Search This Blog

Saturday, July 16, 2011

Jeli Melihat Kesempatan

Tempatnya Adem
Ceritanya saya ada mengadakan kunjungan lapangan ke suatu tempat. Kebetulan ada dua agenda acara. Pertama kunjungan lapangan melihat hasil penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh sebuah instansi dan agenda kedua adalah lebih kepada pembahasan substansi. Tempat kedua acara tentu saja berbeda.

Kebetulan acaranya dimulai pada hari Jumat. Hari Jumat kemarin, sesampainya kita di tempat kunjungan lapangan kita langsung disambut, panitia yang punya acara memaparkan apa yang menjadi tupoksinya dan apa yang menjadi produknya. Kegiatan pun dihentikan karena bagi laki-laki ada sholat Jumat, nah bagi yang perempuan bisa makan siang.

Setelah makan siang itu yang perempuan sholat zuhur yang laki-laki setelah selesai sholat Jumat langsung makan siang. Sholat itu tentu tidak lama khan? sesudah sholat itu kita masih punya waktu sebelum acara dilanjutkan kembali.

Saya lihat, dibagian terbuka itu mereka memajang beberapa produk hasil penelitian mereka. Semua orang tentu bisa melihat. Lalu saya ambil foto, meskipun tidak semuanya saya ambil, tapi minimal saya punya dokumentasi. Tadinya saya berpikir, nanti khan akan ada sesi "melihat-lihat" venue....jadi, nanti saja ambil gambarnya sekalian. Kemudian saya berpikir lagi, saya khan melewatinya mengapa tidak sekarang saja saya ambil foto sebagian. Dan saya pun akhirnya mendapatkan beberapa foto.

Acara dilanjutkan kembali. Setelah pemaparan selesai, tiba-tiba panitia  mengatakan seperti ini :

"Peserta yang akan melanjutkan acara  kedua boleh langsung menuju Bis satu, sementara bagi perserta yang tidak melanjutkan acara berikutnya kita akan meninnjau lapangan" 

Saya terkejut dan  sangat bersyukur sekali, bahwa saya tadi bisa memanfaatkan kesempatan dengan baik. Tidak perlu menyesal...............

Di dalam sebuah event, atau apa pun itu bentuknya, melihat dengan jeli dan menggunakan kesempatan sebaik-baiknya itu penting...........

Friday, July 15, 2011

Ngliping Di Arab Yuk ???

Darsem, picture taken from the newspaper
Hm, percakapan di kantor pagi kemarin itu saya ada membahas sedikit tentang Kasusnya Darsem. Pada teman-teman saya katakan seperti ini, atau seperti inilah perbincangan kami...

Me: "Ternyata ya kasusnya Darsem menurut informasi yang saya baca di Twitter itu di angkat ke media oleh jurnalis arab, lalu ada seorang mahasiswa Indonesia yang membacanya, dan ini yang membuat pemerintah aware, jadi memang membaca itu sangat penting, coba kalau tidak ada yang tahu beritanya ...."

Nurul : "Kalau begitu kita ngliping saja yuk di Arab, nanti ada petugas pencari berita?"

Me: " Yuk, kita mengkliping di Kedutaan Besar Indonesia untuk Arab, nanti dapat bayaran" 

Seperti itulah teman-teman obrolan ringan di pagi hari dengan rekan yang lainnya....
Nah, pertanyaannya adalah memangnya di Kedubes itu tidak ada yang mengkliping berita dari koran ya?

Ternyata, proses mengkliping itu sangat berguna.. kita bisa mendapatkan informasi mengenai berita yang kita inginkan.... kalau untuk Kedubes bisa berita mengenai keadaan pelajar Indonesia, TKI atau yang lainnya...

Dan yang paling penting dari itu semua adalah keberadaan si kuli tinta. Jadi, terima kasihlah pada Journalis yang telah membuat berita. Kita menjadi Aware tentang peristiwa yang sedang terjadi......
Saya tidak tahu mengenai kondisi di sebuah Kedutaan itu seperti apa.

Khan, kalau ada berita tentang permasalahan yang dihadapi TKI dan itu mencuat, seperti Darsem, pastinya Pemerintah bisa melakukan tindakan preventif, orang akan berempati yang pada akhirnya akan mewujdukan empatinya itu dengan membantu memberikan sejumlah uang untuk tembusan atau bayar diyat, seperti yang terjadi pada Darsem yang  membawanya lolos dari Hukuman Pancung .............

Thursday, July 14, 2011

Masih Panjang Perjalanan Prita

Kukira kasusnya Prita dengan Omni itu sudah selesai, ternyata masih memanas. Keduanya masih memperjuangkan haknya dengan pijakannya masing-masing...

Saya memang tidak mengerti Hukum, tapi saya ingin sharing apa yang saya lihat dari Perjuangan Prita untuk mendapatkan keadilan. Pada beberapa media cetak, saya lihat Prita berjuang  sana-sini untuk mendapatkan dukungan. Diantaranya Prita mengunjungi Komisi III DPR RI yang salah satunya membidangi masalah Hukum dan HAM. Bersasarkan informasi yang saya baca di media cetak, dikatakan bahwa anggota dewan mendukung upaya Prita untuk mengajukan PK.

Tak hanya itu saja. Prita juga, meminta dukungan ke PP Muhammadiyah.  Din Samsudin merespon positif terhadap Prita dan menyanggupi untuk mengerahkan warga Muhammdiyah memberikan dukungan terhadap Prita, misalnya dukungan tanda tangan dsb.

Taken From Indopos

Pastinya apa yang sedang terjadi pada Prita itu memecah konsentrasinya...
Teringat saya pada sebuah percakapan di Drama Korea, yang baru-baru saja ini saya tonton.
Diceritakan lakon utamanya itu bekerja sebagai Pegawai Pemerintah di salah satu Dep. Kebudayaan dan Pariwisata. Kebetulan pacarnya Dia itu seorang President sebuah hotel yang terkenal.

Setiap kali si pegawai pemeritnah ini  akan mengadakan kegiatan selalu dibantu pacarnya itu dan pastinya kegiatan itu diadakan di  hotel sang pacar. Bahkan tempat dimana ia menginap pun disediakan di hotel milik sang pacar meskipun sebenarnya penginapan dia di hotel lain. 

Ada saja masalah, misalnya teman yang sirik, jadi dia selalu berhati-hati agar tidak sampai ketahuan orang kantor. Lalu masalah timbul karena sebelumnya si pegawai pemerintah ini bohong kepada publik bahwa dia telah menikah dengan sang presiden hotel walaupun akhirnya mereka berdua jatuh hati.

Nah, dari sinilah si pegawai pemerintah itu di sidang oleh pimpinannya dan terancam dipecat karena tadi masalahnya dia dibantu oleh pacarnya dan mendapatkan fasilitas yang istimewa bahkan tiket pertunjukkan yang dia gelar pun dibeli semua oleh sang pacar, walaupun pada kenyataanya dia marah juga terhadap pacarnya itu. Karena dia ingin berusaha sendiri.

Sebelum keputusan dibuat pimpinan, si Pegawai pemerintah ini disarankan oleh pimpinannya untuk memperjuangkan haknya agar terhindar dari pemecatan. 

"Kalau kamu tidak berusaha untuk dirimu sendiri, kami juga tidak bisa melakukan apa-apa"

Seperti itu teman-teman....
Jadi, ya kalau kita dalam masalah lalu kita diam, hal itu tidak akan menyelesaikan apa-apa.. kita harus berjuang untuk hak kita...dan itu yang sedang dilakukan Prita... menggalang dukungan.
Semoga kasusnya bisa terselesaikan. Saya berharapa akan ada win-win Solution....
Kalau seperti ini penyelesaiannya bagaimana ya... misalnya pihak Omni menerima keluhan Prita, tapi Prita yang sudah menyebarkan keluhannya lewat media elektronik juga membantu meyakinkan kepada masyarakat untuk tetap dapat berobat di Omni selain juga menghimbau agar rumah sakit itu meningkatkan kualitas pelayanannya?

Jadi, sudahlah jalur hukum itu diakhiri saja ...

Tuesday, July 12, 2011

Setelah Melahirkan

Bagaimana rasanya ya teman-teman,  kalau kita dianuegrahi Bayi kembar?
Wah, tentu saja ini sebuah anugerah, karena tidak semua orang bisa punya bayi kembar, kalau memang bibitnnya tidak ada. Hehehe...
Adalah teman kantor  saya Devi , yang baru saja dianugerahi dua bayi kembar. Sepasang lagi bayinya...laki-laki dan perempuan.... Dia melahirkan di salah satu rumah sakit, Depok, hari Selasa pagi, 5 Juli 2011. Mendapatkan bayi kembar dari Suaminya sebagai carrier....

Pertama kalinya mendapat kabar Bahwa Devi sudah melahirkan saya terkejut. Karena hari Seninnya itu, dia masih berkantor malah menitip dibelikan bubur. Tapi memang, kondisinya waktu itu terlihat ya mengkhawatirkan.... kakinya bengkak. Kandungannya gede karena mengandung bayi kembar. Hal yang paling membuat saya khawatir dan takut adalah usia kandungannya yang semakin besar tapi dia setiap hari pulang pergi dianter jemput suaminya naik Motor...

"Dev, bagiamana itu naik motor?"
"Sekarang agak susah, kalau duduk maju ke depan"

Tapi, ya memang semuanya itu kuasa Tuhan, tokh sampai akhir pun semuanya baik-baik saja.
Nah, ketika kita mendapatkan kabar bahwa Devi sudah melaihrkan, kita satu ruangan pergi Menjenguk  Devi. Itu pun disesuaikan dengan jam besuk ya dan memang menjelang waktunya istirahat.



Bayi Laki-Lakinya Devi
Ternyata dari 2 bayi kembar itu yang kondisinya lemah adalah bayi laki-laki... karena itu ditempatkan di tabung. Alhamdulilah ya, ketika saya menulis blog ini bayi laki-laki Devi sudah melewati masa kritisnya dan sudah bisa dibawa pulang...


Kami yang menjenguk Devi, ada Dodo, suaminya Devi, Mas Ris, Fenty,  Nurul...dll. yang tidak terfoto

Ada sudah 4 hari sejak menjenguk Devi lahiran, tiba-tiba hari Sabtu, ada yang Nge-PING  pada BBM saya. Sewaktu diperiksa itu dari Devi.

Devi  : PING!!!

Aku   : Ya, ada apa Dev? sudah pulang ke rumah?

Devi : Lagi kangen2nan aja, alhamdulilah sudah pulang kemaren sama kakak. Tp adek masih dirawat di rumah sakit. Belum boleh pulang.

Aku : Ya, Alhamdulilah ya, Istirahat ya Dev. Segera pulih. Biar nanti ngumpul bareng lagi bareng kami otree :) Salam buat Dodo, Mamah, Papah, dan semuanya ya.

Devi: Okey  deh, terima kasih ya

Aku : Yup, selamat istirahat ya :)

Devi : Okay, Met bermalam mingguan ya ;)

Aku : heheheheh, malam minggunya nonton DVD korea saja :p

Devi: Wah sebelum lahiran juga nonton korea aja tp skr jadi ngurus2 anak2 hehehe.Met nonton DVD Korea saja deh :)

Aku : otree Devi thanks :)

Bagiku tumben sekali Devi waktu itu BBM ..... apa mungkin ya, sayanya yang terlalu cuek,,,,, hehehehe... jarang bertanya kabar maksudnya ... tapi saya senang...

Lalu, hari ini, Selasa pagi juga Devi Nge-PING saya lagi .............

Devi : PING !!! lagi apa Sri?

Aku : lagi ngliping nih, Devi lagi apa? kangen nih. Biasanya pagi-pagi sudah ada Devi hehehe

Devi : Abis selesai ngasih susu kakak sama ade, sekarang mau mandi heheheheh. Emang siapa saja yang baru datang? Aku juga kangen sama teman2 di kantor.

Aku : heheheh sekarang sudah datang. .........(dipotong ya)........kapan mulai ngantor? 

Devi : Segeralah, aku juga sudah biasa ngantor. Di rumah dinasehatin mulu untuk istirahat, tp akunya susah gak bisa diem ada aja yang dikerjain. Btw surat izin cutiku belum masuk nih, biasanya 40 hari baru boleh jalan2 keluar kecuali berobat ke RS besok.

Aku : Heheheh  .... iya kalau begitu tunggu sampai pulih ya. 

Devi : Sip 

Aku : Gak ada masalah dengan bekas operasi?

Devi: Pulih sih sudah dari pulang RS, maksudnya sawan alias dilarang ke luar rumah sampai 40 hari kecuali mendesak  ;) kata dokternya gak ada. Hanya garis kaya perut yang tengah saja garis doang. 

Aku : Alhamdulilah kalau begitu mah ...

Devi : kalau ada apa-apa atau info lainnya di kantor kasih tau ya  dan kalau Jihan mau nanya tentang surat-surat tolong kash No HP aku saja ya .

Aku : Baiklah sip ...


Yup....begitulah percakapan saya dan Devi setelah proses persalinan...
Saya melihat Devi ingin cepat beraktivitas kembali .... kalau saya perhatikan pada masa kehamilannya itu, terlihat antusias sekali dan dia sudah sangat siap dengan semuanya.

Saya pernah mendapatkan informasi, kalau setelah masa melahirkan itu ada yang disebut Postpartum ... kalau tidak salah seperti itu ya... jadi itu adalah masa transisi kalau menurut saya, artinya masa peralihan dari being single menjadi a mother, terutama pada masa setelah melahirkan ... Selama masa tersebut ada Ibu yang sama sekali merasa asing kepada bayinya, tidak mau menyentuhnya dsb.. jadi, ada yang berhasil melewatinya dan ada juga yang gagal....Kalau menurut saya Devi sedang dalam masa itu, ada saya merasakan peralihan itu... meskipun itu sedikit.. misalnya ketika kami jenguk, Devi melontarkan bahwa dia sudah lama  tidak bisa lagi menonton Korea... Jadi, Dia sudah merasakan ada sesuatu yang berubah dan ada sesatu baru yang datang seperti memberikan ASI .... Tapi secara  general, boleh dikatakan Dia berhasil ...........

Maaf ya, kalau saya salah mengartikan postpartum, saya melihatnya dari sisi yang lain ....dengan kata lain postpartum adalah depresi setelah melahirkan ...

Saya berpikir, jadi , peran suami, orang tua, teman-teman dan keluarga besar itu sangat penting ternyata. Terutama dalam masa sesudah melahirkan...

Saya orangnya cuek, jadi yang saya harapkan nanti kalau menghadapi masa postpartum yang paling penting adalah peran dari suami yang dapat membuat saya menerima dengan ikhlas kehidupan yang baru: bahwa kita adalah seorang Ibu  dan memiliki anak serta memiliki peran dan tugas tertentu...

Kehamilan itu juga berarti bahwa rutinitas akan berhenti untuk sementara waktu dan harus sudah siap dengan hal itu.

Monday, July 11, 2011

Tahu Yun - Yi

Mampir dulu Yuk Beli Tahunya
Paling enak ya kalau pergi ke luar kota itu sambil kuliner. Menocba makanan baru. Nah, minggu kemarin sehabis acara kantor di Puncak, Bogor dan sebelum pulang, saya dan rekan-rekan kantor mampir dulu di Toko Yun-Yi .... yup karena toko ini brandnya adalah Tahu, maka saya pun belinya hanya berupa tahu. Tapi sebenarnya toko ini menjual roti yang rasanya berbagai macam..tapi saya tidak sedang ingin beli roti. Alasannya sih persediaan cemilan masih banyak di kosan . Jadi, cukup beli satu kantong plastik tahu.

Tahu Yun-Yi

Yup, Tahu ini yang saya beli ..

Komposisi Tahu
Tahu ini dijual pekantongnya seharga Rp. 13.000,- sedangkan kalau untuk tahu yang masak, misalnya teman-teman ingin tahunya digoreng di tempat bisa, mereka menjualnya seharga Rp. 20.000,- tapi  karena saya anak kosan dan memang ada dapur saya putuskan beli yang mentah saja. Lagipula kalau beli yang masak belum tentu habis.

Nah, kalau beli tahu  biasa dipasar tradisional 10 buah harganya sekitar Rp. 3500,-tapi apa bedanya tahu Yun-yi dengan tahu biasa? Hmm kata orang sih lembut tahunya.... setelah dicoba menurut saya juga sama seperti itu lembut, tapi catatan ya, tidak Selembut TOFU ya hehehe... tapi cukuplah untuk cemilan.

Biasanya kalau saya beli tahu, saya belinya yang tidak berwarna alias beli yang putih saja. Saya tidak suka makanan yang berwarna mencolok. Tapi untuk Tahun Yun -yi ini merupakan sebuah pengecualian. Entahlah saya hanya percaya saja, kalau Tahu ini dijual di tempat yang "resmi" alias sudah terkenal memiliki brand, rasa-rasanya mereka bisa mempertanggungjawabkannya....kalau dibaca dari komposisinya sih, katanya mereka pakai kunyit. Ya, kunyit yang kita tahu untuk memberi warna pada makanan. Itu lebih aman... 

Selain itu, kalau memasak tahu, biasanya saya merebusnya dahulu, katanya sih untuk mengamankan dari Formalin, sebaiknya sebelum dikonsumsi, tahu itu direbus dahulu. Setelah direbus, saya simpan di kulkas. Tahu yang sudah direbus terlebih dulu akan awet  di simpan di kulkas dan tidak bau...

Thursday, July 7, 2011

Candanya Orang Sunda

Sewaktu ANJAB di Puncak

 Ya, ceritanya saya sedari kemarin sampai hari ini ikut  kegiatan yang namanya ANJAB. Tidak  perlu ya dibahas panjang lebar tentang ANJABnya. Sekarang ingin intermezzo ya.

Nah, pagi ini ceritanya sebelum memulai ANJAB.. kita semua berintermezzo. Lupa lagi bagaimana awalnya tiba-tiba saja  topik pembicaraan beralih kepada saya. Ini sih gara-gara mas RIDHO yang tanya asal-usul saya... mulanya dia tanya tanah kelahiran dimana aku dilahirkan sampai  Mas Ridho tanya seperti ini:

RIDHO: "Si Sri mah sunda palsu"

Saya: " Benar  kok sunda asli" 

RIDHO: " Naon bahasa sunda lemes seuri? " (apa bahasa sunda halus untuk tertawa)? 

Saya: " Gumujeng, tahu atuh"

RIDHO:  Diam sebentar tidak berkutik, lalu bilang "bahasa sunda mah bahasa anu mudah pisan, semuanya berawalan dari A"

Mbak Natta:  " iya kata orang sunda mudah" 

Saya:  "Coba praktekkan"

RIDHO:  "Anjing Sia kamana" 

Mbak Natta: " Ya ampun Ustadz muda kita" 

Saya:  terhenyak sebentar tak percaya dengan apa yang baru diucapkannya lalu ketawa.. 

Ya, teman-temanku sekalian... maaf sebelumnya kata-katanya tidak saya sensor.. ini hanya guyonan saja. Jangan dianggap serius... Kita semua tahu laki-laki yang bernama lengkap RIDHO FAUDZI ini memang seorang ikhwan, baik  ya dan dia memang berasal dari satu kampung halaman dengan saya. Kita Sama-sama dari Tasik, yang berarti sama-sama bersuku Sunda. 

Pertama kali saya tahu mas Ridho dari tasik waktu orientasi CPNS dan baru tahu kalau dia alumnus SMAN 1 Tasikmalaya angkatan 2000.  Itu pun ketika kami bertiga, saya,  mas Erwin dan mas Ridho ngobrol-ngobrol... waktu itu mas Ridho yang bilang kalau mas Erwin juga dari Tasik.. usut diusut, eh ternyata  saya dan mas Erwin satu almamater. Kita berasal dari SMAN 2 Tasikmalaya.. alias MARTA 261... ya, kalau tidak salah itulah alamat Sekolah kami..

Tapi sayang ya, mengapa dulu terjadi perubahan nama sekolah dari SMAN 2 Tasikmalaya menjadi SMUN1 INDIHIANG... tapi alhamdulilah sekarang sudah kembali lagi ke awal SMAN 2 Tasikmalaya... tapi tetap ya di ijazah dan buku rapor kami tertera SMUN1 INDIHIANG...itu tidak bisa diubah... mudah-mudahan ke depannya tidak akan terjadi lagi yang namanya perubahan nama ..... jangan... nama itu adalah trademark .. dalam hal tertentu, perubahan nama sangat merugikan ......mungkin kami tidak banyak mengharumkan nama sekolah. Tidak ada prestasi yang diukir. Tapi saya bangga akan sekolah saya. Bangga karena bisa diterima di sana meskipun dengan nilai yang juga pas-pasan.  Dipundakku sekarang ada nama sekolah itu dan juga instansi dimana aku bekerja...

" Saya lulusan SMAN 2 Tasikamlaya yang bekerja sebagai PNS" mudah-mudahan bisa mengabdi dengan baik ..... jadi jangan ada perubahan nama lagi ya..

Balik lagi yuk ceritanya ke Mas Ridho.. Jadi, mas Ridho itu ya dia itu tidak pernah mau yang namanya salaman langsung dengan yang bukan muhrimnya. Bahkan di pegang atau disentuh pun tidak mau. Makanya, waktu orientasi dulu teman-teman suka bercandain dia.... ada yang sengaja pegang tangannya lah ... nah saya juga tergelitik untuk menoel alias menyentuhnya... lucu jadinya....  dia selalu berusaha untuk menghindar.

Makanya kalau Ridho Fauzi berkata-kata seperti di atas itu artinya dia menunjukkan sisi lain dari dirinya. Artinya dia  merasa dekat dengan kita. Ada keleluasan untuk bicara. Orang  bilang untuk membuat orang terbuka dengan dirinya sendiri, maka kita juga harus bersikap terbuka lagi.
Aku percaya dengan itu, bagaimana denganmu???

Oh ya, Mas Ridho ini pengetahuan agamanya luas. Paham yang dianutnya adalah Muhammadiyah. Saya juga pernah mendengar ceramahnya di kantor. Waktu itu menggantikan seseorang. Topik yang dia bahas ketika itu adalah tentang Tajwid atau bagaimana cara membaca Alquran dengan baik dan benar sesuai dengan ilmu tajwid.  Isi ceramahnya yang masih kuingat adalah kalau Mad itu dibaca 2 harkat.

"Masih banyak terjadi kesalahan dalam membaca Mad ini. Seharusnya dibaca 2 harkat dan salah satu cara untuk menghindari kesalahan adalah dengan cara membacanya diayun", terangnya.

Mas Ridho juga berbicara soal Gunnah.  Menurutnya Gunnah itu dibaca 3 harkat..
Setelah ceramah itu saya dan juga rekan-rekan ada keinginan untuk memintanya mengajari kami cara mengaji yang benar. Barangkali bisa dilakukan sehabis sholat zuhur seperti itu, tapi belum kami tindak lanjuti lagi tuh...

Mengetahui di kantor ini ada orang Sunda, saya merasa ada batur salembur.. artinya teman sekampung... bangga dengan orang Sunda, ternyata mereka juga ada dimana-mana...ayo lah siapapun teman-teman, suku bangsa teman-teman, lebarkan sayap kalian.......

Saya juga baru tahu kalau Suami dari Mbak Ari yang notabene masih satu kantor, dan juga ayah dari 2 orang putri ini pernah menjadi DEBT COLLECTOR.

"Saya tahu jalanan di Bandung, itu pun dulu waktu jadi Debt Collector", ujarnya..

Saya tidak bertanya tentang itu hanya mendengarkan saja.... Tuh khan kalau seseroang diajak bicara maka dia pun akan berbicara mengenai dirinya sendiri..... ada waktu ketika seseorang itu membuka dirinya sendiri tanpa diminta. 

Oh ya satu lagi, waktu prajab tahun kemarin mas Ridho menceritakan kepada kami semua, kalau dia pernah bernadzar. Nadzar nya adalah kalau dia keterima kerja akan segera menikah. Dan itu kesampaian. Jadi, menurut ceritanya teman-teman kami, Mas Ridho ini perkenalnya sangat singkat dengan Mbak Ari. Ibaratnya gayung bersambut atau pucuk dicinta ulam tiba. Nah, cerita seorang teman mengatakan kalau waktu itu perkenalannya Mas RIDHO kerumahnya Mbak ari, dan Mbak Ari pun diperkenalkan ke keluarganya, dan mereka langsung setuju untuk menikah...

Hidup seperti itu ya.. Tuhan punya jalannya sendiri...

NB: Mas Ridho ke dua dari kanan dalam gambar di atas....

Sunday, July 3, 2011

Musikal Laskar Pelangi 2

Hm ............ akhirnya saya bisa kembali lagi ke Teater Jakarta. Itu pun dengan usaha dua kali untuk mendapatkan tiketnya. Pertama kali saya datang ke Signature untuk membeli tiket, orangnya katakan bahwa tiket untuk kelas 2 habis.

Antree menunggu masuk


Lho lho, kenapa tidak telepon dulu? Sudah. Sehari sebelumnya saya telepon tempat penjualan tiketnya. Waktu itu orang diseberang sana bilang masih tersedia tiket kelas 1 dan 2. Eh sehari sesudah saya telepon tiketnya sudah habis yang masih tersedia adalah tiket VIP dan memang saya tidak telepon lagi waktu itu. Tapi seorang petugas penjual tiket memberikan jawaban yang menenangkan untuk saya. Dia bilang nanti akan ada penjualan lagi dan diberikannya No. Hpnya pada saya.

"Mbak tunggu aja, nanti akan ada lagi penjualan untuk kelas 1 dan 2, nanti kalau ada saya beritahu lagi", tuturnya.

Saya tunggu-tunggu tapi tidak ada sama sekali orangnya menghubungi saya. Oleh karenanya saya telepon orang tersebut.  Dan akhirnya kabar gembira pun aku dapatkan. Dikatakannya pada saya kalau tiket untuk kelas satu dan dua ada dijual kembali tapi untuk hari itu saja. Bersegeralah saya ke tempat penjualan tiket dan beli 2 tiket, satu untuk saya dan satu untuk teman saya. Tidak berupa tiket sih. Tapi baru voucher. Saya baru menukarnya tadi satu jam sebelum pertunjukkan dimulai.

Menonton lagi untuk kedua kalinya

Siang ini saya pergi ke TIM dengan taxi dan menonton sendiri. Lho kok sendiri? yup, karena teman saya bisanya nonton tanggal satu, hari Jumat. Sedangkan saya ngotot ingin menonton yang hari Minggu Siang. Sebenarnya saya bisa tanggal satu tapi hari Jumat khan jadwalnya hanya ada malam, dan saya malas. Tapi saya sudah coba untuk merubah tiketnya dari Hari Minggu menjadi hari Jumat tapi sayang tiket tidak bisa dirubah lagi.

Menontonlah saya sendiri jadinya. Memang tidak seru, tidak seperti yang dulu pertama kali. Dulu waktu menontonnnya khan bertiga, jadi ya sehabis pertunjukkan itu kita bisa foto-foto bareng dengan para pementasnya. Sekarang tidak foto-foto ya langsung pulang.

Nah, kalau dulu pertama kali nonton tidak ada calo ya, seingat  saya seperti itu. Tapi sekarang banyak calonya. Ada yang menawari saya tiket bahkan ada yang mau beli kelebihan tiket pada saya.

"Mbak punya tiket lebih gak, kalau ada saya beli", tuturnya.
"mau dijual kembali Pak?" ...
"Ya dijual kembali, kalau ada yang membeli untung kalau tidak ada ya rugi"....

Hehehehe saya tersenyum dan bilang tidak ada tiket lebih.

Nah, untuk Musikal laskar pelangi ke dua yang saya tonton ini para pemainnya ada yang berbeda. Ibu muslimah diperankan oleh Eka Deli. Untuk lengkapnya lihat gambar berikut ini:

Para pementas  MLP tanggak 3 Juli 2011 jam 14:00

Jadi ya teman-teman adegan di MLP baik itu yang terdahulu ataupun yang sekarang tidak berbeda jauh. Memang ada penambahan adegan tapi itu tidak banyak. Penambahan adegannya pada tarian yang dibawakan oleh para kuli.

Ya, adegan yang memukau saya dari dulu sampai sekarang itu masih sama yakni, adegan tarian yang dibawakan oleh para kuli laki-laki. Saya begitu takjub melihatnya. Mereka semua menari dengan hati. Semuanya semangat dan bernyanyi. Mereka menghayatinya. Dan untuk suara yang paling memukau di hari ini pilihan saya jatuh pada sosok Pak Bakri yang diperankan oleh Gabriel Harvianto. Energik, powerful, tebal dan merdu suaranya. Saya baru melihatnya.... Oh ya Untuk Patton sekarang dia memerankan Mahar.. Hmmm pantesan saya merasa yang jadi Mahar kok suaranya bagus hehehe...


Salah satu adegan para kuli ....


Oh ya, menurut teman saya, waktu dia nonton perdananya, ada beberapa bagian yang eror. Seperti ada yang tersangkut. Tralala........hari ini pun saya melihat ada bagian yang kurang berjalan baik. Seperti ketika ada seorang penari perempuan yang propertinya tersangkut. Alhasil dia menari tanpa properti. Tapi dia tetap menari dengan baik.
Apapun yang terjadi hari ini secara umum pertunjukkannya tetap menarik dan orang-orang pun memberikan standing ovation....

Ada insiden kecil lain. Ini berhubungan dengan penonton. Jadi, ceritanya ada seseorang yang datang duluan tapi teman-temannya datang belakangan. Oleh karenanya ada 10 kursi yang dia tandai. Saya juga tadinya mau duduk dikursi itu tapi orang itu bilang kursi itu sudah penuh. Kalau saya sih cari lagi tempat yang lain. Tapi ada seorang ibu, dia kesal dengan orang tadi...
Kalau menurut saya sih, ya sah-sah saja, orang mau kesal atau menandai kursi.. hehehehe...

Saya memang tidak merasa bosan, tapi saya berkurang antusiasmenya. Karena adegan itu saya tahu... jadi tidak seperti pertama kali menonton tumbuh rasa penasaran untuk adegan berikutnya. Pertunjukkan hari ini saya santai ya...
Nah, semoga nanti ada MLP lanjutannya ya... beda topik tentu...

Oh ya ada beberapa hal yang penting untuk diperhatikan:
  1. Mengenai tiket, teman-teman sebaiknya membeli tiketnya di agen resmi dan kalau pun kehabisan tiket, jalan pintasnnya bisa saja dengan membeli dari calo tentu dengan harga yang mahal. 
  2. Hati-hati kalau ingin membeli dari Calo. Dan pastikan tiket yang teman-teman beli itu asli. Karena saya perhatikan ketika masuk ada pemeriksaan menggunakan sinar untuk mengecek keaslian tiket kita...
  3. Harus diingat tidak boleh memotret dan tidak boleh bawa kamera, apalagi bawa makanan. Nah kalau teman-teman bawa kamera, nanti petugas akan mengamankan baterainya dulu, dan ketika pulang bisa diambil kembali tentu dengan menunjukkan buktinya...
  4. Kalau teman-teman beli tiket kelas satu atau dua, jangan datang belakangan karena kalau belakangan  bisa tidak mendapatkan tempat duduk yang strategis, kecuali sudah menitip kursi pada teman yang datang duluan. 
Dan akhirnya saya ucapkan selamat menonton. Ajaklah keluarga, teman-teman dan sahabat.... ada yang sampai dua kali terus-terusan menonton pertunjukkan ini lho....