Search This Blog

Showing posts with label Recreation. Show all posts
Showing posts with label Recreation. Show all posts

Wednesday, November 9, 2011

Lobang Jepang

Hallo teman-teman, hehehehe .... yuk simak lagi cerita dari saya, masih terkait dengan hasil Kunker ke Prov. Sumatera Barat. 
Cerita yang akan saya bagikan sekarang adalah tentang Lobang Jepang tepatnya di Bukittinggi.
Ya, sebenarnya tempat wisata Lobang Jepang ini saya temukan dengan cara tidak disengaja. Ketika itu saya jalan Pagi sama Bu Tri, tadinya mau cari makanan disekitar hotel, tapi kita tidak menemukan toko yang siap melayani. Jadi kita jalan-jalan saja sekitar hotel. Nah waktu jalan-jalan itu saya menemukan sebuah tempat pariwisata. Pagi itu masih sepi dan belum ada penjaga loketnya tapi kita bisa masuk karena pintunya tidak terkunci.

Saya masuk ke dalam sebentar, waktu itu diputuskan untuk kembali lagi sehabis mandi.
Saya tepati janji kepada diri sendiri. Nah, waktu kembali lagi memang penjaga loket sudah ada tapi masih sepi dan pengunjung pun baru aku yang pertama. 

Saya ditemani salah seorang guide lokal. Hal pertama yang dilakukan di lokasi wisata Lobang Jepang adalah, berfoto ria di depan pemandangan Ngarai Sianok dan Ngarai Koto Gadang.
Setelah itu ,masuk ke Lobang Jepang, dengan bayar tiket seharga Rp. 5000,-

Denah Lobang Jepang

Kalau kita lihat denah di atas, maka Lobang Jepang ini  sepertinya akan dibuat seperti gambar di atas, tapi masih belum.

Mari Kita lihat lebih dalam lagi apa yang ada di Lobang Jepang ini.

Pintu Masuk ke Lobang Jepang

Jadi, menurut Reno, guide lokal yang menemani saya, bahwa Jepang dahulu membuat Lobang ini dari bawah bukan dari atas dulu.
Kita Lihat lebih dekat lagi ke bagian dalam :

Tangga Masuk
Ya, tangga untuk masuk ke Lobang Jepang ini berjumlah 132 anak tangga ya.
"Tadinya pemerintah akan membuat eskalator tapi tidak jadi", sahut Guide itu.
Nah, berbicara mengenai anak tangga itu, jujur tidak saya hitung. Tapi cukuplah untuk berkeringat.

Setelah berada di dalam kita bisa melihat:

Lorong masih asli dindingnya dari tanah

Seperti yang bisa dilihat teman-teman pada bagian di atas itu dindingnya masih asli ya, dari semacam tanah liat. Tapi ada juga yang sudah berubah. Ada sebagian yang ditembok seperti ini:

Ada dindingnya yang ditembok
Pemerintah setempat menembok Lobang Jepang ini karena terkena gempa. Sebenarnya Lobang Jepang ini tidak pengap, karena terdapat ventilasi udara yang cukup. Dan lorong-lorong yang ada di Lobang Jepang ini mendapatkan udara sebagainnya masuk dari ngarai Sianok. Seperti terlihat seperti ini:

Pemandangan menuju Ngarai
Ya, teman-teman pemandangan yang saya ambil tersebut diambil dari dalam Lobang Jepang. Jadi, memang Orang Jepang ini sudah memperhitungkan segala sesuatunya dengan matang. Ventilasi udara yang cukup inilah yang membuat Lobang Jepang ini dibuka untuk umum.
Menurut Sang Guide, dikatakan bahwa Lobang Jepang ini terdiri dari 21 Kamar, 5 Kamar rahasia, satu dapur dan Penjara. Seperti berikut:

Penjara

Jadi, ketika saya lihat bagian Penjara ini, sempit adanya, tapi kata Reno, Sang Guide, sebenarnya panjangnya mencapai 50 meter persegi. Tapi memang ditutup oleh pemerintah setempat.

Dapur
Jadi, dapur ini berdasarkan penjelasan dari sang guide, merupakan Dapur kamuplase. Sebenarnya bagian ini dipakai untuk penyiksaan. Sampai Sang Korban meninggal.
Setiap korban yang meninggal, dibuang melalui lubang berikut ini:

Lobang untuk membuang mayat
Korban yang sudah mati dibuang melalui Lobang seperti terlihat di atas. Mayatnya tentu jatuh ke ngarai yang ada di bawahnya. Lobang ini sekarang ditutup.

Lubang Pengintaian
Lubang yang di atas itu digunakan oleh tentara Jepang untuk mengintai aktivitas penduduk. Jadi, nanti dari hasil pengintaian itu tentata Jepang bisa melakukan penyergapan atau perampasan makanan/hasil bumi penduduk.
Ini tanah aslinya seperti ini lebih dekat.

Jenis tanahnya lebih dekat, jadi semakin terkena air maka dia akan semakin padat. Kalau aslinya kita bisa melihat kilauan di tanah itu ya.

Baiklah pertanyaannya sekarang adalah, untuk apa Jepang Membangun Lobang Jepang ini?


"Jepang membangun Lubang Jepang ini  sebagai benteng pertahanan untuk menghadapi Perang Dunia II", ujar Reno.
Namun, Lobang ini belum sempat terpakai karena Jepang terlebih dahulu kalah oleh sekutu setelah dijatuhi Bom atom, di Nagasaki dan Hiroshima.

Pembuatan Lobang jepang, ini dilakukan secara rahasia. Dimulai pada Tahun tahun 1942 dan baru dijadikan objek wisata pada tahun 1986. Karena untuk menjaga kerahasiaan Lubang ini, Jepang memperkerjakan orang-orang dari luar Sumatera. Supaya tidak ada yang buka mulut, maka setelah selesai menjalankan tugasnya para pekerja itu dibunuh.

"Bahkan untuk para pemuda, mereka langsung memubunuhnya, sedangkan untuk anak-anak,diperbantukan untuk membuat rel, dan perempuan dijadikan sebagai budak nafsu", ujar Reno.

Karena Begitu rahasianya pembuatan Lobang Jepang ini sampai  tanah hasil galiannya tidak pernah diketemukan sampai sekarang, ujar sang guide.
Nah, Lobang Jepang ini ditemukan oleh masyarakat setahun setelah kemerdekaan.

Oh ya, menurut Reno, bangunan semacam ini ada tiga di Indonesia, yaitu, di Bukitinggi sendiri, di Biak (untuk kuburan masal, dan di Dago Pakar, Bandung.
Lama tinggal di Bandung, tapi belum pernah lho teman-teman, saya masuk ke Goa Jepang yang ada di Dago Pakar, Ya karena tidak ada yang mengajaknya juga dan yang saya dengar cukup angker ya. Jadi, tidak berani kalau pergi sendiri hehehehe...

Bagaimana temna-teman ada yang sudah pernah ke Bukittinggi dan berkunjung le Lobang Jepang?
Kalau belum maka bersegeralah ya ajak keluarga dan teman-teman.....


Tuesday, May 17, 2011

Menonton Tarian Betawi dan Menikmati Setu Babakan

Yup hari ini ceritanya  hari terakhir libur. Jadi, 4 hari  off berturut-turut itu untuk saya pribadi sangatlah diuntungkan...heheheh....dituntungkan apanya? tentunya ada tapi tidak hendak dibahas.
Sejak hari Sabtu intinya saya tidak diam dikosan seperti biasa. Pada hari Sabtu Les, hari Minggu ke Kota Tua, begitu pula hari Senin dan Selasa pergi.

Hari Selasa ini saya pergi ke sebuah tempat namanya Perkampungan Budaya Betawi. Sebenarnya menyambung hari Senin. Tapi sayang maksud utama tidak tercapai tapi ada hal lain yang membuat hari ini spesial. Ya, karena ketika saya datang ke sana ada pentas seni..sebenarnya itu semacam evaluasi kata penyelenggaranya. Berbeda dari hari Senin, sepi..karena memang hari Senin tidak ada kegiatan dan tutup.

Nah, saya akan berikan oleh-olehnya untuk teman-teman. Berikut adalah tarian yang saya rekam.





Saya paling suka tarian ini. Penarinya energik dan paling kompak diantara yang lain.  Ternyata penilaian saya tidak jauh berbeda dengan tim Juri.. mereka memenangkan kompetisi ini. Selain itu, ada seorang penarinya yang terpilih menjadi the best dancer....hehehehe teman-teman bisa menebaknya pada  video di atas.
Dan saya kagum sama semangat anak-anak ini. Saya jealous sebenarnya. Ini artinya anak-anak itu mengembangkan bakatnya. Memanfaatkan waktunya sebaik mungkin dengan melakukan hal yang positif. Rasanya ingin kembali ke masa anak-anak. Tapi itu tidak mungkin. Jadi yang bisa kita lakukan adalah mengoptimalkan apa yang sedang kita jalani saja dan tetap mendukung anak-anak itu untuk terus berkembang sebagai generasi penerus...


Oh ya, selain ada Perkampungan Budaya Betawi, ada juga Setu Babakan:

Setu Babakan dan Sepeda Air

Nah, kalau main ke sini gratis tidak dipungut biaya. Kalau teman-teman bawa sepeda motor ada biaya parkir sekitar Rp. 2000,- Dan teman-teman bisa menikmati Setu dengan bermain sepeda air. Tapi sayang untuk bermain sepeda air saya tidak bisa, karena tidak ada pasangannya, heheheh ....oh ya atau teman-teman bisa duduk-duduk dibawah pohon atau barang kali mau memancing, tapi harus bawa kailnya ya ....atau barangkali kalau orang jawa lesehan, kalau orang Sunda Botram ditepian Setu...

Soal makanan ada di sana, seperti kerak telor, bakso, mie ayam, kelapa muda yang dijual Rp. 10.000,- bahkan saya menemukan ada dodol ketan..

Dodol Ketan Betawi Rp 10.000,- dan Rp. 15.000,-
Dodolnya baru tuh, karena masih emoy "empuk" ..dan saya habis satu yang kecil .....
Untuk liburan murah? tentu teman-teman bisa ke sini next time yak ... untuk ke sini bisa dijangkau oleh satu kali transport yaitu Kopaja 616 dari Blok M atau dengan Naik Kopaja 19 tapi itu harus 4 kali pergantian kendaraan.... kalau saya sudah mencoba dua-duanya karena rutenya berbeda ;)

Sunday, January 9, 2011

Brazilian Electric Fire Di Dufan

Yup, ceritanya Hari Sabtu Kemarin, 8, Januari 2011, saya dan adek pergi ke Ancol, tepatnya mengunjungi tempat Rekreasi Dunia fantasi. Motivasi yang terbesar pergi ke Dufan adalah ingin melihat pertunjukan Brazilian Electric Fire. Pertama kali saya mendapat informasi ini dari acara Infotainment di salah satu TV swasta, dikala itu menanyangkan sang artis yang sedang menonton Brazilian Electric Fire. Nah, kemudian hal ini mentrigger saya untuk datang ke Dufan melihat pertunjukan tersebut. Dan harus terlaksana Sabtu kemarin karena memang pertunjukkannya sampai tanggal 9 Januari, berarti sampai hari ini.



Baiklah, sekarang saya ingin bercerita bagaimana saya pergi ke Ancol, ya karena wahana rekreasi Dunia Fantasi adanya di wilayah Ancol. Saya bareng Adek pergi ke Ancol Naik Busway dari Blok M Turun di Halte harmony kemudian lanjut ke arah Ancol hanya bayar Rp. 3500 kalau berdua jadinya Rp. 7000; Nah, kalau pulang dari Ancol naik taxi berhubung badan saya kelelahan yang teramat. Bayar taxi dari Ancol sampai depan gerbang kosan Rp. 65.000;
Lanjut, ceritanya ya, sekitar jam 12 lebih kita sampai Ancol, ternyata jarak dari Halte Harmony ke Ancol tidak begitu jauh ya. Masuk Ancol kita harus bayar @ Rp. 10.000 untuk dua orang jadinya Rp. 20.000.



Setelah bayar untuk tiket masuk ke Ancol saya dan adek saya lalu membeli tiket masuk wahana Dufan. Harga tiket untuk weekend adalah Rp. 150.000; untuk lebih jelasnya bisa melihat foto dibawah ini ya:
 



Setelah membeli tiket masuk Dufan kita nanti akan di cap seperti ini:
cap dufan
Stelah menunjukkan tiket masuk dufan nanti kita di cap seperti itu dan kita pun berhak untuk menikmati seluruh wahana yang ada di Dufan ya.
Nah hal pertama yang saya lakukan adalah sholat dulu, berhubung waktu itu sudah masuk waktu Solat Zuhur. Sholatnya waktu itu kita jamak saja dengan ashar, takutnya lupa karena keasyikan main. Tapi ternyata ketika sudah di dalam wahana Dunia Fantasi tersedia Mushola lumayan besar, letaknya strategis kok ada ditengah-tengah wahana. Target kita yang pertama ketika masuk wahana Dunia Fantasi adalah langsung menuju Rhama Shinta Hall, untuk menyaksikan pertunjukan Brazilian Electrical Fire. Kedatangan kita memang pas dengan schedule pertunjukka. Karena dimulai jam 13.00WIB, ini berarti kita kebagian yang show pertama, Ya, karena satu hari ada tiga show, seperti jadwal yang  tertera di foto banner di atas ya.
Dan berikut Fotongan-fotongan Foto pertunjukan Brazilian Electrical Fire:

 
Ya, mereka berdua yang membuka pertunjukkan dengan memainkan bunyi yang keluar dari mulut, awesome deh....


Dilanjutkan dengan dance,....oleh beberapa penari, saya melihatnya mereka penari lokal ya.

Ada percikan api ya, mereka yang berbaju merah adalah bule  ....

Ada tarian yang membentuk daun ....

Mulai  aksi akrobat nih.....

seorang perempuan bule sedang berakrobat

seorang perempuan sedang berakrobat

 
percikan api dalam tarian api


Bola-bola Api tersebut tidak mati
Dan here they are, pendukung pertunjukan:


Dari pertunjukan yang berdurasi selama 30 menit itu dan dengan music sound yang energik dan keras, saya terhibur tapi sayang di sayang durasinya kurang dan gerakannya juga minim. Saya ingin lebih hehehhee....saya maklum, hal itu mungkin karena sehari ada tiga kali pertunjukan dan memang itu khan konteksnya bukan khusus arena sirkus.  Duh, jadi ingin ya nonton sirkus di luar dengan durasi yang lama dan atraksi yang menarik...hehehehhe. Oh ya dilihat dari para pemainnya, ternyata berkomposisi pemain lokal dan luar ya.... Saya tidak sempat tanya berasal dari manakah pemain asing itu, tapi seprtinya dari brazil ya, soalnya khan namanya juga Brazilian hehehe...

Setelah menonton Brazilian Electric Fire, saya mulai menikmati beberapa wahana dufan seperti berikut ini:
Ontang Anting

Habis naik permainan itu kepala saya jadi pening hehehehe...

Kora-Kora


Wah, permainan Kora-kora  ini menguji adrenalin, sebenarnya tadinya tidak mau ikut, karena dulu pas pertama kali coba rasanya hampir copot jantung, apalagi ketilka perahunya diayunkan sampai titik yang tertinggi...berhubung adek saya tidak mau sendiri jadi saya harus main juga...Oh ya di wahana ini saya lihat sepasang kekasih, wajahnya sih dari timur tengah, nah saya khan duduknya berhadapan dengan mereka, saya lihat yang si perempuan tidak menunjukkan ekspresi wajah yang takut, merem pun tidak apalagi yang lelakinya sampai mengangkat tangan. Kalau saya mana berani, saya malah merem??? Jadi Tips dari saya kalau kita takut ketinggian tapi kita berani mencoba permainan yang menguji adrenalin dan jantung kita juga bagus, bermainlah, dan untuk mengurangi rasa takut kita pejamkan saja mata kita, karena kalau terbuka akan menambah histeria melihat ketinggian, tapi memang kalau dipejamkan mata tidak seru ya hehehehe........Oh ya dan posisi duduknya jangan yang paling belakang, karena kalau di belakang akan terasa sekali histerianya....

Halilintar
Tapi entah mengapa, ketika naik Hailintar saya berani membuka mata saya. Memicu adrenalin sebenarnya tapi tidak sebegitu parahnya seperti kora-kora. Padahal, posisi kita itu dibalikan sampai kepala di bawah. Mungkin karena kalau naik permainan ini hanya satu kalin putaran tidak diulang-ulang seperti kora-kora, jadi histerianya juga sebentar...Oh ya untuk wahana yang memicu adrenalin nanti ada yang memtoret dan fotonya bisa diambil oleh kita seharga Rp. 25.000; seperti ini:

Foto ini dibandrol Rp. 25.000;

Dan berikut adalah wahana terakhir yang saya nikmati, bagus kalau malam hari lampunya bersinar :D

lupa apa namanya..yang jelas ini adalah kuda putar

 Yup, saya rasa wahana yang paling aman adalah wahana Kuda putar ini. Ini merupakan permainan terakhir yang saya naiki. Cocok kalau kita bawa anak kecil hehehehe.. dan gerakannya hanya naik turun. Tidak semua wahana yang ada di Dufan saya coba karena saya harus selektif. Wahana yang kira-kira menakutkan bagi saya tidak saya, dan saya tidak bermain air karena tidak bawa ganti, takut basah, dan matahari pun pada hari itu kurang teriknya. Jadi susah untuk membuat baju kering lebih cepat heheheehehe...ah memang motivasi terbesar ke Dufan adalah menonton Brazilian Electric Fire.

Oh ya satu lagi selain menikmati wahana permainan itu, saya juga lihat Journey to the center of earth...yup kita masuk kedalam ruangan seperti bioskop nanti kursinya digoyang-goyangkan pakai sabuk pengaman kok. Seolah-olah kita sedang ikut berpetualang dengan mereka pemain journey to the center of earth yang ada di layar....saya bernostalgia lagi nih dengan film tersebut, karena pertama kali saya nonton di LIA sewaktu masih ikut les hehehe...bagus ya Hollywood bisa membuat film yang bisa dijadikan inspirasi oleh Dufan.....

Brendan Fraser kita jumpa lagi ya hehehehe


Merchandise dan makanan di dalam areal Dufan banyak. Tapi ya kalau sudah di dalam harganya pun harga wisata alias mahal. Botol mineral saja di jual Rp. 5000; per botol.

Sweet  Corn Rp. 8000;
Sweet corn itu adalah campuran Jagung manis yang direbus,  mentega plus susu dan keju, maknyus deh...

Ice Cream harganya Standar ya

Nah kalau untuk jajanan seperti ice cream ini harganya standar ya kalau di luar Rp. 10.000; di dalam juga sepuluh ribu.....maksudnya tidak signifikan kenaikannya seperti halnya minuman mineral... yang hampir 4X lipat. Jadi, kalau anda Ingin pergi ke Dunia Fantasi bawa uang Rp. 500.000 will do....bahkan Rp. 250.000 juga cukup asal jangan beli hal-hal lain yang melebihi saku kita ya... dimanage pengeluarannnya.  Dan perginya naik busway saja ekonomis kok, oh ya kalau ingin main basah-basahan jangan lupa bawa baju ganti  :D