Search This Blog

Showing posts with label Malaysia. Show all posts
Showing posts with label Malaysia. Show all posts

Tuesday, December 16, 2014

Solo Traveling Perdana Ke Malaysia Dalam Rangka Stamp Exhibition

Helo ...
What's New?
Yup, i've got something to tell you  ... sebuah cerita tentang Solo Traveling Perdana saya ke Malaysia.

Bukan ini bukan kali pertama saya pergi ke negeri Jiran. Kemarin itu sebenarnya kali kedua saya pergi ke Negeri tetangga. Tapi yang berbeda adalah kalau dulu perginya bareng teman. Yang kedua, atau kemarin perginya sendiri untuk pertama kali ke Luar Negeri. Jadi saya menyebutnya Solo Traveling Perdana. Heheheehee .... akhirnya saya bisa juga pergi sendirian.  Yess.

Saya begitu menikmatinya. Meskipun cuti tiga hari kemarin itu sebenarnya dalam rangka melihat pameran stem atau perangko. Tema pamerannya sendiri adalah WORLD YOUTH STAMP EXHIBITION & 29 TH ASIAN INTERNATIONAL STAMP EXHIBITION.

 Sebelum pergi itu saya melakukan beberapa persiapan atau survei dahulu mengenai keadaan di sana.
Seperti inilah kira - kira persiapan saya:

  1. Mencari tahu info sebanyak mungkin tentang Event Pameran Perangko. Bisa dari facebook atau webnya langsung. 
  2. Ketika sudah tahu lokasinya, seperti lokasi untuk pameran perangko kemarin dilaksanakan di Kuala Lumpur Convention Center (KLCC), maka saya cari tahu bagaimana rute ke sana. 
  3. Tapi sebelum kita mencari tahu dulu rute ke KLCC maka kita harus dapat memastikan akan berangkat menggunakan maskapai penerbangan seperti apa. Saya kemarin dapat promo pakai pesawat Garuda. Nah, kalau pakai Garuda berarti stopnya di KLIA (Kuala Lumpur International Airport). 
  4. Maka saya cari info direction dari KLIA ke KLCC. Informasi itu didapat dari web (video) di sini.
  5. Saya sangat puas sekali dengan Video direction itu dan beberapa hari mendekati keberangkatan saya putar terus dan saya pun mencatatnya di note book.
  6. Setelah tahu direction ke KLCC maka saya cari penginapan di daerah sekitar KLCC. Maka saya putuskan untuk menginap di Le Apple Boutiqe Hotel. Alasannya karena harganya masuk dalam jangkauan saya dan jaraknya dekat ke KLCC bisa jalan kaki. 
  7. Saya mempelajari peta lokasi dan juga print peta lokasi seperti dibawah ini. 
Area Pameran (Diambil dari official webnya)

Nah, dari Video saya dapatkan informasi kalau dari KLIA bisa langsung ke KLCC (Kuala Lumpur Convention Center) lewat West Entrance. Pada map di atas kita bisa lihat letak west entrance disebelah mana. Tapi kalau tidak mengerti, informasi itu bisa disimpan untuk gambaran saja. Agar tidak terlalu membingungkan.

Rail Map

Dari Rail Map (peta kereta) saya bisa mengetahui akan melewati berapa perhentian dan harus berhenti di mana. Nah, kalau saya baca dari rail map di atas, maka di dapat rute seperti ini; Dari KL International Airport menuju ke KL Sentral lalu dari sini dilanjutkan ke KLCC Stasiun sebagai pemberhentian terakhir dengan melewati (dari KL Sentral) -- Pasar Seni -- Masjid Jamek -- Dang Wangi -- Kampung Baru -- KLCC Statsiun (pemberhentian).

Intinya dari pengalaman saya kemarin di Malaysia, dengan adanya KL Express yang terintegrasi dengan beberapa Shoping Mall langsung menuju ke lokasi sangat memudahkan. Cocok untuk tipe solo traveling.

Setelah mendapatkan gambaran mengenai Rail Map dan juga Denah Lokasi, selanjutnya adalah mencari tahu tentang lokasi hotel. 

Le Apple Boutique Hotel

Dari peta di atas saya bisa tahu kalau Le Apple Boutique Hotel letaknya bersebarangan dengan KLCC bahkan bersebelahan dengan Hotel Corus. Tadinya saya mau nginap di Corus, tapi waktu mau booking harganya naik, gak jadilah bookingnya. 

Lanjut ceritanya ya.

Ticket
Pada hari H-nya saya terbang langsung bersama Garuda dari Jakarta ke KLIA. 
Pas sampai di KLIA, bayangan yang ada dibenak saya dengan video tidaklah persis sama. Tapi Video itu membantu saya bertanya secara To The Point. Maksudnya saya tahu next destination yang akan ditanyakan.

Dari KLIA menuju KL Sentral menggunakan KLIA Express harganya 35 RM (Ringgit Malaysia) atau sekitar  Rp. 128.000,- Dari KL Sentral ke KLCC Stasiun pakai Rapid KL, harga Coinnya sekitar 1,50 RM.

Sampai di KLCC Stasiun yang terintegrasi dengan KLCC Suria (Itu lho shopping mall yang terkenal di Malaysia), saya tanya satpam arah ke Kuala Lumpur Convention Center.  Di dalam mal ini saya tinggal jalan lurus belok kanan ke arah Foodcourt lalu naik ke atas dan sampailah di venue Convention Center.

Standing Banner pameran perangko telah menyambut saya waktu itu dan sebagai petunjuk jalan juga sih.

Standing Banner
Nampak pula spanduk yang digantung di luar ruangan pameran.
Spanduk di luar Hall
Tapi sewaktu masuk ke dalam hall pameran, sayang banget sepi ya. Maksudnya tidak banyak negara yang berpartisipasi. Ketika ditanyakan kepada salah satu pengunjung katanya memang tidak terlalu ramai karena pameran ini temanya "Youth" bukan pameran "Dunia". Kalau tahun 2013 kemarin yang di Thailand rame, tambahnya lagi.

Seperti inilah situasi pameran di dalam hall.
Salah satu booth pameran

 Peserta Pameran yang melayani pengunjung.

Mencap perangko


Dan ini dia Philatelic Passport Book, sesuatu point yang khas dan diuber dalam setiap pameran perangko.

Buku untuk Hunting Perangko


Philatelic Passport Book ini diberikan secara free dari panitia untuk setiap pengunjung. Nah, pengunjung yang datang nantinya hunting perangko dari setiap booth peserta pameran. Rata - rata satu perangko ada yang dijual 1 RM. Sewaktu tahu satu perangko dijual 1RM, senangnya luar biasa. Tapi ketika beralih ke booth yang lain, harganya berbeda. Ini dikarenakan tidak semua negara datang ke Pameran Perangko. Jadi kalau ada salah satu negara bagian yang datang dan yang lainnya tidak datang, misalnya ada satu negara bagian dari United States datang dan dia punya perangko dari negara bagian lain yang tidak datang maka dia akan menjualnya dengan harga yang lumayan tinggi. Kemarin saja ada satu booth  yang menjual 11 (sebelas) perangko dari negara bagian lain yang berbeda, dia jual cukup tinggi sekitar 60 RM.   

 Lantas bagaimana konsep sebuah pameran perangko itu?
  1. Pameran perangko itu disesuaikan dengan temanya. 
  2. Pesertanya bisa dari organisasi perwakilan dari setiap negara kalau itu sifatnya internasional.
  3. Masing - masing perwakilan dari negara peserta pameran biasanya akan membuat perangko spesial edisi pameran yang dimaksud. 
  4. Tuan rumah biasanya akan mengeluarkan edisi perangko khusus untuk setiap harinya dengan design yang berbeda. Misalnya hari pertama designnya anu, hari kedua designnya anu.
  5. Cap yang dikeluarkan pun akan berbeda untuk setiap harinya karena pada capnya akan disesuaikan dengan tanggal pelaksanaan.
  6. Kenapa Cap? karena cap bagian penting dari pameran ini. Biasanya para pengunjung akan membeli postcard untuk dikirimkan sesuai dengan alamat yang tertera. Otomatis selain dibutuhkan perangko, dibutuhkan juga capnya. 
  7.  Pameran perangko biasanya dipadukan juga dengan unsur hiburan yang lain, seperti musik atau mungkin kalau ada booth perangko prisma dan juga games. Selain itu suka ada miniatur produk post yang sudah lama.
  8. Souvenir, tuan rumah biasanya menyediakan souvenir;  kaos, mug atau yang lainnya.
  9. Selain pameran perangko, ada juga pameran display produk post yang lama. Seperti perangko kuno, postcard kuno (lama) sesuai eranya.
 Berikut ini beberapa perangko hasil hunting saya.
Perangko Hasil Hunting
Dan ini dia legal perangko yang didesign khusus untuk hari pertama oleh tuan rumah.
Perangko Hari Pertama

Waktu hari pertama pelaksanaan pameran perangko, saya belilah itu perangko khusus untuk hari pertama. Untuk perangko hari kedua hanya dijual pada hari kedua saja tegas petugasnya. Katanya sih sengaja dibuat seperti itu agar pengunjungnya datang lagi. Tapi ketika hari kedua saya ke sana lagi ternyata semua perangko yang seyogianya dijual pada hari-hari berikutnya ternyata dijual semuanya. Kalau menurut saya sih itu karena gak terlalu ramai. 
Seri Perangko Khusus Pameran Perangko

Diantara para peserta pameran perangko ini, ada negara seperti Taiwan yang memanfaatkannya sebagai ajang untuk promosi untuk Next 30 Asian Stamp Exhibition pada tahun 2015.
Perangko Taiwan, Promo untuk Next 30 Asian Stamp Exhibition

Display Postcard dan Perangko Lama
Nah, selain ada booth - booth perangko ada juga display postcard dan perangko lama. Seperti ini:

Display Surat Lama
Jadi, pada surat lama di atas itu yang didisplay sebenarnya adalah pemakaian perangkonya. Dari gambar di atas bisa kita ketahui surat itu memakai perangko jenis Dai Nippon "Buffalo" Large Type.
Ada juga perangkonya yang bergambar rumah adat Minangkabau. Seperti ini.
Surat yang didisplay
 
Peserta yang mengikuti pameran untuk sesi display ini banyak. Salah satunya dari Indonesia. Sebagaimana dapat di lihat pada gambar di atas tersebut.


Next, kita alihkan pembicaraan ke tempat saya stay selama satu malam. Hari Senin, setelah mengelilingi pameran saya keluar dari Convention Center menuju KLCC Park yang ada di luar. Lalu saya tanya penjaga jalan ke luar dari Convention Center. Si penjaga meminta saya untuk jalan lurus menelurusi taman. Nah setelah beberapa meter jalan ketemulah sebuah air mancur yang terletak di bagian belakang pintu dari KLCC Suria.


Air Mancur Di Bagian Belakang KLCC Suria 
Dari sini saya terus jalan mencari jalan ke luar. Ketika lagi jalan saya sempat tidak sengaja melemparkan pandangan ke seberang. Dan that's it ... Le Apple Boutique Hotel berdiri tepat di seberang KLCC Suria.

Le Apple Boutique Hotel
Ketika Penginapan sudah terlihat saya terus berjalan mencari jalan ke luar.  Nah kalau sudah keluar dari kompleks KLCC Suria dan memasuki jalan raya, akan terlihat sign jalan menuju Jalan Ampang, seperti ini.

Silahkan dilihat signnya

Dan inilah bedroomnya.
Bedroom
Kamar yang saya pesan ini memiliki view yang bagus menghadap ke Twins Tower. Kalau direview, hotel ini memiliki fasilitas: LCD TV, Wifi, Bedroom, Kamar Mandi, Hairdresser, Setrika (ya beneran lho ada setrikaan).

Nah, sekarang kita bicarakan dimana saya dapat makan. Saya makan di Restauran Ampang.
Restauran Ampang
Restauran ini letaknya tepat di seberang hotel Le Apple Boutique dan hadir selama 24 jam. Makanannya enak ya bumbu khas India gitu. Sayurannya segar, begitu pula dengan ikannya.  Total sekali makan sekitar 8 RM. 

Secara keseluruhan Solo Traveling saya sangat menyenangkan. Apa yang dibutuhkan ada disekitar. 

Hari Kedua 
Untuk hari kedua saya kembali lagi ke Kuala Lumpur Convention Center (KLCC) untuk melihat pameran perangko. Tetapi sebelumnya mampir dulu di Aquaria Suria KLCC. Saya pun baru tahu Aquaria Suria KLCC itu sewaktu lihat sign di seputar Convention Center.  Letaknnya Aquaria ini dibawah dari Kuala Lumpur Convention Center.

Masuk ke sini tentu harus beli tiket dulu. Tiket masuk dijual 50 RM. Nah pas sebelum beli tiket saya diminta untuk difoto dulu sama petugas di sana. Katanya fotonya bisa diambil pas ke luar. Inilah Fotonya ketika sudah jadi. Meskipun fotonya ditempel tapi tidak masalah soalnya ciri khasnya masih ada.               

Hasilnya
Pas saya mau ambil foto itu duh ya kukira harganya paling dibawah 50 RM, ternyata lebih mahal dari tiket masuknya. Satu foto dijual 60 RM.

Album Foto
 
Saya pikir kenapa harganya mahal ini mungkin karena albumnya ya bagus. Tuh seperti dapat dilihat di atas.

Dan inilah fasilitas di Aquaria yang dapat kita nikmati.

Bergaya di Depan Ikan Piranha

ke Aquaria itu saya jadi ingat Sea World di Ancol tapi masalahnya adalah saya belum pernah ke sana. Jadi tidak bisa membandingkan antara ke dua Aquarium besar yang ada di Malaysia dan Tanah Air. Tapi, marilah kita nikmati saja beberapa foto - foto yang saya ambil.

Ikan

Beberapa Video yang berhasil saya abadikan.


Lucu benar itu. Kura - Kura menggendong ikan. Saya berkunjung ke tempat yang seperti ini jadi ingat keponakan. Harusnya kalau wisata seperti ini bawa anak kecil jadi akan lebih  menyenangkan.

Tabung Ikan
Sangat kreataif sekali, ada tabung besar diisi ikan.
Ada Ikan Hiu


Ya seperti itulah kira - kira pameran perangko di awal bulan Desember yang saya ikuti. Bagaimana menurut teman - teman?

NB: Jangan lupa untuk tahun 2015, World Stamp Exhibition akan diselenggarakan di Singapura. Don't Miss it ya ....

Friday, February 8, 2013

Malaysia For Thaipusam

Hm ... Ternyata saya pertama kalinya menggunakan Passport untuk tujuan perjalanan ke Malaysia. Itu pun dikarenakan hanya karena ingin melihat Festival Thaipusam. Ceritanya, di twitter, Dani, seorang teman membuat status tentang Festival Thaipusam di Singapura. Status dia pun saya respon. Sepengetahuan saya Festival Thaipusam itu adanya di Malaysia (Tahunya dari Majalah Garuda). Lalu, dia pun searching sepertinya. Dani bilang Festival Thaipusam yang di Malaysia sepertinya lebih seru atau ramai daripada di Singapura. Di Malaysia Thaipusam diselenggarakan di Batu Cave. Akhirnya disepakatilah kita akan melihat Thaipusam yang di Malaysia. Supaya, lebih ramai lagi, saya sarankan Dani untuk mengajak teman-teman yang lainnya. Pada akhirnya ada tiga orang lainnya yang akan ikut dari Jakarta.  

Tapi sayang menjelang keberangkatan dua orang teman tidak jadi berangkat. Temannya Dani gak jadi berangkat karena Perpanjangan Passport barunya rapih hari Senin, sedangkan kita berangkat hari Sabtu. Teman saya Awe, gak jadi berangkat karena lanjut sekolah S2. Jadinya kita berangkat bertiga. Tapi itu tidak jadi soal. Masih seru kok.

Boarding Pass

Kita berangkat dengan memakai maskapai Penerbangan Air Asia. Dani dan temannya dapat promo PP. Sekitar Rp. 400.000 an. Saya gak kebagian promo yang rendah. Sebenarnya masih kebagian promo dengan harga yang sama dengan mereka. Tapi karena nunggu konfirmasi teman makanya gak segera booking tiket. So, dapat tiketnya akhirnya yang mahal.

Hari Sabtu subuh berangkatlah dari Kosan menuju Terminal Blok M untuk naik Bis Damri tujuan Bandara Seokarno Hatta. Subuh itu waktu berangkat dari kosan gerimis. Tapi alhamdulilah penerbangan lancar. 

Waktu sampai di terminal 3 Soekarno Hatta, saya harus check in dulu, sementara teman saya yang lainnya sudah melakukan web chek in, jadinya take time,  karena harus ikut antri. Pas Check in, petugasnya bilang harus bayar Airport tax. Lalu, saya protes. 

"Mbak bukannya tiketnya sudah termasuk airport tax, soalnya waktu beli itu sudah masuk airport tax?"

"Untuk Indonesia - Malaysia belum ada kebijakan seperti itu, jadi masih harus bayar airport tax" ..

Bayarlah saya airport tax seperti yang terlihat di gambar atas. Bayarnya  Rp. 150.000,-  (ternyata yang tidak bayar itu sewaktu pulang dari Malysia - Indonesia, sepertinya itu yang include di tiket)..

Kemudian, memasuki ruang tunggu, barang-barang kita digeledah. Kanta, teman kami itu, sampai harus buka sabuknya lalu tas saya pun tidak lolos dari penggeledahan. Petugas menemukan sebuah tempat body butter. Karena pada kemasannya tertulis 200 ml, maka petugas melarang membawanya. 

"Tidak boleh membawa barang cair lebih dari 100 ml", terang petugasnya. 
"Tapi Mbak, saya baru beli", keukeuh tidak mau menyerah pokoknya body butter saya tidak boleh ditinggal.

"Mbak, kasih saja ke keluarga yang ikut ngantar atau mbaknya bisa memindahkan isinya ke tempat  yang lain". 

Lega mendengar penjelasan si Mbaknya. Lalu saya ingat bawa dodol di tempat bekas ice cream. Dodolnya saya pindahin ke plastik lalu body butter saya tuangkan ke tempat ice cream bekas itu.

Teman saya Dani lalu berbisik, katanya tempat ice cream itu lebih besar daripada tempat body butter aslinya. Kita pun tertawa. 

Jam 6:25 kita take off. Dua jam penerbangan sampailah di LCCT alias terminal yang murah (Low Cost Carrier Terminal). Dari sini kita lanjut perjalanan dengan Sky Bus menuju KL Sentral (Kuala Lumpur Sentral).  Terminal gitu. Dari KL Sentral kita menuju ke terminal Pasar Seni.

@ KL Sentral
Nah, dari KL Sentral menuju terminal Pasar Seni itu kita harus beli tiket kereta LRT atau Rapid KL. Harga tiketnya kurang lebih sama dengan Busway ya, sekitar 1 ringgit. Pembelian tiket pun dilakukan lewat mesin. Kita nanti dapat koin biru. Itu sebagai kunci masuk. 

Nunggu LRT
Dekat kok dari KL Sentral menuju Pasar seni itu. Sekitar kurang lebih 10 menitan. Sampai di Pasar Seni kita langsung menuju ke Penginapan. Letak penginapan ternyata dekat juga. Tinggal jalan 5 menitan. Sampailah di Suzie's Guest House. 

Pasar Seni dan Penginapan

Penginapannya ternyata bersih teman-teman meski kecil. Pas datang sudah ada Bule yang lagi main laptop. 

Suzie's Guest House
Saya pesannya Private room sementara teman-teman cowok nginepnya di Dorm. Itu lho tempat tidur yang campur cowok dan cewek. Saya merasa risih kalau harus campur.  Di Kamar Private room itu saya tidur bersama Rose temannya Dani masih orang Indonesia yang sudah lama tinggal di Penang.  Untunglah bisa mengurangi biaya sewa per malamnya. 

Hari Sabtu itu kita datang siang hari khan. Setelah istirahat sebentar kita mencari makan siang  dan langsung melihat persiapan Fetival Thaipusam di Batu Cave. Dari Pasar Seni menuju Batu Cave itu kita pakai kereta KTM Komuter. 

Ke Batu Cave by KTM Komuter

Biaya Naik Komuter itu sebesar satu ringgit. Jaraknya dari Pasar Seni ke Batu Cave ada kurang lebih 30 menitan. Pas sampai di Batu Cave itu sudah ramai ya. Ada bazarnya. Meskipun puncak acaranya hari Minggu, tanggal 27 Januari 2013, tapi ternyata festivalnya atau arak-arakannya sudah dimulai sejak sore. Wah, menurut saya, kita tuh beruntung Sabtu siang itu ke Batu Cave karena dari Sore itu kita langsung menyaksikan Thaipusam. Ambil foto-fotonya sampai naik ke atas Cavenya. 

Thaipusam hari Sabtu

                                                                                                                                                         
Dari Empat teman yang ikut ke Batu Cave yang sampai naik ke atas cavenya hanya saya dan Dani. Kanta menunggu di bawah sementara Rose waktu saya ajak naik ke atas dia menolaknya dan malah pulang duluan. Heheheeee...

Setelah di rasa cukup mengambil gambar, kita turun dan pulang. Sebelum kembali ke penginapan kita cari makan dulu di Petailing atau di kawasan China Town. Tapi, sebelumnya saya beli sendal jepit dulu. Nyaman pakai sandal jepit ternyata. Maklum orang kampung. Dulu kalau main sampai gunung pun pakai  sandal jepit jadinya ya, nyaman pakai sandal. 

Inilah suasana di Petailing Street atau kawasan China Town. 

Petailing Street atau China Town

Di daerah ini kita menemukan menu nasi yang dihidangkan pada tempat terbuat dari tanah liat. Makanya namanya  Clay Pot Rice. Rasanya ada gosong-gosong gitu. Seperti nasi liwet tapi ada potongan daging ayamnya. Saya suka deh.  Ini menu makan malam pertama kita.
                                                      Menu Makan Malam
Karena Rose pulang duluan dari Batu Cave, jadi kita makan malam hanya bertiga saja. Semuanya menghabiskan sekitar 60 MRY, dibagi tiga. Jadi, perorangnya 20 MRY. Oh ya di Petailing Street atau China Town ini para pedagang nampak buru-buru menutup dagangannya ya. Biasanya kita khan melihat yang jualan itu nyantai bahkan ada yang sampai dini hari. Di sana tidak seperti itu. Rasanya kita itu datang paling akhir. Ada satu hal yang saya perhatikan ketika makan malam di sana. Meskipun kita makan masakan China, tapi si penjualnya bilang bahwa menu yang kita pilih sebelumnya mengandung Babi. Alhasil kita tidak jadi pilih menu itu. Duh ya, penjual jujur.

Itu cerita di hari Pertama. Kita lanjut cerita hari Kedua, Minggu, 27 Januari 2013. 
Hari Minggu itu merupakan puncak acaranya Thaipusam di Batu Cave. Kita berangkat dari penginapan sekitar jam 10an. Agak siang sih. Ditambah lagi saya yang bangunnya agak malas. Lagi gak sholat soalnya. Pagi itu, berangkatlah kita ke Stasiun Komuter. Niatnya sih menuju Batu Cave. Tapi apa daya sang penunjuk jalan, Dani, salah naik Komuter. Kita malah kebawa ke daerah pawang. Saya sih pertama kali lihat keretanya sudah ngeh bahwa itu bukan ke Batu Cave, tapi berhubung kurang yakin, dibiarin saja. Salah kereta ini membuat perjalanan jadi tambah lama. Hehehehehee.... 

Oke, akhirnya kita sampai juga di Batu Cave tanpa Rose. Dia waktu itu tidak ikut karena ada acara lain. Wah, pas sampai di sana itu, namanya juga puncak acara ya, jadinya ramai sekali daripada hari Sabtu. Sudah panas, berdesakan, jadinya tidak nyaman karena too crowded. Beruntung banget hari Sabtu itu kita datang ke Batu Cave. Di hari kedua ini tadinya mau naik ke atas Goa, tapi berhubung enggak sabaran dan merasa ngantrinya itu lama sekali gak gerak-gerak ditambah panas akhirnya diputuskan untuk tidak jadi naik ke atas. Saya malah balik ke Stasiun nunggu dua orang teman itu yang ternyata mereka naik ke atas. Ya, karena crowded itu kita jadinya terpisah satu sama lain. Tapi pada akhirnya menyesal juga mengapa tidak sabaran, seharusnya naik ke atas saja. Meskipun momentnya samalah dengan hari Sabtu. Ya sudahlah .....

Tidak sampai malam kita di Batu Cave. Pokoknya sore hari kita sudah sampai penginapan lagi. Setibanya di penginapan sudah ada Rose lagi main laptop. Biasa lagi ngedit foto dan main FB. Waktu itu saya sih yang minta balik dulu ke penginapan karena ada keperluan. Tadinya kita dari Batu cave mau langsung cari makan.  Tapi saya harus balik ke Penginapan dulu gak bisa ditawar.  Waktu rehat sejenak di Penginapan itu, hujan datang, alhasil kita tidak segera ke luar mencari makan. Nunggu hujan reda dulu. Setelah  agak reda hujannya kita berempat keluar mencari makan, Pakai Taxi. Daerah yang dituju adalah Alor. Kanta tuh yang punya informasi itu. Dia rajin sekali googling dan mencari lokasi lewat GPS. 

Taxi yang membawa kita itu tidak mendrop kita di Jalan Alor. Melainkan kita dropnya di depan Mall. Jalanlah kita menerobos hujan rintik-rintik sambil melihat viewnya. 

Iklan di Tengah Kota

Cari jalan Alor itu perjuangan sekali. Petunjuk dari GPS tidak selamanya tepat. Akhirnya kita bertanya juga dan sampailah di Jalan Alor. Banyak penjual China juga di sana.
Suasana Di Jalan Alor

Sesampainya di Jalan Alor itu, tempat makan yang kita tuju susah ditemukan, ditambah dengan hujan dan perut yang sudah lapar, diputuskanlah makan di tempat yang ada, langsung sekali nemu istilahnya jadi. Kita pun tidak lupa pesan ke penjualnya untuk menyajikan makanan yang halal  saja. Berempat makan waktu itu menghabiskan 140 RMY. Sebenarnya enak-enak sih kulinernya di sana, beragam juga pilihannya, tapi ya itu harus selektif.

Ok, lanjut ceritanya, ternyata di jalan Alor itu banyak sekali jajanan. 

Jajanan
Teman kita Rose, waktu itu beli rebus kacang Chesnut yang ada di pinggir jalan Alor. Waktu mencobanya enak kok. Manis rasanya seperti makan rebus biji nangka. Tapi yang Chesnut lebih manis.

Petronas
Beres dengan urusan perut kita masih ingin jalan-jalan. Kurang Afdol kalau ke Malaysia tidak berkunjung ke Petronas. Maka dari itu dengan Taxi kita menuju menara kembar itu. Meski hujan rintik-rintik, tak jadi soal.

Beres dengan urusan malam itu, kita balik lagi ke penginapan.
Hari terakhir di Malaysia, sebelum kita pulang kembali ke Indonesia, kita beli oleh-oleh di Central market.

Central Market
Untuk belanja oleh-oleh ini, bisa dibeli di Central Market atau China Town. Saya sih milihnya belanja di Central Market saja. Kebanyakan belinya Souvenir. Belinya pun khusus untuk keluarga saja.

Souvenir

Ada juga ...

Souvenir
Ada juga Cokelat Hershey's tadinya gak akan beli cokelat, karena ada teman yang titip akhirnya beli juga. Dibelilah beberapa bungkus untuk Adik, My Mom dan temanku Awe.

Hershey's
Dan jam 16.40 PM kita harus meninggalkan Malaysia untuk kembali ke Jakarta. Penerbangan pun ditutup dengan sebuah nasi Kuning.

Nasi Kuning

Sebelum ditutup, saya informasikan ya, total perjalanan ke Malaysia ini habis Rp.4000.000, itu sudah include tiket pesawat PP, penginapan, makan, transportasi dan juga beli oleh-oleh.

Bye Malaysia ...

NB: Semua foto di sini diambil dengan Galaxy Note II. Foto-foto festival Thaipusamnya sendiri belum saya kasih Watermark. Jadi, tunggu saja ya....