Search This Blog

Sunday, June 12, 2011

Tari "Noord Nederlanse Dans"

Yup, sehabis les ini saya menonton pertunjukkan tari oleh "Noord Nederlanse Dans".. Sebelumnya saya ingin katakan, Kita sekarang sudah merdeka dan cobalah untuk melihat ke depan ya, jangan ke belakang. Lanjut ceritanya, dikarenakan saya dari arah Salemba maka untuk mencapai Erasmus Huis yang merupakan pusat kebudayaan Belanda saya harus transit di beberapa halte Busway.

Rute Buswaynya adalah : Dari Salemba menuju Matraman lalu  menuju ke Dukuh Atas, dilanjutkan menuju ke Kuningan. Nanti trurun di Halte Busway Kuningan timur. Dari sini kita tinggal jalan menuju Erasmus Huis ada sekitar 25 meter.

Masuk menuju Erasmus Huis yang letaknya ada di belakang atau paling samping dari Kedubes Belanda, dijaga ketat. Masuk kedalam area saya langsung menukar tiket yang sudah saya pesan. Tiket ini gratis. Bisa didapatkan setelah kita melakukan Registrasi melalui email.

The Free Ticket


Yup sekitar pukul kurang lebih 15.00 WIB kami bisa masuk ke dalam Auditorium....
Jadi, untuk pertunjukkan tarian ini terbagi menjadi 3 bagian.

Pertama, ada Scissors, Lalu ada ROCK dan Terakhir ada Shadow Boxer.

SCISSORS

Dancer Perempuan beratraksi, berotot....
Melakukan gerakan-gerakan yang difokuskan pada tangan
Tarian yang lainnya



ROCK
Para dancers yang sedang memperagakan


Secara fisik para penari ini tidak ramping tapi berisi dan flexible tubuhnya
Tarian yang kedua ini bajunya lebih panjang...


Shadow Boxer
Tari yang ketiga ini memakai alat bantu berupa BOX

Dancer perempuan memakai baju yang  tipis

 Salah satu adegan yang berhasil saya potret

Yup seperti itulah gambarannya. Kalau mengenai musiknya memang ada iringan musik. Tapi ada juga yang tidak diringi musik. Hanya suara kaki, tangan atau dari mulut... saya perhatikan untuk musiknya itu ada yang seperti nge-Rap atau seperti orang yang sedang membacakan puisi....
Sayang, saya tidak bertanya....

Dan memang info yang diberikan pun limited sekali. saya hanya memperoleh informasi seperti ini:
Sejak 2009 Noord Nederlandse Dans dikelola dibawah pimpinan artistik Stephen Shropshire. Karya - karya menantang, emosional dan intelektual yang diikuti dengan ketegangan fisik total adalah ciri khas kelompok tari ini. Dikombinasikan dengan gerakan tubuh progresif yang musikal dan teknis membuat Noord Nederlands Dans sebagai salah satu kelompok tari modern yang original di dunia tari Modern..

Jadi, kesan saya setelah menonton pertunjukan tari ini adalah saya merasa bangga dengan Tanah air dan Bangsa saya. Coba teman-teman  hitung, kita ini punya berapa suku bangsa dan kebudayaan. Saya merasa bangsa Indonesia ini memiliki banyak hal yang bisa dijadikan inspirasi.  Berapa jenis tarian yang kita miliki dan bisa kita modifikasi menjadi tarian modern yang tak kalah menarik dengan tarian yang saya saksikan. Begitu pula dengan jenis musiknya. Dan bagi saya sesuatu yang berbau tradisional masih selalu menang..... Dia menang dalam hal kesakrakalan atau pun mistisnya ada.... memiliki roh yang tentu saja berbeda dengan yang modern......tetapi memang inovasi-inovasi yang disesuaikan dengan perkembangan Zaman itu juga tak kalah pentingnya yang akan menambah khasanah seni dan  budaya kita......


NB: Saya senang panitianya membolehkan penonton memotret. "you can take the photo but not use the flash and don't take too many photos".. sayangnya kamera sayanya belum canggih. Dan karenanya ketika objeknya bergerak gambarnya pun ngeblur... tidak jelas.... tapi daripada tidak ada sama sekali ya....inin lebih baik ...


Thursday, June 9, 2011

Stop Makan!

Yup, seperti biasanya sehabis pulang les saya melewati jembatan Busway. Malam itu pulang les dibarengi dengan hujan.
Saya perhatikan malam itu tidak biasanya ada penjual kue bandros di Jembatan itu. Saya pun langsung beli seharga Rp. 3000,- Kue Bandros merupakan jajanan kampung terbuat dari tepung beras dan santan. Saya perhatikan ada yang berbeda cara penyajiannya dengan
Kue Bandros yang dijual di kampung halaman.
Kue Bandros yang dijual di Jakarta ini disajikan dengan gula pasir sedangkan di kampung halaman saya biasanya disajikan dengan saus. Heheheh... Tapi tetap ya karena merasa aneh saya gulanya tidak dimakan habisnya aneh.

Nah, otomatis si Kue Bandros ini saya bawa ke busway. Karena malam itu hujan dan saya ingin makan makanya dilahaplah Bandros itu di dalam Busway. Kebetulan juga saya dapat tempat duduk.
Sedang menikmati itu kue tib-tiba petugas Busway meminta saya untuk berhenti makan.

"Mabak jangan makan", seru si Petugas Busway itu
"Hm, kenapa ya gak boleh makan, minum juga kalau di bus gak apa-apa. Sejak kapan ya gak boleh makan" gerutu saya.
"Takut buang sampah sembarangan mbaknya", kata seorang penumpang di sebelah saya.
"Ya enggaklah, masa buang sampah di sini"

Karena saya masih penasaran dengan larangan si petugas busway itu, lalu saya pun tanya lagi dia.
"Mas, memang dilarang ya untuk makan di busway".
"Mbak memangnya gak tau ya?"
"Iya, saya tidak tahu"
"Iya kalau mbak makan yang lain harus diberi juga"

Sontak saya tertawa dalam hati...
"Ya, petugasnya belum makan tuh mbak, mbak sih tidak ngasih dia", ujar yang duduk disampingku...

Hmmmm.... Saya tidak tahu peraturan yang sebenarnya. Entahlah apakah dia hanya bercanda atau memang benar adanya.
Dan ketika busway sudah sampai blok M, tiba-tiba saya mendengar selintas ada yang memanggil mbak. Tetapi saya berlalu saja seiring dengan hujan yang deras.

Tuesday, June 7, 2011

Satu Juta untuk 15 Orang Ke Pulau Tidung

Perahu Nelayan di Pantai Indah Ancol
Yup, ceritanya pagi ini  ada sebuah acara yang digelar kantor kami di sebuah hotel yang di belakangnya terdapat view langsung menuju Pantai Indah Ancol.... Acara  kantornya sendiri berlangsung sejak kemarin. Tidak menginap saya di sana karena tidak bawa ganti. Alhasil pagi ini saya ke sana pakai Taxi..

Agar tidak kesiangan saya pun berangkatnya pagi sekitar jam 6.00 AM. Memang, Ibu Kota Lengang pada jam-jam itu. Saya pun hanya butuh setengah jam untuk sampai di lokasi acara.
Akh Ibu kota ini memang, pagi terlalu pagi, siang sedikit macet di jalan heheheh.....
Nah, dikarenakan waktu masih pagi dan acara masih lama saya jadinya menepi ke pantai hehehe...niatnya sih ingin melihat Sunrise.. Tapi apa dikata ....Mataharinya tertutup Awan.

Sun Rise Yang Tertutup 

Jadi, ketika tidak bisa menyaksikan Sun rise yang kemudian saya lakukan adalah menikmati pantai. Apa saja yang ada dihadapan. Sampai saya perhatikan itu perahu nelayan. Jadinya, saya pun mengobrol dengan salah seorang nelayan itu dan juga seorang pengunjung.

"Pak, apa nelayan di sini bisa berenang", tanya saya untuk mendapatkan kepastian.
"Oh tentu saja, nelayan di sini mereka bisa berenang", jawab salah seorang nelayan.

"Tentu saja kalau tidak bisa berenang mana berani mereka melaut", jawab salah seorang pengunjung...

"Ya, siapa tahu mereka berlayar tapi tidak bisa berenang", jawab saya....

"Pak, kalau perahu nelayan di sini bisa tidak ya dipakai untuk menyebrang ke P. Tidung", jawab saya.
(saya tanyakan P.Tidung karena P. Onrust dan Bidadari sudah pernah ke sana)

"Tentu saja bisa", jawabnya.
"Berapa harganya pak?", tanya saya lagi.
"Satu juta rupiah", nelayan itu menjawab.
"Itu untuk perorang atau kelompok?"
"Itu untuk lima belas orang", katanya lagi.
"Oh jadi, satu juta dibagi 15 orang ya pak rinciannya", saya minta konfirmasi.
"Iya seperti itu", jawab sang nelayan.

"Muat berapa orang pak kapalnya" kembali saya bertanya.
"oh kapalnya muat untuk 15 orang, tapi quotanya untuk 27 orang", ujar Nelayan itu.
"Lalu kalau nanti pengunjung ingin pulang bagaimana, apakah dijemput atau bagaimana?, tanya saya lagi.
"Oh ditungguin, jadi yang satu juta itu untuk pulang pergi", tutur nelayan ..
"Oh saya kira pengunjungnya di tinggal dan kalau mau pulang dijemput kembali", saya sampaikan perkiraan saya.
"Tentu kami tunggu, karena kalau ditinggal malah lama di jalan", kata nelayan yang saya lupa untuk menanyakan namanya itu.

Nah, teman-teman tertarik tidak untuk pergi ke P. Tidung dengan menggunakan kapal nelayan???
Saya agak was-was.. tapi akan menjadi seru kalau berangkatnya ramai-ramai dan tentu saja dilengkapi dengan pelampung (saya tdak bisa berenang-red).. Selain itu, ada hal yang perlu teman-teman ketahui bahwa P. Tidung lebih jauh daripada P. Onrust/Bidadari..... tapi tidak jadi persoalan kalau kita ingin berpetualang dan menyukai tantangan. Ingat harganya Rp. 1000.000,- untuk 15 Orang ...

Tapi seorang pengunjung tadi mengatakan bahwa bisa pakai speedboat yang kelas ekonomi yang suka dipakai karyawan P. Seribu dan akan lebih murah apabila kita mempunyain kenalan dengan para karyawan itu. Nah, bagaimana menurut teman-teman???

Selain cerita di atas, saya perhatikan pula ada orang yang telah menjaring Udang Rebon.

Bapak yang Menjaring Udan

Udang Rebon

Ya, kalau ingat udang ingat Cirebon saya... heehehe... ternyata teman-teman, di P. Indah Ancol juga ada Udang Rebon heheh.. kecil sekali ukurannya dan warnanya bening menurut saya... Bapaknya katakan pada saya bahwa udang ini dijual. Kebetulan ada yang memesan waktu itu.  Dan biasanya dihargai Rp. 100.000,-...Udang ini bisa dibuat rempeyek/gorengan dan makanan lainnya.

Seorang Bapak yang lain mengatakan bahwa udang ini banyak pada musim hujan.... hm..seru ya menjaring udang itu pastinya...apalagi kalau berhasil dan hasil tangkapannya itu bisa dijual lagi. Ini berarti untung.. Menjaringnya gratis tapi kita pulang bawa rupiah.......hehehehee

Saya ingin pada kesempatan yang lain untuk main ke sini. pagi-pagi dan menikmati saja suasana pantai.....

Saturday, June 4, 2011

Makan Ice Cream Ragusa

"Banana Split" - Ice Cream Ragusa
Nah, malam ini saya hendak bercerita mengenai makanan. Pasti banyak yang ngidam nih setelah lihat foto di atas hehehe...
Ceritanya saya siang ini habis mencicipi Ice Cream Ragusa yang terkenal itu lho... saya pertama kali lihat itu ditayangan kuliner salah satu TV Swasta. Makanya saya penasaran dan ingin mencobanya. Oleh karenanya saya ajak teman saya Windry.

Awalnya saya ajak teman yang lain.. tapi dikarenakan dia sakit, Sinusnya kambuh dan memang sedang sibuk mengerjakan Thesis, maka tidak jadilah perginya. Rencana semula seperti ini, hari ini, pagi-pagi, saya dan teman pergi ke TIM (Taman Ismail Marzuki) untuk membeli tiket konser Musikal Laskar Pelangi. Setelah itu saya mau ajak dia pergi kuliner, mencoba ice cream ragusa. Tapi sayangnya itu batal.

Mengenai tiket laskar pelangi itu,  saya akan menunggu penjualan berikutnya. Yang dari hari Jumat itu khan katanya Early Bird. Jadi, ya, saya tunggu kloter berikutnya, siapa tahu bisa ditrasnfer cara pembayarannya. Kalau harus mengantri di Tiket BOX TIM itu khan capek...belum tentu dapat tiketnya.
Dan menurut info yang saya dapatkan di Twitter semua tiket sudah Sold Out....

Kita lanjut ceritanya tentang ice cream Ragusa ya. Dikarenakan teman saya sakit,  diputuskanlah untuk pergi mencari teman yang free alias off dari kerja...dan akhirnya Windry setuju untuk kuliner  dan ketemuan karena memang kita sudah lama tidak bertemu  juga ya...

Saya berangkat sehabis solat Zuhur. Nah berdasarkan hasil Googling itu, Ice Ragusa ini berada di JL. Veteran 1. atau di belakang Masjid Istiqlal. Duh, siapa yang tidak tahu ya Masjid Istiqlal.. semuanya pasti tahu. Dan ketika saya tahu bahwa itu di Jalan veteran, maka saya langsung ingat kantor SETNEG. Itu khan di sekitar jalan Veteran Juga.

Saya pun berangkat, dari BLOK M naik busway, menuju halte Harmoni. Selanjutnya dari Halte Harmoni menuju Halte Juanda dengan menggunakan Busway ke arah Pasar Baru dan turun di Halte Juanda. Kebetulan saya janjian bertemu dengan temannya di Halte Juanda. Dari Halte Juanda kita bisa melihat masjid Istiqlal. Menuju ke Ice Ragusa dari Halte Juanda tentu saja kita hanya perlu untuk menyebrang saja dan hati-hati dalam menyebrang karena memang tidak ada jembatan penyebrangan. Setelah menyebrang kita tinggal jalan kaki saja ke arah Ice Cream ragusa ada mungkin sekitar 100 meter lah dari Halte Juanda. Dekat kok....

Sesampainya di tempat Ice cream itu, memang bangunannya bangunan tua dan sempit sedangkan pengunjung banyak. Jadi, kita harus menunggu pengunjung/pembeli yang sudah selesai makan pulang lalu kita bisa mendapatkan kursi duduk. Atau kita juga bisa ikut bergabung dengan meja yang lain. oh ya Karena tempatnya kecil dan banyak orang,  jadi panas ya...

Suasana Di Ice Cream Ragusa


Nah, saya putuskan untuk membeli ice cream "Banana Split" seperti tampak pada foto diatas. Itu harganya Rp. 27.000,- jenisnya memang banyak ya... isinya ada pisang, ada sokade, ada taburan kacang dan dilapisi cokelat....

Bagaimana rasanya?
Rasa itu khan tergantung seleranya masing-masing.  Jadi ya, saya hanya menyarankan teman-teman untuk pergi saja langsung ke sana. Dan jangan heran ya kalau nanti teman-teman menemukan ganjalan dalam pelayanan.  heheheheh...................... Misalnya kok kurang senyum sih dsb..... hehehehe.... maklum, peminatnya banyak....

NB: Bisa dibawa pulang atau dinikmati  langsung ..Sebenarnya sterofoam itu tidak aman ya, jadi sebaiknya kalau mau makan nanti request jangan pakai sterofoam....saya lupa tidak meminta itu ......

Teater "Visa" di Salihara

Dengan perjuangan yang disertai pergolakan batin demi meyakinkan diri sendiri bahwa diri ini berani, akhirnya pergilah saya ke Teater Salihara tadi malam. Entah mengapa tadi malam kok ciut nyali saya. Heheheh... ketika rasa ciut itu menghampiri pertanda kalau iman kita menipis. Alias kita tidak ingat TUHAN...hehehehehe...
Pergi dengan taxi dan pulang pun dengan taxi. Akhirnya saya Selamat tiba di Salihara.

Salihara ini berada di Pasar Minggu, jadi saya pergi lewat Kemang lalu melewati Pejaten Village dan Republika. Jadi, sedikit daerah Pejaten dan Republika itu saya tahu, karena sewaktu mengikuti Ekspedisi P. Onrust, saya ke sana. Sebenarnya supir taxi itu tidak tahu tentang Gedung Salihara. Tap, alhamdulilah kita tidak berkeliling-keliling. Karena saya mengikuti petunjuk dari panitia acara.

"Dari Pejaten Village terus jalan ke arah Unas. Letak Salihara 200 meter setelah Unas", jawabnya.... 
Ya, memang sebelumnya saya sms dulu itu panitia acaranya.

Alhamdulilah, bagi saya, supir taxi itu sabar meladeni penumpangnya yang bawel, hihihihi...
Sekitar pukul 20.00 lewat saya tiba di Salihara. Sayang tidak bisa berkeliling-keliling, karena tak lama setelah saya beli tiket yang harganya Rp. 50.000,- pertunjukkan pun dimulai.

Sayang sekali tiketnya dirobek nih oleh petugasnya

Sebelum ke Sinopsis cerita saya ingin infokan dulu bahwa teater yang berjudul Visa ini disutradarai oleh : Iswadi Pratama dan Naskahnya ditulis oleh : Goenawan Mohamad. Yang memainkannya dari Teater Satu (Bandar Lampung) dan merupakan salah satu anggota dari Forum Teater Realis. 

Baiklah sekarang kita simak terlebih dahulu Tafsir Pertunjukan Atas Teks Visa. 


Lakon Visa yang ditulis oleh Goenawan Mohamad ini bukan hendak memerikan suatu bentuk (teater) atau soal yang "selesai". Ini bukan sebuah drama dengan tokoh-tokoh cerita (karakter), alur psikologis dan cerita yang menuju suatu titik akhir (klimaks) yang final. Melainkan ingin lebih menyuguhkan sebuah ironi dari suatu realitas yang berlapis-lapis dalam berbagai gambar, kesan, atau bentuk. Dalam sebuah komposisi yang mengelak menjadi "lazim". Karena itu, menonton pertnjukan ini, hadirin yang budiman akan mendapatkan kesan bagaimana peristiwa akan bergulir dengan "enteng" saja dari suatu bentuk pengadegan ke bentuk pengadegan lainnya yang acap kali tidak saling sinkron. Ia tak bisa begitu saja dimampatkan ke dalam bingkai realisme, surealisme, atau absurd. Ia bukan semua itu sekaligus mengandung semua itu. Ia sangat bernuansa. Sarat dengan paradok. Dari sisi keaktoran, ia juga menuntut fleksibilitas, kepekaan, dan ketaksaan, para aktor untuk mengartikulasikan  hal-hal yang bersifat wacana atau menyelam ke lapisan-lapisan semantis dan emosi yang amat halus. Laku batin para tokoh (karakater) di dalam drama ini, seperti perjalanan ke luar- masuk ke dalam prosa dan puisi, bahkan pula terambing di antara keduanya. Dan Inilah pentingnya menyimak pementasan ini. 

Yup....jadi sewaktu saya perhatikan memang, ada sebentuk adegan prosa dan puisi. Maksudnya ada orang yang layaknya sedang membacakan puisi. Dan ada juga tokoh yang bercerita atau sedang menyampaikan sebuah prosa. Tokoh ini menceritakan tentang DETROIT (kota yang berhantu)...dan menyandingkannya dengan GOTHAM., yaitu sebuah kota di FILM BATMAN yang seperti kota mati (karena sepi dan menakutkan)  tapi sebenarnya ada penduduknya....


Foto diambil dari http://www.flickr.com/photos/salihara/5790742578/in/set-72157626744439745
Saya senang dengan sastra apalagi ketika membaca tentang Pantun, Sajak, terlebih Gurindam, Pantun dan syair....dulu sewaktu SMP pernah belajar hal ini....tapi saya tidak mahir kalau harus membacakannya di depan dan dinilai.. oh itu tidak....Saya senang menikmatinya dengan cara membaca untuk diri saya sendiri tidak untuk orang lain heheheheh

Nah, sekarang mari kita simak Sinopsisnya

Drama ini mengisahkan tentang orang-orang yanng membutuhkan Visa untuk pergi ke Amerika. Iwan Chandra yang harus ke Sandiego untuk kursus keuangan, Dumilah hendak menengok cucu di Hawai, Gagap ingin membuat "kenangan baru" di Amerika, Emile bermimpi hidup di Detroit, dan pemohon Visa lainnya dengan tujuan yang beragam pula. Tapi mendapatkan Visa ke Amerika tak pernah menjadi hal yang gampang bagi mereka. Mereka dihadang prosedur yang serba ketat dan sikap paranoid pemerintah Amerika. Sebuah pertanyaan tentang silsilah keluarga atau riwayat hidup dan tujuan bepergian, mengungkit pula masa lalu mereka yang kelam dan bisa jadi menggagalkan kepergian sebagai sebuah isolasi, negeri yang menyembunyikan kesepian juga kekejian dibalik kemegahannya.   

Foto Diambil dari http://www.flickr.com/photos/salihara/5790751196/in/set-72157626744439745

Nah, demikianlah ceritanya...tapi tunggu dulu sebelum saya akhiri saya masih punya cerita untuk dishare. 
Saya menyoroti tokoh Dumilah di atas. Yup, ceritanya khan Dumilah itu hendak menengok cucunya di Hawai, karena anaknya itu menikah dengan Bule sana. Ketika Dumilah diinterview untuk memperolah Visa, dia menjelaskan tentang suami si anaknya itu yang orang Hawai. Nah, setelah memberitahu Interviewer nama si Suami anaknya itu, dia langsung menegaskan bahwa suaminnya bukan Arab. Ya, ini dikarenakan nama suami anaknya itu mirip dengan nama-nama arab.... saya senyum dan kebetulan paham mengenai itu.. 

Ceritanya saya tahu sebuah cerita, ada seorang pejabat yang akan melakukan kunjungan kerja ke Amerika dan dia pun intinya sudah bercerita kepada keluarga besar pastinya. Tapi, apa mau  dikata akhirnya dia ditolak, tidak bisa berangkat ke Paman Sam. Dan menurut Info yang saya dapatkan hal ini dikarenakan nama depannya itu adalah "Muhammad".......

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan nama-nama islami ini. Tapi ini bisa dijadikan sebagai bahan masukan saja. Kalau saya sih lebih memilih nama islami yang fleksibel heheheh.... "MUHAMMAD" itu bagus sungguh. Tapi perasaannya saya mengatakan itu terlalu berat heheheh.........
Satu lagi, khan ketika memohon Visa itu, si pemohon visa harus menuliskan tentang nama keluarga...Nah tidak semua orang memiliki nama keluarga. Saya misalnya dari Sunda, tidak punya tuh.,. berbeda misalnya dengan orang Batak yang punya marga atau mungkin anda yang punya klan tertentu.... 

Tapi pertanyaannya adalah Separaniod itukah Amerika??? Tapi mudah-mudahan apabila saya mendapatkan beasiswa untuk belajar di Sana, dipermudah ya Visanya, Amien...

Sebagai penutup, apa perbedaan antara Opera dan Teater. Sepanjang yang saya pahami dan saya saksikan langsung tentunya berbeda: 
  1. Perbedaan itu terletak pada bagian atau istilah-istilah. Misalnya di Opera ada istilah ARIA....di Teater tidak ada. 
  2. Di dalam Opera, dari awal sampai akhir ada Aria atau yang bernyanyi Solo...dan itu pun lagunya disesuaikan dengan tema. Di dalam Teater bisa  ada disuguhkan lagu tapi itu pun terbatas. Mungkin hanya satu- dua kali dan itu pun dibarengi dengan dialog yang terjadi antara kedua tokoh yang lain, jadi suara/bernyanyipun dikecilkan.
  3. Di dalam teater dari awal sampai akhir ada dialog diantara pelakonnya, sedangkan dalam opera bisa ditiadakan dialognya. Jadi, hanya membaca naskah atau bercerita saja.
  4. Di dalam teater memainkan sebuah tokoh tapi di dalam Opera bisa tidak memainkan seorang tokoh pun....
Demikian yang saya pahami.....jadi, marilah kita menonton teater dan opera..., itu lebih baik. Dan lebih baik lagi kepada orang-orang seninya.., Karena dengan begitu mereka membuat hidupnya  dengan berkarya positif. Selain itu, seni bagus sebagai sarana untuk mengkritik daripada kita berbuat anarkis ya..... 

Friday, June 3, 2011

Kue Subuh Blok M

Ya, dikarenakan hari ini masih libur dan tidak ngapain-ngapain...hmmm tidak kok siang ini saya les, hehehe... Baiklah mari kita balik lagi ke cerita inti. 
Ya,  pagi ini sesuai dengan rencana yang dibuat sejak kemarin, saya ingin sekali pergi ke Pasar Kue Subuh BLOK M. Akhirnya keinginan saya kesampaian juga. 

Kue Subuh Blok M, Sudah buka semenjak pagi :)
Jam 6 am saya pergi ke Blok M. Jaraknya yang dekat dari kosan inilah yang membuat saya pergi sepagi itu.
Sesampainya di Blok M Square saya perhatikan memang ramai. Masuk lebih dalam lagi ada aneka ragam penganan... coba perhatikan gambar berikut ini.

Dijual aneka penganan ada sus, pastel, keroket, lemper, agar, dlll

Yup, saya perhatikan beberapa penganan dari satu penjual ke penjual yang lainnya kok sama. Heran saya. Lalu perkara ini saya tanyakan kepada seorang penjual.

"Ibu dari mana ambil kue-kue ini", tanyaku
"Oh, kita mengambilnya dari Senen, tapi ada beberapa yang dibuat di sini", jawab seorang penjual.

Yup, penganan yang dibuat di tempat jualan berupa pastel dan gorengan,  dll...
Dan selain penganan ada juga yang jualan lauk untuk makan. Seperti goreng ayam keremes (digoreng ditempat) dan krecek....Kebanyakan memang Makanan Jawa. Lagi-lagi Orang jawa ini memang pandai berdagang dan merantau.

Kerecek, ayam goreng keremes, dan gudeg

Untuk gudek dan kerecek kita bisa membeli @Rp. 5000,- saya tahu harganya karena saya perhatikan seorang ibu membelinya.

Oh ya, kata si penjual yang saya tanya Kue Subuh Blok M ini sudah ada sejak lama. 10 tahun ada.

"Kue subuh ini sudah ada sejak anak saya kecil sampai dewasa", tutur Ibu penjual.

Nah, Ternyata untuk jualan Kue subuh ini setiap pedagang akan ditarik tarif sebesar Rp., 20.000,- oleh petugas... Uang ini termasuk sewa meja yang disediakan pihak terkait.

"Kami menyediakan sebanyak 261 meja", kata petugas.

Satu meja biasanya berlaku untuk 3-4 orang....
Dan biasanya pembeli yang membeli grosiran atau banyak akan mendapatkan potongan harga. Misalnya, sebuah lemper dijual Rp. 1000,- tapi kalau kita ingin membeli dalam jumlah besar maka harga satuannya menjadi Rp. 600,-

Melihat penganan yang begitu banyak saya menjadi giung...niat awal saya kahn untuk melihat-lihat, jadi saya tidak membeli banyak. Hanya membeli 2 buah lemper, 2 buah agar dan gorengan. Saya beli gorengan karena dibuat di tempat dan saya bisa melihat langsung komposisinya hehehe...


Goreng tahu dan martabak asin
Yup, saya beli  2 martabak dan 2 goreng tahu semuanya Rp. 5000,- ukurannya pun besar.  Jadi tidak rugi, karena mengenyangkan. Beda dengan gorengan yang dijual di gerobak..

Martabak dan Goreng Tahu  (4, Rp. 5000)

Ada yang jualan cake ulang tahun juga lho.

Cake Ulang Tahun


Tentu ada juga nasi uduk dan bubur...lengkap pokoknya....
Jadi, kalau anda mencari penganan, coba pergi ke Kue Subuh Blok M. Tapi jangan terlalu siang ya. Mereka bisa saja sudah tutup. Kalau mau pergi ke sana jangan lupa, untuk langsung menuju pintu Zamrud 1-3. Karena Kue Subuh adanyan di sekitar pelataran itu.
















Wednesday, June 1, 2011

SIRKUS KONTEMPORER Oleh Chabatz D'Entrar

Yup, ceritanya sudah lama ingin sekali menonton yang namanya sirkus.
Malah pernah saya menulis status di FB, akan hal ini. Eh ternyata rupa-rupanya Pucuk Dicinta Ulam Tiba...
Pada hari ketika akan les itu, saya melihat sebuah spanduk yang terbentang di depan Gedung Kesenian Jakarta. Saya baca sepintas di kata-kata Sirkus Kontemporer, kemudian ketika saya pastikan kembali, memang ternyata benar ada sirkus.

Saya pun lalu menghubungi contact person terkait dengan pertunjukan sirkus itu. Tepatnya tanggal 9 Mei, Saya sms.
Lalu ada yang menghubungi saya. Bahwa sesuai dengan schedule, sirkus itu akan digelar tanggal 31 Mei 2011. Dengan harga tiket ada yang
Rp. 75.000,- dan juga Rp. 50.000,- saya putuskan untuk membeli yang Rp. 75.000,- Oh ya pembayarannya dengan cara ditransfer.

Setelah transfer saya sms kembali panitia yang menjual tiket, untuk konfirmasi, kalau saya sudah membayar tiket lewat transfer. Saya pun tanya tentang waktu penukaran tiket.

Panitia menjawab seperti ini:
" kt buka dr hr selasa smp hr sabtu, dr jam 10 pagi smp jam 4 sore, atau bs d ambil pas harti H. Jangan lupa bw bkti transfer yanng aslinya utk ditukar dgn tiket ..tks"

Paling senang saya kalau dapat jawaban "dapat dikukar pada hari H" ....hhehehe,.. Ini berarti meringankan kerja kita. 

Nah, pada hari Jumat yang lalu tepatnya tanggal 27 Mei 2011, saya dapat sms dari panitia seperti ini:
"Para Sahabat GKJ, tidak diperkenankan mendokumentasikan/mengabadikan dengan alat elektronik apapun selama pertunjukan Sirkus Kontemporer "Mobile" pd selasa, 31 Mei 2011 8 pm. Terima Kasih. GKJ & CCF Jakarta"..

Lalu saya jawab seperti ini:
"Terima kasih infonya, hm, tp sayang ya kalau tidak bisa memotret nanti kalau saya buat blog tidak menarik heheheh ... tp terima kasih infonya"...

Saya mengerti mengapa mereka melarang penonton untuk memotret, karena hal ini bisa mengganggu "keterfokusan" acaranya.. blitz yang keluar dari kamera bisa mengganggu dan tentu juga mengganggu kenyaman orang. Dikarenakan pada waktu acara lampunya dimatikan.  

Lalu, apakah tidak ada yang memotret sama sekali?
Oh ketika saya datang di GKJ, dan bertanya kepada panitianya, mengatakan bahwa memang tidak diperbolehkan memotret tapi untuk bertemu dan berfoto itu sudah dilakukan dengan wartawan. Artinya sudah ada jumpa pers sebelum acara dimulai. Dan saya perhatikan pula kamera juga ada bahkan video juga ada ketika acara sedangn berlangsung. Tapi memang sepertinya hak istimewa itu diberikan kepada jurnalis resmi.

Kameramen

Nah, karena saya membeli tiket yang harganya Rp. 75.000,- dan merasa membeli tiketnya diawal sekali,  saya pun mendapatkan duduk di jajaran D No. 19. Kursi ini berada di urutan ke 4 dari depan panggung. Sangat strategis sekali untuk memotret, tapi sayang berbeda dengan wayang orang yang lalu, yang penontonnya boleh mengabadikan kali ini saya tidak bisa melakukan apa-apa. Padahal bagus anglenya. 

Ketika Sirkus akan dimulai, tampak dipanggung seperti ini:



Kondisi Panggung Sebelum Dimulai
 

Sebelum acara dimulai saya sempat memotret. Seperti nampak di ataslah keadaannya. Kok Kayu?? Yup kelompok sirkus yang bernama "CHABATZ D'ENTRAR"  dan mengusung judul "Mobile" ini menggunakan kayu sebagai medianya. Tapi sayang saya tidak bisa bertanya banyak mengenai judul sirkus ini.
Kalupun ada istilah Sirkus Kontemporer kalau menurut saya mungkin karena si pelaku sirkusnya menghadirkan kayu yang pada dasarnya bersifat klasik tapi dapat dibuat gaya terkini. Tentu saja dengan perpaduan musik yang ada. Selain itu, saya perhatikan juga sirkus ini tidak terlalu kaku. Artinya mereka menyuguhkan ide lain seperti, ada ceritanya, ada humornya/komedi... tapi tentu saja tanpa ada kata-kata...itu dilakukan hanya gerakan anggota tubuh/ raut / mimik wajah saja.


Selanjutnya, papan/kayu yang terlihat seperti gambar di atas, diambil satu-persatu oleh 3 pesirkus/ para akrobat untuk melakukan aksinya. Aksinya yang pertama tentu dengan menggunakan tiga kayu/papan yang panjang. Mereka lalu melakukan atraksi dengan kayu itu. Oh ya, ada tiga orang anggota sirkus tentunya dengan karakteristik yang berbeda. 2 orang berperawakan ramping dan satu lagi lumayan besar. Tapi ya, dengan kerja sama yang baik mereka bisa melakukannya.

Lalu, ada atraksi yang menggunakan tangga, seperti terlihat di gambar itu. Dan ada pula atraksi dengan menggunakan seperti gelas yang terbuat dari, alumunium sepertinya. Dan ada pula atraksi seperti jungkat-jungkit. Mereka melakukannya dengan cara berdiri lalu ketika satu orang berada pada posisi untuk melompat satu orang mendarat. Nah, ketika melakukan lompatan itu seorang pesirkus menampilkan gaya yang berbeda. Ada ketika melakukan lompatan itu dibarengi dengan gaya melangkah atau seperti berjalan, memutarkan badan seperti itu. Dan ada yang main seprti egrang.....Yup, yang melakukannya adalah yang berperawakan besar. Ternyata berat badan tidak jadi masalah ya.. dia tetap memiliki keseimbangan.

Berbicara mengenai egrang, saya ingat kampung halaman. Teman-teman saya suka bermain egrang, dikampung saya namanya "JUJUNGKUNGAN" yang merupakan permainan tradisional. Dibuat dari 2 (dua) buah bambu dan ada pijakannya. Lalu mainnya dengan cara menginjakkan kaki dipijakan yang ada dibambu dan memegang kedua ujung tongkat (kanan-kiri) untuk kemudian digerak-gerakan. Ah saya tidak bisa main ini..... tapi saya setidaknya pernah mencoba. Selain JUJUNGKUNGAN masih banyak permainan lainnya.

Kembali ke cerita, Atraksi yang terakhir adalah membuat seperti rangka/kontruksi....gambarnya bisa dilihat serperti dibawah ini:

Gambar ini saya foto dari brosur heheheh

Ya, seperti itulah....kemudian, apakah mereka tidak melakukan kesalahan?
Hm...saya awam  untuk menilai. Tapi yang saya rasakan ada. Seperti ada salah satu adegan dimana seorang pesirkus ketika hendak melakukan berdiri, kurang sempurna. Lalu saya lirik kearah teman yang satunya lagi, dan dia terlihat tersenyum...oh ya memang atraksi ini khan diselipkan dengan komedi, jadi tidak kentara, dan mungkin faktor ini yang disebut kontemporer...selain ciri-ciri yang telah disebutkan di atas. 

Ini merupakan sirkus pertama yang saya saksikan secara langsung. Memang, sirkus itu identik dengan akrobat....tapi yang saya saksikan ini masih dalam atraksi yang standar, tidak ada binatangnya, tidak ada yang lompat tali......jadi gerakannya bukan yang menantang sekali. Walaupun ada lompatan itu lompatan dari papan...seperti yang telah saya bahas di atas.

Gambar ini merupakan kondisi terakhir kayu (penutup) di dalam atraksi itu

Nah, tidak banyak informasi mengenai grup ini. Tapi yang saya pahami adalah kerjasama yang baik akan membuat segalanya lancar. Adapun informasi yang saya dapatkan mengenai Sirkus ini adalah sebagai berikut:

 "Didirikan pada tahun 1997, kelompok Chabatz d'Entrar mempersembahkan kreasi terbarunya di Jakarta yang berjudul "mobile", sebuah pertunjukan dengan papan biasa yang diolah oleh para pemain luar biasa, membawa penonton masuk ke dalam arena permainan konstruksi dimana keseimbangan terpaku pada hanya satu benang."

Hanya itu saja yang saya peroleh....untuk lebih jauh lagi teman-teman bisa googling. Oh ya acara ini merupakan salah satu rangkaian dalam rangka Printemps Francais (Festival Seni Budaya Prancis) ke -7, yang diselenggrakan mulai dari tanggal 7 Mei Sampai 24 Juli 2011 tentunya dengan agenda yang berbeda.


Dan Satu lagi sebelum saya tutup...Menyaksikan sirkus ini, ada beberapa aturan yang perlu dipatuhi penonton atau ada beberapa larangan yaitu:
  1. Terlambat hadir. Hadir 15 menit sebelum jam pertunjukan.
  2. Membawa Serta anak-anak dibawah umur (Balita)
  3. Memakai T Shirt, Celana pendek dan Sandal
  4. Membawa peralatan yang daoat menimbulkan bunyi ( jam tangan beralarm, handy talki, starko dan yang sejenis dengan itu)
  5. Memotret selama pergelaran berlangsung
  6. Makan, minum, dan merokok di dalam ruang pagelaran.
Seperti itulah kira-kira peraturannya. Tak heran ya, dalam Wayang Orang yang saya saksikan beberapa waktu yang lalu itu, orang-orangnya berdandan seperti mau ke pesta pernikahan....Tapi tentunya setiap acara itu memiliki aturan tersendiri. Saya senang kalau melihat wayang orang itu, karena yang datang ada yang disanggul...dan pakaiannya pun ada yang pakai batik...pokoknya rapih dan apik....
Nah, untuk sirkus kali ini, penontonnya tentu banyaklah bulenya... 

Demikianlah laporan saya untuk acara Sirkus tadi Malam.

NB: Nonton sirkus ini akan lebih mantap apabila membawa seorang anak. Asalkan jangan balita. Saya mendengar tertawa anak kecil,,, sepertinya dia begitu enjoy menyaksikan sirkus itu....Sirkus itu khan menghibur, jadi ya tidak perlu pemikiran yang dalam hehehehehe.......