Search This Blog

Thursday, November 8, 2012

Apa Itu Kelas Yankee (Y) di Tiket?

Haloooo ....
Selamat Pagi Semuanya .... Semoga Pagi ini membawa keberkahan untuk kita semua.

Baiklah, pagi ini saya hendak bercerita tentang kejadian di hari Senin, sewaktu akan berangkat ke Makassar.  Ceritanya hari Senin, 5 November 2012,  jam 15:00 saya berangkat dengan Damri dari Blok M menuju bandara Soekarno Hatta - Cengkareng. Sedari awal saya memprediksikan bahwa jalanan akan lancar. Tapi, apa yang terjadi kemudian adalah jalanan padat merayap sampai Gerbang Tol Sedyatmo. Ternyata penyebabnya karena ada kecelakaan.

Alhasil, saya baru sampai bandara itu sekitar jam 17:10 menit. Padahal itu jadwal berangkatnya pesawat jam 17:14 WIB. Apa artinya ini? Ya, kita telat check in. Ini ditegaskan kembali oleh Petugas Chek in, katanya sudah diclosed tidak bisa.  Lalu, kami disuruh untuk daftar waiting list untuk penerbangan berikutnya jam 21an WIB.

Saya waktu itu hendak pergi bersama dengan Bu Tri yang juga Kasubbag di ruangan. Hanya berdua kami pergi. Ibu waktu itu bilang "Pasti enggak kita mendapatkan penerbangan yan jam sembilan, kalau tidak pasti saya pulang saja, capek", katanya.
Saya keukeuh atau yakin pasti dapat untuk waiting list. "Kita tunggu saja bu, soalnya kalau pulang juga capek, berapa jam di jalan, berapa jam bisa tidur, dan nanti kembali lagi ke Bandara, kita tunggu saja Bu", sela saya.

Petugas check in Waiting list menyuruh orang-orang yang ada di daftar waiting list melapor kembali pada pukul 20:15 untuk memastikan adanya seat kosong. Yang terjadi kemudian adalah ternyata ada seat kosong, lumayan banyak kalau gak salah ada sekitar 7 seat kosong. Satu persatu daftar yang waiting list itu dipanggil petugasnya. Menunggu nama saya dipanggil itu rasanya deg-degan sekali. Hingga sampai pada seat kosong terakhir, nama saya tidak terpanggil. Deuh, kesal yang ada tapi masih sabar.

Kemudian petugas chek in waiting list itu mengatakan bahwa masih bisa ikut waiting list yang jam 12:45 WIB. Saya pun ikut daftar lagi. Tapi memang belum jelas juga. Malahan si petugasnya bilang mengutamakan dulu yang disconnet dari luar kota yang menuju Makassark, sama dengan destinasi kami.

Nunggu sampai jam 12 itu lama sekali.

Situasi Terminal 2F, Yang Sudah Sepi

Setelah jam 12 itu, tiba-tiba petugas Check in Waiting List mengatakan dengan tanpa rasa simpati bahwa penerbangan yang 12 juga sudah penuh tidak ada seat kosong. Wah mendengar hal itu saya jadi kesal. Akhirnya saya pun meledak,  marah-marah sama petugas check in. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa.
Ibu Tri waktu itu menenangkanku. Dia bilang "Ini salah kamu Sri", katanya. Ya, maksudnya saya booking kembali jadwal yang pasti mendapatkan Seat.

Untungnya Bu Tri sudah booking penerbangan yang jam 6 pagi ketika kami menunggu waiting list itu. Karena sudah jam 12 malam, akhirnya tidur di Bandara. Awalnya kita mau tidur di Musholla karena  risih dengan suara ngorok, pindahlah kita ke kursi.

Nah, sebelum tidur itu kita sempat ngobrol-ngobrol dengan penumpang lain yang kebetulan memang telat chek in. Ini dikarenakan macet ya. Salah satu diantara mereka adalah pekerja dari Kementerian lain yang kebetulan juga akan dinas ke Makassar. Makasssar pada waktu itu memang menjadi favorit dan penerbangannya pun tidak banyak.

Ketika asyiknya ngobrol itu saya tanya, "Mas kelasnya apa",
"Kelas Y", katanya..
"Wah kita sama",

Dari situlah aku jadi mikir, memang awalnya juga sudah mikir kok. Dari kejadian yang saya lihat, penumpang waiting list yang dipanggil dan mendapatkan seat itu salah satunya ketika melakukan validasi tiket, dia membayar lagi. Saya menghubungkan kejadian ini dengan tiket kami yang kelas "Y". Jadi, kesempulan sementara saya bilang ke orang-orang itu. "Sepertinya yang dipanggil itu semua  yang kelasnya di bawah Y, atau mereka yang harus bayar kembali, karena kelas Y itu tidak bayar lagi jam berapa pun mereka pindah jam terbang".

Sudah itu, tidurlah kami.. Saya pokoknya mengalami yang namanya Bandara ketika ramai dan sepi dan ramai kembali.

Final Departure

Kemudian, Jam 5:30,  Penerbangan ke Makassar sudah bisa Chek in. Nah, ketika chek in saya tanya petugasnya. "Mas kalau ada tiket kelas Yankee dan dibawah kelas itu mana yang diutamakan", tanyaku.
"Kelas Yankee Mbak yang diutamakan",  katanya.

Sebelumnya pada malamnya saya tanya petugas angkasa pura, "Mas, apa sih keutamaan kelas Yankee kalau kalah bersaing dengan kelas dibawahnya".
"Yang diutamakan kelas Yangkee, itu pihak garudanya Mbak", jawabnya.

Nah, ketika pemeriksaan untuk masuk ketempat tunggu itu saya tanya lagi Mbaknya, "Mbak kalau ada kelas Yankee dan dibawahnya, ketika waiting list siapa yang harus diutamakan"
"Itu tergantung kalau kelasnya Yankee semua dilihat dulu, karena kelas Yankee itu banyak jenisnya, tapi kalau Yankee bersaing dengan kelas dibawahnya ya itu Yankee yang diutamakan".

 Dan jawaban terakhir yang merupakan kepastian itu saya dapat ketika pulang dari Makassar. Waktu itu saya habis ngeprint ulang boarding pass dibagian chek in transit. Saya tanya Bapaknya seperti ini,
"Pak Kemarin malam saya ikut waiting list untuk penerbangan yang jam 21, tetapi ketika ada seat kosong tidak dipanggil, kelas saya Yankee, terus apa yang menyebabkan tidak dipanggil, padahal kelas saya yankee, dan yang dipanggi itu kelasnya dibawah yankee, saya tahu karena ketika mereka melakukan validasi tiket mereka bayar lagi".

"Kalau itu tergantung dari yang standby duluan, makanya ketika validasi kelasnya diupgrade, makanya mereka membayar lagi".

Mendengarkan pernyataan dari Bapaknya saya akhirnya tertawa dalam hati dan benar apa yang saya pikirkan. Ini namanya sistem marketing saudara-saudara. Kalau misalnya dikarenakan ketika saya daftar waiting list itu urutan akhir dan karenan itu saya tidak dapat seat, saya rasa itu bukan alasan yang sempurna.

 Kesimpulannya adalah:
  1.  Tiket Yankee (Y) tidak mendapatkan keutamaan lebih, kecuali dia bisa fleksible ganti jadwal penerbangan dan tidak dikenakan tarif lagi jam berapapun dia pindah jadwal penerbangan.
  2. Tiket Yankee (Y) ketika waiting list kemungkinan besar kalah bersaing dengan tiket dibawahnya. Hal ini dikarenakan strategi marketing. Tidak ada yang mau rugi semuanya ingin untung. 
  3. Ketika waiting list kenapa tiket dibawah Yankee (Y) kemungkinan mendapat seat besar, karena mereka tiketnya diupgrade yang artinya, ada sejumlah penambahan uang yang dibayarkan. 
  4. Pihak Maskapai menyamakan kelas dibawah Yankee (Y) menjadi sama dengan Yankee, ibaratnya seperti itu. 
  5. Solusinya hanya ada satu, terbanghlah sesuai dengan jadwal penerbangan jangan sampai terlambat, dan perkirakan waktu tempuh menuju Bandara. Harus diperhitungkan juga kemungkinan lain apabila terjadi macet.
  6. Masih untung kalau jadwal penerbangan ke daerah destinasi kita banyak. Jadi, berubah jam berapapun masih banyak kesempatan.
Seperti itulah kira-kira cerita saya mengawali hari ini...  Blog ini saya tulis semata-mata ingin sharing dan untuk mendapatkan kejelasan. Daripada saya bingung terus-terusan bertanya-tanya dalam hati. Bagaimana dengan teman-teman, pernahkah memiliki pengalaman yang serupa?



NB: Tetap kok, GIA itu still the best ....

No comments:

Post a Comment