Search This Blog

Tuesday, April 17, 2012

Ke Kalbar Jangan Lupakan Tugu Khatulistiwa

Yeay .. akhirnya kami sampai juga di Tugu Khatulistiwa yang merupakan Landmarknya Provinsi Kalimantan Barat.

Ceritanya hari Sabtu atau tepatnya hari kedua kami tiba di Kota Pontianak Kalimantan Barat, sekitar jam 9 pagi satu rombongan mobil dimana paman yang jadi supirnya berhasil menuju tugu itu meskipun harus terus-terusan bertanya sepanjang jalan. Maklumlah karena memang kami sengaja pergi tanpa supir maupun petunjuk jalan dari tuan rumah. Hal ini sengaja supaya space di mobilnya cukup untuk keluarga kami. Seharusnya kalau mau semuanya ikut harus 3 mobil, kurang lebih ya. Jadi, memang dibagi-bagilah rombongannya. Yang tidak kebagian di sesi satu ya di sesi dua seperti itulah kira-kiranya.

Oh ya pada awalnya sepupuku agak keberatan untuk mengijinkan kami pergi ke Tugu. Hal ini karena pada siangnya ada acara Pengajian dan Siraman. Dia takut kami tidak bisa ikut ke acara itu. Tapi kami berhasil meyakinkan dia bahwa kami pasti akan pulang tepat waktu dan akan  sempat mengikuti acara Pengajian dan Siraman. Dan Ya, kami memang pulang tepat waktu.

Perjalanan menuju Tugu ada kurang lebih satu jaman. Akhirnya kami pun sampai di Jl. Khatulistiwa dimana  terletak tugu yang dituju.

Diatas adalah duplikat Tugu Khatulistiwa


Yup, gambar di atas merupakan duplikat dari Tugu Khatulistiwa. Sementara yang aslinya terletak di dalam kubahnya. Seperti bisa dilihat di bawah ini:

Inilah kami di bagian dalam Kubah atau tepatnya persis di depan Tugu Khatulistiwa Asli
 
Wah sayang ini, settingan di kamera digitalnya gak benar jadi ngeblur hehehe.. akh tidak masalah yang penting ada buktinya bukan? ...  Dan karena waktunya terbatas maka kami pun tidak lama di sana. Padahal masih ingin narsis. Tidak masalah tidak dapat narsis yang penting dapat Video dan beberapa foto, meskipun fotoku dikit :(

 Oh ya di dalam kubah itu ada keterangan tentang tentang Tugu Khatulistiwa. Seperti ini keterangannya.

KETERANGAN:

Berdasarkan catatan yang diperoleh pada tahun 1941, dari V. en. V oleh Opsiter Wiese dikutip dari BIJDRAGENTOT DE GEOGRAPHE dari Chep van Den topographeschen dien in Nederlandsch Indie : Den 31 Sten Maart oleh seorang ahli geographie berkebangsaan Belanda untuk menentukan titik/tonggak garis equator di Kota Pontianak, dengan konstruksi sebagai berikut:
  1. Tugu Pertama dibangun pada tahun 1928 berbentuk tonggak dengan tanda panah.
  2. Tahun 1930 disempurnakan, berbentuk tonggak dengan lingkaran dan tanda panah.
  3. Tahun 1938, tugu asli dibangun kembali dengan penyempurnaan oleh Opsiter/Architech SILABAN dengan ukuran sebagai berikut: Banguna Tugu terdiri dari 4 (empat) buah tonggak belian, masing-masing 0,30 m, dengan ketinggian tonggak bagian depan sebanyak 2 (dua) buah setinggi 3,05 m dari permukaan tanah dan tonggak bagian belakang tempat lingkaran dan anak panah petunjuk arah setinggi  4,40 m. 
  4. Tahun 1990, Tugu Khatulistiwa tersebut direnovasi dengan pembuatan kubah dan duplikatnya Tugu Khatulistiwa dengan ukuran 5 (lima) kali lebih besar dari Tugu yang aslinya adalah sebagai berikut:  

  • 2 (dua) buah tonggak bagian depan dengan ukuran 1,5 m dengan ketinggian 15,25 m dari permukaan tanah. 
  • 2 (dua) buah tonggak bagian belakang tempat lingkaran dan anak panah petunjuk arah dengan ukuran 1,5 m dengan ketinggian 22 m dari permukaan tanah panjang anak panah petunjuk arah 10,75 m. 
      5.  Peresmian duplikat Tugu Khatulistiwa dan Kubah pada tanggal 21 September 1991 oleh    PARJOKO SURYOKUSUMO Gubernur Kalimantan Barat.

Pada tengah hari yaitu setiap tahunnya tanggal 21-23 Maret 2012 dan tanggal 23 September benda-benda tegak lainnya yang berada di sekitar Tugu Khatulistiwa tidak ada bayangan (tanpa bayangan), hal tersebut menunjukkan bahwa Tugu Khatulistiwa terletak pada garis Lintang Nol Derajat.  Hm, sayang kita datang bukan pada bulan dan tanggal yang dimaksud ya :)

Seperti itulah kira-kira teman cerita 4 hari 3 malam di Pontianak Kalimantan Barat dalam rangka Wedding Sepupu. Namun sayang ya, Pas kita ke Tugu, sepi tidak terlalu banyak orang. Bisa dikatakan ada yang datang ada yang pergi. Begitulah pengunjung silih berganti. 

Dan akhirnya diucapkan terima kasih kepada Keluarga besarnya Kak Ari  yang sudah menyambut kami dan juga menerima kami dengan tangan terbuka.  Terima kasih untuk fasilitas yang diberikan kepada kami selama kami berada di sana.


 

Monday, April 9, 2012

Candi Cangkuang dan Kampung Adat Pulo dalam VIdeo


Untuk teman-teman pembaca blogku yang setia, ini postingan video Candi Cangkuang dan Kampung Adat Pulo. Silahkan saja menikmati.

CANDI CANGKUANG



KAMPUNG ADAT PULO


Oh ya ada yang baru dari Youtube ini. Jadi kalau videonya shaky mereka bisa  memperbaikinya. Baguslah kalau begitu. Tapi video yang ini cepat sekali ya tayangannya, maklumlah karena sambil jalan. Next time bisa lebih baik. Sekian pengantar dari saya, terima kasih ...

Sunday, April 8, 2012

Berakit Diiringi Alunan Lagu-Lagu Sunda

Yup, teman - teman, saya masih punya banyak cerita untuk dishare waktu Jelajah Ke Garut. Lihatlah VIdeo ini.




Ukh excited sekali deh pokoknya kita berakit diiringi alunan lagu-lagu Sunda. Pas sekali nuansanya bahwa kita tengah berada di tanah Parahyangan. Lagu-lagu sunda yang dibawakan oleh dua orang seniman Situ Cangkuang itu adalah Akang Haji, Tongtolang Nangka, Pileuleuyan sama Neng Geulis. Teman-teman ada yang tahu gak lagunya?

Peserta rombongan pun begitu antusiasnya ada yang ikut menyanyi, menari dan juga ada yang menepukan tangannya mengikuti irama musik. Seru pokoknya. Hampir tidak terasa rakit itu berjalan sampai ketepian. Ini mungkin karena pelan dan digerakannya pun hanya dengan menggunakan sebatang bambu begitupula pendayungnya hanya seorang diri. 

Intinya, ini sebagai tips saja ya. Jikalau suatu saat nanti ada kesempatan berakit lalu ada senimannya mintalah mereka bernyanyi dan jangan lupa berikan tip.

Friday, April 6, 2012

Jelajah Garut: Candi Cangkuang, dan Kampung Adat Pulo

Selamat menikmati liburan panjang ya teman-teman. Pada kemana sih liburan ini? Hehehee... Ya anak kosan kalau tidak pulang kampung diam di kosanlah atau mungkin pelesir ke luar kota ya :)
Liburan ini saya gak kemana-mana nih,  tapi agendanya penuh sekali. Mau tahu? Ya menghabiskan koleksi DVD, lalu blogging deh heeee... maunya sih pelesiran gratis. Tapi belum ada yang ngajak heheehe... Sudahlah lupakan saja pelesirannya. Sekarang kita bicarakan posting kali ini saja ya.

Baiklah, dikarenakan sudah beres mentranslet recording maka saya share hasil dari jelajah ke Garut dan Tasik bersama Republika Minggu kemarin :)  

Jelajah kali ini merupakan program yang pertama setelah Melancong Bersama Abah Alwi. Bedanya Jelajah dengan Melancong Bersama Abah Alwi adalah Jelajah ruang lingkup daerah yang dikunjungi lebih jauh daripada Melancong Bersama Abah Alwi yang daerah kunjungannya seputar Jakarta dan sekitarnya.

Mulai saja ya ceritanya.

Semua peserta jelajah berkumpul di kantor Republika hari Sabtu 31 Maret 2012, jam 6:30 AM. Setelah Kumpul kita berangkat menuju Tanah Parahyangan. Nah, kata Guide kami Mas Kartum yang juga ketua di Komunitas Jelajah Budaya. Hyang itu artinya dewa jadi Parahyangan artinya Tanah Parahyangan artinya Tanah Para Dewa. Aikh senang deh mendengarnya. Jadi "rerencangan sadayana Abdi teh kawitna ti tanah Para Dewa" heheheehehe ...

Lanjut.
Jelajah pertama tiba di Desa Cangkuang. Tujuan kita ke sini tentu saja melihat serta mendapatkan informasi yang banyak tentang Candi Cangkuang.

Tandanya sudah sampai

Sebenarnya ke candi cangkuang itu dulu pernah sekali. Waktu itu perginya bareng sama keluarga besar dari Mamah ya.  Ada mamah, adek, nenek, paman, bibi dan sepupu-sepupu. Tapi, karena dulu kurang cerita makanya waktu ada jelajah ke sini, ikut lagi deh. Kali ini aku puas sekali.

Menuju Candi Cangkuang kita harus melewati situ yang bernama Situ Cangkuang. Seperti ini.


Ups Hati-hati jalannya ya :)

Langit Garut waktu itu sangat indah sekali teman. Awannya Biruuuuuuuuuuuuuuu jernih hingga gunungnya terlihat indah.


Bertemu Nenek yang Suka Nyeupah
Setelah menyebrang situ dengan rakit sampailah kita di bukit. Rombongan pun berjalan ke Candi Cangkuang melewati perkampungan Adat Pulo.

Kebetulan di salah satu rumah itu ada seorang nenek yang sedang "Nyeupah" dan atas inisiatif dari teman saya Awe, kita berfoto-foto ria dengan nenek itu.

Lihat Warna Bibirnya nenek itu

Yup, terlihat ada warna orange bukan? Yup, dia sedang "nyeupah" (sunda). Senang sekali melihat  tradisi Nyeupah ini ternyata belum pudar. Terakhir kali saya lihat nenek yang Nyeupah ini di Cijulang- Ciamis (tanah kelahiranku) kalau tidak salah. Nyeupah ini maerupakan tradisi makan daun sirih yang dicampur dengan biji pinang, kapur, bunga cengkeh serta gambir. Dan katanya warnanya itu dihasilkan dari gambir (sejenis getah yang dikeringkan yang berasal dari ekstrak remasan daun dan ranting tanaman gambir).  Apa hubungannya dengan stasiun Gambir ya? hehhehee ...

Setelah kita melewati Kampung Adat Pulo kita  memasuki area Candi Cangkuang. Jaraknya sih dekat. Sepertinya memang sengaja rutenya dibuat melewati Kampung Adat Pulo dulu ya... 
Rombongan pun diterima di depan Museum kecil di depan Candi Cangkuang oleh Bapak Zaki Munawar dari BP3 Serangm (Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala). Inilah Kehebatan Jelajah bersama Republika. Bisa Mendatangkan Orang yang istimewa. Coba kalau sendiri belum tentu kita mendapatkan informasi yang banyak dari narasumber yang kompeten.

Peserta Mendengarkan Penjelasan dari Bapak Zaki Munawar
CANDI CANGKUANG

Menurut Pak Zaki, di Desa Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut ada dua peninggalan, pertama, peninggalan agama Hindu, yaitu Candi Cangkuang dan peninggalan Islam,yaitu  makam keramat Arif Muhammad, termasuk komplek Kampung Adat Pulo. Candi cangkuang ditemukan pada tanggal 3 desember 1966 oleh Drs. Uka Candrasasmita.  Beliau adalah serorang ahli arkeologi islam. Dia menemukannya berdasarkan petunjuk sebuah buku Vorderman. 

Di dalam buku itu dijelaskan Bahwa ada sebuah arca siwa dan makam kuno Arif Muhammad tidak dijelaskan ada sebuah candi. "Tapi dalam buku tsb ada catatannya karena itu juga Bpk. Drs. Uka heran juga mengapa sampai seperti itu (tidak dijelaskan candi cangkuang-red). Karena Arif Muhammad jelas nama muslim sedangkan arca siwa adalah mahadewa dalam agama hindu" terang Bapak Zaki.  Sehingga beliau pada saat itu ingin mengadakan proses penelitian dan pengendalian. Pada  1967 sampai 1968 dilakukan penelitian. Ternyata pada saat itu disamping makam Arif Muhammad ditemukan sebuah pondasi  candi  berukuran 4,5 X 4,5  meter dan saat itu juga ditemukan puing-puing.  "Tenyata  yang utuh 40 %  tapi dari 40% itu dapat mewakili keseluruhan bagian candi. Sehingga memudahkan suatu saat jika candi cangkuang akan dipugar kembali" ujar Pak Zaki. 

Pada tahun 1974-1976  Pada saat pemuagran, kebetulan yang asilnya 40 persen  yang 60 persen dibikin batu cetakan. Kemudian setelah terlihat bentuknya dipindahkan ke tempat asalnya. Terlihatlah bentuknya seperti ini:

Ini dia Candi Cangkuang hasil Rekonstruksi

Panjang dan lebar candi ini adalah 4,5 X4,5 meter, dan tingginya 8 meter setengah. Sementara arca dewa siwa di simpan di tengah-tengah candi cangkung itu pun menutup lubang dalamnya 7 meter.  Candi ini selesai dipugar, dibuka  dan diresmikan pada tanggal  8 desember tahun 1976 oleh Menteri pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Syarif Tayib. 

Nama cangkuang itu sendiri karena ada di desa Cangkuang, mak diberi nama Candi Cangkuang. Tapi nama Cangkuang  itu sendiri diambil dari nama sebuah pohon sejenis pohon pandan.  "Di Papua mirip buah merah, yang ini (cangkuang -red) mirip cempedak. Untuk obat antioksidan, batuk, dsb bahkan ada yang manis rasanya " tapi agak gatal" tutur Bapak Zaki.

Tentang Arif Muhammad

Candi Cangkuang ini peninggalan abad 8.  Disampingnya ada makam Mbah Arif Muhammad. Dia adalah seorang tokoh sentral penyebar agama Islam khususnya di Cangkuang dan sekitarnya. Ia juga seorang panglima perang dari  Kerajaan Mataram Islam. Yang saat itu rajanya Sultan Agung. Pada waktu itu beliau disuruh menyerang VOC  di Batavia. Tapi  pada saat penyerangan dapat dikalahkan oleh VOC. Dia tidak mau kembali ke Mataram dengan alasan kalau kembali ke Mataram takut dibunuh Sultan Agung dan dia merasa malu oleh rakyat Mataram. Lalu mencari tempat persembunyian yang aman dam akhirnya sampai ke Cangkuang.   

Makam Arif Muhammad disebelah Candi Cangkuang

Pada saat Arif Muhammad datang ke Cangkuang penduduk di sana sudah menganut anismime, dinamisme, dan hindu. Tapi dengan pendekatan akulturasi islam bisa diterima masyarkat. Meskipun sisanya masih ada. Contohnya kalau ziarah ke makam, menggunakan ritual-ritual budaya pra islam.

Arif Muhammad meninggal dan dimakamkam di tengah–tengah bukit Kampung Pulo. Bukti penyebaran islam oleh beliau ada di dalam naskah kulit kayu berusia 400 tahun. Tulisan arab berbahasa jawa kuno. Ada tulisan mbah Arif Muhammad.  

Naskah bukti penyebaran agama islam oleh Arif Muhammad abad XVII dari Kulit Pohon Saeh


Cara menulis di naskah itu dilakukan dengan jari dan telapak tangan. Arif Muhammad melakukan meditasi dulu dan hanya 40 menit  butuh waktu melukisnya. 

Pohon Saeh Bahan Kertas

Nah,  menurut Bapak Zaki kebetulan di Cangkuang ini direkonstruksi lagi bagaimana cara bikin kertas tradisional (yang digunakan Arif Muhammad-red). Proses pembuatan kertas dari pohon Saeh ini melalui beberapa tahapan yaitu Kulit kayunya dikupas, dibelah, lalu dihilangkan kulit luar, direndam 3 hari, sudah 3 hari menjadi agak lembek baru diambil dan dicacah. Jadilah hancur dan melebar. Kemudian dikeringkan dipohon pisang  sampai mengelupas sendiri. Jadilah sebuah kertas dan  namanya Daluang. 

Pohon Saeh Yang paling depan sebesar jari kelingking


Termasuk tintanya juga dibuat dari bahan alami. Tinya yang berwarna hitam pada naskah itu terbuat dari beras ketan putih yang ditumbuk, lalu dihaluskan kemudian disangrai (digoreng hingga kering tanpa minyak-red) dikuali. Sesudah kering baru ditambah air di ulek – ulek sampai mendidih. Setelah mendidih disaring  dan dicampur dengan arang lampu teplok. Jadi warnanya hitam. Maksudnya memakai beras ketan adalah untuk pelengketnya. "Kalau ada tulisan warna merah itu dari getah manggis atau jati.  Kebetulan skr dari UI orang teologi ke sini untuk meneliti naskah, dan termasuk rekonsturksi kertas daluang ini", tutur Pak Zaki. 

Tentang Kampung Adat Pulo

Baiklah tadi kita sudah menyebut Kampung Adat Pulo dan juga seorang Nenek yang sedang Nyeupah. Sekarang kita Simak penjelasan tentang Kampung Adat Pulo. 

Karena terletak ditengah-tengah kepulauan (katanya memang ada pulau-pulau kecil) yang dikelilingi danau luasnya 20 hektar maka disebut Kampung Adat Pulo. Uniknya Kampung Pulo dari abad ke-17 sampai sekarang bangunannya tidak boleh lebih dan tidak boleh kurang harus 7 bangunan. Yang mana bangunan–bangunan di  Kampung Pulo melambangkan keturunan Arif Muhammad.  

Kebetulan arif Muhammad itu punya 7 orang anak.  Satu anak laki-laki dilambangkan dengan satu tempat ibadah yaitu surau, 6 anak perempuan dilambangkan dengan 6 rumah. Harus berhadap-hadapan fungsinya sebagai control sosial satu sama lainnya. Harus diletakan di sebelah barat dan kiblat disebelah barat. 

Kompleks Kampung Adat Pulo

 Dari enam rumah yang ada di Kampung Adat Pulo wajib  dihuni enam Kepala Keluarga (KK).  Satu rumah satu KK. Jadi apabla dikeluarga tsb sudah punya anak besar ada yang menikah,  maksimal 2 minggu dari pernikahannya harus keluar dari Kampung Pulo. Mau laki-laki atau perempuan sama harus keluar.  Kalau ada yang meninggal salah satu kepala keluarga. Diperbolehkan yang sudah menikah masuk ke Kampung Adat Pulo sebagai pengganti.  "Orang sunda bilang ngaplus. Itu pun harus anak perempaun kalau anak laki-laki tidak boleh. Karena di sini warisan jatuh ke anak perempuan", kata Pak Zaki. Kalau tidak ada anak perempuan yang berhak menempati kerabat yang lain yang punya anak perempuan yang sudah menikah. "Bagaimana dengan yang tadi  yang ada di rumah satusnya menumpang ataupun mereka pindah keluar dengan syarat memberikan santunan, atau istilahnya kerohiman atau tanah usir dari yang menempati baru" jelas Pak Zaki lagi.

Di kampung Pulo ini dipimpin seorang juru kunci atau Pak kuncen sebagai pemangku adat.  Di kampung Pulo ini ada adat istiadat yang terpelihara, satu tidak boleh berjiarah pada hari rabu. Kalau bertamasya boleh. Di sana pengantian wktu berbeda dengan Jakarrta. Karena di Kampung Pulo hari Rabu bada ashar sudah masuk kamis.  "Kalau mau jiarah diperbolehkan, karena intervalnya sudah boleh" kata Pak Zaki. 

Alasannyamengapa hari rabu dilarah jiarah karena hari Rabu, momentum umat hindu menyembah arca siwa ke Candi Cangkuang. Sedangkan Arif Muhammad pada hari Rabu menyebarkan agama islam dengan pendekatan kebudayaan.  Sehingga setelah Ia meninggal, dan kebetulan hari terbaik bagi  islam hari Jumat makanya hari rabu tidak boleh berjiarah ke makam-makan keramat ke sini dan hari Rabu juga  untuk libur bagi kuncen.  Menurut Pak Zaki dulu Cangkuang banyak dikunjungi karena sebagai Pusat peradaban.

Berikutnya di Kampung Pulo ini, tidak boleh  memukul gong besar dari perunggu.  Tidak boleh membuat rumah beratap jurai seperti prisma "Sebelah barat dan timur ada lancipnya". Alasannya, Arif Muhammad itu mempunyai seorang anak laki-laki, menurut islam anak laki-laki harus disunat. Ceritanya Sebelum di sunat anak Arif Muhammad itu diarak dan ditandu. Ketika sedang diarak, tiba-tiba datang petaka. Dengan datangnya topan yang sangat besar sehingga menimpa anak Arif Muhammad. Ia  terjatuh dan meninggal seketika.  "Dari situ leluhur kami mengatakan “hei anak cucu kami jangan sekali-kali lagi mengikuti jejak kami, atau  kata orang sunda pamali", demikian terangnya. 

Berikutnya di Kampung Pulo tidak boleh menambah atau mengurangi bangunan pokok. Bangunan di sini merupakan simbol dari keturunan Arif Muhammad. Selanjutnya Tidak boleh beternak hewan besar berkaki empat, seperti kambing, Kerbau dsb. Alasannya, Menurut Pak Zaki yang pernah meneliti langsung  dan bertanya pada orang yang tahu  mengapa tidak boleh memelihara hewan berkaki empat, jawabannya Ia  hanya bilang " Jang Pamali".  "Saya bingung kalau dibilang Pamali", katanya. Tapi tenyata banyak jawabannya. Satu untuk kestabilan ekosistem, dua menghindarkan kotoran –kotoran ke dalam makam Arif Muhammad yang dikeramatkan.   Makam Arif Muhammad Ini dikelilingi makam-makam keramat lainnya seperti Wirabaya, Pangadegan, Wirajaya, Jayasakti dsb di bukit bentuknya punden. Alasan Ketiga, terkait akidah, kebetulan di dalam candi itu ada arca Siwa. Arca siwa itu sapi. "Sapi itu dewa Nambi.  Barangkali takut disembah lagi umat  muslim", terang Pak Zaki.

Mitos yang Beredar 

Teman-teman, menurut Pak Zaki terdapat mitos seputar Arca Dewa Siwa yang ada di candi Cangkuang.

Setelah Arif Muhammad meninggal dan  Candi sudah hancur,  ada mitos. Setiap orang yang sudah berjiarah ke makam Arif Muhammad selalu memangku patung dewa siwa dengan harapan kalau terangkat maka segala keinginan terkabulkan, Itu bukti akulturasi islam.  Tadinya arca dewa siwa ini tingginya 40 cm beratnya kurang lebih 45 kg, dan itu bisa terangkat. Setelah direnovasi ditambah dudukan, jadi tambah berat  akhirnya tidak terangkat lagi. Namun muncul kepercayaan lain, karena manusia sifatnya terus mencari,  maka tidak bisa diangkat dan  tidak bisa di pengang dan malahan sekarang sudah dikunci, orang sekarang lempar uang. Mitosnya sama.  

"Kalau saya saksikan umat hindu itu untuk pundinya ada sesaji, Baru  uangnya itu di dalam sesaji itu.  Kalau NonHindu dilempar-lempar uangnya ke arca  siwa. Mitosnya seperti itu. Jadi jangan heran kalau di candi banyak uang" ujar Pak Zaki. 

Lalu di Candi Cangkuang ada ritual memandikan benda pusaka seperti keris dan batuan setiap bulan Mulud dan merupakan bulan yang spektakuler. Karena dari awal ada menyambut bulan Mulud, syukuran pertengahannya dan ada acara juga, terakahir pun ada mileuleuyankeun.  Jadi Paturay Tineung atau  selamat jalan untuk bulan Mulud.    

Oh ya sebagai tambahan, di Kampung Adat Pulo ini sekarang dihuni oleh keturunan ke 8,9, dan 10. Sementara untuk Candi Cangkuang belum ada bukti yang otentik dari kerajaan mana. Kalau menurut Mas Kartum sih diperkirakan dari Peninggalan Kerajaan Tarumanegara.  

Narsis dulu sama Awe ketika akan meninggalkan Cangkuang

Satu hal lagi, sepanjang jalan menuju Candi Cangkuang ada penjual Souvenir dan juga ada yang menjual jagung bakar ya...

Seperti itu ceritanya teman-teman. Oleh karenanya kalau kita ingin dikenang, menulislah. Niscaya jejak kita masih terpelihara. Apalagi di dunia cyber seperti ini.  Sayangkan, kalau jejaknya tidak ada heheheheehee.... Jangan Seperti Kerajaan Sunda - Galuh dimana sih patilasannya? Hilang jejaknya... dan jangan ada bakar-bakaran. Sayang khan kalau sejarah tidak ada bukti otentiknya. hehehehehe ....

Sebenarnya masih banyak yang ingin diceritakan tentang kunjungan lainnya tapi berhubung postingan ini sudah banyak ya, sudah saja diakhiri sampai sini  nanti disambung kembali dengan cerita lain. Thanks.

Akhir kata selamat menikmati sisa weekend ya ...... 
Untuk Mas Adjie, Fotografer Republika thanks ya sudah membantu kita Narsis....

NB: Untuk Republika ditunggu agenda jelajah Nusantara lainnya dengan lingkup yang lebih luas dan datangkan Narasumber yang kompeten :)

Mohon  maaf apabila ada  salah penyebutan nama maupun data dan informasi ...Terima kasih sudah mampir :)

Monday, April 2, 2012

Menjelaskan Kenaikan Harga Premium dan Solar oleh Setwapres

Yup,  seperti yang teman-teman ketahui, kenaikan BBM per 1 April ditunda. Kemarin waktu sidang paripurna ada dua opsi. Opsi Pertama, menolak kenaikan BBM, Opsi kedua, memberi ruang pada pemerintah untuk menaikkan BBM. Opsi kedua ini ada penambahan pasal 7 ayat 6a, berbunyi: dalam hal rata-rata minyak mentah Indonesia dalam kurun waktu berjalan mengalami kenaikan lebih dari 15% pemerintah berwenang untuk menyesuaikan harga BBM.
Kira-kira seperti itu catatan saya  terkait sidang paripurna kemarin.

Nah selanjutnya, saya mau share tentang kenaikan BBM ini. Ceritanya beberapa hari yang lalu, atau tepatnya minggu kemarin di kantor ada orang yang kirim  paket surat. Pas dibuka ternyata isinya buku kecil berjudul : Subsidi BBM Buat (si) Apa?: Menjelaskan Kenaikan Harga Premium dan Solar 
Pengirimnya dari Kementerian Sekretariat Negara RI: Sekretariat Wakil Presiden.

Limited Edition :)


 Menurut saya isinya menarik untuk dishare. Dari beberapa pertanyaan dan jawaban dari buku itu, saya pilah-pilah mana yang harus diutamakan untuk diposting.

1. Mengapa Pemerintah Menaikkan Hargar Premium dan Solar? 

Jawaban: 

Harga Jual Premium  dan solar saat ini, yaitu Rp. 4.500 per liter, jauh lebih rendah daripada harga pokoknya. Pemerintah harus menambal kekurangan itu dengan mengambil uang (Subsidi) dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Harga minyak dunia dan konsumsi dalam negeri yang semakin melonjak tinggi belakangan ini membuat subsidi untuk Premium dan Solar semakin besar. Dalam Menghitung APBN 2012, Pemerintah dan DPR menyepakati harga minyak mentah Indonesia sebesar US$ 90 per barel sebagai patokan. Kenyataannya, selama Februari rata-rata harga minyak mentah Indonesia saat ini sudah US$ 122,17 per barel.

Sedangkan Konsumsi Solar dan Premium juga meningkat dari 35,8 juta kiloliter pada 2010 menjadi 38,5 juta kiloliter pada 2011 lalu. Akibatnya, Subsidi untuk solar dan premium sepanjang 2012 akan melonjak dari Rp 123,6 triliun menjadi Rp 191,1 tirliun. Jika harga minyak dunia terus naik, subsidi akan menggelembung di luar kemampuan anggaran negara. Padahal, pengeluaran itu akan lebih bermanfaat jika dipakai untuk keperluan lain, misalnya, pembangunan jalan,jembatan, dermaga, kapal perintis, infrastruktur lain yang sangat diperlukan masyarakat atau untuk peningkatan pelayanan pendidikan. Masyarakat yang kurang mampu akan menikmati manfaat lebih besar jika harga premium dan solar lebih tinggi. Sebab, masyarakat yang kurang mampu bukan konsumen premium maupun solar yang terbesar.

Harga jual Solar dan Premium yang terlalu rendah dibanding harganya di luar negeri juga cenderung mendorong penyelundupan dan penyelewengan solar dan premium yang seharusnya diperuntukkan konsumen dalam negeri. yang mendapatkan manfaat dari subsidi adalah para penyelundup dan penyeleweng.

2. Apakah Pemerintah tidak Mencari Solusi Lain di luar Menaikkan Harga Premium dan Solar?
Jawaban:

 Pemerintah tidak hanya menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Untuk mengantisipasi melonjaknya defisit anggaran,  juga ada serangkaian kebijakan mulai dari penghematan pengeluaran, optimalisasi penerimaan negara dari pajak maupun non pajak, serta memanfaatkan sisa anggaran lebih (SAL) tahun lalu. Inilah sebabnya pemerintah mengusulkan RAPBN-Perubahan 2012. Secara total, serangkaian kebijakan optimalisasi anggaran ini dapat menghemat Rp. 183,6 triliun, di mana Rp 53,8 triliun diantaranya berasal dari penghematan subsidi BBM. Penghematan belanja secara besar-besaran itu dilakukan dengan mengurangi pengeluaran belanja pegawai, perjalanan dinas non operasional, pembelian barang non operasioanl maupun honorarium. Usulan pemotongan belanja pemerintah ini mencapai Rp. 60,9 tirliun. Kendati melakukan penghematan besar-besaran, pemotongan belanja Pemerintah itu terbatas padan dana non operasional sehingga tidak akan menurunkan kualitas pelayanan publik di bidang pendidikan dan sebagainya, dan tidak akan menganggu rencana pembangunan proyek-proyek infrastruktur yang sangat dibutuhkan masyarakat. Pemerintah justru mengusulkan untuk menggunakan sebagian dari penghematan subsidi untuk meningkatkan beberapa program kesejahteraan rakyat dan infrastruktur.

3. Kalau Pemerintah Bisa Mengurangi Defisit dengan Menghemat Anggaran, Mengapa Masih harus Menaikkan harga Premium dan Solar?

Jawaban:
Alasan pengurangan subsidi untuk premium dan solar bukanlah semata-mata untuk menghemat anggaran. Setidaknya ada lima alasan penting bagi kita semua untuk berkomitmen mengurangai subsidi BBM. Yakni, lebih berpihak pada si kecil, lebih hemat dan ramah lingkungan, lebih bermanfaat, lebih benar, dan lebih awet. Berikut penjelasannya:


  •  Pertama, lebih berpihak pada si kecil karena subsidi bahan bakar minyak (BBM) justru lebih membantu warga  kelompok menengah-atas yang sudah berkecukupan. Mereka lebih menikmati subsidi karena memiliki mobil pribadi. Data hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 20120 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, secara rata-rata rumah tangga kaya menikmati subsidi bensin 10 kali lipat lebih besar daripada rumah tangga miskin. Pemotongan Subsidi BBM dengan demikian merupakan pilihan yang lebih bijak dalam membelanjakan uang negara. Hasil Pemotongan subsidi itu dapat dipakai untuk membiayai berbagai program pengentasan kemiskinan dan lebih dinikmati oleh si kecil.
  • Kedua, lebih hemat dan ramah lingkungan karena pemangkasan subsidi membuat harga premium dan Solar menjadi lebih wajar. Harga premium dan solar yang jauh lebih murah dari semestinya mendorong orang boros dan ceroboh dalam mengkonsumsi. Padahal, minyak adalah sumber energi yang langka dan tidak terbarukan. pemakaian BBM yang berlebihan juga menurunkan kualitas lingkungan hidup kita. Harga BBM yang lebih realistis akan mendorong penghematan dan konversi ke sumber enegeri yang lebih bersih, terutama gas.
  • Ketiga, Lebih bermanfaat karena dana yang seharusnya habis untuk subsidi bisa dialihkan pemakaiannya untuk membiayai belanja lain yang lebih berguna bagi rakyat banyak. Anggaran bisa dipakai membiayai berbagai proyek yang memperbaiki kualitas hidup kaum kurang mampu, seperti membangun infrastruktur maupun perbaikan layanan pendidikan. Pengeluaran seperti ini dampaknya bersifat jangka panjang karena merupakann belanja modal atau investasi pemerintah. Sedangkan subsidi BBM bersifat konsumtif, sekali dipakai habis.
  • Keempat, lebih karena pemangkasan subsidi mengurangi dorongan untuk penyelewengan dan penyelundupan. Selama ini, selisih harga BBM bersubsidi dengan BBM Non-subsidi yang terlalu besar mendorong terjadinya penyelewengan dan penyelundupan ke luar negeri maupun dipakai oleh pengguna yang tidak berhak. Saat ini, harga BBM non-subsidi hampir dua kali lipat jika dibandingkan harga premium dan solar. Akibatnya, banyak pelaku industri yang tergoda untuk mengejar keuntungan secara tidak sah dengan membeli BBM bersubsidi. BBM bersubsidi  juga memberikan keuntungan besar jika diselundupkan ke luar negeri. Artinya, anggaran negera berupa subsidi yang semestinya berguna untuk  memperbaiki kesejahteraan rakyat justru lebih dinikmati penyelundup dan penyeleweng.
  • Kelima,  lebih awet karena efek positif pengurangan subsidi premium dan solar akan terasa dalam jangka waktu cukup lama. Bukan hanya bagi anggaran 2012 saja, efek positif pemangkasan subsidi BBM akan meringankan beban negara pada tahun-tahun mendatang. Porsi pengeluaran pemerintah berupa subsidi yang kurang tepat sasaran dan berdampak sementara akan menurun. Dana yang tadinya untuk subsidi itu dapat dialihkan untuk membiayai investasi infrastruktur, perbaikan sumber daya manusia, serta penanggulangan kemiskinan yang efek positifnya lebih bersifat  jangka panjang dan permanen. 


4. Jadi, Pemerintah memilih hanya menaikkan harga. Ini memang cara paling mudah, namun bagaimana dengan masyarakat yang harus menanggung beban inflasi dan kenaikan harga?

Jawaban:
Tidak, pemerintah hanya menaikkan harga dan memindahkan beban kepada masyarakat. Upaya menurunkan subsidi BBM terdiri dari empat langkah yang merupakan satu kesatuan kebijakan. keempat langkah itu adalah:
  •  Menaikkan harga
  • memberikan kompensasi kepada masyarakat
  • Mengurangi penggunaan BBM bersubsidi
  • mengkonversi penggunaan minyak ke gas
Keempatnya adalah paket kebijakan yangkait-mengait dan ada pentahapan pelaksanaannya. Pembatasan pemakaian premium dan solar, misalnya, dimulai pada mobil-mobil dinas dan kelak secara betahap akan diberlakukan secara luas. Demikian pula dengan kebijakan konversi ke gas, tetap beralngsung diawali dengan penggunaan pada kendaraan umum, terutama bus.

Kenaikan harga Premium dan solar juga langsung berlanjut dengan pemberian paket-paket kompensasi. tujuan pemberian kompensasi itu adalah meredam dampak imflasi dan penurunan daya beli masyarakat yang biasanya terjadi dalam waktu beberapa bulan setelah kenaikan harga BBM.

5.  Apa saja paket kompensasi itu?

Paket kebijakan kompensasi terdiri dari empat paket:
  • Penambahan frekuensi jatah beras untuk rakyat miskin sebanyak dua bulan, menjadi 14 kali per tahun, dari saat ini sebanyak 12 kali per tahun dengan harga tebus tetap Rp. 1.600 per kilogram
  • Pemberian Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) berupa dana tunai senilai Rp. 150.000 per bulan. Penerima bantuan ini adalah 18,5 juta rumah tangga yang mencakup 30% rumah tangga dengan tingkat sosial ekonomi terendah di Indonesia
  • Penambahan beasiswa untuk rumah tangga miskin selama enam bulan
  • Kompensasi untuk sektor transportasi sebesar Rp 5 triliun. Tujuannya, agar kenaikan tiket angkutan kelas ekonomi tidak melonjak sejalan dengan kenaikan harga premium dan solar. 
6. Bagaimana cara pembagian dan Mekanisme BLSM?

Jawaban: 
pembagian BLSM berlangsung melalui kantor-kantor pos diseluruh Indonesia. Sedapat mungkin, bantuan ini sudah cair segera setelah kenaikan harga solar dan premium berlaku. Seperti pengalaman sebelumnya,, kantor pos akan mengirimkan kartu penerima bantuan melalui kelurahan yang akan meneruskannya ke pengurus RT/RW setempat untuk dibagikan pada rumah tangga yang berhak. Berikutnya, rumah tangga penerima dapat mencairkan bantuan tunai itu di kantor-kantor pos kecamatan sesuai jadwal yang ditetapkan. Pencairannya per tiga bulan. Jadi, setiap kali pembagiannya nilainya Rp. 450.000,-

Seperti itulah teman-teman isi dari buku yang diterima kami. Tapi saya setuju, kalau pemerintah bisa mencari alternatif lain, seperti menaikkan cukai rokok, pajak kendaraan dan jangan lupa juga pajak penghasilan dari orang asing yang bekerja di Indonesia harus dinaikkan juga. Tapi dari paket kompensasi itu, saya tidak melihat kompenasi untuk kesehatan ya. Harusnya untuk Kesehatan ini dibuat istimewa juga. Mau saya, kartu askes dan sejenisnya yang kita miliki itu, bisa fleksibel. Tidak hanya bisa dipakai di rumah sakit pemerintah tapi bisa juga digunakan di rumah sakit swasta.  

Bagaimana dengan pandangan teman-teman?