Search This Blog

Showing posts with label Grief. Show all posts
Showing posts with label Grief. Show all posts

Saturday, February 5, 2011

Usia Seseorang Siapa yang Tahu?

Innalillahi wainailahi Rojiun

LOVE To See This Photo :)


Setiap kabar kematian yang saya terima selalu membuat saya agak shocked, terlebih yang di kabarkan itu adalah orang yang tiada kabar berita dia menderita sakit terlebih dahulu. Apalagi orang itu adalah seorang publik figur. Jadi, beritanya juga akan cepat tersebar. Pertama kali saya mendengar berita ini adalah dari link di BBM Group. Saya buka linknya dan memang benar adanya. Kemudian saya pun menyalakan Televisi dan lebih yakin lagi bahwa memang Aji Massaid telah meninggal dunia di usia 43 tahun.

Berita yang saya terima mengatakan  Aji  meninggal karena serangan jantung  namun itu juga belum pasti dan sebelum meninggal Aji sempat main futsal bersama teman-temannya. Jikalau benar memang ada hubungannya dengan main futsal, mengapa futsal itu menjadi faktor penyebab bukankah futsal adalah hobinya? artinya kondisi badan dia sudah terbiasa. Tidak perlu penyesuaian lagi.

Hal tersebut berbeda dengan teman saya. Ya, teman satu kantor dengan saya malahan satu ruangan nyaris saja melewati fase akhir dalam hidupnya. Ceritanya, dia ikut futsal dan di tengah-tengah permainan dia pingsan.  Maklum, ceritanya dia jarang berolahraga. Saya mendengar informasi tersebut dari Mas Ris, sontak saya tertawa mendengar hal itu. Terbayang oleh saya, sebelumnya dia bersemangat sekali membeli sepatu olahraga, katanya mau  main futsal.  Waktu dikonfirmasi oleh rekan saya, dia katakan ketika jatuh pingsan dia masih sadar, dan tidak ada yang memberikan nafas buatan. Nafas dia terengah-engah dan dia sadar dengan sendirinya, kalau tidak salah ada yang memercikan air ke wajahnya. 

Jadi, dari  peristiwa yang dimaksud ada hikmah yang bisa kita ambil, apabila kita jarang berolahraga dan hendak berolahraga sebaiknya untuk pertama kali jangan di push habis-habisan. Lakukanlah secara bertahap. Lakukan pemanasan dulu apabila hendak berolahraga, ah tapi saya juga jarang melakukannya.  Akan tetapi sedikit ada melakukannya. Jogging adalah olahgraga yang biasa saya lakukan, ya jalan saja. Itu cukup, kalau lari sebenarnya sudah tidak kuat, kalau untuk satu kali putaran sih ok. Nah, kalau berlari pun ritme larinya pelan saja dan santai saja. Khususnya untuk pemula.  

Ruang Rapat Komisi V DPR RI, saya ambil fotonya sewaktu tugas pertama kali, thanks to my boss yang sudah menugasi saya ......Tidak akan ada Aji lagi


Kembali lagi ke Aji, saya pertama kali melihat secara langsung Aji Massaid yaitu di Gedung MPR RI. Waktu itu saya sedang bertugas dan menemani pimpinan saya untuk menghadiri Rapat Dengan Komisi V DPR RI.
 Sosoknya tidak jauh berbeda dengan yang selalu kita lihat di layar kaca. Tapi memang, Aji tidak selalu hadir dalam setiap rapat. Kita harus akui juga bahwa Aji memikul tugas yang berat selain sebagai anggota komisi V Ajie juga baru saja terpilih sebagai manajer timnas U-23. Sedikit banyak hal itu mempengaruhi kehidupannya. Bisa jadi pikirannya terpecah.  Dan kiranya pertemuan saya dengan Aji sekarang  menjadi kenangan.Tidak akan lagi bertemu dengan sosoknya. Semoga keluarganya diberikan ketabahan dan Tuhan Menerima amal ibadahnya.

Jadi, Usia seserorang tidak ada yang bisa menebak, kapan saja Tuhan bisa memanggil kita. Apakah  Anda takut akan kematian? Saya takut kematian memanggil dan saya belum siap artinya lebih banyak dosa daripada perbuatan amal hehehehehe......................jadi, terpikir oleh saya yang harus kita lakukanlah adalah selalu ingat KEMATIAN. Hal ini bisa membuat kita dekat dengan Tuhan. Semoga saja....

NB: Sudahkah anda mengatakan betapa sayang dan betapa berartinya seseorang itu dalam hati anda sebelum dia pergi jauh meninggalkan anda selama-lamanya???

Opik dalam lirik lagunya mengatakan "Bila waktu tlah memanggil teman sejati adalah amal"

Saturday, January 29, 2011

Melahirkan Jangan Ambil Resiko

Telah kuterima sebuah kabar tadi pagi dari my mom yang mengatakan bahwa bibi saya atau adeknya my mom yang bungsu sudah melahirkan anak kedua di waktu subuh, akan tetapi bayinya meninggal. Terkejut saya mendengarnya. Saya perkirakan semuanya akan baik-baik saja. Nenek saya akan memiliki cucu lagi dan saya akan punya sepupu baru. Bulan ini atau Bulan depan saya akan menjenguknya tapi apa hendak dikata Tuhan telah menggariskan lain. 

picture taken from 1.bp.blogspot.com


Setelah ada waktu saya segera menghubungi paman atau suaminya bibi. Saya bertanya agak mendetail mengenai proses persalinan bibi. Paman katakan bahwa bayinya telah meninggal ketika keluar dari rahim. "yang keluar adalah bagian kakinya dulu, dan kepalanya masih di dalam, mungkin karena agak lama di dalamnya keracunan sama air ketuban", terang paman. "Mengapa tidak dioperasi?" "Dokter sudah menyarankan untuk dioperasi tapi bibinya bersikukuh untuk melahirkan normal", ujar paman lagi.  "mungkin sudah takdir", sahut paman lagi. Ya, dari suaranya saya tahu Paman saya tidak larut dalam duka cita walaupun saya bisa merasakan pasti hatinya sedih.

Nah, untuk teman-temanku yang istrinya sedang hamil atau akan melahirkan tolong ya untuk mendengarkan kata dokter. Apabila Dokter mengatakan harus dioperasi caesar karena posisi bayinya yang beresiko untuk dilahirkan normal turuti saja, apabila memang posisi bayinya normal atau tidak sungsang ya bolehlah untuk melahirkan normal.   Jangan main-main dengan nyawa.
Jangan pikirkan masalah biaya persalinan dulu yang terpenting adalah keselamatan ibu dan bayi. Lakukanlah operasi dulu, uang bisa dicari nanti.

Berbicara masalah biaya persalinan tentunya anda harus sudah mempersiapkannya sebelum kehamilan itu terjadi, khususnya untuk pasangan muda. Sepertinya sebelum menikah, kita harus mendiskusikan hal ini dengan pasangan. Tanya apakah ada tabungan bersama untuk persiapan persalinan, jangan yang dipikirkan masalah pestanya saja, karena khan salah satu tujuan dari pernikahan adalah menghasilkan keturunan dan disinilah akan terasa bermanfaatnya jikalau kita ikut asuransi, selagi muda, save for a rainy day....hmmmm....Hal ini akan saya jadikan inspirasi, apabila telah datang waktunya kepada saya, akan saya tanya calon suami saya itu, sudahkah dia memiliki tabungan untuk biaya persalinan, akh Rahmie, Rahmie, kau ya :D

Atas peristiwa itu saya merinding, kata teman dan juga orang, banyak yang mengatakan bahwa ketika bayi itu meninggal sewaktu dilahirkan maka ibaratnya dia akan menjadi "tabungan di surga untuk kedua orangtuanya".............Amien.