Search This Blog

Tuesday, November 16, 2010

Siapkan Mental


Saya baru ngeh kalau sekarang ini sedang digelar Asian Games XVI di Guangzhou China...nah hari ini saya perhatikan berapa tulisan di surat kabar, khususnya mengenai prestasi para atlet atau olahragawan. Ada yang memang berhasil menyumbangkan medali dan mengharumkan nama bangsa ada juga yang gagal alias kalah dalam menambah koleksi medali.

Pada saat saya menulis blog ini dapat saya informasikan peringkat Indonesia ada di urutuan ke 16 dengan  perolehan  medali sementara untuk Indonesia adalah 0 emas, 1 perak, dan  6 perunggu.

Medali tersebut diantaranya disumbang oleh Tim Bulu Tangkis Putri yang berhasil meraih medali perunggu  dan juga para atlet atau olahragawan lainnya (maaf tidak saya sebutkan satu persatu di sini).

Gambar diambil dari Kompas


Dan melalui blog ini saya sebenarnya ingin menyoroti atlet wushu perempuan Indonesia yang bernama  Lindswell. Dia diproyeksikan untuk mendapatkan medali emas. Peluang untuknya mendapatkan medai emas pun besar karena ketidakhadiran atlet wushu China.  Tetapi kemudian apa yangterjadi?? Sesuai dengan berita yang saya dapatkan dibeberapa surat kabar yang menulis hal serupa tentang kegagalannya mengatakan bahwa “lindswell gagal melakukan lompatan dengan sempurna ditengah penampilannya sehingga gerakannya mendapat pengurangan dari juri. Juara dunia 2009 di Kanada itu hanya mengemas 19,0 poin. Padahal pada nomor-nomor taijijian ia mencatat nilai tertinggi 9,67 namun nilainya rontok dinomor taijiquan menjadi 9,43.

Dan berikut ini adalah beberapa pengakuan dari Linswell seper yang ditulis oleh Media Indonesia dan Kompas.

“Power saya terlalu besar saat melakukan lompatan sehingga kurang siap dalam melakukan pendaratan. Saya sudah maksimal dan ini hasil yang harus bisa saya terima”.

“Jurus yang saya pilih merupakan jurus yang paling sulit. Tetapi, karena melakukan kesalahan sedikit saja, nilai yang saya peroleh juga tidak maksimal,” tutur lindswell.

Yup, apa yang ingin saya soroti disini adalah tentang perjuangan sang atlet tersebut. Memang kalau kita lihat dari kronologi cerita tersebut setidaknya sedikit ada beban apalagi sang atlet diprioritaskan untuk meraih medali emas pertama. 

Selain itu, pastilah menjadi berita yang tidak enak untuk didengar  ketika surat kabar memberitakan hal tersebut. Dimana misalnya salah satu surat kabar menulis judul dengan kata-kata kegagalan...dan untuk para atlet itu sendiri pastinya ada perasaan "kesal" atau "kecewa" yang mendalam apabila mengingatkan kembali atas perjuangannya yang gagal.  Perasaan kecewa itu akan semakin besar apabila sang atlet membayangkan bahwa langkahnya untuk meraih medali emas tinggal selangkah lagi, akan tetapi karena kecerobohan sendiri maka kenyataan yang didepan mata menjadi buyar seketika. 
Tapi itulah mengapa kita harus mempersiapkan mental kita menghadapi kegagalan yang kita raih dan juga bersiap menghadapi kritikan atau berita-berita tentang kegagalan  yang direlease oleh surat kabar.
Namun, di sini Insan Media juga harus menghormati perjuangan sang atlet dan menjaga keseimbangan berita. Maksudnya , selain memberitakan kegagalan sang atlet, para insan media  juga harus memuji perjuangan sang atlet.  
Dan pastinya berita kegagalan yang dimuat oleh berbagai macam surat kabar bisa membuat atlet down, sedih, putus asa dsb. Dan ini harus bisa diantisipasi oleh sang atlet itu sendiri...
Dikarenakan hal yang serupa pernah saya alami. Apapun itu bentuknya walaupun tidak di bidang olahraga...yang namanya kekecewaan, kesal, sedih, dsb terhadap kegagalan karena kecerobohan kita pasti ada....
Jadi di sini, saya ingin memberikan support kepada seluruh atlet Indonesia yang sedang berjuang di ASEAN GAMES XVI .........berjuanglah secara fair dan siapkanlah mental juara...pastilah Kita Bisa!!!


No comments:

Post a Comment