan bisa diakses dengan mudah dimana saja tentu selain  praktis juga bawaannya. 
  2. Kamera EOS 60 D. Yup, masih teringat waktu itu di ruangan, aku berkoar-koar ingin EOS 60 D.  Eh, malah temanku Nurul, yang berhasil mewujudkan mimpiku terlebih dulu.  Aku masih mikir-mikir waktu itu, antara mau dan sayang uang. Makanya aku niatkan saja untuk nunggu suatu saat jika punya kartu ajaib :)
  3. Galaxi Note/Iphone, ya gadget yang ketiga ini pilihan saja ya. Yang utamanya sih No 1 dan 2. 
Sebenarnya ya, membeli tunai suatu gadget itu masih mampu, tapi sayang khan kalau harus bayar tunai sejumlah anu, jadi lebih  baik kita bayar nyicil lah dan gunakan uang tunai yang ada untuk urusan yang lain. Seperti itu kira-kira yang ada dibenakku itu.

Oh ya, dibalik keberhasilan mendapatkan kartu ajaib ini ada peran dari adek dan nenekku heheee... Ya, ceritanya khan aku sudah mengajukan kartu kredit pada salah satu bank, tapi sampai saat ini tidak diapproved. Mungkin faktor orang ketiga ya untuk konfirmasinya gak jelas. Dan memang Saldo di rekening bank ini minim. Karena bank ini khan aku pakai hanya untuk transfer salary saja bukan untuk menabung. Hm... tapi entahlah apakah saldo di rekening itu berpengaruh atau tidak.

Nah, karena ditunggu-tunggu gak kunjung datang makanya buat permohonan baru. Kali ini permohonannya di Bank dimana adekku bekerja. Ya ceritanya dibantu dialah. Dan untuk konfirmasinya aku mencantumkan nenekku. Ya, lengkap sih ada ada nop Telp rumahnya.  Dan berhasil. Kartu Kreditku yang pertama, hehehehee THANKS YA ...

NB: Orang di ruangan mewanti-wanti supaya tidak lupa bayar tagihan kalau sudah diaktifkan. Tenang saja bro :)