ABOUT LIFE : NYAHO ACAN TANGTU NGARTI, NGARTI ACAN TANGTU BISA, BISA ACAN TANGTU TUMAN, TUMAN ACAN TANGTU NGAJADI :D
Search This Blog
Monday, August 30, 2010
Saya juga baru tahu takjiah ???
Yup ceritanya pagi ini teman saya bercerita. Saya lupa siapa yang mulai bertanya. Tapi intinya salah seorang teman saya bertanya Pada si P, perihal apa yang sedang dia bicarakan dengan temannya itu. Teman saya si P, bilang seperti ini "kemarin saya lagi ngomong sama teman, dia bilang lagi takjiah"... nah temanku Si P itu lalu tanya temanku Si N...apa artinya takjiah itu..temanku si N bilang "Silaturahmi"..lantas teman saya si P itu pun bilang sama temannya itu yang sedang takjiah seperti ini "oh alhamdulilah"...nah temannya heran "lho kok alhamdulilah"...nah pas di kantor teman saya T..bilang Takjiah itu khan artinya "melayat" bahasa arab. nah sontak. teman saya Si N, dan saya pada ketawa....saya ketawa karena ini benar-benar konyol dan saya sebenarnya menertawakan diri saya sendiri wong saya juga baru tahu apa artinya takjiah itu...Hmmmm...memang saya rada ignorance kalau tentang kematian...maksud saya kalau bisa saya menghindari dari hal-hal yang berbau duka cita...Oh Tuhan betapa stupidnya saya :)
Wednesday, August 11, 2010
Cerita Menyambut Hari Pertama Puasa
Beginilah cerita dari anak kos yang sedang merantau jauh dari kampung halaman dan orang tua. Kita sebagai anak kos belajar untuk mandiri. Terlebih ketika akan menghadapi bulan puasa ini. Yup, untunglah teman kosan saya mengajak catering untuk makan sahur. Dan sudahlah dimulai tadi subuh sebagai sahur kita pertama. Menu pada hari pertama sahur adalah : Tempe bacem, Ikan, sayur bayam dan melon. Sebenarnya tidak begitu mood, jadi makannya kurang afdol.... hehehe...
Dan ada lagi satu cerita di malam tadi. Ceritanya berawal dari teman saya ngajak pakai gas. Dia sendiri akhirnya beli, tapi saya tidak ikutan patungan. Saya bilang nanti kalau saya mau pakai saya bayar, kalau sekarang sepertinya saya tidak begitu membutuhkan, Toh untuk sahur sudah ada catering. Tidak berapa lama gas itu pun di pasang ke kompornya. Yang memasangnya tentu saja Bapak penjual Aqua galon kita sepertinya Bapak itu sudah biasa menghadapi gas. Dan tidak berapa lama kemudian kok, saya dan teman kos yang lain merasa parno. Dikarenakan mencium bau gas dan sepertinya ada suara mendesis dari gas yang keluar dari tabung, alhasil teman kosan saya yang satu itu bilang "udah de pak, saya belum nikah ni, rugi"...hehehe maksudnya jangan dinyalain lagi kompor gasnya. Tapi Bapak itu bilang, "tidak apa-apa, ini khan ruangannya terbuka, kalau tertutup berbahaya"...kalau saya ssih bilang seperti ini "Sudah pak, itu ada bunyi mendesis"....akhirnya selang dan regulator yang telah terpasang di buka kembali. Yup, kesimpulannya harus membeli selang dan regulator yang baru dan pas. Soalnya si Mbak belinya di pasar biasa. Tapi yang membuat sayas heran itu selang sebenarnya sudah berstandar SNI...tapi ya itu memang lebih baik belinya di supermarket atau tempat yang terpercaya. Teman saya yang membeli gas itu mengajak saya untuk membeli kompor listrik yang kecil. Saya sebenarnya lagi malas untuk keluar rumah, tapi berhubung kasihan, jadi saya pun akhirnya mengantarnya ke toko yang dekat dari kosan kami. Sesampai di Toko Elektronik, ternyata barang yang dicari tidak ada, dan selang pun tidak ada. Kita akhirnya pulang dengan tangan hampa.
Kalau dulu di kosan lama saya di Bandung, seorang teman dia perawakannya kecil tapi dia bisa menyanyi suaranya bagus, dia yang mengurus gas....yup dia beli sendiri selangnyaa, dia pasang sendiri selangnya, kita hanya mengganti uangnya saja dan alhamdulilah tidak ada kejadian apa-apa...akh memang kalau kita tahu cara menangani yang tepat pastinya aman, tapi saya masih parno...Bagaimana dengan Anda?
Note: Tadi malam saya berhasil tarawih dan tadarusan :D
Dan ada lagi satu cerita di malam tadi. Ceritanya berawal dari teman saya ngajak pakai gas. Dia sendiri akhirnya beli, tapi saya tidak ikutan patungan. Saya bilang nanti kalau saya mau pakai saya bayar, kalau sekarang sepertinya saya tidak begitu membutuhkan, Toh untuk sahur sudah ada catering. Tidak berapa lama gas itu pun di pasang ke kompornya. Yang memasangnya tentu saja Bapak penjual Aqua galon kita sepertinya Bapak itu sudah biasa menghadapi gas. Dan tidak berapa lama kemudian kok, saya dan teman kos yang lain merasa parno. Dikarenakan mencium bau gas dan sepertinya ada suara mendesis dari gas yang keluar dari tabung, alhasil teman kosan saya yang satu itu bilang "udah de pak, saya belum nikah ni, rugi"...hehehe maksudnya jangan dinyalain lagi kompor gasnya. Tapi Bapak itu bilang, "tidak apa-apa, ini khan ruangannya terbuka, kalau tertutup berbahaya"...kalau saya ssih bilang seperti ini "Sudah pak, itu ada bunyi mendesis"....akhirnya selang dan regulator yang telah terpasang di buka kembali. Yup, kesimpulannya harus membeli selang dan regulator yang baru dan pas. Soalnya si Mbak belinya di pasar biasa. Tapi yang membuat sayas heran itu selang sebenarnya sudah berstandar SNI...tapi ya itu memang lebih baik belinya di supermarket atau tempat yang terpercaya. Teman saya yang membeli gas itu mengajak saya untuk membeli kompor listrik yang kecil. Saya sebenarnya lagi malas untuk keluar rumah, tapi berhubung kasihan, jadi saya pun akhirnya mengantarnya ke toko yang dekat dari kosan kami. Sesampai di Toko Elektronik, ternyata barang yang dicari tidak ada, dan selang pun tidak ada. Kita akhirnya pulang dengan tangan hampa.
Kalau dulu di kosan lama saya di Bandung, seorang teman dia perawakannya kecil tapi dia bisa menyanyi suaranya bagus, dia yang mengurus gas....yup dia beli sendiri selangnyaa, dia pasang sendiri selangnya, kita hanya mengganti uangnya saja dan alhamdulilah tidak ada kejadian apa-apa...akh memang kalau kita tahu cara menangani yang tepat pastinya aman, tapi saya masih parno...Bagaimana dengan Anda?
Note: Tadi malam saya berhasil tarawih dan tadarusan :D
Tuesday, August 3, 2010
Menjadi Mc kondang itu ?
Yup menjadi seorang pekerja di sebuah K/L membuat kita "dekat" dengan VVIP, Artist, Pejabat eselon satu, eselon dua, dan sebagainya orang yang di dalam kehidupan kita sehari-hari, susah kita dekati. Nah, ketika kita sudah masuk dalam lingkaran mereka, bertemu dengan orang terkemuka bukan hal yang aneh lagi. Bahkan kita bisa berfoto dan berjabat tangan. Hal itu yang saya lihat di sini. Bahkan saya pun bisa tahu alasan mengapa yang menjadi MC itu si Anu tidak jadi Si B??
Yup, minggu kemarin, institusi dimana saya bekerja, menyelenggarakan sepeda gembira dengan mengundang MC dari kalangan selebritis. Mc nya sendiri adalah Helmi Yahya sedangkan Band Artis yang diundang adalah Virgin. Melihat selebritas langsung di depan mata saya, membuat saya takjub. Saya lalu berpikir inilah salah satu keistimewaan kita bekerja di sebuah K....
Kabar pertama yang saya dengar adalah panitia tadinya akan mengundang Tukul sebagai MC, dikarenakan Tukul sekarang termasuk ke dalam top list, berarti bayarannya pun meningkat seiring dengan kepopuleran yang dia raih. Tapi ketika saya melihat Helmi Yahya sebagai Mc, saya rasa Dia melakukannya dengan baik. Setiap Mc memiliki karakteristik masing-masing. Yang saya lihat dari Helmi Yahya adalah, Dia bisa menyanyi.
Nah, untuk penampilan band Virgin sendiri, mereka seperti biasanya menampilkan performance terbaiknya.
Jadi, pertanyaan saya adalah ketika seseorang sampai pada puncak popularitasnya, haruskah dia memasang tarif yang tinggi? Kalau saya lebih memilih fleksible dalam artian saya bisa tampil di mana saja, meskipun tarifnya tidak melambung tapi dengan frekuensi tampil yang banyak kita bisa mengisi pundi-pundi kita dengan baik.....
Yup, minggu kemarin, institusi dimana saya bekerja, menyelenggarakan sepeda gembira dengan mengundang MC dari kalangan selebritis. Mc nya sendiri adalah Helmi Yahya sedangkan Band Artis yang diundang adalah Virgin. Melihat selebritas langsung di depan mata saya, membuat saya takjub. Saya lalu berpikir inilah salah satu keistimewaan kita bekerja di sebuah K....
Kabar pertama yang saya dengar adalah panitia tadinya akan mengundang Tukul sebagai MC, dikarenakan Tukul sekarang termasuk ke dalam top list, berarti bayarannya pun meningkat seiring dengan kepopuleran yang dia raih. Tapi ketika saya melihat Helmi Yahya sebagai Mc, saya rasa Dia melakukannya dengan baik. Setiap Mc memiliki karakteristik masing-masing. Yang saya lihat dari Helmi Yahya adalah, Dia bisa menyanyi.
Nah, untuk penampilan band Virgin sendiri, mereka seperti biasanya menampilkan performance terbaiknya.
Jadi, pertanyaan saya adalah ketika seseorang sampai pada puncak popularitasnya, haruskah dia memasang tarif yang tinggi? Kalau saya lebih memilih fleksible dalam artian saya bisa tampil di mana saja, meskipun tarifnya tidak melambung tapi dengan frekuensi tampil yang banyak kita bisa mengisi pundi-pundi kita dengan baik.....
Friday, July 30, 2010
Buat Kemasan yang Simple!
Yup ceritanya saya senang sekali makan permen. Tapi entahlah apa cemilan itu masuk kedalam permen atau mungkin makanan tradisional yang lain. Tapi kalau menurut saya makanan yang saya sukai itu termasuk ke dalam jenis makanan tradisional, yaitu wajik/wajit. Yup nama makanannya itu adalah Ting Ting Jahe. Bahannya kalau dilihat dari kemasannya terdiri dari: Gula, Jahe, Tapioka, dan Margarin (Tidak beda jauh dari bahan wajit yang nenek saya suka buat walaupun tidak persis sama tapi ada gula dan tapioka campuran bahan membuat wajit/wajik selain ada juga bahan yang lainnya).
Saya dulu suka menolong nenek saya membuat wajik. Membantunya mengaduk-aduk adonan sampai kalis dan membungkusnya memakai kertas wajik juga. Berhubung nenek saya sudah lanjut usia, jadi sekarang jarang membuatnya lagi.
Walah nih saya bantu perusahaan itu untuk promosi. Pertama kali saya mencoba Ting ting jahe itu ketika lagi tugas di Bali. Waktu itu saya mendapati makanan tersebut tergeletak di meja. Yup panitia memberikan snack kepada kita selaku anggotanya sebagai selingan selama bertugas :D
Nah ketika mencoba saya langsung tertarik sama makanan itu. Ada rasa jahe, manis dan hangat. Ternyata snack ini tidak bergitu laris. Nah, saya ambil saja sisanya untuk bekal di jalan (pas mau pulang kembali ke Batavia). Setelah makanan itu habis, saya pun mencari-cari di salah satu supermaket yang ada di Batavia. Akhirnya saya menemukan Ting-Ting jahe...
Baiklah sekarang saya ingin membahas tentang Ting Ting Jahe pertama yang saya kenal. Dilihat dari kemasannya yang pertama saya lihat adalah dalam kemasan plastik. Seperti ini
Yah kemasan plastik seperti ini lebih memudahkan kita sebagai penikmat karena tinggal disobek saja dan kemudian langsungg kita makan isinya.
Tapi kemudian yang terjadi adalah ketika Ting-Ting jahe saya habis, saya pun mulai mencari supply lagi. Dan Ketika saya mencarinya di Blok M, hasilnya Nihil. Yup aya tidak menemukannya di supermarket Blok M. Beberapa hari kemudian saya pun mencari lagi ke Supermarket yang dulu saya mendapatinya. Hm hm...saya pun dapat kemasannya berbeda. Satu bungkus isinya terdiri dari beberapa bungkusan kecil. Setiap bungkusan kecil itu ada 8 kemasan ting ting jahe yang dikemas seperti ini.
Tapi saya kurangg suka dengan kemasan ini. Kemasan ini terbuat dari kertas. Ketika saya membuka kertas itu ternyata di dalam nya masih ada dibungkus satu lembar kertas lagi.
Duh kemasan yang seperti ini tidak praktis. Belum lagi kalau terbuka sedikit langsung dikerubuti semut. Nah, saya menghimbau kepada produsennya untuk tetap memproduksi Ting Ting Jahe dalam kemasan Plastik. Mengapa? supaya praktis dan isinya pun lebih banyak apabila dibandingkan dengan kemasan dari kertas. Oh ya satu lagi, saya mencari label halal MUI tapi tidak ada ya. Mudah-mudahan saja semuanya aman..dan yang belum ada label halal MUI segera diurus ya..Thanks
Saya dulu suka menolong nenek saya membuat wajik. Membantunya mengaduk-aduk adonan sampai kalis dan membungkusnya memakai kertas wajik juga. Berhubung nenek saya sudah lanjut usia, jadi sekarang jarang membuatnya lagi.
Walah nih saya bantu perusahaan itu untuk promosi. Pertama kali saya mencoba Ting ting jahe itu ketika lagi tugas di Bali. Waktu itu saya mendapati makanan tersebut tergeletak di meja. Yup panitia memberikan snack kepada kita selaku anggotanya sebagai selingan selama bertugas :D
Nah ketika mencoba saya langsung tertarik sama makanan itu. Ada rasa jahe, manis dan hangat. Ternyata snack ini tidak bergitu laris. Nah, saya ambil saja sisanya untuk bekal di jalan (pas mau pulang kembali ke Batavia). Setelah makanan itu habis, saya pun mencari-cari di salah satu supermaket yang ada di Batavia. Akhirnya saya menemukan Ting-Ting jahe...
Baiklah sekarang saya ingin membahas tentang Ting Ting Jahe pertama yang saya kenal. Dilihat dari kemasannya yang pertama saya lihat adalah dalam kemasan plastik. Seperti ini
Yah kemasan plastik seperti ini lebih memudahkan kita sebagai penikmat karena tinggal disobek saja dan kemudian langsungg kita makan isinya.
Tapi kemudian yang terjadi adalah ketika Ting-Ting jahe saya habis, saya pun mulai mencari supply lagi. Dan Ketika saya mencarinya di Blok M, hasilnya Nihil. Yup aya tidak menemukannya di supermarket Blok M. Beberapa hari kemudian saya pun mencari lagi ke Supermarket yang dulu saya mendapatinya. Hm hm...saya pun dapat kemasannya berbeda. Satu bungkus isinya terdiri dari beberapa bungkusan kecil. Setiap bungkusan kecil itu ada 8 kemasan ting ting jahe yang dikemas seperti ini.
Tapi saya kurangg suka dengan kemasan ini. Kemasan ini terbuat dari kertas. Ketika saya membuka kertas itu ternyata di dalam nya masih ada dibungkus satu lembar kertas lagi.
Duh kemasan yang seperti ini tidak praktis. Belum lagi kalau terbuka sedikit langsung dikerubuti semut. Nah, saya menghimbau kepada produsennya untuk tetap memproduksi Ting Ting Jahe dalam kemasan Plastik. Mengapa? supaya praktis dan isinya pun lebih banyak apabila dibandingkan dengan kemasan dari kertas. Oh ya satu lagi, saya mencari label halal MUI tapi tidak ada ya. Mudah-mudahan saja semuanya aman..dan yang belum ada label halal MUI segera diurus ya..Thanks
Tuesday, July 20, 2010
Ke TMII
Yup, ceritanya sabtu kemarin tanggal 17 Juli 2010n saya bersama dengan adek saya pergi ke TMII.
Duh dikiranya mau mahal masuknya tapi ternyata harganya masih terjangkau oleh kita-kita.
Nah, berhubung ke TMII adalah pengalaman saya yang pertama ya karena saya memang belum pernah pergi kesana sebelumntya jadi saya sangat antusias saja.
Rute yang saya tempuh dari Kosan saya, oh ya karena saya tinggalnya dekat dengan Blok M, jadi saya ambil rute BLOK M - Harmoni (Transit) - PGC (pusat Grosir Cililitan) dan dari sana naik Angkot.. sampailah ditujuan akhir TMII.
Habis berapakah uang yang saya habiskan ...Hmm sebenarnya tidaklah besar ...begini perinciannya
Ongkos Trans Jakarta Rp. 3500,- PP jadi RP. 7000,-,..Naik angkot AT15 sampai ke TMII hanya Rp. 2500,-
Nah untuk masuk ke TMII nya sendiri murah kok yang dewasa dikenai biaya Rp. 9000,-
Dan kalau sudah masuk TMII terserah kita mau mengunjungi anjungan atau objek mana saja. Tapi dikarenakan halaman TMII yang luas, jadi mereka menyediakan kendaraan keliling atau mobil wisata. Harganya juga murah kok hanya Rp. 3000, dan kita pun bisa menyewa sepeda atau motor..ada kok di TMII, tapi saya lebih menyukai pakai mobil wisata keliling yang harganya murah...tapi memang kalau kita ingin menikmati anjungan atau beberapa objek kita bisa sewa sepeda atau motor ( kalau gak salah jenis skuter yang mereka sediakan)...
Pokoknya banyak sekali fasilitas hiburan yang bisa kita pakai di sana dengan berbagai macam harga....saya sih yang paling berkesan adalah menikmati kereta gantung atau Skylift..yup harganya agak mahal Rp. 25000,- tapi itu menantang adrenalin...duh smpai saya berdebar-debar...ada bunyi annoying ketika kereta gantung itu melewati yang kata petugasnya bilang "rem"....jadi ada bunyi 'dug--dug--dug'....pokoknya anda ketika ingin menikmati skylift harus persiapkan mental dulu...
Duh dikiranya mau mahal masuknya tapi ternyata harganya masih terjangkau oleh kita-kita.
Nah, berhubung ke TMII adalah pengalaman saya yang pertama ya karena saya memang belum pernah pergi kesana sebelumntya jadi saya sangat antusias saja.
Rute yang saya tempuh dari Kosan saya, oh ya karena saya tinggalnya dekat dengan Blok M, jadi saya ambil rute BLOK M - Harmoni (Transit) - PGC (pusat Grosir Cililitan) dan dari sana naik Angkot.. sampailah ditujuan akhir TMII.
Habis berapakah uang yang saya habiskan ...Hmm sebenarnya tidaklah besar ...begini perinciannya
Ongkos Trans Jakarta Rp. 3500,- PP jadi RP. 7000,-,..Naik angkot AT15 sampai ke TMII hanya Rp. 2500,-
Nah untuk masuk ke TMII nya sendiri murah kok yang dewasa dikenai biaya Rp. 9000,-
Dan kalau sudah masuk TMII terserah kita mau mengunjungi anjungan atau objek mana saja. Tapi dikarenakan halaman TMII yang luas, jadi mereka menyediakan kendaraan keliling atau mobil wisata. Harganya juga murah kok hanya Rp. 3000, dan kita pun bisa menyewa sepeda atau motor..ada kok di TMII, tapi saya lebih menyukai pakai mobil wisata keliling yang harganya murah...tapi memang kalau kita ingin menikmati anjungan atau beberapa objek kita bisa sewa sepeda atau motor ( kalau gak salah jenis skuter yang mereka sediakan)...
Pokoknya banyak sekali fasilitas hiburan yang bisa kita pakai di sana dengan berbagai macam harga....saya sih yang paling berkesan adalah menikmati kereta gantung atau Skylift..yup harganya agak mahal Rp. 25000,- tapi itu menantang adrenalin...duh smpai saya berdebar-debar...ada bunyi annoying ketika kereta gantung itu melewati yang kata petugasnya bilang "rem"....jadi ada bunyi 'dug--dug--dug'....pokoknya anda ketika ingin menikmati skylift harus persiapkan mental dulu...
Selain itu, kita masih bisa berfoto ria bersama dengan Clown yang berkostum berwarna-warni. Nah jangan takut ya, karena di dalam boneka yang besar itu adalah manusia. Tapi Kalian jangan lupa sehabis berfoto dengan para clown atau boneka besar yang berisi orang itu, kalian harus bayar, alias memberi uang. karena pengalaman saya dulu saya lupa, sehabis foto malah pergi. ALhasil boneka besar itu mengegrak-gerakkan saku depannya pertanda dia minta bayaran. Duh, maaf ya saya yang kurang sensitif...hehe
Jadi untuk kalaian semuanya,selamat menikmati liburan bersama keuarga ya.
Thursday, July 15, 2010
Oleh-oleh Umrah dari Boss
Ceritanya ada dua minggu Boss Kami melakukan ibadah umrah.Nah beliau ini baru kembali kemarin pagi. Yang membuat saya takjub adalah bukannya ambil satu hari untuk beristirahat setelah menunaikan ibadah umrah.Eh ini malah berangkat ke kantor. Yup Boss Kami ini setelh tiba di kediamannya, beristirahat sejenak lalu melanjutkan tugas ke kantor. Idih....rajin sekali. If I were Him, mungkin saya akan beristirahat sejenak.
Nah hari ini Boss kami itu membagi-bagikan oleh-oleh dari Tanah suci. oleh-olehnya sendiri ada kacang arab, ada peci ..pokoknya lihat saja oleh-oleh yang saya dapatkan ini.
Yup saya jadi teringat beberapa tahun yang lalu, kita menanti oleh-oleh dari nenek yang pergi menunaikan ibadah ahji. Nah pasti my beloved grandma datang kita pada buka-buka kopernya dan memilah-milah oleh-oleh mana saja yang kita pingin...duh rasa-rasanya ingin pergi ke tanah suci. ..Selamat untuk anda yang sudah pernah mengunjungi Rumah Tuhan...Thanks ...
Nah hari ini Boss kami itu membagi-bagikan oleh-oleh dari Tanah suci. oleh-olehnya sendiri ada kacang arab, ada peci ..pokoknya lihat saja oleh-oleh yang saya dapatkan ini.
Yup saya jadi teringat beberapa tahun yang lalu, kita menanti oleh-oleh dari nenek yang pergi menunaikan ibadah ahji. Nah pasti my beloved grandma datang kita pada buka-buka kopernya dan memilah-milah oleh-oleh mana saja yang kita pingin...duh rasa-rasanya ingin pergi ke tanah suci. ..Selamat untuk anda yang sudah pernah mengunjungi Rumah Tuhan...Thanks ...
Tuesday, July 13, 2010
AKhirnya Dapat KTP Batavia
Aha, akhirnya dapat KTP Batavia. Terima kasih Pak wal sudah ikut ribet ngurusin.
Pembuatan KTP tersebut berlangsung lumayan agak lama yaitu sekitar 2 minggu dan menghabiskan biaya sekitar Rp. 300.000, Yup saya berani dan mau membayarnya. Dikarenakan saya ingin terima rapih tidak mau ribet ngurusin persayaratan yang lainnya. Semisal, kalau kita ingin membuat KTP Batavia, kita harus melengkapi persyaratan pindah tinggal dari daerah asal. Seperti surat keterangan dari RT/RW, Surat SKCK dari Kepolisian. Sebenarnya saya bisa meminta bantuan orang tua tapi mereka juga ujung-ujungnya akan menyurh yang lainnya, karena memang mereka juga "sibuk". Nah, saya sendiri mana ada waktu untuk pulang kampung.
Untutk proses pembuatan KTP Batavia sendiri seperti ini:
1. Saya datang langsung ke Kantor Kelurahan
2. Membawa fotokopi KTP lama
3. Menunggu input data di Kantor Walikota untuk mendapatkan NIK
4. Saya menunggu dua minggu untuk dipanggil kembali dan diambil sidik jari serta di Foto
5. Setelah beberapa hari KTP saya pun jadi.
Oh ya untuk fotonya sendiri dilakukan secara langsung di Kantor Kelurahan. Jadi, tidak menggunakan foto lama kita melainkan menggunakan foto yang ter-up to date. Tapi mudah-mudahan saja ke depannya pembuatan KTP ini tidak memakan waktu sampai berminggu-minggu ya....karena fotonya sudah canggih bisa dilakukan secara langsung begitu pun denga fingerprint sudah dilakukan secara modern...
Sekarang saya tinggal menunggu kartu keluarga. Karena saya sekalian membuat KTP sekalian membuat Kartu keluarga. Datanya sendiri tentu saja dilihat dari KTP saya, dengan alamat kantor Kelurahan dimana saya membuat KTP. Dikarenakan untuk pembuatan KTP ini saya tidak ikut ke keluarga yang lain dan sysa juga tidak perlu melengkapi persyaratn lainnya. Karena kata Pak Wall, setiap Kelurahan memiliki kebijakan-kebijakan sendiri. Nah ini kebijakan mereka menurut saya tidak ribet jadi saya tidak perlu pulang kampung untuk mengurus persyaratan yang lazimya digunakan ...Nah PR saya adalah pergi ke Kantor Pajak untuk membuat NPWP. Terima kasih Pak wall. Saya tadinya mau kasih insentif tapi ditolak sama Pak wall.. Sedangkan PR saya yang lainnya adalah tinggal mencari calon suami ya :)
Pembuatan KTP tersebut berlangsung lumayan agak lama yaitu sekitar 2 minggu dan menghabiskan biaya sekitar Rp. 300.000, Yup saya berani dan mau membayarnya. Dikarenakan saya ingin terima rapih tidak mau ribet ngurusin persayaratan yang lainnya. Semisal, kalau kita ingin membuat KTP Batavia, kita harus melengkapi persyaratan pindah tinggal dari daerah asal. Seperti surat keterangan dari RT/RW, Surat SKCK dari Kepolisian. Sebenarnya saya bisa meminta bantuan orang tua tapi mereka juga ujung-ujungnya akan menyurh yang lainnya, karena memang mereka juga "sibuk". Nah, saya sendiri mana ada waktu untuk pulang kampung.
Untutk proses pembuatan KTP Batavia sendiri seperti ini:
1. Saya datang langsung ke Kantor Kelurahan
2. Membawa fotokopi KTP lama
3. Menunggu input data di Kantor Walikota untuk mendapatkan NIK
4. Saya menunggu dua minggu untuk dipanggil kembali dan diambil sidik jari serta di Foto
5. Setelah beberapa hari KTP saya pun jadi.
Oh ya untuk fotonya sendiri dilakukan secara langsung di Kantor Kelurahan. Jadi, tidak menggunakan foto lama kita melainkan menggunakan foto yang ter-up to date. Tapi mudah-mudahan saja ke depannya pembuatan KTP ini tidak memakan waktu sampai berminggu-minggu ya....karena fotonya sudah canggih bisa dilakukan secara langsung begitu pun denga fingerprint sudah dilakukan secara modern...
Sekarang saya tinggal menunggu kartu keluarga. Karena saya sekalian membuat KTP sekalian membuat Kartu keluarga. Datanya sendiri tentu saja dilihat dari KTP saya, dengan alamat kantor Kelurahan dimana saya membuat KTP. Dikarenakan untuk pembuatan KTP ini saya tidak ikut ke keluarga yang lain dan sysa juga tidak perlu melengkapi persyaratn lainnya. Karena kata Pak Wall, setiap Kelurahan memiliki kebijakan-kebijakan sendiri. Nah ini kebijakan mereka menurut saya tidak ribet jadi saya tidak perlu pulang kampung untuk mengurus persyaratan yang lazimya digunakan ...Nah PR saya adalah pergi ke Kantor Pajak untuk membuat NPWP. Terima kasih Pak wall. Saya tadinya mau kasih insentif tapi ditolak sama Pak wall.. Sedangkan PR saya yang lainnya adalah tinggal mencari calon suami ya :)
Subscribe to:
Posts (Atom)






s
