Search This Blog

Showing posts with label Traditional. Show all posts
Showing posts with label Traditional. Show all posts

Monday, September 26, 2011

Kutukan Kudungan Dibalut Seni dan Budaya

Hm, baru bisa sharing cerita malam minggu kemarin sekarang. Biasalah hal ini karena baru bisa ngeupload videonya hari ini. Jadi, ceritnya malam minggu kemarin saya nonton "Kutukan Kudunga" di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki. Terakhir kali ke sana sewaktu menonton Musikal laskar pelangi 2.

Jadi, ceritanya ini mengisahkan tentang sebuah kutukan dari  seorang raja Kudunga yang berasal dari Pulau Kalimantan yang mengingatkan siapa pun agar tidak mengambil dan membawa pergi kekayaan alam di pulau itu. "Barang siapa yang mengambil dan membawa pergi kekayaan alam di pulau ini, untuk kepentingannya sendiri, maka hidupnya akan sengsara dan celaka."

Bagi saya menonton "Kutukan Kudunga" adalah sebuah hiburan meskipun dalam pertunjukkan itu sebenarnya terkandung sindiran untuk para pemimpin maupun kita semua. Tapi karena dibalut dalam kesenian jadinya kesan menyindirnya itu ter-adem-kan oleh keindahan seni dan budaya yang ditampilkan apalagi ditambah dengan penampilannya Dik Doank dan juga anak-anak yang menari dan menyanyi.
Sebelum saya bercerita panjang lebar, saya tampilkan dahulu ya cuplikan Video salah satu adegan pertunjukkannya.


Jadi, dalam adegan yang bisa terlihat dalam video tersebut diceritakan bahwa para Dhemit merasa terusir dan terganggu kehidupannya karena ulah manusia yang salah satunya mengunduli atau menebang hutan tempat tinggal mereka. Jadi, mereka melaporkan hal ini kepada leluhurnya.
Wah, pokoknya saya merasa terhibur, karena akting para pemain teaternya bagus dan sangat menghayati. Saya dibuatnya tertawa.

Ada pun sindiran dalam adegan  itu bisa saya ceritaka sedikit saja. Misalnya, adegan para dhemit yang sedang bermusyawarah untuk memutuskan bagaimana caranya membalas perbuatan manusia. Salah seorang dhemit menyarankan pimpinannya untuk menyandera manusia, ada juga yang menyarankan untuk meracuni manusia dengan arsenik dan ada pula yang menyarankan untuk menakuti-nakuti manusia. Tapi semuanya itu ditolak pimpinan dhemit.

Pimpinan dhemit kemudian berpikir dan akhirnya didapatlah cara untuk membalas manusia dengan cara melakukan reshuffle  hehehehe   ....

Oh ya sebelumnya, diceritakan bahwa  para dhemit apabila ingin memberikan perlawanan kepada manusia maka perlawanan itu dilakukan secara  struktural dan prosedural (saya pun tertawa pada bagian ini).
Nah selain itu, dalam rangka perlawanan terhadap manusia, mereka pun membentuk partai. Tapi dalam adegan itu disisipkan perkataan yang mengatakan "Buat partai itu tidak menyelesaikan masalah tapi menambah masalah" .

Nah, para dhemit ada yang menyarankan nama partai yang dibentuk itu dengan modem, komoditas dhemit, resimen dhemit, goldem alias golongan dhemit, partai dhemit atau pardem dan ada yang mengusulkan namanya bayem (sontak semua penonton tertawa waktu dibilang ya dimasak saja)... lalu ada juga yang mengusulkan namanya PD, tapi katanya kalau namanya PD itu sama dengan partai yang dibuat manusia jadi diputuskan namanya PIDI.

Nah, itu ya teman-teman salah satu bagian yang mengandung unsur sindiran.
Dan, dalam pertunjukkan Kutukan Kudungan itu, dipentaskan juga tarian kalimantan dan juga tambah semarak dengan hadirnya band dan juga Dik doank yang bernyanyi bersama anak-anak. Berikut cuplikannya.


Sungguh Tarian yang menghibur. Jati diri bangsa Indonesia yang berbhineka tunggal ika. Dan ini dia penampilan dari Dik Doank.




Sebenarnya adegannya masih banyak. Tapi berhubung karena keterbatasan yang dimiliki jadi hanya saya masukan 3 video ya.

Nah, apa sebenarnya pelajaran positif yang dapat kita ambil dari Kutukan Kudunga?
Jawabannya tentu banyak.
Pertama, kepada para pimpinan, supaya dapat bersikap lebih bijaksana, adil serta tegas, mengayomi dan bertanggung jawab.
Selain itu, di mana pun kita bekerja kita harus mengikuti atau patuh pada kearifan lokal yang ada. Dan ketika kita ingin menikmati hasil kekayaan alam, jangan serakah. Jangan lupa untuk berbagi dengan warga sekitar atau mereka yang layak untuk berbagi.

Dan, wajar ya apabila ada cerita tentang "Kutukan Kudungan". Karena kalau kita berbicara tentang Pulau Borneo alias Kalimantan, saya pernah sesekalinya ke sana. Itu pun ketika paman masih bekerja di Bontang. Wah, memang Borneo itu wilayah yang kaya. Di sana ada  tambang batu bara, gas alam, hutannya pun masih luas dan sebagainya. Jadi, wajar kalau ada Cerita tentang "Kutukan Kudunga".

Nah, pertunjukkan yang produsernya Butet Kertaredjasa, dan dibagian sutradara dan penata musik oleh Djaduk Ferianto ini memang luar biasa. Saya terkesima, itu untuk pertama kalinya saya nonton karya Butet dan Djaduk secara live. Balutan musik, budaya, teater, dan juga penghayatan pemain teater serta para pendukungnya itu yang membuat saya tidak rugi untuk merogoh uang sebanyak Rp. 75000, untuk duduk dikursi balkon...


Sunday, August 7, 2011

I Have A Dream versi TRA-DIGI Angklung

Menyusuli, hehehehe...asing gak sih kalau saya pakai kata "Menyusuli" ....bagiku tidak biasa saja..
baiklah kita coba saja ya... Menyusuli entri blog saya sebelumnya terkait dengan TRA-DIGI Angklung, berikut saya berikan video otentiknya.... jadi, teman-teman bisa langsung melihat apa itu TRA-DIGI ....

Video di bawah ini akan menjelaskannya...


Ya, TRA-DIGI angklung tersebut menyayikan lagu I Have A Dream dari ABBA  ya......Kita tinggal mensetting lagu apa yang ingin dimainkan di IPod. Nanti angklungnya akan mengikuti perintah sesuai dengan penyetelan di IPod... luar biasa bukan?

Nah, untuk lebih jelasnya mengenai angklung TRA-DIGI ini kita lihat saja brosur berikut:

Lihatlah keterangan di atas tentang Angklung

Dan di brosur inilah menerangkan tentang apa itu TRA-DIGI ...
Sekarang jelas khan apa itu TRA-DIGI
Jadi, TRA-DIGI itu adalah istilah dari TRA nya itu Tradisional dan DIGI nya adalah Digital, kalau menurut saya ya... kaena menghubungkan unsur tradisional dengan alat digital modern melalui Ipod. Jelas khan?
Baiklah kalau begitu selamat menikmati saja ya, suguhan I Have A Dream oleh TRA-DIGI Angklung :)

Saturday, May 28, 2011

Wayang Orang "Trigantalpati"

Suasana Di dalam Gedung Kesenian Jakarta

Yup, ceritanya Rabu malam, saya menonton pagelaran Wayang Orang di Gedung Kesenian Jakarta. Rasa penasaranlah  yang mendorong saya untuk menontonnya.
Seusai Solat Magrib saya pergi ke Gedung Kesenian Jakarta dengan naik ojeg yang mangkal di depan kantor. Pertimbangannya adalah naik Ojeg akan lebih cepat daripada Taxi  yang memang pada jam-jam itu waktunya pulang kantor. Benar dugaan saya. Jalanan malam itu padat dan ramai.

Saya akhirnya tiba di Gedung Kesenian Jakarta sekitar jam 7 pm kurang. Ternyata waktu tiba di sana  loketnya belum buka dan gedungnya pun masih tutup. Tapi sudah ada beberapa orang yang datang.
Lalu, saya tanya  salah seorang satpam yang sudah bekerja 8 tahun di sana. Ia katakan kepada saya bahwa pertunjukkan dibuka sekitar jam 8 pm.

Sekitar Jam 7.30 pm. penjulan tiket pun dibuka. Yang menjualnya adalah panitia acara bukan dari pihak Gedung Kesenian Jakarta. Harga tiket pun bervariasi, mulai dari 700 ribu, 300 ribu dan yang balkon dijual 200 ribu. Nah, saya beli yang termurah saja alias yang di Balkon.

"Mau pesan berapa tiket,"tanya petugasnya
"satu saja"., jawab saya
"oh anda cinta budaya ya", kata panitia yang lain (Bapak-bapak).

Lalu saya pun keluar membawa tiket. Tapi tak berapa lama kemudian Bapak itu memanggil saya.
"Mbak, kemari sebentar, saya tukar tiketnya ya dengan yang VIP", ujar Bapak itu.
"Kenapa Pak harus ditukar", tanya saya heran.
"Kasihan duduknya jauh, tidak terlihat dan karena mbak Sendiri, jadi saya kasih  spesial", jelasnya.
"o terima kasih", kata saya.

Tiket VIP Kursi P No. 16

Ketika acara dimulai saya perhatikan balkon atas. Ternyata memang kosong, maksudnya tidak kosong sama kali bisalah penontonnya itu dihitung dengan jari tangan. Saya kira, Bapak itu ketakutan kalau tidak ada lagi penonton yang beli tiket di Balkon. Tapi nyatanya ada.  Atas tempat duduk VIP yang diberikan kepada saya, dihaturkan terima kasih ya Pak. Sepertinya saya adalah pribadi yang selalu dilingkupi keberuntungan... Dan saya masih tersanjung dengan sikapnya Bapak itu. Mengapa? karena ternyata Bapak Itu berpikir ke arah yang namanya "kasihan",  "rasa kemanusiaan" apapun itu istilanya. Kalau cuek khan ya, tidak perlulah memberikan kursi duduk di VIP kepada saya hehehehe...

Adegan Wayang Orang tersebut diawali dengan tarian.

Salah satu adegan dalam Wayang orang


Oh ya, saya berikan inti ceritanya saja ya. Tapi  Sebelumnya saya hendak memberitahu Arti dari "Trigantalpati" yang merupakan judul wayang orang tersebut. Trigantalpati itu artinya Sangkuni Kembar Tiga.

Inti Cerita:

TRIGANTALPATI, HARYA SUMAN, atau SANGKUNI adalah kesatria Plasajenar yang terkenal sangat licik, culas atau julig. 

Dilatarbelakangi oleh kekecewaan atas kegagalannya mempersunting Dewi Kunthi, karena kalah dalam sayembara pilih dengan Pandhu. Di lain pihak, ia harus merelakan kakak perempuannya yang bernama Dewi Gendari diperistri oleh Dhestharastra, kakak Pandhu yang buta sejak lahir. Dendam membara SANGKUNI senantiasa terus bergetar di dalam hati, kepada siapa pun yang menikmati hidup tentram penuh kedamaian.


SANGKUNI yang identik dengan manusia berbisa, telah berhasil memadukan kelicikan dan kebohongan untuk mengadu domba siappa pun. Tidak Kurang dari enam tokoh yang berhasil diadu domba; Prabu Baladewa Raja Madura dengan Wrekudara, Salyapati Raja Mandaraka dengan Setyajid penguasa Lesanpura, serta Burisrawa dan Setyaki. Keenam tokoh tersebut masih ada ikatan persaudararaan. 


Juga dengan kejuligannya, ia peralat Prabu Kridhakawaca Raja Himamintaka guna memenuhi keinginannya; melecehkan Dewi Kunthi yang berbudi luhur, untuk meladeni nafsu bejatnya yang telah tiga puluh tahun terendam dalam lumpur asmara SANGKUNI. 


Pendek kata, semua tatanan ia jungkir balikkan kerukunan ia cerai-beraikan, ketentraman ia porak-porandakan, demi kepuasan pribadi dan golongan. 
"Hidup tanpa kelicikan adalah semu." itulah semboyan SANGKUNI. 

Satu Sangkuni saja dapat memporak-porandakan berbagai tatanan kehidupan, baik sosial, budaya maupun politik, apalagi jika sebuah negara terdapat tiga Sangkuni.

Sebenarnya  pementasan wayang orang ini ada terbagi menjadi beberapa adegan. Dan disetiap adegan itu ada ceritanya. Tapi sayang, saya tidak mendokumentasikan setiap adegan. Wayang orang ini meskipun kita bisa membaca dibuku Acara tapi memang tidak ada dialog atau narasi yang detail.  Kalau di dalam opera yang saya pernah ikuti itu, setiap lakon atau narasi bisa diikuti  dan ada naskahnya. Jadi, ini membantu jalan pikiran kita sinkron dengan adegan.

Yang saya sayangkan Dominannya  dalam adegan tersebut penggunaan bahasa Jawa. Saya sudah tahu mengenai hal ini. Tapi saya tidak menyangka tidak akan ada dialog yang lumayan panjang dalam bahasa Indonesia di adegan itu. Alhasil saya mengantuk diengah-tengah adegan sampai menjelang akhir, Monoton.  Rasa kantuk itu disebabkan selain karena monoton, juga karena pikiran saya itu diam. Karena bingung, apa yang harus diketawakan seperti penonton yang lain.  Saya tertawa ketika ada adegan Punakawan.

Oh ya, saya rasakan Wayang orang itu syarat dengan ritualnya. Coba perhatikan gambar berikut ini:

Taburan Bunga Melati


Entahlah saya tidak mengerti dengan maksud taburan bunga melati ini. Hehehehe..
Dari Wayang orang yang saya tontonan tersebut., musik gamelanlah yang menurut saya begitu universal. Walaupun tidak mengerti tapi kita semua bisa menikmati.
Dan menonton Wayang orang ini saya diingatkan lagi dengan tokoh seperti ini:

Punakawan

 Saya masih ingat ya, pertama kali lihat tokoh di atas diacara "RIA JENAKA" TVRI... tapi sayang sekarang tinggal kenangan. Teman-teman bisa mengidentifikasi tidak, dari ketiga tokoh diatas?
Hm...ya, yang ditengah itu adalah Petruk, yang sebelah kanan, Bagong dan sebelah kiri yang kurus dan kecil itu adalah gareng. Nah, Punakawan itu khan ada 4 satu lagi Semar. Semar ada di foto berikut ini:

Salah satu adegan Wayang Orang
Nah, tokoh Semar bisa kita lihat dalam foto diatas. Semar cirinya dibagian botomnya yang menggelembung heheh atau bongkok ya...

Lalu, apa artinya dari PUNAKWAN???
Setelah saya googling, saya dapatkan arti sebagai berikut:

Konon Sunan Kalijaga telah menciptakan wayang kulit tersebut untuk sarana dakwah, agar manusia senantiasa Eling marang GUSTI ALLAH.

Sekarang mari kita simak, apakah arti dari punakawan itu dan arti dari nama-nama tokoh dalam punawakan itu.

Punakawan itu berasal dari kata-kata Puna dan Kawan. Puna berarti susah; sedangkan kawan berarti kanca, teman atau saudara. Jadi arti Punakawan itu juga bisa diterjemahkan teman/saudara di kala susah.

Ada penafsiran lain dari kata-kata Punakawan. Puna bisa juga disebut Pana yang berarti terang, sedangkan kawan berarti teman atau saudara. Jadi penafsiran lain dari arti kata Punakawan adalah teman atau saudara yang mengajak ke jalan yang terang.

Penafsiran lainnya, Puna atau Pana itu berarti fana. Jadi Punakawan juga bisa ditafsirkan teman/saudara yang mengajak ke jalan kefanaan.

Tokoh-tokoh Punakawan itupun namanya memiliki arti. Semar berasal dari kata Samara (bergegas), Nala Gareng berasal dari kata nala khairan (memperoleh kebaikan). Sedangkan Petruk berasal dari kata fat ruk (tinggalkanlah), sementara Bagong berasal dari kata al ba gho ya (perkara buruk).

Jadi jika digabungkan maka arti dari tokoh Semar, Nala Gareng, Petruk, Bagong itu memiliki arti 'bergegaslah memperoleh kebaikan, tinggalkanlah perkara buruk'.

Seperti itulah kira-kira Wayang Orang yang saya tonton, saya pun sedikit tahu tentang tokoh pewayangan.  Dan juga tokoh dalam Mahabharata yang dimasukkan dalam wayang ini (Mahabharata dulu pernah lihat serialnya tapi tidak sampai akhir hanya sepotong itu pun sudah lama seklai)  ....

Berikut adalah tim dari Pagelaran wayang Orang:

Semua Kru Wayang Orang


Adapun Hikmah yang dapat kita ambil dari Wayang tersebut, banyak. Tapi yang pasti tokoh Sangkuni ini  bukan untuk ditiru oleh kita. Kita harus tetap waspada dalam hidup ini. Setiap orang memiliki karekteristik yang berbeda. Dan mengakui kekalahan dengan lapang dada adalah merupakan sikap  kesatria. Tidak mendendam, menjunjung nilai-nilai kehidupan yang luhur, dll...........

NB: Mohon ya, kalau ada pagelaran lagi, Dialog bahasa Indonesianya dibanyakin, Terima Kasih atas atensinya :)

Tuesday, May 17, 2011

Menonton Tarian Betawi dan Menikmati Setu Babakan

Yup hari ini ceritanya  hari terakhir libur. Jadi, 4 hari  off berturut-turut itu untuk saya pribadi sangatlah diuntungkan...heheheh....dituntungkan apanya? tentunya ada tapi tidak hendak dibahas.
Sejak hari Sabtu intinya saya tidak diam dikosan seperti biasa. Pada hari Sabtu Les, hari Minggu ke Kota Tua, begitu pula hari Senin dan Selasa pergi.

Hari Selasa ini saya pergi ke sebuah tempat namanya Perkampungan Budaya Betawi. Sebenarnya menyambung hari Senin. Tapi sayang maksud utama tidak tercapai tapi ada hal lain yang membuat hari ini spesial. Ya, karena ketika saya datang ke sana ada pentas seni..sebenarnya itu semacam evaluasi kata penyelenggaranya. Berbeda dari hari Senin, sepi..karena memang hari Senin tidak ada kegiatan dan tutup.

Nah, saya akan berikan oleh-olehnya untuk teman-teman. Berikut adalah tarian yang saya rekam.





Saya paling suka tarian ini. Penarinya energik dan paling kompak diantara yang lain.  Ternyata penilaian saya tidak jauh berbeda dengan tim Juri.. mereka memenangkan kompetisi ini. Selain itu, ada seorang penarinya yang terpilih menjadi the best dancer....hehehehe teman-teman bisa menebaknya pada  video di atas.
Dan saya kagum sama semangat anak-anak ini. Saya jealous sebenarnya. Ini artinya anak-anak itu mengembangkan bakatnya. Memanfaatkan waktunya sebaik mungkin dengan melakukan hal yang positif. Rasanya ingin kembali ke masa anak-anak. Tapi itu tidak mungkin. Jadi yang bisa kita lakukan adalah mengoptimalkan apa yang sedang kita jalani saja dan tetap mendukung anak-anak itu untuk terus berkembang sebagai generasi penerus...


Oh ya, selain ada Perkampungan Budaya Betawi, ada juga Setu Babakan:

Setu Babakan dan Sepeda Air

Nah, kalau main ke sini gratis tidak dipungut biaya. Kalau teman-teman bawa sepeda motor ada biaya parkir sekitar Rp. 2000,- Dan teman-teman bisa menikmati Setu dengan bermain sepeda air. Tapi sayang untuk bermain sepeda air saya tidak bisa, karena tidak ada pasangannya, heheheh ....oh ya atau teman-teman bisa duduk-duduk dibawah pohon atau barang kali mau memancing, tapi harus bawa kailnya ya ....atau barangkali kalau orang jawa lesehan, kalau orang Sunda Botram ditepian Setu...

Soal makanan ada di sana, seperti kerak telor, bakso, mie ayam, kelapa muda yang dijual Rp. 10.000,- bahkan saya menemukan ada dodol ketan..

Dodol Ketan Betawi Rp 10.000,- dan Rp. 15.000,-
Dodolnya baru tuh, karena masih emoy "empuk" ..dan saya habis satu yang kecil .....
Untuk liburan murah? tentu teman-teman bisa ke sini next time yak ... untuk ke sini bisa dijangkau oleh satu kali transport yaitu Kopaja 616 dari Blok M atau dengan Naik Kopaja 19 tapi itu harus 4 kali pergantian kendaraan.... kalau saya sudah mencoba dua-duanya karena rutenya berbeda ;)

Sunday, May 15, 2011

Kehabisan Tiket "Matah Ati"

Foto diambil dari FB note Matah Ati

Menyesal !!! itu adalah kata pertama yang ingin saya katakan.
Ketika saya datang ke tempat penjualan tiket, ternyata sudah sold out tidak menyisakan satu pun.
Sebenarnya saya sudah lama tahu akan ada pentas tari Matah Ati, tepatnya seminggu yang lalu. Waktu itu saya mendapatkan kabarnya dari salah satu surat kabar nasional. Itu pun dalam bentuk berita. Ditulis dalam kolom kecil. Kalau tidak jeli kita tidak akan mengetahuinya. Ya, selama satu minggu itu saya perhatikan memang tidak ada iklannya dikoran. Saya rasa orang-orang yang terlibat di dalam pentas tari itu sudah tahu kapasitasnya. Jadi, tidak perlu gencar melakukan promosi. Karena suguhan yang bagus pasti menarik banyak orang. Dan orang pasti akan membicarakan hal ini. Dengan kata lain informasi dari mulut ke mulut yang pada akhirnya akan powerful. Menarik keingintahuan orang. Coba kita bayangkan kalau membuat iklan di surat kabar pasti harus bayar tarif.....tapi dengan gaya promosinya Team Matah Ati...,,Saya salut...mereka berhasil....

Sebenarnya ketika saya membaca kolom beritanya pentas Tari Matah Ati, saya langsung memotong dan mengklipingnya. Lalu saya pun langsung mengcontact RXXX KXXXXX Tempat menjual tiket...seorang diseberang sana yang menerima telepon saya hanya menyarankan saya untuk datang membeli tiket langsung ke tempatnya. Jadi, tidak  menyarankan saya untuk mentransfer.

Wah, terbayang khan, saya langsung kecewa. Saya sebagai seorang pegawai tidak memiliki waktu yang luas untuk pergi. Hari senin sampai Jumat di Kantor. Saya bisa hari Sabtu dan Minggu. Tapi yang namanya manusia ada saja alasan..entah itu malas pergi, entah itu nanti-nanti saja... yang pada akhirnya seperti saya kelamaan berpikir. Sebenarnya hari Sabtu sesudah les itu saya bisa saja langsung datang ke tempat tiket itu., Tapi ya, saya ragu untuk pergi. Karena capek habis les dan kurang tahu jalan dari tempat les.... Puncak penyesalannya hari ini. Saya putuskan untuk "gambling" datang langsung ke tempat tiketnya. Karena sejak hari Jumat saya telepon tidak ada yang mengangkat. Jadinya saya langsung datang ke tempat tiketnya siang ini. Tapi ternyata tiketnya Sold out bahkan untuk pertunjukkannya esok hari pun sudah sold out. 

Jadinya saya mendapatkan saran untuk membaca referensinya saja. Ya. saya sudah membacanya. Melihat foto-fotonya. Bahkan lihat di Youtube yang pertunjukkan di Singapura, FABULOUS ya...kental budaya Indonesianya.. Saya suka itu.
Nah, dari referensi yang saya baca didapatkan informasi adalah:

  • BRAy (Bandoro Raden Ayu) Atilah Soeryadjaya, menulis naskah sendratari ini berdasarkan kisah nyata dari nenek leluhurnya sendiri. Beliau yang lahir dan dibesarkan di dalam lingkungan istana Kerajaan Mangkunegaran ini juga merangkap sebagai sutradara, konseptor dan produser untuk ‘Matah Ati’.
  • Penata Artistik : Jay Subyakto
  • “Matah Ati” adalah sebuah kisah perjalanan dan perjuangan cinta yang terjadi di Jawa pada abad ke-18 tentang gadis desa bernama Rubiyah. Beliau kemudian menjadi bagian dalam masa perjuangan R.M.Said melawan penjajahan Belanda di tanah Jawa dimana ia menarik perhatian seorang ksatria ningrat Jawa yaitu R.M. Said yang juga dikenal Pangeran Sambernyowo yang kemudian jatuh cinta kepadanya. Hingga 16 tahun peperangan dan pemberontakan usai dengan kekalahan lawan, maka jadilah Raden Mas Said menjadi Raja bergelar Mangkunegara 1 dan Rubiyah menjadi istri dengan nama RAY KUSUMA MATAH ATI karena lahir di desa Matah dan bisa juga diartikan ‘Melayani hati sang pangeran’, melalui beliaulah turun generasi raja-raja Mangkunegaran. 
  • Raden Mas Said adalah cucu dari Amangkurat 4, pada waktu itu hasil dari peperangan dan pemberontakan akhirnya menghasilkan perundingan yang dikenal dengan Perjanjian Giyanti. Perundingan perdamaian itu menjadikan kerajaan di Jawa terbelah menjadi empat yaitu Kasultanan Jogjakarta dan Pakoealam Jogjakarta.. serta Kasunanan Surakarta dan Mangkunegaran Surakarta (Solo). Cerita indah ini dirajut dengan tema cinta, belas kasih, keberanian, keputusasaan dan sukacita.
  • ‘Matah Ati’ menampilkan keagungan dan perjuangan wanita serta merupakan suatu fakta historis bahwa pada abad ke-18 sudah ada pejuang- pejuang wanita yang tangguh untuk menumpas keangkara murkaan dan ketidakadilan. Dengan kata lain, peran Rubiyah tidak hanya menjadi seorang istri/ibu yang selalu berada di wilayah urusan domestik (rumah tangga) dan wanita tani yang bisa menarikan tarian Jawa, seperti Srimpi, Bedaya dan lain-lain; melainkan juga mampu mendampingi R.M.Said dalam memimpin perang serta memimpin 40 prajurit wanita di medan perang layaknya laki-laki.
  • Konsep dasar dari pertunjukan ini berangkat dari “Langendriyan” yaitu pertunjukan yang menyajikan tembang-tembang jawa dan tarian klasik jawa dengan Gaya Tari Mangkunegaran. Langendriyan sendiri lahir dari Kraton Mangkunegaran. Tradisi Mangkunegaran sebagai titik tolak untuk penciptaan karya ini.
Seperti itulah kira-kira informasinya.

NB: Dari peristiwa ini hikmahnya adalah ketika kita mendapatkan informasi akan ada sebuah pentas atau pertunjukkan di mana konsep dan orang-orangnya sangat kredibel dan kapasitasnya tidak diragukan lagi lebih baik langsung saja di follow up. Misalnya langsung pesan tiket. Seperti yang dikatakan teman saya ketika saya sampaikan bahwa Jay Subiyakto terlibat, dia katakan Bagus.. "Jay itu Bagus", begitulah kira-kira.
Sempat terlintas dipikiran saya waktu itu, ingin ijin beli tiket waktu jam istirahat kantor. Tapi ya prakteknya tidak semudah memikirkannya.  

Sebenarnya kalau bisa transfer saya saat itu juga pasti akan langsung transfer. Tapi dikarenakan orang yang saya hubungi tidak mengatakan bisa ditransfer saya jadi bingung. Tapi kalau saya lihat di twitternya @matah_ati ternyata ada penukaran tiket, artinya tiket bisa dibeli dengan cara ditransfer. Saya suka dengan cara ditransfer. Mengapa?  karena dengan transfer kita tidak perlu bingung kapan harus datang ke tempat penjualan tiket. Selain itu,  dengan transfer kita bisa menukarkan voucher pada hari H....

Dari kejadian ini, hikmah yang lain adalah, ketika di satu tempat tidak melayani transfer, kita lebih baik mencari agen tiket yang lain ...!!!

NB: Kepada TEAM Matah Ati, Mohon ada pertunjukkan ulang  ya, terima kasih...