Yup, seperti biasanya sehabis pulang les saya melewati jembatan Busway. Malam itu pulang les dibarengi dengan hujan.
Saya perhatikan malam itu tidak biasanya ada penjual kue bandros di Jembatan itu. Saya pun langsung beli seharga Rp. 3000,- Kue Bandros merupakan jajanan kampung terbuat dari tepung beras dan santan. Saya perhatikan ada yang berbeda cara penyajiannya dengan
Kue Bandros yang dijual di kampung halaman.
Kue Bandros yang dijual di Jakarta ini disajikan dengan gula pasir sedangkan di kampung halaman saya biasanya disajikan dengan saus. Heheheh... Tapi tetap ya karena merasa aneh saya gulanya tidak dimakan habisnya aneh.
Nah, otomatis si Kue Bandros ini saya bawa ke busway. Karena malam itu hujan dan saya ingin makan makanya dilahaplah Bandros itu di dalam Busway. Kebetulan juga saya dapat tempat duduk.
Sedang menikmati itu kue tib-tiba petugas Busway meminta saya untuk berhenti makan.
"Mabak jangan makan", seru si Petugas Busway itu
"Hm, kenapa ya gak boleh makan, minum juga kalau di bus gak apa-apa. Sejak kapan ya gak boleh makan" gerutu saya.
"Takut buang sampah sembarangan mbaknya", kata seorang penumpang di sebelah saya.
"Ya enggaklah, masa buang sampah di sini"
Karena saya masih penasaran dengan larangan si petugas busway itu, lalu saya pun tanya lagi dia.
"Mas, memang dilarang ya untuk makan di busway".
"Mbak memangnya gak tau ya?"
"Iya, saya tidak tahu"
"Iya kalau mbak makan yang lain harus diberi juga"
Sontak saya tertawa dalam hati...
"Ya, petugasnya belum makan tuh mbak, mbak sih tidak ngasih dia", ujar yang duduk disampingku...
Hmmmm.... Saya tidak tahu peraturan yang sebenarnya. Entahlah apakah dia hanya bercanda atau memang benar adanya.
Dan ketika busway sudah sampai blok M, tiba-tiba saya mendengar selintas ada yang memanggil mbak. Tetapi saya berlalu saja seiring dengan hujan yang deras.
ABOUT LIFE : NYAHO ACAN TANGTU NGARTI, NGARTI ACAN TANGTU BISA, BISA ACAN TANGTU TUMAN, TUMAN ACAN TANGTU NGAJADI :D
Search This Blog
Thursday, June 9, 2011
Tuesday, June 7, 2011
Satu Juta untuk 15 Orang Ke Pulau Tidung
![]() |
| Perahu Nelayan di Pantai Indah Ancol |
Agar tidak kesiangan saya pun berangkatnya pagi sekitar jam 6.00 AM. Memang, Ibu Kota Lengang pada jam-jam itu. Saya pun hanya butuh setengah jam untuk sampai di lokasi acara.
Akh Ibu kota ini memang, pagi terlalu pagi, siang sedikit macet di jalan heheheh.....
Nah, dikarenakan waktu masih pagi dan acara masih lama saya jadinya menepi ke pantai hehehe...niatnya sih ingin melihat Sunrise.. Tapi apa dikata ....Mataharinya tertutup Awan.
![]() |
| Sun Rise Yang Tertutup |
Jadi, ketika tidak bisa menyaksikan Sun rise yang kemudian saya lakukan adalah menikmati pantai. Apa saja yang ada dihadapan. Sampai saya perhatikan itu perahu nelayan. Jadinya, saya pun mengobrol dengan salah seorang nelayan itu dan juga seorang pengunjung.
"Pak, apa nelayan di sini bisa berenang", tanya saya untuk mendapatkan kepastian.
"Oh tentu saja, nelayan di sini mereka bisa berenang", jawab salah seorang nelayan.
"Tentu saja kalau tidak bisa berenang mana berani mereka melaut", jawab salah seorang pengunjung...
"Ya, siapa tahu mereka berlayar tapi tidak bisa berenang", jawab saya....
"Pak, kalau perahu nelayan di sini bisa tidak ya dipakai untuk menyebrang ke P. Tidung", jawab saya.
(saya tanyakan P.Tidung karena P. Onrust dan Bidadari sudah pernah ke sana)
"Tentu saja bisa", jawabnya.
"Berapa harganya pak?", tanya saya lagi.
"Satu juta rupiah", nelayan itu menjawab.
"Itu untuk perorang atau kelompok?"
"Itu untuk lima belas orang", katanya lagi.
"Oh jadi, satu juta dibagi 15 orang ya pak rinciannya", saya minta konfirmasi.
"Iya seperti itu", jawab sang nelayan.
"Muat berapa orang pak kapalnya" kembali saya bertanya.
"oh kapalnya muat untuk 15 orang, tapi quotanya untuk 27 orang", ujar Nelayan itu.
"Lalu kalau nanti pengunjung ingin pulang bagaimana, apakah dijemput atau bagaimana?, tanya saya lagi.
"Oh ditungguin, jadi yang satu juta itu untuk pulang pergi", tutur nelayan ..
"Oh saya kira pengunjungnya di tinggal dan kalau mau pulang dijemput kembali", saya sampaikan perkiraan saya.
"Tentu kami tunggu, karena kalau ditinggal malah lama di jalan", kata nelayan yang saya lupa untuk menanyakan namanya itu.
Nah, teman-teman tertarik tidak untuk pergi ke P. Tidung dengan menggunakan kapal nelayan???
Saya agak was-was.. tapi akan menjadi seru kalau berangkatnya ramai-ramai dan tentu saja dilengkapi dengan pelampung (saya tdak bisa berenang-red).. Selain itu, ada hal yang perlu teman-teman ketahui bahwa P. Tidung lebih jauh daripada P. Onrust/Bidadari..... tapi tidak jadi persoalan kalau kita ingin berpetualang dan menyukai tantangan. Ingat harganya Rp. 1000.000,- untuk 15 Orang ...
Tapi seorang pengunjung tadi mengatakan bahwa bisa pakai speedboat yang kelas ekonomi yang suka dipakai karyawan P. Seribu dan akan lebih murah apabila kita mempunyain kenalan dengan para karyawan itu. Nah, bagaimana menurut teman-teman???
Selain cerita di atas, saya perhatikan pula ada orang yang telah menjaring Udang Rebon.
![]() |
| Bapak yang Menjaring Udan |
![]() |
| Udang Rebon |
Ya, kalau ingat udang ingat Cirebon saya... heehehe... ternyata teman-teman, di P. Indah Ancol juga ada Udang Rebon heheh.. kecil sekali ukurannya dan warnanya bening menurut saya... Bapaknya katakan pada saya bahwa udang ini dijual. Kebetulan ada yang memesan waktu itu. Dan biasanya dihargai Rp. 100.000,-...Udang ini bisa dibuat rempeyek/gorengan dan makanan lainnya.
Seorang Bapak yang lain mengatakan bahwa udang ini banyak pada musim hujan.... hm..seru ya menjaring udang itu pastinya...apalagi kalau berhasil dan hasil tangkapannya itu bisa dijual lagi. Ini berarti untung.. Menjaringnya gratis tapi kita pulang bawa rupiah.......hehehehee
Saya ingin pada kesempatan yang lain untuk main ke sini. pagi-pagi dan menikmati saja suasana pantai.....
Saturday, June 4, 2011
Makan Ice Cream Ragusa
| "Banana Split" - Ice Cream Ragusa |
Ceritanya saya siang ini habis mencicipi Ice Cream Ragusa yang terkenal itu lho... saya pertama kali lihat itu ditayangan kuliner salah satu TV Swasta. Makanya saya penasaran dan ingin mencobanya. Oleh karenanya saya ajak teman saya Windry.
Awalnya saya ajak teman yang lain.. tapi dikarenakan dia sakit, Sinusnya kambuh dan memang sedang sibuk mengerjakan Thesis, maka tidak jadilah perginya. Rencana semula seperti ini, hari ini, pagi-pagi, saya dan teman pergi ke TIM (Taman Ismail Marzuki) untuk membeli tiket konser Musikal Laskar Pelangi. Setelah itu saya mau ajak dia pergi kuliner, mencoba ice cream ragusa. Tapi sayangnya itu batal.
Mengenai tiket laskar pelangi itu, saya akan menunggu penjualan berikutnya. Yang dari hari Jumat itu khan katanya Early Bird. Jadi, ya, saya tunggu kloter berikutnya, siapa tahu bisa ditrasnfer cara pembayarannya. Kalau harus mengantri di Tiket BOX TIM itu khan capek...belum tentu dapat tiketnya.
Dan menurut info yang saya dapatkan di Twitter semua tiket sudah Sold Out....
Kita lanjut ceritanya tentang ice cream Ragusa ya. Dikarenakan teman saya sakit, diputuskanlah untuk pergi mencari teman yang free alias off dari kerja...dan akhirnya Windry setuju untuk kuliner dan ketemuan karena memang kita sudah lama tidak bertemu juga ya...
Saya berangkat sehabis solat Zuhur. Nah berdasarkan hasil Googling itu, Ice Ragusa ini berada di JL. Veteran 1. atau di belakang Masjid Istiqlal. Duh, siapa yang tidak tahu ya Masjid Istiqlal.. semuanya pasti tahu. Dan ketika saya tahu bahwa itu di Jalan veteran, maka saya langsung ingat kantor SETNEG. Itu khan di sekitar jalan Veteran Juga.
Saya pun berangkat, dari BLOK M naik busway, menuju halte Harmoni. Selanjutnya dari Halte Harmoni menuju Halte Juanda dengan menggunakan Busway ke arah Pasar Baru dan turun di Halte Juanda. Kebetulan saya janjian bertemu dengan temannya di Halte Juanda. Dari Halte Juanda kita bisa melihat masjid Istiqlal. Menuju ke Ice Ragusa dari Halte Juanda tentu saja kita hanya perlu untuk menyebrang saja dan hati-hati dalam menyebrang karena memang tidak ada jembatan penyebrangan. Setelah menyebrang kita tinggal jalan kaki saja ke arah Ice Cream ragusa ada mungkin sekitar 100 meter lah dari Halte Juanda. Dekat kok....
Sesampainya di tempat Ice cream itu, memang bangunannya bangunan tua dan sempit sedangkan pengunjung banyak. Jadi, kita harus menunggu pengunjung/pembeli yang sudah selesai makan pulang lalu kita bisa mendapatkan kursi duduk. Atau kita juga bisa ikut bergabung dengan meja yang lain. oh ya Karena tempatnya kecil dan banyak orang, jadi panas ya...
| Suasana Di Ice Cream Ragusa |
Nah, saya putuskan untuk membeli ice cream "Banana Split" seperti tampak pada foto diatas. Itu harganya Rp. 27.000,- jenisnya memang banyak ya... isinya ada pisang, ada sokade, ada taburan kacang dan dilapisi cokelat....
Bagaimana rasanya?
Rasa itu khan tergantung seleranya masing-masing. Jadi ya, saya hanya menyarankan teman-teman untuk pergi saja langsung ke sana. Dan jangan heran ya kalau nanti teman-teman menemukan ganjalan dalam pelayanan. heheheheh...................... Misalnya kok kurang senyum sih dsb..... hehehehe.... maklum, peminatnya banyak....
NB: Bisa dibawa pulang atau dinikmati langsung ..Sebenarnya sterofoam itu tidak aman ya, jadi sebaiknya kalau mau makan nanti request jangan pakai sterofoam....saya lupa tidak meminta itu ......
Teater "Visa" di Salihara
Dengan perjuangan yang disertai pergolakan batin demi meyakinkan diri sendiri bahwa diri ini berani, akhirnya pergilah saya ke Teater Salihara tadi malam. Entah mengapa tadi malam kok ciut nyali saya. Heheheh... ketika rasa ciut itu menghampiri pertanda kalau iman kita menipis. Alias kita tidak ingat TUHAN...hehehehehe...
Pergi dengan taxi dan pulang pun dengan taxi. Akhirnya saya Selamat tiba di Salihara.
Salihara ini berada di Pasar Minggu, jadi saya pergi lewat Kemang lalu melewati Pejaten Village dan Republika. Jadi, sedikit daerah Pejaten dan Republika itu saya tahu, karena sewaktu mengikuti Ekspedisi P. Onrust, saya ke sana. Sebenarnya supir taxi itu tidak tahu tentang Gedung Salihara. Tap, alhamdulilah kita tidak berkeliling-keliling. Karena saya mengikuti petunjuk dari panitia acara.
"Dari Pejaten Village terus jalan ke arah Unas. Letak Salihara 200 meter setelah Unas", jawabnya....
Ya, memang sebelumnya saya sms dulu itu panitia acaranya.
Alhamdulilah, bagi saya, supir taxi itu sabar meladeni penumpangnya yang bawel, hihihihi...
Sekitar pukul 20.00 lewat saya tiba di Salihara. Sayang tidak bisa berkeliling-keliling, karena tak lama setelah saya beli tiket yang harganya Rp. 50.000,- pertunjukkan pun dimulai.
Sebelum ke Sinopsis cerita saya ingin infokan dulu bahwa teater yang berjudul Visa ini disutradarai oleh : Iswadi Pratama dan Naskahnya ditulis oleh : Goenawan Mohamad. Yang memainkannya dari Teater Satu (Bandar Lampung) dan merupakan salah satu anggota dari Forum Teater Realis.
Baiklah sekarang kita simak terlebih dahulu Tafsir Pertunjukan Atas Teks Visa.
Lakon Visa yang ditulis oleh Goenawan Mohamad ini bukan hendak memerikan suatu bentuk (teater) atau soal yang "selesai". Ini bukan sebuah drama dengan tokoh-tokoh cerita (karakter), alur psikologis dan cerita yang menuju suatu titik akhir (klimaks) yang final. Melainkan ingin lebih menyuguhkan sebuah ironi dari suatu realitas yang berlapis-lapis dalam berbagai gambar, kesan, atau bentuk. Dalam sebuah komposisi yang mengelak menjadi "lazim". Karena itu, menonton pertnjukan ini, hadirin yang budiman akan mendapatkan kesan bagaimana peristiwa akan bergulir dengan "enteng" saja dari suatu bentuk pengadegan ke bentuk pengadegan lainnya yang acap kali tidak saling sinkron. Ia tak bisa begitu saja dimampatkan ke dalam bingkai realisme, surealisme, atau absurd. Ia bukan semua itu sekaligus mengandung semua itu. Ia sangat bernuansa. Sarat dengan paradok. Dari sisi keaktoran, ia juga menuntut fleksibilitas, kepekaan, dan ketaksaan, para aktor untuk mengartikulasikan hal-hal yang bersifat wacana atau menyelam ke lapisan-lapisan semantis dan emosi yang amat halus. Laku batin para tokoh (karakater) di dalam drama ini, seperti perjalanan ke luar- masuk ke dalam prosa dan puisi, bahkan pula terambing di antara keduanya. Dan Inilah pentingnya menyimak pementasan ini.
Yup....jadi sewaktu saya perhatikan memang, ada sebentuk adegan prosa dan puisi. Maksudnya ada orang yang layaknya sedang membacakan puisi. Dan ada juga tokoh yang bercerita atau sedang menyampaikan sebuah prosa. Tokoh ini menceritakan tentang DETROIT (kota yang berhantu)...dan menyandingkannya dengan GOTHAM., yaitu sebuah kota di FILM BATMAN yang seperti kota mati (karena sepi dan menakutkan) tapi sebenarnya ada penduduknya....
Pergi dengan taxi dan pulang pun dengan taxi. Akhirnya saya Selamat tiba di Salihara.
Salihara ini berada di Pasar Minggu, jadi saya pergi lewat Kemang lalu melewati Pejaten Village dan Republika. Jadi, sedikit daerah Pejaten dan Republika itu saya tahu, karena sewaktu mengikuti Ekspedisi P. Onrust, saya ke sana. Sebenarnya supir taxi itu tidak tahu tentang Gedung Salihara. Tap, alhamdulilah kita tidak berkeliling-keliling. Karena saya mengikuti petunjuk dari panitia acara.
"Dari Pejaten Village terus jalan ke arah Unas. Letak Salihara 200 meter setelah Unas", jawabnya....
Ya, memang sebelumnya saya sms dulu itu panitia acaranya.
Alhamdulilah, bagi saya, supir taxi itu sabar meladeni penumpangnya yang bawel, hihihihi...
Sekitar pukul 20.00 lewat saya tiba di Salihara. Sayang tidak bisa berkeliling-keliling, karena tak lama setelah saya beli tiket yang harganya Rp. 50.000,- pertunjukkan pun dimulai.
![]() |
| Sayang sekali tiketnya dirobek nih oleh petugasnya |
Sebelum ke Sinopsis cerita saya ingin infokan dulu bahwa teater yang berjudul Visa ini disutradarai oleh : Iswadi Pratama dan Naskahnya ditulis oleh : Goenawan Mohamad. Yang memainkannya dari Teater Satu (Bandar Lampung) dan merupakan salah satu anggota dari Forum Teater Realis.
Baiklah sekarang kita simak terlebih dahulu Tafsir Pertunjukan Atas Teks Visa.
Lakon Visa yang ditulis oleh Goenawan Mohamad ini bukan hendak memerikan suatu bentuk (teater) atau soal yang "selesai". Ini bukan sebuah drama dengan tokoh-tokoh cerita (karakter), alur psikologis dan cerita yang menuju suatu titik akhir (klimaks) yang final. Melainkan ingin lebih menyuguhkan sebuah ironi dari suatu realitas yang berlapis-lapis dalam berbagai gambar, kesan, atau bentuk. Dalam sebuah komposisi yang mengelak menjadi "lazim". Karena itu, menonton pertnjukan ini, hadirin yang budiman akan mendapatkan kesan bagaimana peristiwa akan bergulir dengan "enteng" saja dari suatu bentuk pengadegan ke bentuk pengadegan lainnya yang acap kali tidak saling sinkron. Ia tak bisa begitu saja dimampatkan ke dalam bingkai realisme, surealisme, atau absurd. Ia bukan semua itu sekaligus mengandung semua itu. Ia sangat bernuansa. Sarat dengan paradok. Dari sisi keaktoran, ia juga menuntut fleksibilitas, kepekaan, dan ketaksaan, para aktor untuk mengartikulasikan hal-hal yang bersifat wacana atau menyelam ke lapisan-lapisan semantis dan emosi yang amat halus. Laku batin para tokoh (karakater) di dalam drama ini, seperti perjalanan ke luar- masuk ke dalam prosa dan puisi, bahkan pula terambing di antara keduanya. Dan Inilah pentingnya menyimak pementasan ini.
Yup....jadi sewaktu saya perhatikan memang, ada sebentuk adegan prosa dan puisi. Maksudnya ada orang yang layaknya sedang membacakan puisi. Dan ada juga tokoh yang bercerita atau sedang menyampaikan sebuah prosa. Tokoh ini menceritakan tentang DETROIT (kota yang berhantu)...dan menyandingkannya dengan GOTHAM., yaitu sebuah kota di FILM BATMAN yang seperti kota mati (karena sepi dan menakutkan) tapi sebenarnya ada penduduknya....
![]() |
| Foto diambil dari http://www.flickr.com/photos/salihara/5790742578/in/set-72157626744439745 |
Saya senang dengan sastra apalagi ketika membaca tentang Pantun, Sajak, terlebih Gurindam, Pantun dan syair....dulu sewaktu SMP pernah belajar hal ini....tapi saya tidak mahir kalau harus membacakannya di depan dan dinilai.. oh itu tidak....Saya senang menikmatinya dengan cara membaca untuk diri saya sendiri tidak untuk orang lain heheheheh
Nah, sekarang mari kita simak Sinopsisnya
Drama ini mengisahkan tentang orang-orang yanng membutuhkan Visa untuk pergi ke Amerika. Iwan Chandra yang harus ke Sandiego untuk kursus keuangan, Dumilah hendak menengok cucu di Hawai, Gagap ingin membuat "kenangan baru" di Amerika, Emile bermimpi hidup di Detroit, dan pemohon Visa lainnya dengan tujuan yang beragam pula. Tapi mendapatkan Visa ke Amerika tak pernah menjadi hal yang gampang bagi mereka. Mereka dihadang prosedur yang serba ketat dan sikap paranoid pemerintah Amerika. Sebuah pertanyaan tentang silsilah keluarga atau riwayat hidup dan tujuan bepergian, mengungkit pula masa lalu mereka yang kelam dan bisa jadi menggagalkan kepergian sebagai sebuah isolasi, negeri yang menyembunyikan kesepian juga kekejian dibalik kemegahannya.
![]() |
| Foto Diambil dari http://www.flickr.com/photos/salihara/5790751196/in/set-72157626744439745 |
Nah, demikianlah ceritanya...tapi tunggu dulu sebelum saya akhiri saya masih punya cerita untuk dishare.
Saya menyoroti tokoh Dumilah di atas. Yup, ceritanya khan Dumilah itu hendak menengok cucunya di Hawai, karena anaknya itu menikah dengan Bule sana. Ketika Dumilah diinterview untuk memperolah Visa, dia menjelaskan tentang suami si anaknya itu yang orang Hawai. Nah, setelah memberitahu Interviewer nama si Suami anaknya itu, dia langsung menegaskan bahwa suaminnya bukan Arab. Ya, ini dikarenakan nama suami anaknya itu mirip dengan nama-nama arab.... saya senyum dan kebetulan paham mengenai itu..
Ceritanya saya tahu sebuah cerita, ada seorang pejabat yang akan melakukan kunjungan kerja ke Amerika dan dia pun intinya sudah bercerita kepada keluarga besar pastinya. Tapi, apa mau dikata akhirnya dia ditolak, tidak bisa berangkat ke Paman Sam. Dan menurut Info yang saya dapatkan hal ini dikarenakan nama depannya itu adalah "Muhammad".......
Sebenarnya tidak ada yang salah dengan nama-nama islami ini. Tapi ini bisa dijadikan sebagai bahan masukan saja. Kalau saya sih lebih memilih nama islami yang fleksibel heheheh.... "MUHAMMAD" itu bagus sungguh. Tapi perasaannya saya mengatakan itu terlalu berat heheheh.........
Satu lagi, khan ketika memohon Visa itu, si pemohon visa harus menuliskan tentang nama keluarga...Nah tidak semua orang memiliki nama keluarga. Saya misalnya dari Sunda, tidak punya tuh.,. berbeda misalnya dengan orang Batak yang punya marga atau mungkin anda yang punya klan tertentu....
Tapi pertanyaannya adalah Separaniod itukah Amerika??? Tapi mudah-mudahan apabila saya mendapatkan beasiswa untuk belajar di Sana, dipermudah ya Visanya, Amien...
Sebagai penutup, apa perbedaan antara Opera dan Teater. Sepanjang yang saya pahami dan saya saksikan langsung tentunya berbeda:
- Perbedaan itu terletak pada bagian atau istilah-istilah. Misalnya di Opera ada istilah ARIA....di Teater tidak ada.
- Di dalam Opera, dari awal sampai akhir ada Aria atau yang bernyanyi Solo...dan itu pun lagunya disesuaikan dengan tema. Di dalam Teater bisa ada disuguhkan lagu tapi itu pun terbatas. Mungkin hanya satu- dua kali dan itu pun dibarengi dengan dialog yang terjadi antara kedua tokoh yang lain, jadi suara/bernyanyipun dikecilkan.
- Di dalam teater dari awal sampai akhir ada dialog diantara pelakonnya, sedangkan dalam opera bisa ditiadakan dialognya. Jadi, hanya membaca naskah atau bercerita saja.
- Di dalam teater memainkan sebuah tokoh tapi di dalam Opera bisa tidak memainkan seorang tokoh pun....
Friday, June 3, 2011
Kue Subuh Blok M
Ya, dikarenakan hari ini masih libur dan tidak ngapain-ngapain...hmmm tidak kok siang ini saya les, hehehe... Baiklah mari kita balik lagi ke cerita inti.
Ya, pagi ini sesuai dengan rencana yang dibuat sejak kemarin, saya ingin sekali pergi ke Pasar Kue Subuh BLOK M. Akhirnya keinginan saya kesampaian juga.
![]() |
| Kue Subuh Blok M, Sudah buka semenjak pagi :) |
Sesampainya di Blok M Square saya perhatikan memang ramai. Masuk lebih dalam lagi ada aneka ragam penganan... coba perhatikan gambar berikut ini.
| Dijual aneka penganan ada sus, pastel, keroket, lemper, agar, dlll |
Yup, saya perhatikan beberapa penganan dari satu penjual ke penjual yang lainnya kok sama. Heran saya. Lalu perkara ini saya tanyakan kepada seorang penjual.
"Ibu dari mana ambil kue-kue ini", tanyaku
"Oh, kita mengambilnya dari Senen, tapi ada beberapa yang dibuat di sini", jawab seorang penjual.
Yup, penganan yang dibuat di tempat jualan berupa pastel dan gorengan, dll...
Dan selain penganan ada juga yang jualan lauk untuk makan. Seperti goreng ayam keremes (digoreng ditempat) dan krecek....Kebanyakan memang Makanan Jawa. Lagi-lagi Orang jawa ini memang pandai berdagang dan merantau.
| Kerecek, ayam goreng keremes, dan gudeg |
Untuk gudek dan kerecek kita bisa membeli @Rp. 5000,- saya tahu harganya karena saya perhatikan seorang ibu membelinya.
Oh ya, kata si penjual yang saya tanya Kue Subuh Blok M ini sudah ada sejak lama. 10 tahun ada.
"Kue subuh ini sudah ada sejak anak saya kecil sampai dewasa", tutur Ibu penjual.
Nah, Ternyata untuk jualan Kue subuh ini setiap pedagang akan ditarik tarif sebesar Rp., 20.000,- oleh petugas... Uang ini termasuk sewa meja yang disediakan pihak terkait.
"Kami menyediakan sebanyak 261 meja", kata petugas.
Satu meja biasanya berlaku untuk 3-4 orang....
Dan biasanya pembeli yang membeli grosiran atau banyak akan mendapatkan potongan harga. Misalnya, sebuah lemper dijual Rp. 1000,- tapi kalau kita ingin membeli dalam jumlah besar maka harga satuannya menjadi Rp. 600,-
Melihat penganan yang begitu banyak saya menjadi giung...niat awal saya kahn untuk melihat-lihat, jadi saya tidak membeli banyak. Hanya membeli 2 buah lemper, 2 buah agar dan gorengan. Saya beli gorengan karena dibuat di tempat dan saya bisa melihat langsung komposisinya hehehe...
| Goreng tahu dan martabak asin |
| Martabak dan Goreng Tahu (4, Rp. 5000) |
Ada yang jualan cake ulang tahun juga lho.
| Cake Ulang Tahun |
Tentu ada juga nasi uduk dan bubur...lengkap pokoknya....
Jadi, kalau anda mencari penganan, coba pergi ke Kue Subuh Blok M. Tapi jangan terlalu siang ya. Mereka bisa saja sudah tutup. Kalau mau pergi ke sana jangan lupa, untuk langsung menuju pintu Zamrud 1-3. Karena Kue Subuh adanyan di sekitar pelataran itu.
Wednesday, June 1, 2011
SIRKUS KONTEMPORER Oleh Chabatz D'Entrar
Yup, ceritanya sudah lama ingin sekali menonton yang namanya sirkus.
Malah pernah saya menulis status di FB, akan hal ini. Eh ternyata rupa-rupanya Pucuk Dicinta Ulam Tiba...
Pada hari ketika akan les itu, saya melihat sebuah spanduk yang terbentang di depan Gedung Kesenian Jakarta. Saya baca sepintas di kata-kata Sirkus Kontemporer, kemudian ketika saya pastikan kembali, memang ternyata benar ada sirkus.
Saya pun lalu menghubungi contact person terkait dengan pertunjukan sirkus itu. Tepatnya tanggal 9 Mei, Saya sms.
Lalu ada yang menghubungi saya. Bahwa sesuai dengan schedule, sirkus itu akan digelar tanggal 31 Mei 2011. Dengan harga tiket ada yang
Rp. 75.000,- dan juga Rp. 50.000,- saya putuskan untuk membeli yang Rp. 75.000,- Oh ya pembayarannya dengan cara ditransfer.
Setelah transfer saya sms kembali panitia yang menjual tiket, untuk konfirmasi, kalau saya sudah membayar tiket lewat transfer. Saya pun tanya tentang waktu penukaran tiket.
Panitia menjawab seperti ini:
" kt buka dr hr selasa smp hr sabtu, dr jam 10 pagi smp jam 4 sore, atau bs d ambil pas harti H. Jangan lupa bw bkti transfer yanng aslinya utk ditukar dgn tiket ..tks"
Paling senang saya kalau dapat jawaban "dapat dikukar pada hari H" ....hhehehe,.. Ini berarti meringankan kerja kita.
Nah, pada hari Jumat yang lalu tepatnya tanggal 27 Mei 2011, saya dapat sms dari panitia seperti ini:
"Para Sahabat GKJ, tidak diperkenankan mendokumentasikan/mengabadikan dengan alat elektronik apapun selama pertunjukan Sirkus Kontemporer "Mobile" pd selasa, 31 Mei 2011 8 pm. Terima Kasih. GKJ & CCF Jakarta"..
Lalu saya jawab seperti ini:
"Terima kasih infonya, hm, tp sayang ya kalau tidak bisa memotret nanti kalau saya buat blog tidak menarik heheheh ... tp terima kasih infonya"...
Saya mengerti mengapa mereka melarang penonton untuk memotret, karena hal ini bisa mengganggu "keterfokusan" acaranya.. blitz yang keluar dari kamera bisa mengganggu dan tentu juga mengganggu kenyaman orang. Dikarenakan pada waktu acara lampunya dimatikan.
Lalu, apakah tidak ada yang memotret sama sekali?
Oh ketika saya datang di GKJ, dan bertanya kepada panitianya, mengatakan bahwa memang tidak diperbolehkan memotret tapi untuk bertemu dan berfoto itu sudah dilakukan dengan wartawan. Artinya sudah ada jumpa pers sebelum acara dimulai. Dan saya perhatikan pula kamera juga ada bahkan video juga ada ketika acara sedangn berlangsung. Tapi memang sepertinya hak istimewa itu diberikan kepada jurnalis resmi.
Nah, karena saya membeli tiket yang harganya Rp. 75.000,- dan merasa membeli tiketnya diawal sekali, saya pun mendapatkan duduk di jajaran D No. 19. Kursi ini berada di urutan ke 4 dari depan panggung. Sangat strategis sekali untuk memotret, tapi sayang berbeda dengan wayang orang yang lalu, yang penontonnya boleh mengabadikan kali ini saya tidak bisa melakukan apa-apa. Padahal bagus anglenya.
Ketika Sirkus akan dimulai, tampak dipanggung seperti ini:
Sebelum acara dimulai saya sempat memotret. Seperti nampak di ataslah keadaannya. Kok Kayu?? Yup kelompok sirkus yang bernama "CHABATZ D'ENTRAR" dan mengusung judul "Mobile" ini menggunakan kayu sebagai medianya. Tapi sayang saya tidak bisa bertanya banyak mengenai judul sirkus ini.
Kalupun ada istilah Sirkus Kontemporer kalau menurut saya mungkin karena si pelaku sirkusnya menghadirkan kayu yang pada dasarnya bersifat klasik tapi dapat dibuat gaya terkini. Tentu saja dengan perpaduan musik yang ada. Selain itu, saya perhatikan juga sirkus ini tidak terlalu kaku. Artinya mereka menyuguhkan ide lain seperti, ada ceritanya, ada humornya/komedi... tapi tentu saja tanpa ada kata-kata...itu dilakukan hanya gerakan anggota tubuh/ raut / mimik wajah saja.
Selanjutnya, papan/kayu yang terlihat seperti gambar di atas, diambil satu-persatu oleh 3 pesirkus/ para akrobat untuk melakukan aksinya. Aksinya yang pertama tentu dengan menggunakan tiga kayu/papan yang panjang. Mereka lalu melakukan atraksi dengan kayu itu. Oh ya, ada tiga orang anggota sirkus tentunya dengan karakteristik yang berbeda. 2 orang berperawakan ramping dan satu lagi lumayan besar. Tapi ya, dengan kerja sama yang baik mereka bisa melakukannya.
Lalu, ada atraksi yang menggunakan tangga, seperti terlihat di gambar itu. Dan ada pula atraksi dengan menggunakan seperti gelas yang terbuat dari, alumunium sepertinya. Dan ada pula atraksi seperti jungkat-jungkit. Mereka melakukannya dengan cara berdiri lalu ketika satu orang berada pada posisi untuk melompat satu orang mendarat. Nah, ketika melakukan lompatan itu seorang pesirkus menampilkan gaya yang berbeda. Ada ketika melakukan lompatan itu dibarengi dengan gaya melangkah atau seperti berjalan, memutarkan badan seperti itu. Dan ada yang main seprti egrang.....Yup, yang melakukannya adalah yang berperawakan besar. Ternyata berat badan tidak jadi masalah ya.. dia tetap memiliki keseimbangan.
Berbicara mengenai egrang, saya ingat kampung halaman. Teman-teman saya suka bermain egrang, dikampung saya namanya "JUJUNGKUNGAN" yang merupakan permainan tradisional. Dibuat dari 2 (dua) buah bambu dan ada pijakannya. Lalu mainnya dengan cara menginjakkan kaki dipijakan yang ada dibambu dan memegang kedua ujung tongkat (kanan-kiri) untuk kemudian digerak-gerakan. Ah saya tidak bisa main ini..... tapi saya setidaknya pernah mencoba. Selain JUJUNGKUNGAN masih banyak permainan lainnya.
Kembali ke cerita, Atraksi yang terakhir adalah membuat seperti rangka/kontruksi....gambarnya bisa dilihat serperti dibawah ini:
Ya, seperti itulah....kemudian, apakah mereka tidak melakukan kesalahan?
Hm...saya awam untuk menilai. Tapi yang saya rasakan ada. Seperti ada salah satu adegan dimana seorang pesirkus ketika hendak melakukan berdiri, kurang sempurna. Lalu saya lirik kearah teman yang satunya lagi, dan dia terlihat tersenyum...oh ya memang atraksi ini khan diselipkan dengan komedi, jadi tidak kentara, dan mungkin faktor ini yang disebut kontemporer...selain ciri-ciri yang telah disebutkan di atas.
Ini merupakan sirkus pertama yang saya saksikan secara langsung. Memang, sirkus itu identik dengan akrobat....tapi yang saya saksikan ini masih dalam atraksi yang standar, tidak ada binatangnya, tidak ada yang lompat tali......jadi gerakannya bukan yang menantang sekali. Walaupun ada lompatan itu lompatan dari papan...seperti yang telah saya bahas di atas.
Nah, tidak banyak informasi mengenai grup ini. Tapi yang saya pahami adalah kerjasama yang baik akan membuat segalanya lancar. Adapun informasi yang saya dapatkan mengenai Sirkus ini adalah sebagai berikut:
"Didirikan pada tahun 1997, kelompok Chabatz d'Entrar mempersembahkan kreasi terbarunya di Jakarta yang berjudul "mobile", sebuah pertunjukan dengan papan biasa yang diolah oleh para pemain luar biasa, membawa penonton masuk ke dalam arena permainan konstruksi dimana keseimbangan terpaku pada hanya satu benang."
Hanya itu saja yang saya peroleh....untuk lebih jauh lagi teman-teman bisa googling. Oh ya acara ini merupakan salah satu rangkaian dalam rangka Printemps Francais (Festival Seni Budaya Prancis) ke -7, yang diselenggrakan mulai dari tanggal 7 Mei Sampai 24 Juli 2011 tentunya dengan agenda yang berbeda.
Dan Satu lagi sebelum saya tutup...Menyaksikan sirkus ini, ada beberapa aturan yang perlu dipatuhi penonton atau ada beberapa larangan yaitu:
Nah, untuk sirkus kali ini, penontonnya tentu banyaklah bulenya...
Demikianlah laporan saya untuk acara Sirkus tadi Malam.
NB: Nonton sirkus ini akan lebih mantap apabila membawa seorang anak. Asalkan jangan balita. Saya mendengar tertawa anak kecil,,, sepertinya dia begitu enjoy menyaksikan sirkus itu....Sirkus itu khan menghibur, jadi ya tidak perlu pemikiran yang dalam hehehehehe.......
Malah pernah saya menulis status di FB, akan hal ini. Eh ternyata rupa-rupanya Pucuk Dicinta Ulam Tiba...
Pada hari ketika akan les itu, saya melihat sebuah spanduk yang terbentang di depan Gedung Kesenian Jakarta. Saya baca sepintas di kata-kata Sirkus Kontemporer, kemudian ketika saya pastikan kembali, memang ternyata benar ada sirkus.
Saya pun lalu menghubungi contact person terkait dengan pertunjukan sirkus itu. Tepatnya tanggal 9 Mei, Saya sms.
Lalu ada yang menghubungi saya. Bahwa sesuai dengan schedule, sirkus itu akan digelar tanggal 31 Mei 2011. Dengan harga tiket ada yang
Rp. 75.000,- dan juga Rp. 50.000,- saya putuskan untuk membeli yang Rp. 75.000,- Oh ya pembayarannya dengan cara ditransfer.
Setelah transfer saya sms kembali panitia yang menjual tiket, untuk konfirmasi, kalau saya sudah membayar tiket lewat transfer. Saya pun tanya tentang waktu penukaran tiket.
Panitia menjawab seperti ini:
" kt buka dr hr selasa smp hr sabtu, dr jam 10 pagi smp jam 4 sore, atau bs d ambil pas harti H. Jangan lupa bw bkti transfer yanng aslinya utk ditukar dgn tiket ..tks"
Paling senang saya kalau dapat jawaban "dapat dikukar pada hari H" ....hhehehe,.. Ini berarti meringankan kerja kita.
Nah, pada hari Jumat yang lalu tepatnya tanggal 27 Mei 2011, saya dapat sms dari panitia seperti ini:
"Para Sahabat GKJ, tidak diperkenankan mendokumentasikan/mengabadikan dengan alat elektronik apapun selama pertunjukan Sirkus Kontemporer "Mobile" pd selasa, 31 Mei 2011 8 pm. Terima Kasih. GKJ & CCF Jakarta"..
Lalu saya jawab seperti ini:
"Terima kasih infonya, hm, tp sayang ya kalau tidak bisa memotret nanti kalau saya buat blog tidak menarik heheheh ... tp terima kasih infonya"...
Saya mengerti mengapa mereka melarang penonton untuk memotret, karena hal ini bisa mengganggu "keterfokusan" acaranya.. blitz yang keluar dari kamera bisa mengganggu dan tentu juga mengganggu kenyaman orang. Dikarenakan pada waktu acara lampunya dimatikan.
Lalu, apakah tidak ada yang memotret sama sekali?
Oh ketika saya datang di GKJ, dan bertanya kepada panitianya, mengatakan bahwa memang tidak diperbolehkan memotret tapi untuk bertemu dan berfoto itu sudah dilakukan dengan wartawan. Artinya sudah ada jumpa pers sebelum acara dimulai. Dan saya perhatikan pula kamera juga ada bahkan video juga ada ketika acara sedangn berlangsung. Tapi memang sepertinya hak istimewa itu diberikan kepada jurnalis resmi.
![]() |
| Kameramen |
Nah, karena saya membeli tiket yang harganya Rp. 75.000,- dan merasa membeli tiketnya diawal sekali, saya pun mendapatkan duduk di jajaran D No. 19. Kursi ini berada di urutan ke 4 dari depan panggung. Sangat strategis sekali untuk memotret, tapi sayang berbeda dengan wayang orang yang lalu, yang penontonnya boleh mengabadikan kali ini saya tidak bisa melakukan apa-apa. Padahal bagus anglenya.
Ketika Sirkus akan dimulai, tampak dipanggung seperti ini:
![]() |
| Kondisi Panggung Sebelum Dimulai |
Sebelum acara dimulai saya sempat memotret. Seperti nampak di ataslah keadaannya. Kok Kayu?? Yup kelompok sirkus yang bernama "CHABATZ D'ENTRAR" dan mengusung judul "Mobile" ini menggunakan kayu sebagai medianya. Tapi sayang saya tidak bisa bertanya banyak mengenai judul sirkus ini.
Kalupun ada istilah Sirkus Kontemporer kalau menurut saya mungkin karena si pelaku sirkusnya menghadirkan kayu yang pada dasarnya bersifat klasik tapi dapat dibuat gaya terkini. Tentu saja dengan perpaduan musik yang ada. Selain itu, saya perhatikan juga sirkus ini tidak terlalu kaku. Artinya mereka menyuguhkan ide lain seperti, ada ceritanya, ada humornya/komedi... tapi tentu saja tanpa ada kata-kata...itu dilakukan hanya gerakan anggota tubuh/ raut / mimik wajah saja.
Selanjutnya, papan/kayu yang terlihat seperti gambar di atas, diambil satu-persatu oleh 3 pesirkus/ para akrobat untuk melakukan aksinya. Aksinya yang pertama tentu dengan menggunakan tiga kayu/papan yang panjang. Mereka lalu melakukan atraksi dengan kayu itu. Oh ya, ada tiga orang anggota sirkus tentunya dengan karakteristik yang berbeda. 2 orang berperawakan ramping dan satu lagi lumayan besar. Tapi ya, dengan kerja sama yang baik mereka bisa melakukannya.
Lalu, ada atraksi yang menggunakan tangga, seperti terlihat di gambar itu. Dan ada pula atraksi dengan menggunakan seperti gelas yang terbuat dari, alumunium sepertinya. Dan ada pula atraksi seperti jungkat-jungkit. Mereka melakukannya dengan cara berdiri lalu ketika satu orang berada pada posisi untuk melompat satu orang mendarat. Nah, ketika melakukan lompatan itu seorang pesirkus menampilkan gaya yang berbeda. Ada ketika melakukan lompatan itu dibarengi dengan gaya melangkah atau seperti berjalan, memutarkan badan seperti itu. Dan ada yang main seprti egrang.....Yup, yang melakukannya adalah yang berperawakan besar. Ternyata berat badan tidak jadi masalah ya.. dia tetap memiliki keseimbangan.
Berbicara mengenai egrang, saya ingat kampung halaman. Teman-teman saya suka bermain egrang, dikampung saya namanya "JUJUNGKUNGAN" yang merupakan permainan tradisional. Dibuat dari 2 (dua) buah bambu dan ada pijakannya. Lalu mainnya dengan cara menginjakkan kaki dipijakan yang ada dibambu dan memegang kedua ujung tongkat (kanan-kiri) untuk kemudian digerak-gerakan. Ah saya tidak bisa main ini..... tapi saya setidaknya pernah mencoba. Selain JUJUNGKUNGAN masih banyak permainan lainnya.
Kembali ke cerita, Atraksi yang terakhir adalah membuat seperti rangka/kontruksi....gambarnya bisa dilihat serperti dibawah ini:
![]() |
| Gambar ini saya foto dari brosur heheheh |
Ya, seperti itulah....kemudian, apakah mereka tidak melakukan kesalahan?
Hm...saya awam untuk menilai. Tapi yang saya rasakan ada. Seperti ada salah satu adegan dimana seorang pesirkus ketika hendak melakukan berdiri, kurang sempurna. Lalu saya lirik kearah teman yang satunya lagi, dan dia terlihat tersenyum...oh ya memang atraksi ini khan diselipkan dengan komedi, jadi tidak kentara, dan mungkin faktor ini yang disebut kontemporer...selain ciri-ciri yang telah disebutkan di atas.
Ini merupakan sirkus pertama yang saya saksikan secara langsung. Memang, sirkus itu identik dengan akrobat....tapi yang saya saksikan ini masih dalam atraksi yang standar, tidak ada binatangnya, tidak ada yang lompat tali......jadi gerakannya bukan yang menantang sekali. Walaupun ada lompatan itu lompatan dari papan...seperti yang telah saya bahas di atas.
![]() |
| Gambar ini merupakan kondisi terakhir kayu (penutup) di dalam atraksi itu |
Nah, tidak banyak informasi mengenai grup ini. Tapi yang saya pahami adalah kerjasama yang baik akan membuat segalanya lancar. Adapun informasi yang saya dapatkan mengenai Sirkus ini adalah sebagai berikut:
"Didirikan pada tahun 1997, kelompok Chabatz d'Entrar mempersembahkan kreasi terbarunya di Jakarta yang berjudul "mobile", sebuah pertunjukan dengan papan biasa yang diolah oleh para pemain luar biasa, membawa penonton masuk ke dalam arena permainan konstruksi dimana keseimbangan terpaku pada hanya satu benang."
Hanya itu saja yang saya peroleh....untuk lebih jauh lagi teman-teman bisa googling. Oh ya acara ini merupakan salah satu rangkaian dalam rangka Printemps Francais (Festival Seni Budaya Prancis) ke -7, yang diselenggrakan mulai dari tanggal 7 Mei Sampai 24 Juli 2011 tentunya dengan agenda yang berbeda.
Dan Satu lagi sebelum saya tutup...Menyaksikan sirkus ini, ada beberapa aturan yang perlu dipatuhi penonton atau ada beberapa larangan yaitu:
- Terlambat hadir. Hadir 15 menit sebelum jam pertunjukan.
- Membawa Serta anak-anak dibawah umur (Balita)
- Memakai T Shirt, Celana pendek dan Sandal
- Membawa peralatan yang daoat menimbulkan bunyi ( jam tangan beralarm, handy talki, starko dan yang sejenis dengan itu)
- Memotret selama pergelaran berlangsung
- Makan, minum, dan merokok di dalam ruang pagelaran.
Nah, untuk sirkus kali ini, penontonnya tentu banyaklah bulenya...
Demikianlah laporan saya untuk acara Sirkus tadi Malam.
NB: Nonton sirkus ini akan lebih mantap apabila membawa seorang anak. Asalkan jangan balita. Saya mendengar tertawa anak kecil,,, sepertinya dia begitu enjoy menyaksikan sirkus itu....Sirkus itu khan menghibur, jadi ya tidak perlu pemikiran yang dalam hehehehehe.......
Saturday, May 28, 2011
Wayang Orang "Trigantalpati"
![]() |
| Suasana Di dalam Gedung Kesenian Jakarta |
Yup, ceritanya Rabu malam, saya menonton pagelaran Wayang Orang di Gedung Kesenian Jakarta. Rasa penasaranlah yang mendorong saya untuk menontonnya.
Seusai Solat Magrib saya pergi ke Gedung Kesenian Jakarta dengan naik ojeg yang mangkal di depan kantor. Pertimbangannya adalah naik Ojeg akan lebih cepat daripada Taxi yang memang pada jam-jam itu waktunya pulang kantor. Benar dugaan saya. Jalanan malam itu padat dan ramai.
Saya akhirnya tiba di Gedung Kesenian Jakarta sekitar jam 7 pm kurang. Ternyata waktu tiba di sana loketnya belum buka dan gedungnya pun masih tutup. Tapi sudah ada beberapa orang yang datang.
Lalu, saya tanya salah seorang satpam yang sudah bekerja 8 tahun di sana. Ia katakan kepada saya bahwa pertunjukkan dibuka sekitar jam 8 pm.
Sekitar Jam 7.30 pm. penjulan tiket pun dibuka. Yang menjualnya adalah panitia acara bukan dari pihak Gedung Kesenian Jakarta. Harga tiket pun bervariasi, mulai dari 700 ribu, 300 ribu dan yang balkon dijual 200 ribu. Nah, saya beli yang termurah saja alias yang di Balkon.
"Mau pesan berapa tiket,"tanya petugasnya
"satu saja"., jawab saya
"oh anda cinta budaya ya", kata panitia yang lain (Bapak-bapak).
Lalu saya pun keluar membawa tiket. Tapi tak berapa lama kemudian Bapak itu memanggil saya.
"Mbak, kemari sebentar, saya tukar tiketnya ya dengan yang VIP", ujar Bapak itu.
"Kenapa Pak harus ditukar", tanya saya heran.
"Kasihan duduknya jauh, tidak terlihat dan karena mbak Sendiri, jadi saya kasih spesial", jelasnya.
"o terima kasih", kata saya.
![]() |
| Tiket VIP Kursi P No. 16 |
Ketika acara dimulai saya perhatikan balkon atas. Ternyata memang kosong, maksudnya tidak kosong sama kali bisalah penontonnya itu dihitung dengan jari tangan. Saya kira, Bapak itu ketakutan kalau tidak ada lagi penonton yang beli tiket di Balkon. Tapi nyatanya ada. Atas tempat duduk VIP yang diberikan kepada saya, dihaturkan terima kasih ya Pak. Sepertinya saya adalah pribadi yang selalu dilingkupi keberuntungan... Dan saya masih tersanjung dengan sikapnya Bapak itu. Mengapa? karena ternyata Bapak Itu berpikir ke arah yang namanya "kasihan", "rasa kemanusiaan" apapun itu istilanya. Kalau cuek khan ya, tidak perlulah memberikan kursi duduk di VIP kepada saya hehehehe...
Adegan Wayang Orang tersebut diawali dengan tarian.
![]() |
| Salah satu adegan dalam Wayang orang |
Oh ya, saya berikan inti ceritanya saja ya. Tapi Sebelumnya saya hendak memberitahu Arti dari "Trigantalpati" yang merupakan judul wayang orang tersebut. Trigantalpati itu artinya Sangkuni Kembar Tiga.
TRIGANTALPATI, HARYA SUMAN, atau SANGKUNI adalah kesatria Plasajenar yang terkenal sangat licik, culas atau julig.
Dilatarbelakangi oleh kekecewaan atas kegagalannya mempersunting Dewi Kunthi, karena kalah dalam sayembara pilih dengan Pandhu. Di lain pihak, ia harus merelakan kakak perempuannya yang bernama Dewi Gendari diperistri oleh Dhestharastra, kakak Pandhu yang buta sejak lahir. Dendam membara SANGKUNI senantiasa terus bergetar di dalam hati, kepada siapa pun yang menikmati hidup tentram penuh kedamaian.
SANGKUNI yang identik dengan manusia berbisa, telah berhasil memadukan kelicikan dan kebohongan untuk mengadu domba siappa pun. Tidak Kurang dari enam tokoh yang berhasil diadu domba; Prabu Baladewa Raja Madura dengan Wrekudara, Salyapati Raja Mandaraka dengan Setyajid penguasa Lesanpura, serta Burisrawa dan Setyaki. Keenam tokoh tersebut masih ada ikatan persaudararaan.
Juga dengan kejuligannya, ia peralat Prabu Kridhakawaca Raja Himamintaka guna memenuhi keinginannya; melecehkan Dewi Kunthi yang berbudi luhur, untuk meladeni nafsu bejatnya yang telah tiga puluh tahun terendam dalam lumpur asmara SANGKUNI.
Pendek kata, semua tatanan ia jungkir balikkan kerukunan ia cerai-beraikan, ketentraman ia porak-porandakan, demi kepuasan pribadi dan golongan.
"Hidup tanpa kelicikan adalah semu." itulah semboyan SANGKUNI.
Satu Sangkuni saja dapat memporak-porandakan berbagai tatanan kehidupan, baik sosial, budaya maupun politik, apalagi jika sebuah negara terdapat tiga Sangkuni.
Sebenarnya pementasan wayang orang ini ada terbagi menjadi beberapa adegan. Dan disetiap adegan itu ada ceritanya. Tapi sayang, saya tidak mendokumentasikan setiap adegan. Wayang orang ini meskipun kita bisa membaca dibuku Acara tapi memang tidak ada dialog atau narasi yang detail. Kalau di dalam opera yang saya pernah ikuti itu, setiap lakon atau narasi bisa diikuti dan ada naskahnya. Jadi, ini membantu jalan pikiran kita sinkron dengan adegan.
Yang saya sayangkan Dominannya dalam adegan tersebut penggunaan bahasa Jawa. Saya sudah tahu mengenai hal ini. Tapi saya tidak menyangka tidak akan ada dialog yang lumayan panjang dalam bahasa Indonesia di adegan itu. Alhasil saya mengantuk diengah-tengah adegan sampai menjelang akhir, Monoton. Rasa kantuk itu disebabkan selain karena monoton, juga karena pikiran saya itu diam. Karena bingung, apa yang harus diketawakan seperti penonton yang lain. Saya tertawa ketika ada adegan Punakawan.
Oh ya, saya rasakan Wayang orang itu syarat dengan ritualnya. Coba perhatikan gambar berikut ini:
![]() |
| Taburan Bunga Melati |
Entahlah saya tidak mengerti dengan maksud taburan bunga melati ini. Hehehehe..
Dari Wayang orang yang saya tontonan tersebut., musik gamelanlah yang menurut saya begitu universal. Walaupun tidak mengerti tapi kita semua bisa menikmati.
Dan menonton Wayang orang ini saya diingatkan lagi dengan tokoh seperti ini:
![]() |
| Punakawan |
Saya masih ingat ya, pertama kali lihat tokoh di atas diacara "RIA JENAKA" TVRI... tapi sayang sekarang tinggal kenangan. Teman-teman bisa mengidentifikasi tidak, dari ketiga tokoh diatas?
Hm...ya, yang ditengah itu adalah Petruk, yang sebelah kanan, Bagong dan sebelah kiri yang kurus dan kecil itu adalah gareng. Nah, Punakawan itu khan ada 4 satu lagi Semar. Semar ada di foto berikut ini:
![]() |
| Salah satu adegan Wayang Orang |
Lalu, apa artinya dari PUNAKWAN???
Setelah saya googling, saya dapatkan arti sebagai berikut:
Konon Sunan Kalijaga telah menciptakan wayang kulit tersebut untuk sarana dakwah, agar manusia senantiasa Eling marang GUSTI ALLAH.
Sekarang mari kita simak, apakah arti dari punakawan itu dan arti dari nama-nama tokoh dalam punawakan itu.
Punakawan itu berasal dari kata-kata Puna dan Kawan. Puna berarti susah; sedangkan kawan berarti kanca, teman atau saudara. Jadi arti Punakawan itu juga bisa diterjemahkan teman/saudara di kala susah.
Ada penafsiran lain dari kata-kata Punakawan. Puna bisa juga disebut Pana yang berarti terang, sedangkan kawan berarti teman atau saudara. Jadi penafsiran lain dari arti kata Punakawan adalah teman atau saudara yang mengajak ke jalan yang terang.
Penafsiran lainnya, Puna atau Pana itu berarti fana. Jadi Punakawan juga bisa ditafsirkan teman/saudara yang mengajak ke jalan kefanaan.
Tokoh-tokoh Punakawan itupun namanya memiliki arti. Semar berasal dari kata Samara (bergegas), Nala Gareng berasal dari kata nala khairan (memperoleh kebaikan). Sedangkan Petruk berasal dari kata fat ruk (tinggalkanlah), sementara Bagong berasal dari kata al ba gho ya (perkara buruk).
Jadi jika digabungkan maka arti dari tokoh Semar, Nala Gareng, Petruk, Bagong itu memiliki arti 'bergegaslah memperoleh kebaikan, tinggalkanlah perkara buruk'.
Seperti itulah kira-kira Wayang Orang yang saya tonton, saya pun sedikit tahu tentang tokoh pewayangan. Dan juga tokoh dalam Mahabharata yang dimasukkan dalam wayang ini (Mahabharata dulu pernah lihat serialnya tapi tidak sampai akhir hanya sepotong itu pun sudah lama seklai) ....
Berikut adalah tim dari Pagelaran wayang Orang:
![]() |
| Semua Kru Wayang Orang |
Adapun Hikmah yang dapat kita ambil dari Wayang tersebut, banyak. Tapi yang pasti tokoh Sangkuni ini bukan untuk ditiru oleh kita. Kita harus tetap waspada dalam hidup ini. Setiap orang memiliki karekteristik yang berbeda. Dan mengakui kekalahan dengan lapang dada adalah merupakan sikap kesatria. Tidak mendendam, menjunjung nilai-nilai kehidupan yang luhur, dll...........
NB: Mohon ya, kalau ada pagelaran lagi, Dialog bahasa Indonesianya dibanyakin, Terima Kasih atas atensinya :)
Subscribe to:
Posts (Atom)



















