Search This Blog

Wednesday, June 6, 2012

Apabila Transaksi Melebihi Limit

Akhirnya jadi bertransaksi dengan kartu kredit.. karena penggunaan yang pertama jadinya masih meraba-raba.
Hari Sabtu yang lalu, aku pergi ditemani Nurul ke Fatmawati, menuju sebuah toko kamera dan merupakan tempat yang sama di mana dulu beli kamera digital.

Barang yang dicari tentu kamera SLR Tipe Canon EOS 60 D. Aku tahu barang itu ready stock dari BBM tokonya, karena sebelumnya khan tanya-tanya dulu. Biar kalau pergi itu tidak sia-sia.
Sesampainya kita di toko kamera itu lihat-lihatlah barangnya dan ketika akan bertransaksi sejumlah uang aku tanyalah call center bank yang mengeluarkan produk kartu kreditku.

Ternyata pilihan pertamaku jatuh sama CANON EOS 60D, Let's hunt  :)


"Mas mau tanya penggunaan kartu kredit, ceritanya saya mau beli kamera, kira-kira bank memberi charge berapa ya" tanyaku.

"Bank tidak memberikan charge tapi toko yang memberikan. Mbaknya sudah transaksi belum?" tanya costumer center itu.

"Oh belum bertransaksi"

"Mbaknya bertransaksi dulu, nanti kalau sudah bertransaksi hubungi kami kembali"

Kira-kira seperti itu teman, percakapan babak pertama.

Jadilah aku  membeli EOS 60 D lengkap dengan filter, dan juga fastbacknya (tas punggung khusus kamera).

Lalu, menuju kasir. Di kasir ini saya bilang sama mbaknya untuk menjumlah total berapa belanjaanku.

"Mbak ini dihitung dulu, nanti dari jumlah total disisakan Rp. 3 juta,  karena itu yang akan dikredit"
(Gak papalah ya pembaca jadi tahu limitnya berapa)

Transaksi pun diproses. Ada dua transaksi. Pertama Transaksi cash dengan menggunakan kartu debit. Kedua, transaksi kredit dengan kartu kredit tentunya.

Nah, pas waktu mau transaksi kredit, si mbaknya bilang, jumlah kredit yang akan menjadi tanggunganku itu kena charge Rp. 3%, karena mesin geseknya menggunakan mesin gesek dari produk beda bank dengan kartu kreditku. Kalau dinominalkan 3% dari Rp 3 juta itu adalah Rp. 90.000,- jadi total kredit yang harus aku bayar dengan charge Rp. 3.090.000,-   Jumlah itu yang aku masukan kredit.

Ceritanya sudah pulang dari toko,  saya telepon call center kartu kredit, menanyakan cara pembayaran.

"Oh mbak transaksinya sudah masuk sejumlah Rp. 3.090.000, tapi mohom maaf tidak dapat diproses karena melebihi jumlah limit. Seharusnya Rp. 3 juta pas. Lebih dari Rp. 1, pun tidak bisa diproses"

(aku lalai, harusnya yangRp. 90.000 dibayar cash sisanya dikredit, aku sadar sebenarnya cuma terkesan membiarkan, jadi "biarkan saja nanti kita lihat apa yang terjadi" begitu istilahnya)

"Jadi saya harus bagaimana", tanyaku.

"Oh transaksinya harus di cancel dulu oleh tokonya, lalu yang Rp. 90.000,- mbak bayar tunai baru nanti sisanya bisa dikredit".

Karena tidak puas dengan jawabannya, saya telepon lagi call center. Yang menerima pun berbeda. Dari sekian call center yang saya tanya hampir jawbannya sama, katanya tidak bisa diproses.  Sudah seperti ini saya hari Minggunya pergi ke tokonya lagi, maksudnya mau minta mereka untuk mencancel transaksi atau dengan kata lain minta prosesnya diulang.

Si kasir yang saya jumpai hari Sabtu itu bilangnya tidak bisa dicancel karena transaksinya sudah berhasil. Dia bilang tunggu beberapa hari. Kalau uangnya sudah masuk ke mereka tidak perlu dicancel. Lalu dia bilang "Apa konsekuensinya kalau tidak dicancel"

"Kalau tidak bisa dicancel saya tidak bisa membayar mbak, karena banknya tidak mau memperoses" terangku polos.

"Ya udah kalau gitu tunggu saja sampa hari senin, nanti saya kabari lagi, mbaknya tempat tinggalnya gak jauh khan".  Kata sang kasir itu.

"Dekat kok mbak, ini kartu pertamaku dan transaksi pertamaku" menegaskan. 

Lalu apa yang terjadi kemudian?
Kemarin hari Selasa, saya dapat telepon dari  Mbak kasir itu. Dia bilang kalau transaksinya berhasil atau bank sudah melunasi kredit atau jumlah terutang saya.

Oalah pantesan si mbaknya malas mencancel transaksi rupanya seperti itu teorinya. Tunggu dua sampai tiga hari untuk mengetahui berhasil atau tidaknya transaksi pembayaran oleh bank.  Karena masih  belum jelas dengan urusan kredit, lalu saya telepon call center kartu kreditku.

"Mbak saya sudah beli kamera, tapi saya lalai, kredit yang saya ajukan melebihi batas limit, kata call center yang saya hubungi beberapa waktu yang lalu tidak bisa diproses, tapi kata toko dimana saya belanja transaksinya berhasil dan sudah dibayar sama banknya, bagaimana ini mbak?" tanya ku

"Oh, kalau lebih dari limit memang tidak bisa diproses. Cara pembayarannya tetap bisa melalui cicilan, tapi dengan bunga retail sebesar 2,95% fix,  dan mbak bisa memilih batas minimum pembayaran sejumlah 10% dari jumlah yang terutang atau membayar  maksimum atau lunas"...

Legalah aku mendengar penjelasan dari call center kali ini.

"Lalu, kalau yang bisa diproses itu maksudnya seperti apa sih" ...

"Kalau yang bisa diproses itu maksudnya transaksi kredit sesuai dengan batas limit yang diberikan, dan mendapat bunga fix sebesar 0,8 persen, dan kita bisa memilih tenor waktunya".

Oh seperti itu rupanya. Jadi, jangan khawatir teman, meskipun  melebihi limit tetap dibayar sama banknya namun itu bunganya besar ya. Seperti yang sudah disebutkan di atas. Tapi lebih baik sesuai dengan limit supaya dapat bunganya yang kecil.

Dan satu hal lagi, bank belum bisa mengirim tagihan kalau jatuh temponya belum masuk ya.
Aku sudah hitung ya, khan kata teman jangan ambil pembayaran yang minimum, jadi kalau saya ambil pembayaran pertama 20 persen dari total terutang lalu berikutnya, 30 persen dan selanjutnya ditambah dengan bunga ya, bisa 4 kali pembayaran. Kalau dapat rezeki bisa kurang dari itu.

Oh ya, ternyata maksud aku dengan menanyakan pada bank "charge" itu mestinya adalah "bunga" ya istilahnya. Ya iyalah pantesan mereka bilang tidak memberikan charge hehehehe...  benar-benar ngeblank ...

Hal itu semua tidak masalah, namanya lagi belajar mencari pengalaman baru. Sekarang targetnya menaikkan batas limit ya...
Akh saya mau menikmati hidup heheheheheee..............

  

Sunday, June 3, 2012

Danau Limboto, Gorontalo

Inih dia Danau Limboto yang tercaptured melalui Video.





Oh ya catatan ya:  Kedalaman Danau ini sekarang 2 (dua) meter ya bukan 2000 meter seperti yang terdengar di Video. Heehehe, maklum kurang sinkron terkadang. Kalau dahulu tahun 1930 kedalamannya mencapai 15-30 meter. Sementara luasnya dari 8000 (delapan ribu) hektar sekarang berkurang menjadi, 2000 hektar.  Dan keadaannya bisa dilihat di video itu, tumbuh eceng gondok dipermukaannya.
Bisa kita bayangkan kalau dahulu Presiden Pertama kita mendarat di Danau Limboto dengan pesawat Amfibi berarti dahulu  kondisi Danau Limboto sangat indah ya.  

Wednesday, May 30, 2012

Kartu Kredit Pertamaku

Hari ini benar-benar hari bersejarah harus dimomentumkan heheheee... Apa coba?
Pokoknya mau dikata kampungan itu tidak masalah ya. Intinya lagi senang saja hari ini, Rabu, 30 Mei 2012.

Ceritanya begini,  sewaktu lagi fokus-fokusnya gak mau ada yang ganggu apalagi disuruh karena lagi buat release, tiba-tiba Mbak Lin teriak.... "Tuh Sri berhasil"...
Ada apa pikirku, masih belum sadar, lalu waktu kulihat ada seorang Bapak-bapak pengantar surat bediri aku langsung mengerti, sontak menjerit hehehehe.... menjerit kegirangan gitu. Biasalah dari dulu kalau dapat kebahagiaan seperti misalnya dapat nilai yang bagus, suka berteriak, makanya teman-temanku dulu ada yang bilang "si riweuh" .... Ya, tidak setiap hari khan riweuhnya itu mah tergantung dari momentnya. Ada tidak momentnya sehingga kita bisa meluapkan kegembiraan itu dan tidak perlulah didramatisir apa kata orang :)


It has been approved :)
Yup, ternyata ya aku juga latah ikut gaya hidup di Ibu Kota. Lho apa maksudnya? ya,  Mereka yang setiap hari kita saksikan dengan gayanya yang up to date itu pastilah salah satunya didukung dengan credit card. Mungkin tidak semua orang mengandalkan credit card, tapi percayalah orang itu bisa berganti-ganti gaya hanya karena sebuah kartu ajaib.

Pertanyaannya sekarang bisakah orang yang tidak punya credit card bisa mengupdate misalnya gadget?
Jawabannya tentu bisa. Ada seorang temanku yang biasanya dia membeli gadget terbaru dengan menggunakan kartu kredit milik pihak ketiga atau dari temannya lagi. Di kantor kami itu ada yang punya kartu kredit banyak dan biasanya memang dia bersedia untuk membantu yang lainnya yang ingin ambil kredit. Malah, dia yang bersemangat mencarikan perbandingan harga gadget dari satu toko ke toko lain. Memang, sih Mbak Nia itu orangnya smart dan teliti dalam pemakaian kartu kredit.

Seperti kejadian waktu itu, ketika temanku membeli kamera dengan menggunakan fasilitas kartunya, dia menemukan ada perbedaan harga dari satu toko ke toko lainnya, dia sampai mengecek dan mempertanyakan langsung ke penjualnya. Padahal ya, kalau menurut kita sih, untuk apa dia capek-cape cek harga dan konfirmasi ke penjual, tokh bukan dia yang membeli melainkan orang lain, tapi itulah sekiranya kita jangan mau jadi konsumen yang hanya terima ya-ya saja tanpa mempertanyakan sesuatu yang tidak jelas.

Lalu, apa sih mauku sampai segitunya ingin punya kartu kredit?
Heheheee, iya ada tiga Gadget yang memprovokasi pikiranku:
  1. Ipad, whuaaa,  mau sekali punya Ipad ini, pikirku karena aku suka ngeblog. Jikalau punya Ipad ini setidaknya bisa menambah semangat untuk menulis dan bisa diakses dengan mudah dimana saja tentu selain  praktis juga bawaannya. 
  2. Kamera EOS 60 D. Yup, masih teringat waktu itu di ruangan, aku berkoar-koar ingin EOS 60 D.  Eh, malah temanku Nurul, yang berhasil mewujudkan mimpiku terlebih dulu.  Aku masih mikir-mikir waktu itu, antara mau dan sayang uang. Makanya aku niatkan saja untuk nunggu suatu saat jika punya kartu ajaib :)
  3. Galaxi Note/Iphone, ya gadget yang ketiga ini pilihan saja ya. Yang utamanya sih No 1 dan 2. 
Sebenarnya ya, membeli tunai suatu gadget itu masih mampu, tapi sayang khan kalau harus bayar tunai sejumlah anu, jadi lebih  baik kita bayar nyicil lah dan gunakan uang tunai yang ada untuk urusan yang lain. Seperti itu kira-kira yang ada dibenakku itu.

Oh ya, dibalik keberhasilan mendapatkan kartu ajaib ini ada peran dari adek dan nenekku heheee... Ya, ceritanya khan aku sudah mengajukan kartu kredit pada salah satu bank, tapi sampai saat ini tidak diapproved. Mungkin faktor orang ketiga ya untuk konfirmasinya gak jelas. Dan memang Saldo di rekening bank ini minim. Karena bank ini khan aku pakai hanya untuk transfer salary saja bukan untuk menabung. Hm... tapi entahlah apakah saldo di rekening itu berpengaruh atau tidak.

Nah, karena ditunggu-tunggu gak kunjung datang makanya buat permohonan baru. Kali ini permohonannya di Bank dimana adekku bekerja. Ya ceritanya dibantu dialah. Dan untuk konfirmasinya aku mencantumkan nenekku. Ya, lengkap sih ada ada nop Telp rumahnya.  Dan berhasil. Kartu Kreditku yang pertama, hehehehee THANKS YA ...

NB: Orang di ruangan mewanti-wanti supaya tidak lupa bayar tagihan kalau sudah diaktifkan. Tenang saja bro :)

Sunday, May 27, 2012

Jembatan Kota Intan "Drawbridge"

Okey teman-teman, ini dia tayangan Jembatan Kota Intan "Drawbridge" di Kawasan Kota Tua yang saya kunjungi beberapa waktu yang lalu bersama Komunitas Jelajah Budaya. Silahkan dinikmati.



Jangan Lupa ya untuk berkunjung ke sana. Tks :)

Thursday, May 24, 2012

Pertunjukkan Les Yeux Noir

Okey teman-teman ini dia pertunjukkan Les Yeux Noir yang saya rekam beberapa waktu yang lalu di Gedung Kesenian Jakarta. Sayangkan kalau tidak saya publish di blog meski sudah saya publish di Youtube. Selamat Menikmati saja ya :))

SATU
DUA

TIGA

EMPAT


Semoga menikmatinya ya dan Selamat beraktivitas ......

Sunday, May 20, 2012

Menelusuri Kali Besar Barat - Timur Sampai Jembatan Kota Intan

Thanks to KJB (Komunitas Jelajah Budaya) yang kemarin sudah ngajak kita menelusuri Kali Besar Barat -Timur sampai Jembatan Kota Intan dan menikmati pula bangunan tua peninggalan kolonial Belanda yang masih tersisa saat ini.

Kalau saja jadi pulang kampung maka tidak akan transfer sejumlah uang dan tidak akan pernah ada cerita hari Sabtu Sore dan bisa dipastikan sampai saat ini tidak tahu dimana letak Kali besar dan, toko merah dan Jembatan Kota Intan yang aku tahu ceritanya dari Majalah itu.

Setelah ke sana kemarin sore itu,  ohh terkejut sekali, ternyata Jembatan Kota Intan dan Toko Merah itu letaknya ada di belakang dari Taman Fatahillah lho... Hello, kemana saya aku :))

Jadi ya, kalau aku mau main ke Kota Tua itu biasanya mengunjungi Taman Fatahilah dan Museum yang ada di sekitarnya. Rutenya khan dari pertama kita berhenti di Halte Busway Stasiun Kota itu turun ke bawah jembatan lalu naik ke tangga atas sebelah kiri lalu belok ke kanan, sampailah kita di Museum Bank Mandiri. Dari Museum Bank Mandiri ini kita jalan saja lurus sampai ujung Museum Bank Indonesia lalu menyeberanglah dan sampailah kita di Taman Fatahilah Kota Tua. Oh ya Kawasan Kota Tua itu terbentang dari Glodok Pancoran, Museum Fatahilah hingga Pelabuhan Sunda Kelapa.

Tapi teman, kalau kita mau menelusuri Kali Besar Timur-Barat maka ketika kita sampai ujung Museum Bank Indonesia itu belok kiri jalanlah beberapa meter lalu nanti menyebrang ke kanan. Dari sini mulailah kita menelusuri Kali Besar Timur- Kali Besar Barat sampai Jembatan Kota Intan. Kalau rutenya  dari Museum Bank Indonesia maka bangunan-bangunan tua peninggalan kolonial abad 19-20 itu seperti Toko Merah adanya di sebelah kiri kita dan Kali ada di sebelah kanan kita.

Berikut ini saya perlihatkan Kali dan bangunan -bangunan tua itu.

KALI BESAR

RAHMI-KALI BESAR
Kali Besar Barat

Gambar di atas adalah Kali Besar Barat yang dekat degan Toko Merah. Sayang ya, kabel-kabel itu tidak tertata rapih dan membuat jelek pemandangan saja :))

Nah Kali besar ini dibangun oleh Gubernur Jenderal Jan Pieterszoon Coen, sebagai bagian dari Kota Batavia pada abad ke 17, arsiteknya Simon Stevnis.

TOKO MERAH

TOKO MERAH

Nah ini dia Toko Merah. Lagi-lagi kabel yang tidak tertata rapih. Mohon ya ditata ya.

Toko Merah ini bangunan yang sangat tua dan bersejarah dengan gaya rumah Belanda, Boer. Dibangun pada tahun 1730 oleh Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Baron van Imhoff. Berusia hampir 300 tahun atau berusia 282 tahun. Toko merah ini katanya bekas rumah tinggal elite zaman VOC. Beberapa Gubernur Jenderal VOC pernah tinggal di sini.
Mas Kartum dari KJB mengatakan bangunan ini kembar ya. Benar kok, Coba perhatikan saja, jumlah pintu dan jendela yang berada disisi  kiri dan kanan maupun atas kalau dibagi dua imbang jumlahnya.

KANTOR PAJAK

Bangunan Tua juga

Bangunan Tua Lainnya

Chartered Bank
Yup, gedung yang berkubah itu dulu adalah Gedung Chartered Bank of, India, Australia and China yang kemudian dinasionalsiasi dan digabungkan menjadi Bank Bumi Daya. Lalu disebelahnya itu adalah gedung Bank Of China.

Berdasarkan keterangan dari Mas Kartum dari KJB mengatakan Chartered Bank itu baru dinasionalisasi pada tahun 1964. "Bangunan yang lainnya dinasionaliasi pada tahun 1950an sementara gedung Charter Bank dinasionalisasi pada tahun 1964 karena pada tahun 1960 Presiden Soekarno fokus pada nasionalisasi peninggalan Belanda", tutur Mas Kartum.



Lihat pada Koridornya ya
Yup, pada gambar di atas coba teman-teman perhatikan ada koridornya bukan?
Berdasarkan keterangan Mas Kartum, memang pada awal abad ke 20 itu ada peraturan katanya gedung yang dibangun di sekitar Kali Besar harus dibuatkan koridor untuk pejalan kaki. Makanya kalau lihat Toko Merah itu khan tidak ada koridornya karena itu dibangunnya sudah lama.

Hotel Batavia
Ada yang tahu tahun berapa Hotyel Batavia ini dibangun?
Ya, jawabannya jangan tertipu. Hotel ini memang dibangun pada abad ke -20 atau tepatnya tahun 1995 dan memang arsitekturnya disesuaikan dengan bangunan disekelilingnya. Supaya Maching ya maksudnya. Konon kata Mas Kartum berdasarkan literatur, kira-kira letaknya keraton Jayakarta itu di sini. Oh ya Hotel Batavia ini persis letaknya di depan Jembatan Kota Intan ya.

JEMBATAN KOTA INTAN

Jembatan Kota Intan
Jembatan Kota Intan atau "Drawbridge", dulu jembatan ini bisa dibuka tutup dan ditarik ke atas sehingga terbuka dan bisa dilalui oleh kapal. Kata Mas Kartum, dahulu jenis kapal yang lewat ke sini itu bukan berdasarkan lebar atau besarnya tapi berdasarkan tingginya.  Jembatan ini menyambungkan antara Kali Besar Barat dan Kali Besar Timur Tapi Sekarang Jembatan ini tidak bisa dibuka tutup jadinya bisa kia injak.  Kalau Kali besar ini dahulu dilewati kapal artinya Kali Besar ini sebagai jalur transportasi. Dulu di tepi Kali Besar terdapat Dermaga untuk bongkar muatan.

Kira-Kira seperti itulah teman-teman Ceritanya.
Kalau teman-teman tinggaal di Jakarta ayolah datang ke sana. Tempatnya indah kok. Berjalan pun akan membuat kita puas. Kita akan bisa merasakan sesuatu yang berbeda, takjub pokoknya. Jangan Lupa bawa Kamera ya untuk mengabadikan moment. Mumpung Gedungnya masih ada nanti kalau sudah hancur khan menyesal  tidak bisa mengabadikan moment.

Oh ya tukh saya jadi kepikiran, tempatnya ini bagus lho untuk Prewedding, mau siang atau malam :)

NB: Tinggal di Jakarta tidak afdol kalau tidak mengenal Kota Tua :))


Saturday, May 19, 2012

Musikal Lutung Kasarung Hiburan Khas Jabar

Akirnya bisa nonton Musikal Lutung Kasarung lho... dibela-belain nonton sampai tidak pulang kampung padahal di rumah itu ada acara keluarga. Dan thanks Mom ya sudah memakluminya :)

Ceritanya saya beli tiket pertunjukkan untuk tanggal 18 Mei atau untuk pertunjukkan tadi malam. Patokannya adalah ingin nonton perdana maksudnya yang hari pertama.  Khan jadwalnya itu mulai tanggal 18-27 Mei 2012. Dipilihlah tanggal 18. Itu pun tidak lihat kalender. Pas lihat kalender kantor ternyata tanggal 18 itu (merah warnanya) Cuti bersama alias long weekend dari tanggal 17 Mei 2012. Mestinya pulang tapi sayangnya waktu tanya ke bagian tiketing mereka bilang gak bisa diganti harinya karena tiketnya sudah distampel. Kalau harga tiketnya yang biasa sih bisa kutinggalkan tapi sayang belinya yang VIP harganya Rp. 350.000,- Jadi diputuskan untuk lanjut nonton saja dan tidak pulang kampung. Lagi pula di Long weekend  ini ada agenda lain.

Tiketnya VIP :)
Lalu, mengapa saya keukeuh untuk nonton Musikal Lutung Kasarung, apakah ada alasan lain?
Jawabannya: YA  ada.

Begini, cerita Lutung Kasarung itu ada filmnya. Pertama kali nonton itu sangat berkesan. Dari dulu sampai sekarang ini baru satu kali nontonnya. Itu pun waktu SD. So, it has been for ages. Meskipun sudah lama tapi masih ingat dengan pemeran Purbasari. Siapa lagi kalau bukan Enny Beatrice. Dari semua aktor dan aktris yang ada diingatan sampai sekarang hanya Purbasari alias Enny Beatrice. 
Tahukah dimana saya nonton Lutung Kasarung waktu itu? Ya, di rumah orang.

Waktu itu, malam hari sepulang dari Masjid saya diajak oleh ... hmmmm lupa lagi siapa ya yang ngajak ... enggak tau Bi Aah atau Nenek Ucih ya, pokoknya kita rame-rame. Menontonlah kita di rumah orang atau "The Have" istilahnya di kampung kita itu. TV, dulu itu adalah barang langka, tidak semua orang punya TV. Jadi,  kalau mau nonton itu  bareng-bareng ikut di rumah orang. Makanya saya keukeuh ingin nonton musikal Lutung Kasarung seperti apa ya. Kangen saya ...

Berbicara soal Cerita rakyat, saya punya cerita lain. Dulu, sewaktu SD itu, saya punya buku Cerita Rakyat. Ada buku Cerita Ralyat I, II, III, IV, V. Intinya ada serinya. Setiap buku itu tentu berbeda-beda isinya. Ada yang mengisahkan cerita rakyat dari daerah tertentu. Tapi sayangnya, bukunya hilang ya. Saya dapatkan buku itu dari Perpustakaan sekolah My mom. Soalnya dulu bersekolah sama dimana My mom mengajar. Waktu saya cari-cari lagi ke perpustakaan ternyata gak ada lagi stocknya. Sayang. Cerita rakyat itu khan dongeng yang  membuat kita bisa berpikir, bertanya-tanya, penasaran dan dari cerita yang kita baca bisa tahu suatu daerah. Uniknya di sana.

Untuk Cerita Lutung Kasarung ini memang tidak terlalu terkenal dan alasan itulah mengapa  Didi Petet mengangkatnya ke dalam Musikal Lutung Kasarung.

"Mungkin tidak banyak yang mengenal Lutung Kasarung jika dibandingkan dengan cerita rakyat Jawa Barat yang lain seperti Kabayan atau Sangkuriang. Akan tetapi, Lutung Kasarung dianggap sarat akan makna dan pesan moral. Banyak pelajaran yang bisa dipetik melalui cerita tersebut", DIDI PETET dalam sambutan yang saya kutip di "Program Book".


Pertunjukkannya sendiri digelar di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki. Di bagian belakang. Dan inilah suasana malam hari.

Teater Jakarta, TIM


Baiklah sekarang saya kasih SINOPSIS LUTUNG KASARUNG ya.

Taken from the book :)

Pasir Batang adalah Negeri yang kaya akan sumber daya alamnya. Negeri ini menjadi pusat tujuan para pedagang dan menjadi tempat para petani merasa betah karena ladang-ladangnya yang luas, ternak-ternak yang sehat dan banyak, hutan yang menghijau sepanjang tahun dan air yang mengalir di seluruh penjuru.

Suatu hari, Baginda Prabu Tapa Ageung, Raja Pasir Batang memutuskan untuk pergi bertapa meninggalkan ke-tujuh orang puterinya yaitu Purbararang, Purbamanik, Purbaendah, Purbaleuwih, Purbadewata, Purbakencana dan Purbasari. Baginda Prabu Tapa Ageung menyerahkan pucuk pimpinan sementara kepada Purbararang sambil menungngu Purbasari adiknya cukup dewasa untuk memimpin Negeri Pasir Batang.

Tapi sejak Purbararang memimpin, ketidakadilan dan keserakahan mulai merajalela. Ladang-ladang yang luas mulai menyempit, ternak-ternak tinggal tulang dan air bersih sudah tidak mengalir lagi.

Suatu ketika Purbararang marah karena merasa kebijakannya untuk menaikkan pajak ditentang oleh rakyat. Dalam kemarahannya itu dia dihasut oleh Indrajaya calon suaminya. Indrajaya di sini adalah sosok putera daerah yang dikaruniai ketampanan luar biasa. Merupakan seorang rakyat dengan segudang ambisi bercita-cita untuk menjadi seorang raja dikemudian hari.

Indrajaya menghasut Purbararang dengan mengatakan bahwa rakyat berani menentang kebijakannya karena ulah Purbasari. Dari situlah Purbararang marah dan berencana menyingkirkan Purbasari. Selain memfitnah Purbasari, Indrajaya juga sebelumnya menggoda Purbasari tapi dia ditolaknya. Indrajaya marah dan malah memiftnah Purbasari bahwa Pubasarilah yang menggodanya.

Karena kemarahan dan kebencian Purbararang yang sudah mendalam itu dia menjalankan akal liciknya dengan berpura-pura baik kepada Purbasari, hingga Purbasari pun mau untuk dibaluri lulur yang sudah diracuni. Luluran ini ceritanya kebiasaan yang dilakukan mereka sewaktu kecil. Alhasil dari luluran itu, wajah dan tubuh Purbasari menjadi menyeramkan. Muncul bercak merah yang menutupi kecantikannya.

Purbasari pun menyikir dari kerajaan ditemani inangnya ke Hutan Cupu Mandalayu. Di hutan ini dia merasakan kedamaian, ketenangan dan menikmati keindahan alam. Purbasari akhirnya bertemu dengan Lutung Kasarung (lutung yang tersesat) di sini.

Untuk merayakan keberhasilan menyingkirkan Purbasari dari kerajaan, Purbararang memerintahkan Aki Panyumpit (Seorang pemburu kenamaan Pasir Batang. Keahliannya berburu menggunakan sumpit) memburu lutung untuk dijadikan santapan pesta . Ceritanya sampailah Aki Panyumpit ini di Hutan dimana Purbasari dan Lutung Kasarung berada. Ketika bertemu dengan Aki Panyumpit, lutung merasa iba makanya dia mau dibawa ke istana.

Ketika sampai di Istana, barulah Lutung sadar bahwa Aki Panyumpit telah membohonginya. Lutung dibawa ke Istana untuk dijadikan santapan. Akhirnya lutung marah dan memporak-porandakan Istana.

Singkat cerita lutung balik ke Hutan dan Purbasari pun sembuh dari penyakitnya. Kecantikannya telah kembali. Kalau di film, Purbasari mendapatkan kecantikannya kembali setelah mandi di air pancuran ya yang telah diberikan doa oleh si Lutung. Tapi di drama musikal ini tidak seperti itu.

Kemudian, di Istana terjadi pemberontakan oleh rakyat. Purbasari pun akhirnya diundang kembali ke Istana oleh Purbararang tetapi dengan catatan harus menghadapi tiga tantangan. Imbalannya "Siapa yang memenangkan tantangan berhak menjadi ratu dan yang kalah akan pergi meninggalkan istana tanpa kepala"..

Dorongan dari lutunglah yang membuat Purbasari berani menghadapi tantangan Purbararang. Dimulailah pertarungan memenangkan ketiga tantangan. Tantangan pertama dan kedua dimenangkan oleh Purbasari. Apa itu? hehehehe... maaf ya, tantangan pertama aku tidak fokus, kalau di cerita umumnya sih Purbararang itu menantang Purbasari dengan panjang rambut.  Yang kedua, tantangannya adalah menaklukkan banteng ganas. Akhirnya Purbasari berhasil menjinakan banteng ganas ini. Lucu ya, banteng ini soalnya dia ketika dilepas dari kandang menyanyikan lagu "Halo-halo Bandung" mungkin kangen ya setelah diringkus di kandang heheheeee...

Tantangan ketiga ini yang konyol tapi memang orang di dunia ini pun termasuk saya menjadikan penampilan fisik itu salah satu perhatian dengan kata lainnya dibanding-bandingkanlah dengan yang lain heeeee, maaf,, maaf ya.

Adapun tantangan Purbararang di sini adalah dia menantang ketampanan sang pacar. Purbararang memiliki Indrajaya tetapi Purbasari dia hanya memiliki lutung. Hasil akhirnya dari tantangan ini dimenangkan oleh Purbararang dan dia berhak untuk tetap menjadi ratu. Lutung memandang ini tidak adil, karena bagaimana pun Purbasari telah memenangkan dua dari tiga tantangan. Apa mau dikata Juri telah memutuskan hasil akhir menentukan siapa yang jadi juara.  Kemudian terjadi peristiwa, ketika Purbasari akan dipancung, Indrajaya menusuk Lutung hingga akhirnya tidak sadar diri. Purbasari menangis dan mengatakan bahwa dia sangat mencintai lutung. Nah, di adegan ini kemudian muncullah sang Pangeran. Ya, lutung itu tersadar kembali dan berubah menjadi sang pangeran tampan. 

Sang Pangeran itu adalah Guruminda, pangeran dari Kerajaan Langit atau Kahyangan yang di utus ke bumi dalam wujud seekor lutung.

Begitulah akhir cerita dari Musikal Lutung Kasarung.

Kalau kita tarik pesan dari cerita Lutung Kasarung ini, ada beberapa Point, diantaranya:
  1. Menjadi pemimpin itu adalah amanah (harus memberikan keamanan, ketentraman, kepercayaan, keadilan dsb). 
  2. Rakyat adalah sumber kekuatan dan pertanggungjawaban amanah. 
  3. Tali Persaudaraan itu jangan sampai terputus.
  4. Ingat di atas langit masih ada langit. 
  5. Jujurlah.
  6. Setialah.
  7. Berbaktilah.
  8. Bijakasanalah.
  9. Tidak memandang Rendah Orang.
  10. Jadilah Panutan yang Baik.
  11. Menjaga Keseimbangan Alam.
  12. dsb. 
Seperti itulah kira-kira. Oh ya sebelum menutup postingan kali ini. Saya ingin menegaskan kembali, kalau saya sangat menyukai pertunjukkan Musikal Lutung Kasarung. Sangat Jawa barat, ada tari Jaipong ada tembang sundanya. Intinya tidak menghilangkan ciri khas. Saya menyukai ini bukan karena Musikal Lutung Kasarung adalah tontonan yang di dalamnya khas "Jawa Barat" tapi memang harus kita akui idenya mereka untuk "Mengangkat dan Melestarikan Cerita Rakyat" inilah yang patut mendapat pujian.

Musikal laskar Pelangi dan Musikal Lutung Kasarung adalah dua hal yang berbeda. Konteksnya beda. Tapi keduanya sangat berkesan. Semoga nanti akan ada musikal lain yang menyusul dari daerah lain. dari konteks atau konsep yang berbeda mungkin. Siapa tahu nanti ada Musikal yang mengangkat cerita dari tokoh-tokoh Kerajaan yang pernah ada di wilayah tanah air.  Bukan hanya dari tokoh pewayangan atau tokoh semu belaka.

Selamat Menikmati Musikal Laskar Pelangi ya .... 

NB: Sayang tidak boleh memotret padahal ingin memotret hehehehehe......